Gairah Cinta Sang Model

Gairah Cinta Sang Model
Bab 44


__ADS_3

Hampir kehilangan kendali?


"Memikat seseorang ke dalam jerat pesonaku sungguh mudah! Karena aku adalah sang pemain!"


- Sintiya El Malik -


Masih dalam Pov Sintiya..


Ku liat tatapan tuan Reihan yang masih ragu untuk mengambil minumannya di tanganku. Matatuan Reihan yang masih menelisik segelas anggur yang ada di tanganku. Ya, wajar saja dia merasa seperti itu. Karena ku tau dia adalah seseorang yang berhati-hati. Bagi seorang pembisnis besar pasti bersikap seperti itu. Ku ulas senyum seraya menyentuh tangannya. Ia menepis tanganku secara langsung. Aku tersenyum kecut namun aku tetap berusaha tenang agar bisa melakukan misi dari rencanaku.


"Saya tak memesan minuman yang aneh kok tuan Reihan. Saya hanya pesankan anda anggur merah. Rasanya saya jamin enak dan mungkin saja anda menyukainya. Jadi minumlah biar pikiran anda jauh lebih tenang." bujuk rayuku sehalus mungkin sekaligus berakting sebagus mungkin di hadapannya. Ku lakukan akting ini agar tuan Reihan mau melakukannya. Agar ia tergoda untuk meminumnya.


Reihan melihatku lalu beralih ke segelas minuman yang berada di tanganku. Ia mengambil gelas minuman di tanganku secara tiba-tiba.


"Baiklah akan ku turuti maumu gadis aneh!" ucapnya tegas lalu meneguk minuman di gelas itu secara langsung.


Gluk.. Gluk..


Aku bisa melihat jelas suara tegukan tuan Reihan saat minum. Aku tersenyum puas karena rencanaku bisa berjalan dengan lancar. Dan tuan Reihan bisa masuk ke dalam perangkapku.


Reihan meneguk bir pesananku yang sudah ku campuri obat. Setelah itu Reihan meletakkan gelas itu di meja setelah habis meminumnya.


"Jadi cepat katakan padaku! Apa hubungan Kirani dengan kakakmu itu!?" desak Reihan kepadaku lagi.


"Hubungan spesial." Jawabku singkat seraya tersenyum menyeringai.


Raut wajah Reihan berubah menjadi marah. Alisnya saling bertautan dan matanya semakin menyala "Maksutmu! Apa maksutmu!" bentak Reihan kepada diriku.


Aku rasa jika tuan Reihan mulai terbawa oleh hasutanku. Ya aku harus menghasutnya sedikit lagi.


"Perlu anda tau tuan Reihan bahwa Kirani adalah mantan dari calon kakak iparku." jawabku singkat mengulas senyum culas. Memberi secuil informasi pada tuan Reihan yang sebenarnya.


"Dan perlu anda tau juga tuan Reihan, Kirani juga sempat menjadi pelacur kakakku." Imbuhku memanasinya.


Brak!


Reihan menghantamkan tangannya di meja dengan keras. Membuat gelas yang berads di meja jatuh ke lantai. Aku merasa shock tapi aku berusaha untuk tenang. Karena aku masih belum melancarkan aksi keduaku. Aku tau jika tuan Reihan mulai terprovokasi oleh hasutanku. Hatinya panas mungkin saat ini. Tapi aku, akan terus memanasinya hingga membakar hatinya.


"Kau! Kau jaga mulutmu itu!" bentak Reihan tak terima dengan hal yang ku ucapkan.

__ADS_1


"Kenapa? Tapi itulah kenyataannya tuan Reihan." Balasku yang semakin sengit memancing kemarahannya.


Reihan mengacungkan jari telunjuk di depan wajahku dan masih dengan ekspresi marahnya, "Kalo kau tak punya bukti jangan hanya main omong kosong! Ingat aku bisa menuntutmu atas pencemaran nama baik calon istriku!"


"Aku yakin jika dia adalah wanita yang baik dan tidak seperti perkataanmu!" lanjut Tuan Reihan membela nama baik Kirani.


Aku berdecih saat merespon pembelaannya terhadap Kirani, "Cih, Tuan Reihan saja yang terlalu polos saja untuk dibohongi gadis busuk itu. Anda tidak pernah tau kebenaran gadis busuk itu." hinaku pada Kirani di hadapan tuan Reihan.


Brak!


Sekali lagi tuan Reihan menghantamkan tangannya ke meja dengan keras. Lalu ia juga menghampiri diriku.


"Cukup! Aku rasa pembicaraan kita cukup disini! Jangan pernah seret aku jika kau menjelekkan calon istriku! Tanpa bukti! Aku pergi!" Maki Tuan Reihan sekaligus berpamitan kepada diriku. Sepertinya ia tak tahan dengan hal yang ku katakan. Sepertinya juga ia tak terima jika ku hina Kirani. Ya, lelaki mana yang tak terima jika wanitanya. Namun aku tak akan membiarkan tuan Reihan pergi begitu saja sebelum aku bisa bermain dengannya.


