Gairah Cinta Sang Model

Gairah Cinta Sang Model
Bab 40


__ADS_3

"Jika bisa menggaet Tuan Reihan maka aku juga bisa bermain dengannya!"


- Sintiya El Malik -


Haii Gaes, Cerita ini akan update setiap hariii


Jangan Lupa Komen, Like dan Follow akun author yaa~^^


Biar Aku semangat Update gila-gilaan hehe


Semoga cerita author membawa kebahagiaan untuk kalian ^^


Selamat Membaca~^^


Drtt..


Saat Kevin dan Sintiya asyik menikmati makanan sebuah ponsel berdering kencang. Mereka menghentikan makannya. Kevin mengambil ponselnya dan melihat layar ponselnya. Sintiya ikut melihat dari belakang tubuh Kevin.


One message from Brodi


Layar ponselnya tergambar notifikasi berupa pesan dari Brodi. Sintiya berseru keras, "Cepat buka sayang! Aku yakin jika pesan itu adalah nomer tuan Reihan!" ujarnya berseru kegirangan.


"Sepertinya kau tak sabar untuk memadu kasih dengan tuan Reihan ya." Balas Kevin menyindir Sintiya. Raut wajah Kevin sudah tak terkendali lagi. Wajahnya masam beserta tatapan sinis yang tak berhenti ia layangkan pada gadis di sampingnya, Sintiya.


Sintiya terkekeh saat menyadari raut wajah masam kekasihnya, "Aduh sayang kok nyindir gitu sih. Aduh kamu cemburu lagi padaku ya?" goda Sintiya pada Kevin.


"Ya kan mana tau huh." dengus Kevin yang bibirnya sudah merengut dari tadi.


Sintiya mengalungkan tangannya dari belakang lalu menyandarkan kepalanya di bahu Kevin, "Aku tak akan berkhianat padamu kok sayang. Percaya padaku." ujar Sintiya membujuk rayu Kevin yang sedang mengambek. Lalu Sintiya memberikan kecupan di pipi Kevin. Sintiya terus menghujani pipi Kevin dengan kecupan.


Kevin merasa malu dan dejavu mendapatkan perlakuan dari Sintiya. Kevin pun berkata, "Berhenti menggodaku."


"Berjanji padaku untuk berhenti mengambek ya?" tawar Sintiya


"Hmm baiklah." balas singkat Kevin menyetujuinya.


Sintiya mengubah posisi duduknya dari di belakang punggung Kevin menjadi di depan Kevin. Lalu ia berucap, "Cepat buka pesannya dari brodi." Perintah Sintiya yang sudah tak sabar.


"Iya. Kamu yang sabar napa." balas Kevin


Kevin membuka pesan dari brodi di whatyoonya. Sintiya pun ikut melihatnya.


From : Brodi


Ini bos nomernya tuan Reihan adam khan. Reihan +628563895XXX


Ingat bayarannya jangan lupa ditransfer langsung!

__ADS_1


Sintiya reflek loncat-loncat setelah melihat pesan dari anak buah Kevin. Lalu ia langsung mengambil ponselnya.


Menggoyangkan tangan Kevin, "Ayo sayang! Cepat kirim padaku nomer tuan Reihan!" ujar Sintiya mendesak Kevin untuk mengirimkan nomer tuan Reihan.


Kevin menarik tangan Sintiya dan mendudukan di pangkuannya. Sintiya duduk di pangkuan Kevin.


"Janji padaku untuk tak membiarkan tubuhmu dinikmati laki-laki macam dia! Dan janji kau tak akan bercinta ataupun berbuat macam-macam dengan tuan Reihan itu!" perintah Kevin yang menunjukkan keposesifannya. Kevin kembali mengingatkan Sintiya dengan sorot mata tegasnya.


Sintiya menyunggingkan senyumnya "Iya Sayang. Aku berjanji padamu." balas Sintiya.


"Cepat berikan padaku nomernya." desak Sintiya yang sudah tak sabar untuk mendapatkan nomer Reihan.


"Ingat jangan genit-genit!" peringat Kevin pada Sintiya sekali lagi


"Iya sayangku. Kamu jangan cemas dan khawatir deh." balas Sintiya.


Kevin menekan kontak Reihan lalu menekan juga pada tombol panah ke samping untuk meneruskan dan mengirim ke nomer Sintiya.


Send Contact to MY BABE?


Yes or no?


Segera saja Kevin menekan tulisan Yes. Nomer tersebut terkirim ke nomer whatyoo Sintiya. Sintiya mengamati ponselnya dengan serius. Saat ia telah mendapatkan nomer Reihan, segera saja ia mengirimi pesan. Kevin masih senantiasa ikut mengamati Sintiya yang sibuk dengan ponselnya. Sebelumnya ia save nomer tuan Reihan terlebih dahulu. Lalu menggerakkan jari lentiknya untuk menulis pesan.


For : Tuan Reihan


Give A Picture Of Kirani


Jika anda penasaran pada penjelasan ini temui aku di kafe resort.


Sintiya El malik


Send...


