Gairah Cinta Sang Model

Gairah Cinta Sang Model
Bab 5


__ADS_3

..."Memandangmu adalah hal yang paling menyakitkan untukku meski ku tau hati ini sangat merindukan keberadaanmu"....


...-Rafael Aditya Al Malik -...


...Jangan lupa like dan komenn πŸ˜ŠπŸ’™...


...Happy Reading ~πŸ’™...


Joshua tertegun melihat anna mengucapkan kata yang sangat dalam dan berarti untuknya "Aku mencintaimu my anna".


Anna memegang kedua pipi joshua dengan kedua tangannya. Menatap joshua dengan senyumannya yang menawan "Aku juga mencintainu Joshua Kallandra"


Joshua memegang kedua pipi anna. Menyatukan kedua wajahnya tuk mendekat pada wajah anna yang merona. "Aku sangat beruntung memilikimu Anna.. I really really love you my anna".


Joshua meneteskan air matanya tak tahan dengan segala perasaan yang meluap pada dirinya. Begitu pun Anna yang terharu mendengar ucapan joshua


Chu!


Anna mencium bibir joshua dengan tiba-tiba. Anna memeluk joshua dengan erat. Joshua masih terperangah melihat anna yang menciumnya tiba-tiba dan memeluknya. Joshua membalas pelukan erat Anna. Mengelus rambut Anna yang tergerai panjang.


"Aku tak ingin kehilangan dirimu lagi my anna.. ".


"Aku juga tak ingin berpisah darimu lagi joshua.. ".


Beberapa menit kemudian joshua menggendong Anna ke arah meja rias. Memeluknya dengan hangat sembari membersihkan wajah Anna dari make up nya. Anna tersipu malu melihat apa yang dilakukan joshua. Ia menghentikan tangan joshua


"Biar aku yang melakukan sendiri sayang.. ". Ujar Anna


"My Anna .., bolehkah aku bertanya sesuatu tentang kirani? ". Tanya Joshua


"Sure, Katakanlah Jo.. ".


"Apa Kirani selama 5 tahun ini bisa melupakan bos Rafael? ".


"Hmm.., Semua tentang Rafael tak akan mudah baginya tuk melupakannya jo". Tutur Anna sembari berjalan di sudut jendela yang terbuka


Anna melihat ke arah jendela, menghirup hiruk pikuk udara malam yang menyapamya "Bahkan seluruh hidupnya yang ia lalukan selama 5 tahun ini masih terbayang-bayang oleh Rafael." Lanjut Anna menitikkan air matanya


Joshua memeluk Anna dari belakang. Memberikan kehangatan yang anna butuhkan "Lantas kenapa dia meninggalkan Rafael jika itu sama saja menyakiti dirinya Anna."


Anna menoleh ke arah joshua dan menyentuh pipi joshua dengan pelan, ia berkata pelan dan lirih ke joshua


"Karena Hatinya terlanjur sakit itulah alasan dia pergi joshuaa.., Kita tak pernah bisa memaksa seseorang bertahan terlebih ketika hati seseorang telah banyak luka yang tertanam bukan? Dan seberapa banyak luka yang harus ia tahan jika dirinya tak pergi? ". Ucap Anna meneteskan air matanya di hadapan joshua


"Itulah alasan dia meninggalkan cintanya.. Seperti diriku yang dulu joshua." lanjut Anna menangis deras di hadapan Joshua


Joshua merengkuh Anna dengan erat. Mendekapnya dengan hangat dan mencoba memberikan ketenangan untuknya. Ia mengerti apa yang dialami kirani pasti Anna pernah mengalaminya juga


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


@Direktur Office


Kini Kirani dan Rafael sama-sama berada di ruang direktur agensi. Sama-sama diam membisu tanpa kata yang terucap. Afga Danial adalah direktur ternama yang menaungi agensi yang dipijak oleh kirani. Ya, meskipun berbeda dengan agensi Rafael dirinya cukup istimewa di agensi barunya.


Pak Afga sama-sama menatap kirani dan Rafael. Namun pak Afga masih bertanya-tanya tentang kehadiran Rafael di perusahaannya


"Anda model baru kah? ". Tanya Afga pada Rafael


Rafael tersenyum ke arah Afga dan berdiri di meja kerja Afga. Rafael mulai memperkenalkan dirinya "Perkenalkan Saya Rafael Aditya Al Malik, Direktur di Malik's Agensi ".


