
Kesibukan pagi ini agak berbeda dari biasanya, bunda mengecek kembali kelengkapan pakaian kebesaran sang suami, memastikan kembali semua emblem terpasang disana setelah semalam bunda mempersiapkannya. Begitu pula dengan Axel dan saudara kembarnya.
Hari ini adalah hari ulangtahun Kopassus, semua anggota keluarga Bima Sakti menghadiri perhelatan akbar yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali tersebut.
Setelah semua dipastikan siap, mereka bergegas menuju ke mobilnya nya masing-masing. Ayah dan bunda dengan mobil Mercy nya dengan Toni sebagai supir, Galaxy berserta Axel dan baby Langit dengan mobil dinas Pajero dengan seorang sersan sebagai sopir pribadi nya, juga Guruh dan Guntur yang masing-masing menggunakan motor sport kesayangan keduanya diikuti oleh para petugas pengawal yang mengiringi mereka di depan dan belakang barisan.
Ini adalah kali pertama baby Langit diperlihatkan didepan khalayak ramai, cucu dari seorang pensiunan Jenderal besar Cakrawala Bima Sakti.
" Jeng Siska, cucunya ganteng sekali mirip sama Opanya " ujar salah satu istri perwira sesama anggota PERSIT
" Wah...pak Axy keren banget yah, istrinya juga cantik.." ucap salah seorang prajurit yang berkumpul disana
" Pak Axy tambah keren kalo lagi menggendong anaknya..." kali ini ucapan yang keluar dari mulut salah seorang petugas wanita.
Keluarga Bima Sakti menjadi pusat perhatian hari itu, banyak dari para wanita yang merasa patah hati melihat keharmonisan Galaxy dan Axel, tak terkecuali dengan si kembar Guruh dan Guntur. Penampilan mereka yang gagah dengan balutan seragam lengkapnya menjadi pusat perhatian para petugas wanita juga para anak- anak gadis dari para perwira disana.
" Wah ..ini calon Jenderal juga ini .." ucap salah seorang perwira tinggi yang mendekati meja keluarga Bima Sakti untuk memberikan selamat atas kelahiran cucu pertamanya.
Perhelatan besar tersebut dimulai dengan upacara bendera, lalu sambutan-sambutan dari para petinggi negara setelah itu ada pagelaran seni dan atraksi yang dimainkan oleh para prajurit kopassus dan diakhiri dengan acara makan bersama.
.
.
.
" Cih... beruntung sekali anak sialan itu " ucap Perdo yang sedang menyaksikan acara Dirgahayu Kopassus melalui layar televisi.
" Kalo bukan karena keluarga kita yang Sudi menampung dia waktu itu, gak bakalan dia jadi seperti sekarang ini pah..." ujar salah satu anak gadisnya iri.
Cinthya yang mendengarkan percakapan antara suami dan anaknya dari balik pintu kamar hanya bisa mengelus dadanya, dia sangat sedih mendengar ucapan buruk mereka tentang Axel yang hampir setiap hari dilontarkan.
Padahal Perdo tahu jika almarhum orang tuanya Axel telah melimpahkan hartanya untuk mereka agar mereka dapat mengurus anaknya tanpa kekurangan apapun.
Maafkan aku mba...
**********************************
__ADS_1
Ddrrtttt... ddrrtttt....
Notifikasi chat muncul di layar handphone Axel, disana tertera nama sang paman sebagai pengirim pesan.
" Ada angin apa om Perdo tiba-tiba ngehubungin aku " gumam Axel
Axel terkejut dengan isi pesan yang dia baca yang menyatakan bahwa tante Cinthya yang disayanginya sedang berada dirumah sakit karena sakit parah. Axel lalu menanyakan lokasi rumah sakit dimana sang tante mendapatkan perawatan lalu menghubungi Galaxy.
" Hallo mami sayang...kangen papi yah ?" goda Galaxy
" Hallo pi...tante Cinthya sakit " ucapnya khawatir
" Sakit apa beliau mi? " tanyanya dengan nada suara yang sudah berubah.
" Katanya kena serangan jantung pi, papi bisa antar mami kesana?" pinta Axel
" Oke tunggu sebentar yah mi...sabar...papi jemput mami sekarang " jawab Galaxy mengakhiri sambungan telpon dari sang istri.
