Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah

Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah
Kebaikan Hati Queen


__ADS_3

Queen selalu menengok teman-teman nya yang mengalami kecelakaan bersama dengan Regina sepulangnya dia dari sekolah, terkadang dia ditemani oleh Aurora dan Laluna, terkadang ditemani oleh teman-temannya yang lain.


Regina masih enggan untuk dijenguk oleh Queen, dia selalu saja memberikan alasan agar orang tuanya tidak mengijinkan nya untuk memasuki kamar rawat inap nya. Berbeda dengan Farah dan Sarah yang mulai menerima kehadiran teman yang selalu menjadi bulan-bulanan sahabat nya itu.


Keluarga Regina dengan terpaksa harus memberikan banyak sekali tunjangan sebagai kompensasi atas meninggalnya para korban dan untuk para korban yang terluka akibat ulah anaknya agar Regina terhindar dari tuntutan hukum. Bahkan ayah dan ibu Regina ikut termakan hasutan anaknya jika penyebab kecelakaan itu adalah karena perkataan bohong yang keluar dari mulut Queen.


" Udah Queen, gak usah dengerin apa kata mereka toh bang Langit udah bilang kan sama lo tentang kebenaran nya " ujar Aurora ketika mereka sedang menjenguk teman-teman nya yang masih dirawat.


" Iya sih...gue cuma gak nyaman aja sama perkataan pedas orang-orang itu setiap kali kita kesini " Queen mendengus kesal


" Jiaaahhh... masukin kuping kanan keluarin kuping kiri " Laluna mencoba untuk menghibur sahabatnya.


" Kapan kalian pulang ?" tanya Queen kepada Farah dan Sarah yang dirawat didalam satu ruangan


" Dua hari lagi kata dokternya, mereka masih ngecek benturan dikepala kita " jawab Sarah


" Mudah-mudahan hasilnya bagus yah, bentar lagi kita ujian loh, kalian musti cepet-cepet ngejar pelajaran " ujar Aurora


Mereka bertiga pamit setelah jam besuk berakhir kepada kedua temannya.


Diperjalanan pulang...


" Kita bikin pesta penyambutan buat mereka di sekolah nanti yok " Queen tiba-tiba memberikan sebuah ide bagus kepada kedua sahabatnya


" Boljug tuh Queen, ntar kita minta bantuan teman-teman osis buat bikin dekorasinya " sambut Aurora


" Ijin dulu lah sama bagian kesiswaan " sambung Laluna.


Tiga hari kemudian mereka benar-benar mengadakan pesta penyambutan teman-teman nya yang pada akhirnya sembuh dan bisa bersekolah kembali. Farah dan Sarah merasa terharu dengan usaha teman-temannya yang telah memberikan penyambutan sekembalinya mereka ke sekolah, berbeda dengan Regina yang terlihat menghindari acara itu.


" Moga kalian sehat terus ya..." ucap Queen pada keduanya.


" Loh...Regina mana ?" tanyanya kepada Sarah dan Farah


" Tadi dia ada dibelakang kita kok " jawab Farah


" Udah biarin aja, masih ngambek kali dia " ujar Aurora


" Lebih tepatnya doi malu " timbal Laluna


" Huss ..gak boleh gitu " ujar Queen


Jam istirahat seperti biasa mereka nongkrong di kantin bersama dengan teman-teman nya yang semakin banyak, terlihat Regina sedang duduk sendirian di salah satu kursi disana, Farah dan Sarah tidak lagi mau menemani Regina karena masih trauma dengan kejadian sebelumnya.

__ADS_1


" Sendirian aja Gin..." Queen menghampiri Regina


" Puas lo...ini kan yang lo mau??" bentaknya


" Apaan sih Gin, mikir lo kenapa jelek terus sih??" tanya Queen mencoba untuk tidak terpancing


" Alah udah gak usah sok baek deh lo...basi tau gak !" Regina berdiri dari duduknya


Aurora dan Laluna menghampiri mereka dan mencoba untuk mencari tahu ada apa dengan sahabat nya.


" Noh dua dayang lo nyamperin permaisurinya " ledek Regina


" Eh kutil...dayang pala lo peang! dibaekin malah ngelunjak!" bentak Aurora


" Gue gak butuh yang lo sebut kebaekan itu " bentaknya lagi.