Aku harus menarik ulur tuan Reihan. Dengan begitu aku bisa merasakan malam panas dengannya.


Ketika Tuan Reihan hendak melangkahkan kakinya melewati diriku. Lalu aku berucap, "Jika anda ingin bukti aku memilikinya kok. Apa anda ingin melihatnya tuan Reihan?" ucapku memancing dirinya untuk terakhir kalinya. Ya, kali ini ku keluarkan kartu As ku tentang Kirani pada tuan Reihan. Kartu As ku adalah urutan sesuai rencanaku. Maka dari itulah ku keluarkan saat ini juga. Agar tuan Reihan mau bercinta denganku malam ini.


Tuan Reihan berbalik badan sesuai dengan ekspektasi rencanaku. Ia kembali berjalan ke depan tubuhku.


"Kau tidak bohong!?" tanyanya dengan tegas


"Baiklah tunjukkan padaku!" Tekannya memerintahkanku untuk menunjukkannya kepada dirinya.


"Ya baik kita harus ke kamarku karena bukti itu ada disana. Ikuti aku tuan Reihan.. " Ajakku pada Tuan Reihan ke kamar. Ku turuti permintaannya


Aku berjalan terlebih dahulu. Ku liat tuan Reihan mengikutiku dari belakang.


Aku bersorak senang dalam hati.


Akhirnya tuan Reihan terhasut sesuai dengan rencanaku..


Ya sedikit lagi Sintiya..


Sedikit lagi kau akan bisa mendapatkan kenikmatan dari junior tuan Reihan yang tampan...


******


@Kamar

__ADS_1


Sampailah aku dan tuan Reihan di kamar yang ku pesan. Kali ini aku membawanya ke kamar yang ku pesan bukan ke kamarku. Jika aku membawanya ke kamarku maka Kevin akan tau dan ia akan marah padaku. Aku tak mau bertengkar dengan Kevin. Maka dari itulah ku pesan kamar yang lain. Agar aku bisa leluasa bermain dengan Reihan.


Ku masukkan kunci kamar dan memutarnya.


Ceklek!


Pintu kamar telah berhasil ku buka. Ku menoleh ke belakang, "Ayo mari masuk tuan Reihan."


Ku persilakan tuan Reihan untuk masuk terlebih dahulu. Tuan Reihan masuk ke dalam kamar yang ku pesan. Aku mengikutinya dari belakang. Di kamar sudah terpampang sebuah layar proyektor yang ku pesan tadi. Ya sebelum aku pergi menemui tuan Reihan, aku sengaja memesannya untuk melancarkan aksi dari rencanaku. Semua sudah ku siapkan dengan lengkap. Apalagi alasan yang ku inginkan? Selain agar rencana yang ku lakukan bisa berjalan dengan lancar.


"Tuan Reihan duduk situ biar aku yang menyalakannya." Tunjukku meminta tuan Reihan untuk duduk di sofa.


Aku berjalan ke laptop tempat layar proyektor itu berada. Sesampai di depan laptop, ku gerakkan jari lentikku untuk membuka isi video yang telah ku siapkan. Ya, video itu adalah video permainan Kirani dan Kak Rafael selama ini. Ku dapatkan video itu dari penjaga agensi kakak.


Aku tak pernah menyangka jika Kak Rafael sering bermain dengan Kirani. Dan Kirani menikmatinya begitu saja. Lalu ia pergi meninggalkan kak Rafael. Aku tau hal ini juga dari Kevin. Kevinlah yang membuka lebar mataku untuk melihat siapa sosok Kirani sebenarnya.


Setelah selesai ku nyalakan video, aku berjalan ke tempat tuan Reihan duduk. Ku hempaskan pantatku ke sofa. Aku duduk di samping tuan Reihan.


"Apa itu!" Tanya Tuan Reihan


"Video bukti tentang calon istri anda yang menjadi seorang pelacur kakak saya." Jawabku


"Jadi selamat menikmatinya tuan Reihan." Imbuhku


Tuan Reihan melihat ke layar proyektor dengan seksama. Begitu juga dengan diriku. Video itu terpampang jelas tentang permainan Kirani dengan kak Rafael di agensi. Saat Kirani masih menjadi model di agensi kakak.


Video itu berdurasi 10 menit. 10 menit kemudian video itu telah selesai diputar. Ku liat ke arah wajah tuan Reihan yang telah pucat pasi.


Ku sentuh tangannya, "Jadi tuan Reihan sekarang anda sudah tau bukan kebenarannya? Ya Kirani adalah ****** dari kakakku. Ia kabur saat kak Rafael hendak menikahinya."


Ku tambahkan bubuk pemanasnya. Agar tuan Reihan semakin sedih.


"Akan tetapi mengapa sekarang dia malah memilih untuk menikah dengan anda? Sungguh munafik sekali Kirani itu!"


Ku lontarkan kata terakhir sebagai serangan hasutanku yang terakhir. Aku yakin jika kata terakhirku ini bisa membuatnya semakin terbakar hebat.


Nikmati kebakaran di hatimu tuan Reihan..


Dan cepat atau lambat kau akan bisa jatuh di pelukanku..

__ADS_1


__ADS_2