Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah

Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah
Hamil Lagi


__ADS_3

" Pih....pih....mimik cucu pih..." suara cadel Langit membangunkan Galaxy dari tidurnya, dia melihat sekeliling tetapi tidak mendapatkan sosok Axel disana.


Langit kini telah berusia 3 tahun, dan sedang lucu-lucunya.


" Mami kamu kemana sayang ?" tanya Galaxy lalu mengangkat tubuh mungilnya ke pangkuan nya.


Langit menunjuk pintu kamar mandi dengan telunjuk kecilnya.


" Nanah pih...nanah..." jawabnya mencoba memberi tahu sang papi dimana sang istri berada, lalu mereka menghampiri pintu kamar mandi.


Terdengar suara-suara Axel yang sedang muntah-muntah dari dalam, Galaxy pun membuka pintu kasar.


" Sayang....kamu gak apa-apa? " tanya Galaxy menempel kan telapak tangan nya ke tengkuk Axel lalu memijat nya pelan, sementara tangan satunya lagi tetap menahan tubuh Langit dipangkuan nya.


" Gak apa-apa pi... tiba-tiba mual pas bangun tidur " jawabnya lalu membersihkan mulutnya dan keluar dari kamar mandi


" Kamu istirahat dulu aja sayang...aku buatkan Langit susu dulu "


Galaxy beranjak dari tempat tidur setelah Axel membaringkan tubuhnya keluar kamar menuju dapur. Sejak usia Langit dua tahun, Axel sudah menghentikan pemberian ASI eksklusif nya kepada anak sulungnya ini dan menggantinya dengan susu formula batita.


" Loh...ade kemana bang ?" tanya bunda Siska yang melihat Galaxy sedang membuat susu botol sambil menggendong anaknya lalu mengambilnya dari pangkuan anaknya itu.


" Ade lagi istirahat bun, tadi muntah-muntah dikamar mandi " Galaxy menjawabnya sambil mengocok susu didalam botol dan memberikan nya kepada Langit.


Langit langsung menyesap isi botol dengan lahap.


" Coba dibawa ke dokter bang... takutnya ade kecapean " saran bunda yang langsung disetujui oleh Galaxy.


.


.


.


" Selamat pak, istrinya sedang hamil lagi " ucap sang dokter yang dulu menangani kehamilan pertama istri nya.


" Baru menginjak 8 Minggu, hasil USG nya kembar pak, ini terlihat ada dua kantung janin di dalam rahim nya " dokter menunjukkan hasil USG nya kepada Galaxy.


" Alhamdulillah....kita akan punya anak kembar sayang .." ujar Galaxy kepada Axel yang masih terbaring di atas tempat tidur pasien dengan alat pendeteksi janin yang masih berada diatas perutnya


Perasaan Axel bercampur antara bahagia karena hamil lagi dan bingung karena anak pertama mereka Langit masih sangat kecil. Akankah dia bisa membagi kasih sayang dengan adil kepada anak-anaknya kelak, bagaimana jika dia tidak sanggup untuk mengurus tiga anak sekaligus?


Dokter memberikan obat untuk membantu mengurangi mual Axel dan beberapa vitamin untuk kesehatan tubuh sang ibu Hamil.


" Papi... nanti mampir ke supermarket dulu yah pi.." pinta Axel dalam perjalanan pulangnya


" Oke sayang.... memang mami mau beli apa? kan baru dua hari yang lalu mami belanja ?"


Galaxy tidak juga mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang diajukannya kepada sang istri, dia fokus untuk memarkirkan mobilnya sesampainya di supermarket.


" Loh....mami kenapa? kok diem gitu ?"


Galaxy melepaskan tali pengaman kursinya dan kursi istri nya.

__ADS_1


" Mami sakit ?" tanya Galaxy lagi yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Axel


" Hiks....hiks ...mami cuma pengen beli cabe kering sama bumbu rujak tabur pih...hiks....hiks....sama apel buat dicocolin ntar "


Galaxy ingin sekali tertawa melihat pemandangan baru didepannya, tetapi dia menahannya karena takut membuat sang istri yang sedang sensitif ini marah. Dia lalu memeluk Axel untuk menenangkan nya.


" Cup....cup...sayangnya papi...." Galaxy mengusap punggung Axel


" Ya udah.... hapus dulu air matanya, ntar cantiknya ilang lho..." ujar Galaxy


" Jadi mami gak cantik lagi yah pi...?" Axel masih sesenggukan.


" Ehh....engga sayang... maksud papi gak gitu, mami tuh istri papi yang paling cantik di dunia" Galaxy mencoba menenangkan sang istri, dia lalu mencium puncak kepala Axel.


