Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah

Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah
Akal Bulus Bagas


__ADS_3

" Sialan! berani-beraninya wanita licik itu menipuku! "


" Tunggu pembalasan ku Sintha...!"


Bagas menghubungi teman-temannya untuk menjemput nya dirumah sakit.


Keesokan harinya...


Sintha seperti biasa akan mendatangi Bagas di kantornya setiap hari Jum'at siang, karena dia akan pulang lebih cepat setiap hari itu.


" Gimana ka? sudah kakak lancarkan rencana kita ? tanya Sintha dengan antusias


" Belum... ternyata cukup sulit juga mendekati gadis itu dengan pengawalan ketat dari Galaxy " kilah nya santai


" Lalu malam itu?" tanya nya lagi


" Malam itu aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan, ternyata dia cantik juga..." ujarnya memanasi


" Ck...apanya yang cantik dari cewek penyakitan model gitu...!" ucap Sintha ketus


" Penyakitan katamu??!" lanjutnya


" Iya...dia itu seumur hidupnya harus pake alat bantu pernafasan, bahkan dia punya masalah dengan ginjalnya dan entah apalagi sakitnya itu!" ucapan Sintha sangat berbanding terbalik dengan kenyataan yang diterima Bagas malam itu.


Flashback on


" Selamat malam nona cantik..." ucap Bagas pada seorang gadis didepannya dengan seringai yang mengintimidasi


Dia tidak menjawab sapaannya, gadis itu hanya memberikan senyuman dan berlalu darinya.


" Hei...mau kemana nona...lebih baik kamu disini menemani ku, apa kamu mau uang...?? Uangku banyak sekali nona manis" ujarnya tapi tetap tidak mendapatkan respon yang diinginkan nya


Gadis itu mempercepat langkahnya , Bagas lalu menarik tangannya dengan paksa, dia mendorong tubuhnya hingga membentur dinding dan berniat untuk mencekik lehernya, disangka gadis itu menendang ulu hati Bagas dengan lututnya, Bagas pun terhuyung.


Karen tubuh Bagas yang lebih tinggi dari gadis itu, Bagas dengan mudah meraih kembali wanita itu dan menampar wajahnya.


PLAK!


" Kurang a...r!!" pekik Bagas


Dia lalu membalikkan tubuh gadis itu dan mendorongnya ke dinding, tidak mau lengah dia menarik tangan gadis itu ke belakang tubuhnya, nahas bagi Bagas kepala gadis itu dia benturkannya ke wajah Bagas tepat mengenai hidungnya yang mancung, darah segar keluar seketika.


Gadis itu lalu membalikkan tubuhnya dan menendang Bagas tepat di ************ nya dan kembali menghajar wajah mulus Bagas dengan lututnya dan langsung membuat Bagas tersungkur telak.


Flashback off


" Menurut mu begitu?" tanya Bagas semakin penasaran dengan kelicikan wanita didepannya ini.


" Aku tau itu, kalo gak untuk apa mereka membawa ke Singapura waktu itu kalo bukan untuk mengobati penyakitnya " Ujar Sintha sok tahu.

__ADS_1


" Bagaimana jika kita berdua yang menemui gadis itu secara langsung ??" tanya Bagas


Deg ...


" O...oke...itu lebih bagus!" ucapnya ragu


" Tapi... Galaxy selalu bersama nya, bagaimana cara untuk membuat mereka terpisah??" tanya Sintha mencoba untuk membuat Bagas ragu


" Serahkan saja itu padaku nona Sintha, aku punya rencana untuk itu..." sambung Bagas meyakinkan Sintha.


.


.


.


Hari Sabtu ini Galaxy berjanji mengajak Axel untuk pergi jalan-jalan ke puncak, untuk menghindari kemacetan, dia memutuskan untuk membawa sang istri dengan motor besar nya.


Toh tidak ada salahnya sesekali mereka touring berdua, Axel akan semakin dekat dengannya selama perjalanan nanti dan yang pasti istrinya itu akan lebih menikmati pemandangan selama perjalanan berlangsung.


Pasangan itu sengaja berangkat pada awal pagi hari untuk mengejar udara segar pagi dan sarapan disana.


Benar saja, selama perjalanan Axel memeluk Galaxy dengan erat dari belakang sana. Galaxy dengan sengaja mempercepat laju motornya sehingga tepat jam tujuh tiga puluh pagi mereka sudah sampai ditujuan.


