
..."Apakah kau merasakan hal yang sama denganku? Apakah melupakanku hal yang mudah untukmu saat ini? "....
...- Rafael Aditya Al Malik -...
...Jangan lupa like, komen dan Followw aku 💓...
...Happy Reading 😊💓...
Kenapa ku harus mimpi dia lagi? Udah cukup Raf ! Aku ingin melupakannya!!!
Rafael mencoba terus memijat pelipisnya yang terasa pusing karena memikirkan sosok di masa lalunya. Berusaha menepi perasaan yang ingin meluap begitu saja. Tiba-tiba ada suara seseorang tengah menggedor pintu ruangannya.
Hmm, pasti adiknya yang datang kesini. Siapa lagi yang berani menganggu dirinya dengan berisik seperti itu kalo bukan adiknya?
"Kakkk..,, buka pintunyaa". Teriak Sintiya
"Pintunya gak dikunci kamu bisa langsung masuk". Balas Rafael
Setelah mendengar ucapan kakaknya bahwa pintunya gak ditutup, Sintiya langsung masuk ke ruangan kakaknya sembari menenteng 2 kotak bekal yang telah dibawanya untuk kakaknya. Ia duduk di samping kakaknya. Melihat penampilan kakaknya yang berantakan.
Kini kakaknya terlihat gelisah ketika menatap sosok adik kecilnya yang kini telah dewasa.
"Kak, Kak Rafa belum makan kan? Hari ini aku masak ikan kesukaan kakak. Makan yaaa". Ujar Sintiya merayu kakaknya untuk makan
"Nanti saja tuan putri kakak.., kakak lagi gak laper". Tolak Rafael dengan halus
"Ya udah kalo kakak gak mau makan aku gak akan beritahu kakak sesuatu! Tentang Kirani". Maki Sintiya pada kakaknya
"Ha? Kenapa dengan kirani dek? Kamu berhasil menemukannya?? ". Tanya Rafael dengan penuh antusias
"Yahh begitulah, tapi kakak harus makan dulu".
"Baiklah aku makan sekarang.. ".
Memang sintiya telah melihat sahabatnya di televisi yang tengah disiarkan saat dirinya berada di lobi agensi. Sosok kirani yang tengah menjadi guest dalam seminar permodelan. Mungkin inilah waktu untuk kakaknya bertemu kembali.
Rafael membuka kotak bekal yang ada di meja. Melahap nasi dan lauk yang telah dimasakkan oleh adiknya sedangkan sintiya mencoba mencari saluran tv. Ya! Ini dia acara sahabatnya!
Ketika berhasil menemukan saluran tv yang menanyangkan sahabatnya ia tersenyum manis kepada kakaknya
"Kak, Coba liat tv sebentar.. ". Pinta Sintiya
__ADS_1
"Hmm acara seminar biasa aja dek". Ujar Rafael dengan malas
"Ini bos minumannya". Ucap joshua yang datang menghampiri bosnya
"Jo liat itu jo.. ". Tunjuk Sintiya pada seseorang yang tengah berdiri mengisi acara
"Kenapa non? ". Tanya Joshua melihat sosok seseorang yang ditunjuk oleh sintiya
"Eh, Non Kirani ! ". Teriak Joshua dengan kaget
"Iya dia kirani jo!! ".
Setelah mendengar nama kirani disebut oleh mereka sontak Rafael melihat tv yang tengah disaksikan joshua dan adiknya. Ya! Dia melihat sosok yang sangat dirindukannya!
"Jo, itu Kirani bukan? ". Tanya Rafael dengan tersenyum hangat
"Iya bos itu non kirani". Jawab Joshua
"Dia semakin cantik jo setelah 5 tahun meninggalkanku.. ". Tutur Rafael sambil melihat televisi dengan berkaca-kaca
"Apa dia udah bahagia setelah meninggalkanku ya jo? ". Lanjut Rafael kembali dengan menekuk wajahnya pasrah
"Ih kak.., udah dong. Mana ada dia bahagia kak, orang dia cinta sama kakak". Sahut Sintiya mencoba memberhentikan ucapan Rafael yang begitu sedih
Setelah Rafael mengucapkan kata yang begitu menyakitkan suasana menjadi diam membeku. Sunyi tanpa ada seseorang yang membalasnya. Memang benar yang diucapkan Rafael tapi terkadang ucapan selalu salah dengan kata hati dan kenyataan
Sintiya yang mendengar ucapan kesedihan kakaknya ia langsung memeluk erat kakaknya. Mencoba memberikan kehangatan dan ketenangan untuk kakaknya.
