Gairah Cinta Sang Model

Gairah Cinta Sang Model
Bab 10


__ADS_3

"Ketika kau tidak bisa melupakan kesalahanku maka biarkan dirimu mengingat satu hal yang menjadi tujuan hidupmu yaitu keluarga yang utuh untuk Reihan.. ".


-Rayn Adam Khan -


Happy Reading


Jangan lupa vote, komen dan followw akuu


"Hai Rayn.. ". Balas Cathrine dengan tersenyum sedikit.


Rayn tersenyum ketika mendapati istrinya tersenyum di depannya. Mungkinkah ini semua kebahagiaan yang terlambat ia sadari?


"Hore.. Akhirnya aku bisa bertemu Papa sama Mama. " Teriak Reihan


"Reihan, ayo ikut om bentar sini. " Ajak Yohan


Reihan menoleh ke arah pamannya. Ia bingung kenapa dirinya diajak pergi ya?


"Tapi om, aku mau jalan-jalan sama mama papa!! " Tolak Reihan


"Iya Nanti, Biarkan Mama sama Papa kamu bicara dulu okey. Kalo Reihan nurut om kasih coklat deh." Rayu Yohan


"Baiklah.., yok kita pergi. Mama papa jan lama-lama bicaranya yaa. " Ucap Reihan


"Iya sayang, Setelah bicara sama mama ayo kita jalan-jalan bareng." Jawab Rayn


"Yeyy, Ayo om buruan!! ".


"Iya sabar Reihan.. ".


Yohan menggandeng tangan mungil Reihan dan sedikit berjalan tergesa karena Reihan terus menarik tangannya. Dan kini hanya ada Rayn dan Cathrine.


Cathrine duduk di sofa sebelah Rayn. Dirinya terus memiringkan wajahnya agar Rayn tak menatapnya lagi.


"Katakan Rayn, Apa mau mu? " Tanya Cathrine tanpa basa-basi


"Hey, kenapa kau begitu kaku? " Jawab Rayn


"Sudah lah aku tak punya banyak waktu tuk mengurusi hal ini lagi.., Kau ajak saja Reihan Jalan-jalan. Aku akan menemuinya di lain hari." Jawab Cathrine sembari dirinya langsung berdiri dan ingin pergi. Dirinya melangkah pergi meninggalkan Rayn. Rayn mengikuti istrinya dengan cepat. Rayn terus memanggil nama istrinya


"Cathrine, Plis ini semua bisa dibicarakan baik-baik. Kenapa kamu begitu egois sih? Apa kau gak memikirkan anak kita!? Reihan butuh Kita berdua. Plis kamu jangan egois begini Cath.. ". Teriak Rayn dengan keras sembari meraih tangan istrinya


Cathrine membalikkan badannya dan menatap Rayn dengan marah.


"Egois? Aku egois? Kamu gak sadar diri Rayn selama ini? Ya, aku akui jika aku egois tapi itu karena satu alasan yaitu Kamu. Kamu Rayn Adam Khan!" Balas Cathrine dengan kata-kata yang tajam. Mata Cathrine berkaca-kaca. Ingin rasanya dirinya menangis namun ia tak mungkin melakukan itu karena Reihan akan mendengarnya

__ADS_1


"Katakan padaku, Apa yang ku lakukan hingga kau egois? " Tanya Rayn


"Kenapa kau baru peduli sekarang? Semua sudah usai Rayn! Dan satu lagi tanyakan hal itu pada dirimu sendiri!" Jawab Cathrine dengan ketus


"Cathrine dengarkan aku, kau bukan anak kecil lagi yang harus dipahami. Kau adalah istriku yang dimana seharusnya kita saling memahami bukan memahami sepihak. Sekarang kita adalah orang tua untuk Reihan, dimana kita harus bisa membangun dan membesarkan Reihan dengan baik. Satu hal lagi, Bagaimana aku tau jika kau tak mengatakan kesalahanku padamu? "


"Katakan padaku agar kita bisa memperbaiki semuanya.., Kau tentu mau bukan Reihan memiliki orang tua yang utuh? " Lanjut Rayn dengan gentle


"Kau mau tau? Kak Yohan yang akan menceritakan itu semua padamu.., aku pergi dulu. " Jawab Cathrine membalikkan badan dan mulai berjalan namun tiba-tiba teriakan Reihan menghentikannya


"Mamaaaa Hiks... ". Teriak Reihan berlari kencang ke arah Cathrine. Cathrine menoleh dan membalikkan badan lagi


Hup!


Cathrine memeluk putra semata wayangnya. Reihan memeluk Cathrine dengan erat sembari menangis sesegukan.


"Mama.. Kenapa menanyis hiks.. ". Ujar Reihan


"Gak apa-apa sayang. Mama cuma kelilipan saja kok.. ". Bohong Cathrine pada putranya


"Enggak! Mama pasti bohong pada leihan.. ". Jawab Reihan kecil dengan tajam


Cathrine tertawa kecil sembari menghapus air matanya.


Kamu memang duplikat dari Papamu ya Rei..