" Kita udah sampe sayang.... ayok kita belanja " ujar Galaxy mengalihkan pembicaraan.


" Aku mau pulang pih..."


Sabar Galaxy....sabar....


.


.


.


" Mih...mimik cucu mih..." pinta Langit sambil memberikan botol susu milik nya yang masih kosong


Axel mengangkat tubuh mungil Langit dan mendudukkan nya di sofa bayi miliknya. Dia senang maminya membuatkan susu yang dia minta.


" Mih...dede mih..." Langit berceloteh


" Iya sayang, Langit mau punya adik nanti " Axel memberikan botol susu yang kini sudah terisi penuh.


Tiba-tiba Axel merasakan desiran aneh diperutnya dan kepalanya pun terasa sangat berat. Dia mencoba untuk tetap menjaga keseimbangan tubuhnya agar tidak terjatuh, sekuat tenaga dia berjalan menuju sofa yang ada didekatnya lalu merebahkan diri nya.


" Mami....mami...huaaaaaaa..." Langit menangis karena tidak juga mendapatkan respon dari sang mami


Tangisan Langit terdengar oleh bunda yang sedang berada di ruang keluarga, diapun bergegas menuju sumber suara.


" Kenapa sa.....Adeeee...!!" pekik bunda melihat keadaan Axel yang lemah terduduk di sofa kamarnya.


" Sayang....kamu kenapa ?" bunda menepuk-nepuk pipi Axel


" Maaay....Maya...!!" pekik bunda memanggil kepala asisten rumah tangga nya.


" Iya nyonya...." Maya bergegas menuju kamar dimana nyonya nya memanggil.


" Ya Tuhan...! kenapa nona nyonya ?!" Maya mengambil Langit kedalam gendongannya karena dia tak hentinya menangis.


" Panggilkan Toni, kita ke rumah sakit sekarang !" titahnya


" Baik Nyonya..." Maya bergegas menuju tempat dimana Toni biasa beristirahat di waktu luangnya.

__ADS_1


" Bagaimana kondisi anak saya dok?" bunda bertanya kepada dokter yang sedang memeriksa kondisi Axel.


" Kondisi kandungan nya baik bu, hanya kondisi ibunya yang agak lemah " ujar sang dokter


" Saya sarankan ibu hamil untuk istirahat total hingga kondisi tubuhnya benar-benar kuat kembali " lanjutnya.


" Bun ...ade mana? " tanya Galaxy sesampainya dirumah sakit diikuti oleh kedua adik kembarnya.


" Masih didalam bang... dokter kasih infus tadi, tapi nanti langsung boleh pulang " jawab bunda


" Kondisi tubuh ade agak lemah bang, tapi kondisi kandungan nya baik-baik saja, ade harus bedrest sampe kondisi tubuh nya kuat " bunda menambahkan.


Kehamilan kedua ini sangat berbeda untuk Axel, dulu dia begitu kuat dengan kehamilan pertama nya, bahkan dia hampir tidak mengidam. Selera makannya bagus, tubuhnya juga fit malahan Galaxy sang suami yang begitu repot dengan kemauan nya yang aneh-aneh.


Sekarang Axel diharuskan untuk bedrest hingga dia benar-benar kuat kembali untuk beraktivitas.


Axel khawatir dengan keadaan Langit anak pertama nya yang masih membutuhkan perhatian dan kasih sayang nya .


"Jangan khawatir sayang... Langit biar sama bunda " ujar bunda menenangkan kekhawatiran anaknya


" Kan ada paman ganteng sama gagah disini yang akan menjaga Langit juga de..." Guntur menambahkan.


Axel bersyukur atas limpahan kasih sayang keluarganya, dia juga sangat beruntung karena memiliki suami yang begitu menyayangi nya dan selalu ada disampingnya.


" Istirahat yah sayang...biar kamu sama bayi-bayi nya sehat selalu " Galaxy mencium kening sang istri yang terbaring lemah ditempat tidur.


" Makasih pi udah sayangin mami selama ini..." air mata jatuh di pipi istri cantiknya


Axel memang sangat sensitif dikehamilan nya yang sekarang.


.


.


.


To be continued


Dukung author dengan like dan komen yah 😘


Oia kakak-kakak sudah bisa mampir di novelku yang lainnya yah...


Kisah seru Andromeda dan Mike ada di novel berjudul Me, My Self and I



Dan kisah Adam dan mommy nya yang gokil abis ada di novel Emak Gue Gokil Abis



Terimakasih 🙏🙏


Love you all banyak-banyak ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2