Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah

Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah
Ulah Regina


__ADS_3

Naik ke kelas dua SMA pihak sekolah mengeluarkan kebijakan yakni murid-murid akan dipecah ke berbagai kelas, jadi yang dulunya anak kelas A bisa jadi diantara mereka menjadi kelas b atau c atau d dan seterusnya sehingga para murid mendapatkan kesempatan untuk mempunyai teman baru.


Aurora, Laluna serta Queen tidak lagi duduk dalam satu kelas, Aurora duduk dikelas 11B, Laluna dikelas 11C dan Queen duduk dikelas 11D bersama dengan Regina. Queen dan kedua sahabat kembarnya tidak menemui kesulitan untuk berbaur karena pada dasarnya mereka memang cepat sekali akrab dengan teman-teman nya, sementara Regina tetap dengan kelompok nya meski sekarang mereka berbeda kelas.


Jam istirahat adalah waktu dimana mereka berkumpul, dan kali ini jumlah mereka menjadi tambah banyak. Dulu mereka berkumpul berenam dengan abang dan kedua sahabatnya, sekarang mereka berkumpul dengan membawa teman-teman barunya.


Ketika mereka asik mengakrabkan diri, tiba-tiba Regina dan rombongannya datang untuk beristirahat disana


" Wah. .wah ... trio kwek-kwek nambah nih bebeknya " ujar Regina ketika sedang melewati Queen dan teman-temannya.


" Mending tambah banyak rame... daripada dikit sepi " jawab Putri salah seorang teman baru Aurora


" Heh.... maksud lo apa ngomong kayak gitu!" bentak Regina sambil menggerakkan tangannya ke meja kantin


" Elo yang datang-datang nyari gara-gara, kalo berani sini sama gue ..jangan cuma ngebacot kayak nenek lampir doang !" Putri mendekati Regina


Tubuh Putri tinggi dan besar dan tinggi Regina hanya sepundaknya.


" Iiissshhhh.... issshhhh....udah jangan berantem, nanti kena skorsing lagi kita.. Berabe ntar soalnya bentar lagi ujian tengah semester" Laluna mencoba untuk melerai.


Regina kalah telak, bagaimana pun tubuhnya memang lebih kecil dibandingkan Putri, cuma bicaranya aja yang super besar, dengan kesal dia berlalu menjauhi kelompok Laluna dan kawan-kawan nya.


" Napa sih gak dilawan aja tuh nenek lampir satu, kesel gue lama-lama " Putri masih kesal dengan perkataan Regina


" Jangan lah Put, biarin aja kalo cuma ngebacot doang mah yang penting jangan sampe nyenggol aja dia " ujar Aurora


" Kalian bertiga tuh ya kelewatan baeknya, dulu waktu masih ada si Bisma kakaknya, kalian juga gak bales pas di usilin " ucap Wanda salah satu teman baru Queen


" Lah...kalo dibales kita samaan dong sama mreka, gak lah...ngapain...Mending fokus belajar biar lulus ntar terus masuk kuliah di universitas favorit " sahut Queen


" Hati-hati yah Queen!" ucap Aurora dan Laluna bersamaan ketika mereka dijemput pulang dari sekolah.


Queen dijemput oleh sopir suruhan papanya, sementara Aurora dan Laluna seperti biasa dijemput oleh pak Andri.


Sepuluh menit mereka berlalu dari halaman sekolah, tiba-tiba mobil yang ditumpangi oleh Queen dihadang oleh mobil Honda Brio merah yang ditumpangi oleh Regina dan kawan-kawannya.

__ADS_1


" Keluar lo...!" pekik Regina


" Neng ..jangan keluar...." belum selesai pak Ujang sang sopir bicara, Queen sudah keluar dari mobilnya.


" Lu gila yah Gin, kalo ketabrak gimana?!" bentak Queen


" Suka-suka gue lah...!" Regina menyombongkan dirinya


" Mau lo apa sih Gin??" tanya Queen kesal


" Mau gue lo jauhin Langit!" Regina mendorong tubuh Queen hingga hampir terjatuh, untuk bisa keburu ditahan oleh pak Ujang


" Telat lo Gin...bang Langit udah dijodohin sama gue !" Queen terpaksa berbohong agar Regina berhenti menganggunya.