" Pagi den ..." sapa mang Ujang


" Tumben cuma berdua aja " lanjutnya


Axel tersipu, langsung mencubit pinggang Galaxy mendengar perkataannya.


" Auch....sakit sayang " ujar Galaxy mengusap pinggangnya pura-pura merasakan sakit.


Mereka langsung menuju halaman belakang villa tersebut.


" Bibi udah siapin sarapan pagi dibelakang " ujar mang Ujang mempersilahkan.


Galaxy duduk dikursi santai setelah selesai menyantap makanan lezat kesukaannya, dengan Axel yang duduk dipangkuan nya. Mereka hanya diam menikmati udara segar dan pemandangan yang indah dihadapannya.


" Sayang.... pulang nya mampir beli asinan Bogor yah " Axel memecah keheningan


" Tumben kamu pengen asinan baby..." ucap Galaxy memainkan rambut istrinya.


" Lagi pengen aja, buat bunda juga ..pasti bunda seneng dibawain asinan Bogor kesukaannya " kilahnya membuat tulisan-tulisan di dada Galaxy dengan telunjuknya.


Axel akhir-akhir ini lebih suka makanan yang segar-segar, dirumah dia sering minta Maya untuk membuat kan salad buah, juice buah sayur dan terkadang nimbrung bersama para asisten rumah tangga untuk makan rujak. Axel juga merasa libido nya akhir-akhir ini lebih tinggi dari biasanya.


" Cuma itu ..?" tanya Galaxy mulai jahilnya


" Engga ..." jawab Axel pelan

__ADS_1


" Terus mau apa lagi...?" tanyanya lagi


" Mau kamu aja sayang...." jawabnya pelan


" As your wish my queen.." ujar Galaxy mencium kepala Axel dan beranjak dari tempat duduknya dengan menggendong sang istri menuju kamarnya.


Hampir satu jam pergumulan panas antara keduanya terjadi pagi ini di dalam kamar, suara rintihan Axel yang mendominasi dan diakhiri dengan suara erangan Galaxy, setelah itu tidak lagi terdengar suara. Keduanya tertidur pulas setelah aktivitas panasnya pagi ini.


Siang hari keduanya baru keluar dari kamar, mereka ingin berjalan kaki menelusuri kebun teh yang berada di seberang villa, keinginan Axel yang sering kali mendadak tidak pernah membuat Galaxy kesal, dia selalu menuruti apapun yang diinginkan oleh istrinya itu dan itu yang membuat Axel semakin mencintai suaminya.


Galaxy mengikuti Axel dari belakang, dia mengamati sang istri menelusuri jalan setapak di kebun itu. Sesekali ia tersenyum melihat tingkah lucu sang istri, sesekali dia menasehati istrinya agar lebih berhati-hati.


" Sayang.... hati-hati banyak batu disana..!"


" Sayang gak boleh kesana! "


" Sayang ...ha...!" seruan Galaxy terhenti


" Aaaaaaahhh.....!!!! " pekik Axel


Galaxy bergegas menghampiri Axel yang telah terjatuh diantara bebatuan.


" Axel !!!"


" Kamu gak apa-apa sayang ?" tanya Galaxy panik


Axel mengalami luka di pelipis kanannya karena terbentur, beberapa luka lecet ditangan dan kaki dan pergelangan kakinya terkilir. Galaxy mengangkat tubuh mungilnya dan bergegas menuju villa.


" Kenapa si Eneng nya den?!" mang Ujang khawatir melihat Galaxy memangku istrinya.


" Tolong ambilkan kotak obat mang sama ambilkan air hangat " titahnya.


Galaxy membuka pakaian Axel yang kotor, memeriksa tubuhnya sekilas dan menutupi sebagian tubuhnya dengan kain. Tak lama istri mang Ujang membawa satu baskom air hangat bersamaan dengan mang Ujang yang membawa kotak obat.


Galaxy dengan cekatan membersihkan luka mengobati dan menutupnya lalu terakhir dengan berat hati dan sangat hati-hati Galaxy membetulkan pergelangan kaki Axel yang terkilir. Galaxy meminta Axel untuk menarik nafas dan melemaskan kakinya.


" Aaaaaaahhh.....abang sakiiit...!!!" pekik Axel, air matanya mengalir


" Maafin abang sayang....ini biar kakinya cepet sembuh " ujarnya sembari membebat kaki Axel dengan kain perban


.


.


.


To be continued


Dukung author dengan like dan komen yah 😘

__ADS_1


Terimakasih 😉😉


__ADS_2