Afga menatap Rafael dan mulai mengingat. Terlintas nama Agensi yang sangat masyhur di kalangan perusahaan ter-elit. Afga mengarahkan tangannya ke depan Rafael


"Oh anda direktur Agensi ternama no.1 itu, senang bertemu dengan anda. Saya Afga Danial ". Ucap Afga


Rafel menyambut jabatan tangan Afga dengan tersenyum "Senang berkenalan dengan anda juga.. ".


"Kedatangan anda disini untuk apa? ". Tanya Afga pada Rafael


"Saya ingin menjalin kerjasama dengan agensi anda. Bukannya proposal tawaran kerjasamanya sudah dikirimkan ke anda satu minggu yang lalu? ". Ucap Rafael


"Ya saya telah menerimanya dan sudah membacanya juga. Jadi bagaimana teknis kerjasamanya tuan Rafael ?". Tanya Afga


"Saya akan jelaskan setelah anda mendahulukan urusan model anda disini ". Tutur Rafael


"Oh baiklah jika itu mau anda, Agista kamu masih ingin keluar dari agensi ini? ". Tanya Afga pada Kirani


"Sebenarnya saya ingin mengakhiri kontrak pak dan saya ingin beristirahat ". Ungkap Kirani


Apa Kirani mau menyudahi dunia permodelan yang selama ini ia impikan? . Ujar Rafael dalam Hati. Ia terus menatap Kirani dengan dalam


"Apa tak sebaiknya kamu cuti liburan dulu? Saya akan berikan asalkan kamu tidak keluar dari agensi saya. Kamu model berbakat dan ternama agista, akan sayang jika meninggalkan dunia permodelan begitu saja. Pikirkan dengan baik ". Ucap Afga memberi pengertian pada Kirani


"Baiklah akan saya pikirkan tapi saya ingin cuti setahun untuk waktu istirahat saya." Pinta Kirani


"Baiklah saya akan schedule semua jadwal kamu untuk cuti selama setahun ini. Sekretaris saya akan mengaturnya". Jawab Afga

__ADS_1


"Terima kasih atas segala kemurahan hati anda pak.., Kalau begitu saya balik dulu".


"Have fun with your holiday.. ".


"Thanks mister.., Excuse me".


Kirani pergi meninggalkan Rafael dan Afga. Dalam hati Rafael ia masih bertanya-tanya tentang alasan Kirani yang berniat berhenti dari cita-cita yang diinginkannya.


"Baiklah Rafael mari kita lanjutkan..".


"Baiklah.. Akan saya jelaskan ".


Rafael mulai menjelaskan segala hal kontrak kerjasama dengan afga. Meskipun dalam fikirannya dia harus melupakan tentang kecemasannya pada kirani.


Apa yang terjadi pada kirani?


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Setelah ia dapat mendapatkan izin untuk cuti ia berjalan keluar tanpa memedulikan rafael yang terus menatapnya. Ia terus berjalan ke arah tangga namun ada tangan seseorang yang menariknya


Duagh!


Tubuh kirani terpojok oleh tubuh seorang laki-laki yang menghimpitnya. Ya, lelaki itu adalah Kevin Armando. Seorang model yang selalu gencar mengincar Kirani. Tubuh Kirani terkungkung tubuh Kevin dengan hingga dirinya tak bisa melakukan sesuatu


"Lepaskan aku Kevin! ". Teriak Kirani menggerakkan tubuhnya tuk keluar


"Hai sayang, Bisa diam sedikit nggak?". Goda Kevin pada Kirani


"Apa yang mau kamu lakukan! ". Maki Kirani


Kevin hanya membalas ucapan kirani dengan tersenyum menggoda. Ya! Selama ini dirinya telah tertarik pada kirani. Karena Kirani yang cantik dan Sexy.


"Iam obessed with you agista.. ". Ujar Kevin dengan penuh menggoda


"Stop! I don't like you Kevin! ". Maki Kirani pada Kevin


"Honey, Kevin are you there? ". Ucap Seseorang yang berjalan mendekati tangga


Sintiya? Jadi Pacar Sintiya si bajingan kevin?