" Apa Lo bilang??! dijodohin??" Regina tidak percaya dengan kata-kata yang keluar dari mulut Queen


" Kalo gak percaya, lo tanyain sendiri gih sama orangnya...Males gue ngadepin sikap lo!" Queen mendorong tubuh Regina yang menghalangi pintu masuk mobilnya.


Regina terdiam, air matanya mengalir. Dia kecewa kepada Langit, dia merasa telah dikhianati oleh nya. Diapun bergegas untuk memasuki mobilnya kembali dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


" Dasar gila " Queen bergumam.


" Langit jahat!!!! kamu udah tega khianati aku!!" pekik Regina


Dia sekarang sedang membawa mobilnya dalam kecepatan tinggi sambil menangis dan tak hentinya berteriak memaki Langit dan Queen


" Na...na.... pelan-pelan na....inget ..nyebut..." pinta Farah salah satu teman Regina yang menumpang di mobilnya.


" Gue bakal bikin perhitungan sama anak itu!" Regina melepaskan kekesalannya dengan memukuli stir mobil.


" Iya na...tapi lo pelanin dulu mobilnya, ini kecepetan na...please pelanin mobilnya " pinta Sarah yang juga menumpang di mobil Regina, dia semakin takut karena Regina tidak juga mengurangi kecepatan mobil yang dikendarainya.


Benar saja apa yang dikhawatirkan oleh Farah dan Sarah, mobil yang dikendarai oleh Regina kehilangan kendali hingga menabrak seorang pedagang pinggir jalan dan tiga orang yang sedang menunggu pesanan nya disana dan berujung dengan menabrak pohon pembatasan jalan yang tak jauh dari para korban berada.


Regina dan ke empat temannya terluka cukup parah ditubuhnya, sementara dua orang korban meninggal dunia ditempat termasuk pedagang pinggir jalan itu dan dua orang diantara nya lagi dalam keadaan kritis.

__ADS_1


Queen yang menghubungi ambulance untuk membawa semua korban ke rumah sakit, firasat dia mengatakan untuk mengikuti Regina setelah perdebatan mereka ternyata tepat. Queen juga menghubungi pihak sekolah agar mereka bisa mengabari para orangtuanya tentang peristiwa tabrakan yang dialami oleh anak-anak nya.


Di rumah sakit...


Terserah teriakan dan tangisan dari keluarga para korban disana, itu membuat Queen dilanda rasa bersalah. Queen menangis diruang tunggu pasien, andaikan dia tidak berbohong dengan mengatakan perjodohan antara dia dan Langit, andaikan dia diam saja dan tak meladeni ulah Regina, mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi.


" Queen...!!" panggil Antoni


Queen berhambur kedalam pelukan sang ayah..


" Maafin Queen papa...ini salah Queen..." ucap Queen sambil terus menangis.


" Engga sayang ..ini bukan salah kamu...ini musibah " Antoni berusaha untuk menenangkan anak semata wayangnya.


" Tapi pah...." Queen tak kuasa untuk meneruskan kalimatnya.


" Engga sayang...papa sama mama memang sudah menjodohkan kalian, bahkan dari sejak kalian masih bayi " Giel meyakinkan anak gadis yang masih berada dalam pelukan sang ayah.


" Queen...!" Langit bergegas mendekati Queen dan kedua orangtuanya, dia lalu mencium punggung tangan om dan tantenya.


" Kamu gak apa-apa kan Queen?!" pertanyaan Langit dijawab oleh anggukan kepalanya.


" Regina...dan teman-temannya bang...mereka masih didalam " jawab Queen lirih


" Kamu gak usah khawatir, ada tim dokter yang sedang menangani mereka " Langit mencoba untuk meyakinkan gadis didepannya. Dia memegang kedua tangan Queen dengan erat.


" Ini salah aku, coba aku nurut sama bang Langit buat gak ngeladenin ulahnya dia...." Queen menangis mengingat kejadian antara dia dan Regina sebelumnya.


" Engga Queen...kamu gak salah, kamu cuma pengen agar Regina gak ganggu kamu lagi kan, lagipula memang benar apa yang kamu bilang sama Regina, kita memang sudah dijodohkan sedari kecil..." Langit memeluk Queen.


Sementara ditempat duduk yang agak jauh dari mereka, Bisma melihat semua adegan itu dengan penuh amarah, dia mengeratkan rahangnya. Dalam hatinya dia bersumpah untuk menghancurkan hubungan Queen dan Langit.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak tolong tinggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Arigato 🤗


__ADS_2