
Selesai dengan pendidikan nya di pusdiklat Batujajar Bandung, Langit bersama dengan rekan-rekannya mendapatkan penugasan pertamanya di ujung timur ibu Pertiwi, menjaga perbatasan antara Papua dan Papua Nugini.
Derai air mata serta doa-doa dipanjatkan untuk nya oleh keluarga besar nya, disini sang mami yang paling berat untuk melepaskan kepergian anak sulungnya. Dia sempat keberatan dengan penugasan sang anak, dia bahkan meminta kepada Galaxy untuk memindahkan penugasan nya ke wilayah barat. Tetapi bukan Galaxy namanya kalau menuruti kemauan sang istri untuk urusan negara seperti ini, dia bisa saja dengan mudah menerima permintaan itu tetapi tidak dilakukan nya.
" Sayang...Langit itu anak laki-laki, dia harus kuat apalagi dia adalah calon pemimpin nantinya, Papua itu dekat sayang setelah ini mungkin dia akan dikirim ke timur tengah " Galaxy mencoba membujuk sang istri. Axel terdiam dia berfikir mungkin dulu pun bunda seperti ini terhadap nya, meminta pada ayah untuk meminta agar Galaxy dipindah tugaskan ke tempat yang lebih dekat.
Jika ayah menuruti permintaan bunda, mungkin Galaxy yang dia kenal bukanlah Galaxy yang sekarang, yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan memiliki integritas yang tinggi pula..
" Dukung lah dia dengan doa sayang, seperti dulu bunda terhadap abang, doa ibu itu selalu dikabulkan " lanjutnya.
Sama halnya dengan Axel, Queen pun mengalami kesedihan yang mendalam. Langit akan berada jauh darinya, Bandung saja serasa di Eropa bagi Queen apalagi Papua. Belum apa-apa dia sudah menghujani Langit dengan berbagai permintaan dan aturan yang dia buat sendiri dan menurut Langit itu lucu, dia hanya mengiyakan semua permintaan Queen nya.
" Pokoknya bang Langit harus ngasih kabar aku setiap jam...Eh ..eh...dua jam sekali, eh engga deh sehari tiga kali aja " Queen mengangkat tiga jari nya didepan Langit, bocah bucin itu hanya menatap sang Queen sambil tersenyum.
" Iya my Queen, apapun yang kamu titahkan hamba akan mencoba untuk mewujudkan nya " Dia menyentil hidung gadis yang sedari tadi tak henti-hentinya berbicara.
" Bang Langit denger gak sih apa yang Queen bilang ??" Queen mendengus kesal, dia melipat kedua tangannya.
" Denger sayang... Abang denger kok dari tadi " Langit lagi-lagi menyentil hidung gadisnya.
" Apa coba...Ayo diulang!" memajukan bibirnya
" Iya Abang harus hubungi my Queen tiga kali sehari kayak makan obat gitu..." Memperlihatkan deretan gigi putihnya.
" Jadi dari tadi aku ngomong yang Abang ingat cuma itu???!!!" Taring Queen udah mulai keluar, asap menyembul dari atas kepalanya.
" Eehhh ...eh jangan marah dong sayang, ntar imutnya ilang...Iya bang Langit inget semua kok " Lalu Langit mengulangi semua permintaan Queen.
" Tuh kan abang inget semua " Memencet hidung mancung Queen
" Ada yang lupa tadi...." Mulai memanja
" Apa...Bang Langit inget semua kok " Menggoda Queen
" Jangan main cewek, jangan ngeliatin cewek, jangan selingkuh!!! Awas!!" Memperlihatkan bogem nya di wajah langit. Langit tergelak menurut nya Queen sangat lucu kalau sedang cemburu.
__ADS_1
Langit memeluk Queen erat, dia mencium puncak kepala nya sebelum akhirnya dia menaiki pesawat.
" I love you my Queen, gak ada nama lain yang terukir di hati ini selain namamu " Queen mendongakkan kepalanya dan Langit mengecup bibir merahnya.
" I live you to my King " Queen melepaskan kepergian Langit, dia sudah sedikit memahami situasi ini karena dia pun sering mengiringi kepergian papa nya ketika hendak pergi bertugas.
Tak jauh dari sana Axel dan Giel saling berpelukan, mereka terharu melihat adegan romantis dua sejoli yang sedang dimabuk cinta, sementara para ayah dengan tingkah uniknya malah membuat taruhan siapa yang bakal nelpon duluan antara Langit atau Queen.