"Yaa honey iam here.. ". Jawab Kevin


Kirani melotot ketika kevin menjawab panggilan sintiya yang ingin menuju ke arah mereka. Ia tak ingin membuat kesalahpahaman pada sahabatnya karena bajingan satu ini.


"What you say Kevin! Stupid! ". Maki Kirani Lagi-lagi


Bagaimana kevin tau jika Sintiya adalah sahabatnya? Apa emang selama ini ada hal tersembunyi yang akan dia lakukan!?


"Honey, Are you still busy in there? ". Tanya sintiya kembali


"Yahh Iam still busy with my calling honey".


"Okey, can I go to bathroom and can you waiting for me there okey? ". Tanya Sintiya


"Sure I will be there honey".


"Okey.. ".


Sintiya menjauhi kevin dan berjalan ke arah kamar mandi sedangkan kirani masih terjebak pada himpitan lelaki brengsek itu!


Dia bernafas lega jika sahabatnya meninggalkannya. Kevin tersenyum aneh melihat tingkah kirani yang ketakutan.


"Kenapa kamu begitu takut honey..".


"Shut up with your mouth! Atau kamu tau akibatnya! ".


"Hoo kau mengancamku? Aku tidak takut lagian disini ada satu wartawan suruhanku yang memotret kita honey dan bisa dengan mudah aku merusak persahabatanmu".


"Dia tak akan percaya padamu! Dan berhenti membual! ".


"Oh gitu, kamu sahabatnya sedangkan aku adalah kekasihnya honey. Remember siapa yang lebih dia percaya? ".


Argh, benar juga bagainanapun juga kevin yang akan lebih dia percaya!


Kirani menatap kevin dengan sebal dan marah "Katakan apa maumu! Asal kau tidak menyakiti sahabatku! ".


Kevin melirik ke arahnya dan tersenyum simpul seakan ada hal yang telah diincarnya dan kini dirinya bisa mendapatkan itu "Cukup simpel.., Jadi milikku dan turuti keinginanku tuk menjadi simpenanku. Gimana? ".


"Sialan! Itu tak akan aku lakukan! Itu sama saja menyakiti sintiya! Bajingan kau kevin! ". Bentak Kirani pada Kevin


"Hei sayang jangan keras-keras biaranya atau kau ingin sahabatmu tau kita? ". Ujar Kevin sembari memegang dagu kirani


"Lepasin gak! Gua ga peduli keinginan lu! ". Maki Kirani kepada Kevin


"Sayang.. Kamu masih lama telfonnya? ". Ucap seorang yang tak lain adalah Sintiya sahabatnya

__ADS_1


"Lepasin! Itu ada sintiya! ". Maki Kirani berusaha melepaskan diri


"Give me one kiss.. ". Ucap Kevin


Ketika Kevin mendekat ke arah Kirani ada seseorang yang melihat kedekatan Kirani dengan Kevin. Ya, dia adalah Rafael Aditya Al Malik. Ia telah lama mendengar pembicaraan mereka namun Rafael hanya tak menyangka jika Kirani melakukan hal yang menyakitinya apalagi menyakiti adeknya.


"Eh kak, ada apa disini? ". ujar seseorang dari belakang. Rafael yang melihat kehadiran adeknya langsung berbalik dan menatap adiknya


"Sekarang kamu ke mobil! ". Pinta Rafael dengan tegas


"Eh kenapa kak? Aku mau nemuin pacarku disitu". Jawab Sintiya kebingungan melihat raut wajah Rafael yang marah


"Ke Mobil sekarang! Dan jangan bantah! ". Ucap Rafael sekali lagi


"Iya iya aku ke mobil! ". Ketus Sintiya menuruti perintah Kakaknya


Sintiya melangkah menjauhi Rafael dan pergi dari tempat keberadaan Rafael. Setelah dirasa adeknya telah pergi Rafael dengan gagahnya melangkahkan kakinya mendekati Kirani dan Kevin. Dia hanya ingin menghentikan tindakan Kirani yang sangat menyakitinya. Ketika Kevin ingin mendekatkan bibirnya ke Kirani tangan Rafael menarik tubuh Kevin dan menjatuhkannya.


Duagh!


