
" Pak...Cepetan pak!!" Saat ini Queen sedang menuju ke rumah sakit untuk membawa Regina diantar oleh pak Ujang
" Iya neng...Ini pak Ujang udah cepet bawa mobilnya, sabar yah neng..." Pak Ujang menambah lagi kecepatan laju mobil yang dikendarai nya dengan tetap berhati-hati.
" Aaahhh....Sakit banget!!! Mamaaaa....!!" Regina mulai menangis menahan sakit ditangannya.
" Bentar yah Gin...Tahan dulu, bentar lagi sampe rumah sakit kita..." Queen meraih handphone di dalam tasnya.
" Hallo...Na, udah ditelpon belom ortu Regina nya??" Queen menghubungi Laluna
" Oke...Oke...Mereka otw yah, kita ketemu di rumah sakit " Queen menutup sambungan telponnya
Tak lama mereka sampai dirumah sakit, pak Ujang menghentikan mobilnya didepan pintu UGD.
" Dokter.... Dokter!!! Tolong teman saya dok, tangannya patah! " Queen memanggil dokter sementara pak Ujang yang diantar oleh petugas pengamanan menurunkan tubuh Regina diatas ranjang rumah sakit.
Para staf medis yang sedang bertugas dengan cekatan langsung memeriksa keadaan tangan Regina, terlihat jelas bentuk tulang yang patah diantara lengan dan sikut Regina. Salah satu suster disana meminta Queen dan pak Ujang untuk menunggu di ruang tunggu.
" Queen!!!" Aurora dan Laluna berhamburan menghampiri Queen.
" Lo gak apa-apa kan?" Aurora mulai mengecek anggota tubuh sahabat nya
" Gue gak apa-apa, cuma luka lecet dikit aja, lo berdua gimana?" Queen juga ingin memastikan kondisi keduanya karena tadi mereka benar-benar kewalahan menangkis serangan yang bertubi-tubi.
" Kita gak apa-apa juga, cuma lecet dikit-dikit doang " Aurora memperlihatkan luka lecet di sikut dan jari-jari tangannya, sementara Laluna mendapatkan luka lecet di pelipis nya.
" Aahh...Sialan, mereka kabur pas nyadar di Regina kena pukulan tongkat baseball salah satu temennya " Laluna mendengus kesal.
Pak Andri menghampiri mereka dengan membawa perlengkapan P3K. " Nona-nona, tolong duduk diam biar saya obati dulu luka -lukanya "
Mereka menuruti permintaan pak Andri, karena bagaimanapun luka-luka lecet mereka tetap harus diobati.
" Regina!...Mana anak saya Regina?!" Wanita yang Queen kenal sebagai ibu dari Regina memanggil nama anaknya.
__ADS_1
" Regina masih didalam tante " Queen menjawab meski dia masih dalam penanganan pak Andri.
" Ini pasti ulah kalian lagi kan?? bikin anak saya celaka lagi kan??" Ibu Regina langsung mencecar mereka dengan pertanyaan
" Mama...jaga bicaranya, ini dirumah sakit!" Rudy memperingatkan istrinya, meski dia sebenarnya ingin sekali memarahi Queen dan teman-temannya tetapi dia masih waras untuk menahan nya karena dia tidak mau berurusan dengan orang tua mereka.
Pak Andri berdiri setelah selesai dengan aktivitasnya mengobati luka-luka ketiga nona kecilnya, dan menghampiri kedua orangtua Regina
" Maaf nyonya, sebaiknya anda benar-benar menjaga bicara anda, jika bukan karena kebaikan nona-nona muda kami, mungkin anak gadis nyonya masih berada di lokasi kejadian saat ini dan bisa jadi dia malah kehilangan tangannya " Nada bicara pak Andri penuh dengan penekanan.
" Ma..maafkan..."
" Queen... kamu gak apa-apa sayang??" Kedatangan Antoni membuat Rudy tidak bisa meneruskan kata-katanya.
" Papa...Apa yang papa lakukan disini?" Queen terkejut dengan kedatangan papanya. Semoga urusannya tidak menjadi panjang, pikirnya.
" Pak Ujang telpon papa sayang, kalian gak apa-apa ??" Beralih pada Aurora dan Laluna
" Kami gak apa-apa om, hanya luka lecet dikit " Aurora menjawabnya sambil membuat kode dengan jari tangannya.
" Ma...maaf pak Antoni, ini semua sepertinya hanya salah faham " Ujar Rudy terbata, sementara sang istri yang tadi sempat mencecar ketiga anak gadis didepannya mendadak pucat menyadari kedatangan Antoni.
" Saya telah mentolerir kejadian sebelumnya pak Rudy, tapi untuk yang satu ini saya tidak bisa lagi mendiamkannya. Ini menyangkut keselamatan anak-anak kami " Gaya bicara Antoni mendadak dingin, sorot matanya menajam berbeda dengan waktu terakhir mereka bertemu.
Rudy dan sang istri yang ada disampingnya tidak berani mengeluarkan sepatah katapun, bahkan mereka tidak berani menatap Antoni yang berada dihadapannya, kedua tangan mereka saling menggenggam.
Tiba-tiba terdengar suara handphone milik Antoni.
" Ya...Gimana Ton? Sudah ketemu? Oke..Giring mereka semua ke kantor polisi dan berikan tuntutan sesuai dengan hukum yang berlaku " Antoni menutup sambungan telponnya.
" Pelaku nya udah ketemu om?" Aurora pemasaran
" Iya sayang...Tadi om Toni yang telepon, para pelakunya udah digiring ke kantor polisi, sebentar lagi kita kesana untuk membuat laporan " Intonasi suara Antoni berubah hangat.
__ADS_1
" Sepertinya salah satu dari anda berdua mengikuti kami ke kantor polisi, ini menyangkut anak kalian yang paling besar "
Deg
Di kantor polisi masing-masing anak membuat laporan perihal kejadian yang mereka alami hari ini, selama itu pula Rudy yang berada satu ruangan dengan ketiga nya mendengar kan perkataan anak-anak gadis itu. Dia berkesimpulan bahwa Bisma anak terbesar nya lah yang menjadi dalang utama dibalik peristiwa penyerangan ketiga anak gadis dari keluarga perwira tinggi angkatan darat berbaret merah yang sangat dia segani.
.
.
.
" Kurang ajar !" Rudy mengutuk anak-anaknya karena telah mempermalukan dirinya sekaligus membahayakan posisinya di kedinasan.
" Pah...gimana nasib anak-anak kita?" Sang istri sudah bisa memperkirakan hal terburuk yang akan terjadi.
" Diam! Kamu juga sebagai ibu gak becus mendidik anak-anak kamu!" Sang istri yang mendapat pernyataan itu hanya bisa menangis.
" Maafkan Gina pah....Gina hanya ..." kata-katanya terputus.
" Kamu dan kakakmu sama saja! Untuk apa kalian berbuat seperti itu hah!! kalian gak tau siapa keluarga mereka?? beruntung papamu ini tidak dipecat karena ulah kalian!" Ya seperti itu lah Rudy sang suami, sang ayah yang seharusnya menjadi panutan dan pelindung bagi keluarga nya tetapi malah sibuk membenarkan dirinya dan melimpah kan semua kesalahan kepada istri dan anak-anaknya.
" Papa tidak mau tahu, besok kalian harus memohon ampun pada mereka semuanya!"
" Tapi pah...." Sang istri berusaha untuk berbicara dengan Rudy
.
.
.
To be continued 😉
__ADS_1
Besok lagi yah kakak-kakak,
Terimakasih atas kunjungan dan dukungan nya 😍🤗😍🤗😘