Tak lama berselang Galaxy sudah sampai dikediaman nya untuk menjemput Axel, dia melihat bunda yang sedang memeluk Axel istrinya yang sedang menangis. Setelah menitipkan baby Langit kepada sang bunda, mereka pun bergegas menuju rumah sakit jantung Harapan Kita.
Sesampainya disana, mereka bergegas menuju ruangan rawat inap yang ditempati Cinthya. Axel sangat sedih melihat tante Cinthya bibinya yang terbaring lemah diatas tempat tidur nya .
" Maafkan tante sayang...tante gak mau ngerepotin kamu.." jawab Cinthya dengan nafas yang masih berat.
Disana ada Perdo yang melihat Axel dengan tatapan bencinya, dia menahan ucapan yang ingin dilontarkannya kepada Axel karena ada Galaxy yang disana menatapnya tajam, Galaxy yang masih menggunakan seragam lengkapnya dengan baret merah yang tersisip di bahu kanannya.
Ahhh... sialan! dia datang dengan suaminya!
Setelah jam besuk selesai merekapun memutuskan untuk pamit, Axel memberikan amplop berisi uang untuk membantu keperluan tante Cinthya selama dirawat disana, sebuah amplop yang cukup tebal yang telah membuat rona wajah Perdo berseri.
" Axel akan kembali lagi nanti yah tan...tante cepet sehat biar bisa main sama Langit nanti..." bujuk Axel mencium kening tantenya dan berlalu dari sana.
Di dalam mobil dalam perjalanan pulang
" Pamanmu sepertinya gak suka sama mami... ngeliat nya gitu banget tadi " ucap Galaxy memecah kebisuan diantara mereka.
Axel memang menyimpan rapat tentang keluarga tante Cinthya pada keluarga Bima Sakti, menurut nya ini bersifat pribadi dan Axel berhak untuk tidak memberi tahukan nya kepada siapapun. Mereka hanya tahu jika Axel diurus oleh Cinthya adik dari ibunya sejak mereka meninggal karena kecelakaan waktu itu.
__ADS_1
" Hanya tante Cinthya yang menyayangi mami dari dulu pi..." jawaban Axel menyimpan tanda tanya besar dibenak Galaxy.
" Mami boleh loh cerita sama papi...biar plong " bujuknya melihat air mata sang istri yang sudah menggenangi kelopak matanya.
Lalu Axel menceritakan tentang kehidupan nya selama dia tinggal bersama dengan keluarga Cinthya dan alasan kenapa dia memutuskan untuk keluar dari rumah itu.
Hati Galaxy terenyuh mendengar cerita istrinya, dia prihatin dengan keadaan istrinya dulu. Tetapi dia bersyukur karena kini Axel sudah berada bersamanya, bersama keluarga besarnya dimana mereka sangat menyayangi dan melindungi nya dan tak seorangpun dapat melukainya.
" Mami bersyukur udah menjadi bagian dari keluarga papi...mami bersyukur pada akhirnya mami bisa merasakan kembali kasih sayang orang tua.." ujarnya lirih.
" Plus dapetin papi dong tentunya..." mencoba mengalihkan perhatian sang istri.
" Iiiihhh ..si papi nih..!" ujar Axel menghapus air matanya dengan tissue yang diberikan oleh Galaxy.
" Mi...nanti malam boleh ya papi gantiin baby Langit ?" tanyanya menggoda
"Hhmmm...boleh gak yah??" jawab Axel membalas godaan sang suami
" Please mam...." ujar Galaxy memohon
" Emangnya udah abis kelereng nya?" tanya Axel menjahili suaminya
" Awas ya mami....berani godain papi.." tergelak
Galaxy memutuskan untuk membawa serta Axel ke kantornya agar nanti mereka bisa pulang bersama setelah dia mengabari bundanya terlebih dahulu.
Aksi keduanya tak lepas dari perhatian sang sopir yang sedari tadi menyimak dari kaca spion depan kemudi, sesekali dia menyembunyikan senyuman nya.
Kelak aku ingin seperti mereka...salut untuk mu pak Axy...
.
.
.
To be continued.
__ADS_1
Dukung author dengan like dan komen yah 😘😘
Terimakasih 🙏🙏 u