Kevin mengaduh kesakitan ketika seseorang menariknya dan menjatuhkan dia. Kirani kaget melihat kehadiran Rafael yang tiba-tiba. Rafael menarik Kirani tuk pergi namun tangan kevin menghentikan langkah kaki Rafael


"Ngapain lu bawa cewek gua! Siapa lu! Berani-beraninya !". Maki Kevin pada Rafael


"It's None your business.. ". Balas Rafael dengan singkat dan sinis


"Lu gak tau siapa gua! ". Maki Kevin kembali sombong


"Dan kamu juga tidak tau siapa gua. Lu tau gua bakal habis di tangan gua lu haha". Jawab Rafael dengan ketus


"Liat saja lu! ".


Rafael mengambik ponselnya dan menelfon salah satu anak buahnya "Revan, cepat kesini dan urusi bajingan satu ini ".


"Baik bos".


Setelah menelfon Revan anak buahnya Rafael menatap Kevin dengan sinis. Sedangakan kevin hanya tertawa


"Cih, cuma berani manggil anak buah". Ledek Kevin dengan ketus


Rafael melepaskan tangan kirani dan mendekat ke arah kevin yang sedang tertawa. Rafael melayangkan tinjunya ke arah wajah kevin


Duagh!


Kevin terjatuh ke lantai akibat tinju dari Rafael. Rafael menarik kerah baju kevin dan bicara mendekatinya


"Seorang bos besar tak akan sudi melayangkan tangannya ke sampah seperti dirimu. Dan ini terakhir kalinya tanganku harus ku kotoriΒ  demi gadisku! So, don't ply with me again? ". Ucap Rafael dengan senyum sinisnya


"Bos Rafa.. ".Panggil anak buah Rafael yang baru saja datang. Rafael menjauhi kevin dan kembali ke arah kirani


"Urusi dia sampai tuntas! Jangan sampai ada ampun untuk orang seperti dia! ". Perintah Rafael pada Anak buahnya


"Siap bos". Jawab Revan dengan hormat


"Kita pergi dari sini! ". Ajak Rafael pada Kirani sembari memegang tangan kirani dengan kuat


Kirani terhuyung ketika mengikuti langkah kaki Rafael yang menariknya. Namun ia hanya bisa pasrah dengan semua yang akan Rafael lakukan pada dirinya.


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Rafael melepas genggaman tangan kirani tepat di sebuah taman yang sunyi. Disitu hanya ada dirinya dan Rafael saja.


"Apa yang kau fikirkan selama ini? Apa kau gak pernah mikir kehidupan sahabat kamu!? ". Maki Rafael dengan lantang


"Itu bukan yang sebenarnya kak.. ". Ucap Kirani dengan lirih


Rafael berdiri tepat di hadapan Kirani dengan menatap Kirani dengan tajam dan marah "Kalo bukan seperti itu lantas seperti apa!? Semudah itu kau menjual dirimu! Serendah itu kau memilih lelaki di bawahku! ".


".....".


Kirani hanya diam mendengar kata-kata Rafael yang begitu menusuk hatinya. Ia menundukkan wajahnya dari Rafael. Ia tak ingin Rafael melihat dirinya dan air matanya


Semudah itukah kau menilaiku kak?


"Kenapa kau tak menjawab! Apakah sekarang kau wanita yang dengan mudahnya menjajahkan tubuhmu pada lelaki disini! ". Maki Rafael dengan menusuk relung hati Kirani


Kirani mengangkat wajahnya menatap Rafael kemudian melayangkan tangannya ke pipi Rafael


Plak!


"SEMUDAH ITU KAU MENGANGGAPKU RENDAH KAK! DARI DULU HINGGA SEKARANG AKU BUKANLAH SEORANG WANITA YANG HINA KAK. KARENA APA!? KARENA AKU PUNYA HARGA DIRI. KAKAK TAK PERNAH TAU HIDUPKU DISINI JADI JANGAN SEMUDAH ITU KAU MENGECAM KEHIDUPANKU! ".


"Karena Kakak Tak pernah tau tentang diriku. Aku membencimu kak yang semudah itu menilaiku. AKU MEMBENCIMU KAK RAFAEL ADITYA AL MALIK! ".


Kirani pergi meninggalkan Rafael yang sedang terpaku mendengar ucapan gadisnya. Lagi-lagi dirinya menyakiti hati gadisnya

__ADS_1


..."Hal yang menyakitkan untuk kita adalah mendengarkan ucapan seseorang yang kita cintai meski itu bukanlah faktanya"....


__ADS_2