"Kami selalu ada disini kak.., kapanpun kakak butuh kami tetap di sampingmu.. ". Tutur Sintiya dengan hangat
"Tentu, aku udah selesai makannya. Aku mau mencari udara segar dulu.. ". Balas Rafael mencoba menjauhkan pelukan adiknya. Melangkahkan kakinya untuk pergi dari ruangannya. Pergi untuk menenangkan fikirannya yang penuh dengan kesedihan.
Rafael berjalan menuju kamar pribadinya. Semenjak kepergian Kirani, Rafael tak pernah lagi pulang ke apartemen. Kini ia tinggal di agensinya. Baginya kembali ke apartemen sama saja membuat dirinya terus teringat akan sosoknya.
Rafael tidur terlentang sembari meletakkan tangannya di depan matanya tuk berusaha tidur. Kini hanya tidur yang bisa ia lakukan untuk melupakan semua yang dilihatnya
5 tahun adalah waktu yang tak cukup bagi Rafael melupakan semuanya. Melupakan sosok seseorang yang pernah mengisi hari-harinya. Sosok yang mengisi canda tawanya. Dan sosok yang menghangatkan kebekuan hatinya.
"Kak Rafa.. Ayoo kita pergi.. ".
"Kak Rafa, aku cantik gak? ".
__ADS_1
"Kak Rafa, aku gugup.. ".
"Kak Rafa, udah makan belum? ".
"Aku masakkan makanan kesukaan kakak dulu yaa.. ".
"Kak, aku udah anggun belum? ".
"Kak, boleh aku genggam tangan kakak saat tidur? ".
"Kak, nyanyikan aku satu lagu untuk pengantar tidurku".
"Apa kak Rafa benar-benar mencintaiku? ".
"Aku mencintaimu juga kak..".
"Kenapa kakak mengatasnamakan nafsu kakak dengan cinta kak.. Hiks...".
"Maaf kak.., aku lebih memilih jarak untuk kita. Ku harap kakak tak mencariku".
"See you kak Rafael Aditya Al Malik.. ".
Dalam mimpinya pun Ia melihat sosok kirani yang pergi dengan meneteskan air mata. Ia berusaha lari ke arah gadisnya namun semua terlanjur jauh. Ia tak dapat mengejar arah gadisnya pergi.
Ia hanya bisa duduk di tengah jalan sembari berteriak
"Kiraniii.. !! ". Teriak Rafael
"Kiranii !! Hiks.. ".
"Ran, Aku sangat merindukanmu.. ".
"I Really miss you..".
Rafael terbangun dari mimpinya dengan keadaan penuh dengan air mata yang terus mengalir di pelupuk matanya.
Sedangkan di sisi lain, Saat kirani ingin menjawab Pertanyaan audience tentang sosok seseorang yang berharga untuknya selama karirnya. Ia tiba-tiba menangis tanpa sadar. Air matanya menetes dengan deras. Dadanya terasa sakit seperti ditumpu suatu kenyataan yang dilupakannya selama 5 tahun ini. Namun Bagaimanapun juga ia harus bicara
"Sosok berharga dalam perjalanan hidup saya adalah Dia. Dia adalah sosok lelaki pertama yang sangat saya cintai lebih dari diri saya, Rafael Aditya Al Malik..". Ucap Kirani dengan lirih yang kemudian berlari kencang dari hadapan audience
Menahan tangisnya dan sesak dalam dadanya. Ia hanya terus berlari tanpa menghiraukan apapun. Anna berusaha mengejarnya dari belakang.
__ADS_1
Satu kata yang terbenak dalam relung hatinya ialah
Kak Rafa, Aku sangat merindukanmu..