Yohan berlari menghampiri Rayn dan Cathrine dengan terengah-engah. Ia lega ketika melihat keponakannya baik-baik saja dengan Cathrine


"Astagah Reihan, om nyari kamu dari tadi. Dari tadi Reihan nangis dan gak tenang pas main tiba-tiba ternyata dia peka sama kondisi mamanya yang menangis huft.. ". Ujar Yohan


"Kak yohan, aku pulang dulu ya.. ". Ucap Cathrine


"Kenapa dek buru-buru gitu? Rayn, lu bikin apa lagi?? " Tanya Yohan dengan menatap Rayn marah


"Mama.. Jan puyang hikss.. Jan puyang mamaaa.. Leihan akan nangis kalo mama puyang huwaaa.. ". Teriak Reihan mencegah Cathrine pergi


"Tapi sayang mama ada pekerjaaan.., sama om yohan dan papa ya? " Jawab Cathrine dengan lembut


"Gak mau!! Leihan gak mauuu!!! " Teriak Reihan dengan keras dan mulai menarik-narik kaki cathrine


"Kak Yohan, bantu aku plis." Pinta Cahtrine


"Aku harap kamu gak menghindar lagi dek! Ini rumah tanggamu, mau sampai kapan menghindar? Cepat masuk dan kita bertiga bicara! " Tutur Yohan dengan tegas


"Tapi kak.. ".

__ADS_1


"Tidak ada penolakan! cepat masuk! " Jawab Yohan


Cathrine menghembuskan nafas dengan berat. Kini Dirinya hanya bisa pasrah ketika kak Yohan memintanya. Atau tidak dirinya akan habis!


Cathrine menggendong buah hatinya yang setengah Kecapean karena nangis. Dirinya terus menimang Buah hatinya dengan lembut.


Rayn sangat senang melihat istrinya yang menidurkan buah hatinya dengan lembut pada gendongannya. Hingga ia tak sadar Cathrine menatapnya. Ia memberi kode dengan kedua tangan dan mengarahkan kode tamat pada Rayn agar tak melihatnya terus. Rayn hanya bisa tertawa melihat kode dari istrinya.


Yohan datang di saat mereka sedang saling menggoda. Dan yohan melihat keponakannya tertidur pulas pada gendongan adiknya.


"Letakkan Reihan di kamarnya jika dia sudah tidur dek.. Dan habis itu ayo kita bicara." Ucap Kak Yohan pada Cathrine


"Ceritakan semua pada Rayn ketika aku membawa Reihan di kamarnya." Pinta Cathrine


"Baiklah dek.. ".


Cathrine pergi membawa Reihan ke kamarnya.  Kini hanya ada Yohan dan Rayn. Yohan menatap tajam Rayn begitupun juga dengan Rayn.


"Kak, Katakan padaku apa kesalahanku 5 taun yang lalu? " Tanya Rayn


"Semua berawal dari pertemuan dengan amanda setelah proses persalinan istrimu.. ". Jawab Yohan


"Iya aku memang bertemu amanda kak.., lantas kenapa Cathrine begitu marah padaku? " Tanya Rayn


"Bagaimana dia tak marah jika saja amanda dan kau memiliki anak bersama Rayn ! " Jawab Yohan dengan tegas


"Anak? Aku dan Amanda tak pernah memiliki anak bersama kak! Justru Cathrine adalah wanita pertama yang ku sentuh dan tidak ada wanita lain selain istriku sendiri kak.. ". Jawab Rayn dengan tegas juga


"Lantas anak siapa yang dikandung Amanda? Jika itu bukan anakmu? " Tanya Yohan


"Itu Anaknya dengan suaminya. Ia dinikahkan paksa oleh orang tuanya kak setelah dia mengundurkan diri dan menyelesaikan kontrak dari agensi. Dan itu bukanlah anakku. Aku hanya kasihan pada Amanda yang tertekan akibat sikap suaminya dan aku membantunya dengan memberi uang serta tempat tinggal padanya di luar negeri. Semua ku lakukan karena kemanusian kak.. Tidak lebih dari perasaan apapun." Jelas Rayn dengan lengkap


Cathrine yang mendengarnya langsung tercengang. Ia meneteskan air matanya. Ia tak menyangka jika dirinya salah paham pada suaminya. Ia langsung berlari ke arah Rayn dan memeluk suaminya dengan erat. Rayn kaget melihat kehadiran istrinya yang tiba-tiba memeluknya. Rayn membalas pelukan istrinya dengan erat sembari mengelus rambutnya.


"Kenapa kau tak mengatakan itu semua padaku Rayn! Kenapa! Kenapa membiarkan aku salah paham sendiri! Hiks.. ". Ujar Cathrine protes


"Aku tak mau menceritakan itu karena kau tak tanya padaku dan aku pun tak ingin menceritakannya  Karena.. ". Jawab Rayn setengah-setengah


"Karena apa Rayn!? ". Ucap Cathrine


"Karena Aku tak mau melukai hati istriku yang ku cintai.. ". Tutur Rayn dengan tulus


"Aku mencintaimu Cathrine Alea istriku..".


"Aku juga mencintaimu Rayn Adam Khan suamiku.. ".

__ADS_1


"Kesalahpahaman pada pernikahan pasti akan terjadi. Dan bagaimana kau mengatasinya? Ya! Kejujuran,Kepercayaan dan keterbukaan antar pasangan lah menjadi landasan utama pada pernikahan, bukankah begitu? "


-Author-


__ADS_2