Sintiya melampirkan foto seksi Kirani dan Kakaknya Rafael yang sedang berpose berpelukan dengan pakaian tipis. Lalu mengirimkan pesan itu pada nomer whatyoo Reihan.


"Sudah selesai kirim pesannya ke tuan Reihan tercintamu?" Tanya Kevin


Sintiya mendongakkan wajahnya ke atas. Melihat Kevin lalu mengulum senyumnya. Ia mengangguk, "Sudah sayang."


"Darimana kau dapat foto seksi Kirani itu?" tanya Kevin yang penasaran.


"Dari agensi kakakku lah sayang. Kenapa kau tanya gitu hm?" balas Sintiya yang mengerutkan alisnya. Memayunkan bibirnya ke depan. Sintiya melihat Kevin yang masih fokus melihat foto Kirani di ponselnya.


Sinriya berdeham sebentar, "Ehem!" Lalu melanjutkan ucapannya, "Jadi lebih seksi mana Kirani atau kekasihmu ini?" tanya Sintiya membuyarkan pandangan Kevin. Mematikan ponselnya cepat. Agar Kevin tak terus memandangi foto Kirani.


Kevin melihat mata Sintiya. Menyentuh dagunya dengan tangannya, "Tentu kau yang jauh lebih seksi dari Kirani sayang. Mengapa kau bertanya seperti itu hm? Cemburu ya?"

__ADS_1


"Tentu aku cemburu huh!" dengus Sintiya


"Habisnya kau memandangi foto Kirani setajam itu hm!" lanjut Sintiya merajuk cemburu pada Kevin.


"Haha sayang sayang. Daripada kau cemburu gimana kalo kita make a love lagi?" ucap Kevin seraya tangannya membelai rambut Sintiya. Menyibaknya lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Sintiya.


Di depan telinga Sintiya, Kevin mulai membisikkan kalimat padanya, "Agar ku tunjukkan seberapa cintanya aku padamu sayang." bisiknya disertai meniupkan angin di telinga Sintiya.


Sintiya merasa geli dan birahinya naik. Gairahnya mulai ikut naik juga. Kevin melepaskan outer yang Sintiya pakai. Memberikan kecupan di leher jenjang Sintiya. Lalu membuka lebar paha Sintiya. Kevin membuka boxer yang dipakainya. Mereka berdua tanpa sehelai pakaian lagi.


Kevin mulai memasukkan juniornya ke liang kenikmatan Sintiya. Sintiya mendesah dan melenguh dengan tusukan yang Kevin berikan. Kegiatan bercinta mereka berlanjut lagi tanpa jeda. Mereka berdua sudah terjebak pada gairah cinta. Dan entah sampai kapan kegiatan Bercinta mereka selesai.


****


Di sisi lain..


Reihan merasa bosan di dalam kamarnya. Ia bolak-balik ke kamar Kirani namun tak mendapatkan jawaban dari gadisnya. Reihan berniat ingin mengajak Kirani menikmati pemandangan sore di pantai namun Kirani menolaknya. Jadi dia kembali ke kamarnya.


Merenungi segala hal yang terjadi padanya dan Kirani. Karena adanya pertengkaran yang sempat terjadi.


Hmm apa karena aku tanya tentang masa lalu Kirani dia masih ngambek padaku?


Tapi apa salahnya coba bertanya tentang hal itu?


Toh kalo dia gak mau mengatakannya padaku juga tak apa..


Sungguh wanita adalah makhluk yang susah untuk dimengerti..


Mengerti perasaannya aja susah apalagi keinginannya hmm..


Tugas laki-laki yang paling berat adalah memahami isi hati wanita. Bukankah itu benar? Oh tentu jelas benarnya. Dan terbukti valid sekali. Tak ada yang bisa menyangkal hal itu termasuk aku sendiri.


Hmm daripada memikirkan Kirani yang tidak ada jawabannya mending aku tidur dan beristirahat!


Siapa tau besok ada keajaiban dari tuhan..


Reihan merebahkan tubuhnya di kasur empuknya. Mencoba memejamkan matanya agar bisa tertidur. Namun saat ia baru saja memejamkan matanya, ponselnya bergetar dari dalam saku celananya. Reihan membuka matanya kembali. Lalu mengubah posisinya menjadi duduk. Bersandar di dipan kasurnya.


Merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya. Ia mengeluarkan ponselnya. Saat ponselnya berhasil ia keluarkan, ia kembali memejamkan matanya.


Semoga pesan ini dari Kirani Tuhan. Harap Reihan dalam hati.


Reihan berharap besar jika getar ponselnya itu berupa pesan dari Kirani. Lalu ia kembali membuka matanya. Melihat pesan di layar notifikasinya. Ternyata pesan itu bukan dari Kirani tapi dari nomer orang yang tak dikenali. Reihan terlanjur membuka pesan itu.


Matanya terbelak saat melihat pesan itu. Tangannya bergetar dan tubuhnya terguncang. Ia menutup mulutnya.


"Apa? A-apa benar ini Kirani?"

__ADS_1


__ADS_2