" Pasti anak lo duluan lah...cewek kan dia " Galaxy mengangkat dagunya dengan sebelah tangan nya
" Anak lo lah, dia bucin kan mirip papi nya " Antoni melakukan gerakan yang sama, tetapi mereka tak melepaskan pandangannya pada adegan romantis didepannya.
Wahai para perwira tinggi, jagalah sikap kalian!
.
.
.
Aurora dan Laluna tidak bisa mengantarkan kepergian sang kakak tercinta panutan keempat setelah opa, papi dan uncle G kuadrat nya karena kepergian sang kakak tepat pada saat mereka sedang menghadapi ujian semester.
" Abang kalian tentara juga?" Nakula yang lahir terlebih dahulu dari saudara kembarnya Sadewa bertanya.
" Iya..Bang Langit di Kopassus, hari ini dia dapet tugas pertama nya di Merauke " Aurora memasukkan cakwe yang sudah dibubuhi saos kedalam mulutnya.
" Wah keren abang mu Ra!" Sadewa menimpali, dia menyeruput minuman dingin favoritnya. Caramel machiato.
" Kalian gimana? Abis ini nerus kemana?" Laluna penasaran, masalah nya mereka tidak kuliah disini tetapi mereka sering kali melihat keduanya bolak balik kampus.
" Kita nerusin kuliah diluar kayaknya, belajar bikin senjata " Nakula dan Sadewa tergelak. Ayah mereka adalah pemilik perusahaan dibidang pembuatan perlengkapan perang militer ( alutsista ) yang diakui negara.
" Bikin senjata yang keren-keren ya buat kita " Aurora memperlihatkan deretan gigi putihnya.
Tambah pusing gak tuh mami Axel kalau tahu calon mantu nya yang bikinin senjata buat anak-anak gadisnya?? Alamat papi Galaxy harus siapin jamu kuat buat merayu si mami nanti.
__ADS_1
Nakula dan Sadewa perlu mengeluarkan jurus jitu untuk mendapatkan hati Aurora dan Laluna, kedua gadis ini bukan gadis yang mudah untuk ditaklukkan dengan harta benda seperti kebanyakan gadis lainnya. Tetapi setelah perjuangan yang gigih dari keduanya dengan panji-panji dan janji-janji suci yang mereka deklarasi kan berdua akhirnya dua gadis tomboy itu menerima cinta mereka dengan syarat mereka tidak boleh mencampuri urusan Aurora dan Laluna di kedinasan nantinya.
Tahu dong siapa orang-orang yang memberikan tips jitu untuk mendapatkan hati keduanya??? Yup! Uncle G kuadrat.
Nakula dan Sadewa sengaja mengundang mereka berdua untuk menghadiri makan malam bersama di rumahnya ketika kedua orangtuanya sedang pergi ke luar negeri. Guruh dan Guntur sudah mengenal kedua orang tua mereka karena selama ini mereka yang sering kali mendapatkan kehormatan untuk melakukan ujicoba dari alat-alat yang mereka ciptakan.
" Kalian yakin seyakin-yakinnya buat dapetin keponakan om? " Guruh melihat keduanya dengan seksama.
" Yakin om, aku suka sama Aurora " ucap Nakula. Dia menyerahkan sebuah senjata laras panjang untuk dicoba oleh Guruh
Mereka sedang berada disebuah ruang kedap suara khusus untuk menguji senjata api.
" Kamu gimana?" Guntur melihat Sadewa yang sedang sibuk merakit sebuah senjata api laras pendek.
" Sadewa suka sama Laluna om, tapi dua-duanya susah banget buat dideketin " Guntur tergelak. Dia menerima senjata yang telah dirakit oleh Sadewa.
" Kalian ngedeketin nya gimana memangnya?" Guntur penasaran. Dia mulai menembakkan senjatanya beberapa kali.
" Ya...Kayak kita ngedeketin calon gebetan lah om " Nakula menjawab
" Ya pantes aja gak dapet-dapet, memangnya gebetan kalian calon tentara?" Guruh dan Guntur tertawa sementara dua bocah kembar itu menggaruk keningnya.
Dan terciptalah strategi- strategi jitu untuk misi mendapatkan hati gadis kembar tomboy gebetan mereka dari uncle G kuadrat.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy Reading 🤗
__ADS_1