" Iye gak bakalan mempan, pala lo isinya racun semua!" teriak Laluna


" Gin, Lo kalo ada masalah selesein baek-baek jangan kayak gini, mau sampe kapan Lo menghindar hah?? sampe nenek-nenek?? Lo gak cape apa??" ujar Queen


" Diem lo...dasar pelakor!" bentak Regina menunjuk Queen dengan telunjuknya


" Eh mulut comberan! jaga omongan lo! yang pelakor sapa?? Lo mau bukti kalo mereka Uda dijodohin dari bayi?? gue panggil bokap sama nyokap gue kalo Lo masih gak percaya, biar kuping Lo tuh denger langsung dari mereka, kalo perlu bokap sama nyokap lu juga ajak biar mreka gak gagal paham dicekokin comberan terus sama lo" kali ini Aurora berbicara panjang lebar


" Ampun dah tuh mahluk, kelakuan nya kagak ada robah-robahnya " lanjut Aurora


" Heh...elu tuh ya dari tadi ngomong seenak dengkulnya, gue laporin kakak lo baru tau rasa!" ancam Queen


" Makan cabe apa kali yah ni bocah, mulutnya pedes bener " lanjutnya lagi


" E...hehehe... ampun Queen, jangan laporin babang Langit, ntar uang jajan kita ditahan lagi kayak waktu itu " pinta Aurora merinding


.


.


.


Ditempat yang lain, Regina melaporkan kejadian hari ini kepada Bisma. Sejak kejadian tabrakan itu memang hubungan mereka menjadi sangat dekat.


Bisma yang mendapatkan laporan dari sang adik merasa geram, dia berjanji akan membuat perhitungan dengan ketiga anak gadis itu. Bisma memerintahkan kepada teman-teman tongkrongan nya untuk memberikan pelajaran kepada Queen dan dua sahabat kembarnya.


Sepulangnya mereka dari sekolah Laluna merengek kepada Queen untuk memenuhi ajakannya untuk mampir dulu di kedai bakso Arjuna langganan mereka alasannya karena naga diperut nya sudah berdemo meminta bakso beranak menu andalan disana.

__ADS_1


Sesampainya mereka di kedai bakso, benar saja Laluna memesan bakso beranak yang besar nya memenuhi satu mangkok penuh lalu dengan lahapnya dia menyantap bakso yang sangat dia inginkan hari itu. Aurora dan Queen menelan salivanya melihat tingkah laku Laluna yang seperti sedang ketempelan genderuwo.


" Pelan-pelan makanya Na ihh lo tuh ya..." ujar Aurora


" Naga diperut gue udah gak sabar " jawabnya asal


Regina yang tahu keberadaan ketiga musuhnya, menghampiri mereka dengan ditemani orang-orang suruhan Bisma.


BRAK!!


Salah satu dari mereka memukul meja dengan tongkat baseball dan membuat Laluna tersedak, Aurora dan Queen berusaha untuk memberinya air minum.


Regina menghampiri mereka..


" Baguslah tiga cunguk ini ada disini, jadi bisa sekalian " ujarnya menyombong


" Astaga Regina?!! Lo gak ada kapok-kapoknya ya " ucap Queen


" Tutup mulut lo! "teriak Regina yang membuat semua orang yang sedang memakan bakso disana keluar dari kedai itu.


" Jangan gitu Gin, kasian abang baksonya " ujar Queen lagi, Aurora masih berupaya untuk menolong saudara kembar nya yang masih terbatuk-batuk.


" Hajar mereka !" titah Regina kepada orang suruhan nya.


Regina, Aurora serta Laluna mencoba untuk menangkis serangan yang diberikan oleh teman-teman Regina yang jumlahnya mencapai sepuluh orang dengan benda-benda yang ada didepannya, dia bahkan berhasil melempar beberapa orang diantaranya dengan sambal cabai yang ada didepannya. Sementara Aurora dan Laluna berusaha menghindari pukulan tongkat baseball yang mereka berikan dengan menggunakan bangku - bangku plastik yang ada disana.


Keributan tersebut diketahui oleh pak Andri dan pak Ujang yang sedang menunggu majikan-majikan kecilnya, merekapun berusaha menghentikan keributan itu tetapi mereka malah terkena pukulan dari orang-orang yang terus melancarkan aksi pemukulan itu.


Nahas bagi Regina, saat dia sedang asik melihat teman-teman nya yang kewalahan mendapatkan pukulan demi pukulan, dia pun ikut terkena hantaman tongkat baseball yang dilancarkan oleh salah seorang dari mereka dengan sembarang, kali ini tangannya patah karena mencoba menahan pukul tongkat baseball yang keras tersebut.


Regina berteriak kesakitan, sementara orang-orang suruhan sang kakak yang menyadari kesalahannya langsung kabur dari sana meninggalkan Regina seorang diri. Queen langsung berhambur menghampiri Regina yang memegang tangan patahnya.


" Ya Tuhan Regina!! Pak Ujang...bawa dia ke rumah sakit!! Aurora telpon orangtuanya !" teriak Queen


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


__ADS_2