
"Kau yang menarikku dalam hidupmu dan Kau juga yang membuat lubang dalam hatiku, Semudah itukah kau lakukan itu? ".
-Kirani Agista Hanindita -
Happy Reading
Jangan Komen dan Ikuti cerita ini terus^^
Rasa?
Haruskah semua merasakan hal yang kita alami?
Seberapa lama sebuah rasa menumbuk dalam hati kita?
Seberapa lama hati terus tertusuk karena sebuah rasa?
Seberapa lagi hati menahan dalamnya luka?
Alam semesta, Seadil inikah kau memberiku sebuah luka?
Luka.., seberapa banyak kau merapuhkanku ?
Setelah semua yang dialami kirani dalam mengubur masa lalunya. Kini lagi-lagi luka itu kembali datang pada dirinya. Semua perkataan Rafael yang merendahkannya terngiang-ngiang dalam benaknya. Sehina itukah dirinya di matamu kak?
Kirani terus berlari tanpa menghiraukan lalu manusia yang berjalan. Ia pun tak peduli jika ia menabrak banyak orang. Ia juga tak peduli jika diketahui oleh orang-orang. Ia tak peduli!
Kirani tak memedulikan kemana dirinya berlari. Dering telfonnya terus bergetar namun kirani tak menghiraukan. Hingga pada sebuah jalan raya besar ia tak sadar jika ada sebuah mobil yang berjalan ke arahnya dengan kecepatan penuh. Suara klakson mobil yang terus bersuara namun kirani terlambat menghindar. Hingga mobil itu menghantam tubuh kirani.
Brak!
Kirani tergeletak dengan penuh darah yang mengalir pada tubuhnya. Semua orang menghampirinya. Kirani melihat dengan pandangan kabur kerumunan orang-orang yang menghampirinya. Ia tersenyum dengan cantik.
"Hanin.., bertahanlah". Ucap seorang pemuda yang tak lain adalah sahabat kirani yang bernama Reihan Adam Khan.
"Rei.. ".
"Iya, bertahanlah! Ambulan akan datang Hanin.. ". Jawab Reihan berusaha membuat Kirani tak memejamkan mataku
"Ba.. Wa.. Aku per..gi ja.. Uh.. Rei.. ". Ucap Kirani dengan terbata-bata
"Iya! Apapun permintaanmu akan aku lakukan. Bertahanlah Hanin! " Jawab Reihan mengiyakan permintaan Kirani
__ADS_1
"Terima ka.. Sih.. Rei.. ". Balas Kirani dengan tersenyum tenang kemudian ia memejamkan matanya. Ia tak sadar dan jatuh pingsan.
"Haninnnn!! ".
Wiung wiung..
Suara ambulan terdengar di jalanan. Kini ambulan datang ka arah Kirani. Reihan dengan cekatan membantu kirani tuk diletakkan di brankar yang disediakan ambulan. Setelah itu mereka berangkat ke rumah sakit.
Hanin, Bertahanlah..
Di sebuah rumah sakit, Reihan berteriak memanggil dokter sembari mendorong brankar ke arah kamar rawat inap Kirani.
"Permisi, bapak harus melakukan administrasi terlebih dahulu untuk pasien yang bersangkutan ". Ucap perawat dengan lirih
"Rawat dia dulu! Saya akan bayar! Vvip class! ".
"Iya saya mengerti tapi bapak harus ke meja administrasi terlebih dahulu". Balas seorang perawat dengan kekeh
"Kamu tak dengar ucapan saya! Johan! Urusi administrasi Hanin dan bungkam mulut perawat ini! Aku mau semua selesai! ". Perintah Reihan dengan suara lantang
Johan yang mendengar perintah bosnya langsung mengusir perawat dan membayar administrasi perawatan kirani. Sedangkan Reihan menunggu di luar sampai dokter yang menangani Kirani keluar.
Jujur dalam hati kecilnya ia tak pernah sama sekali merasakan kekhawatiran pada seorang gadis kecuali Hanin. Seorang gadis yang belum lama ini dikenalnya. Baginya seorang Kirani adalah gadis yang berbeda dengan gadis lainnya. Dan dia lah seorang gadis yang mampu menarik hatinya dengan cara dia tersenyum.
Flashback..
"Reihan! Kau gak bisa begini dong. Kenapa kau bilang ke media jika kita gak ada hubungan apa-apa!? " Maki Rose
"Tentu aku melalukan itu juga karena kamu yang membuat berita yang tak benar Rose! Kita memang gak pernah ada hubungan apapun. Hubungan kita hanya sebatas Kau model di agensiku! Tidak lebih dari itu! You understand Rose? "
Rose geram mendengar ucapan Reihan. Sudah sejauh ini ia mengejar Reihan untuk mendapatkan kekayaannya tapi Ia tak bisa semudah itu menyerah. Rose mendekat ke arah Reihan dan menyiram wajah Reihan dengan minuman yang dibawanya.
Semua sorot mata mengarah ke arah mereka berdua. Reihan kesal namun ia juga tak bisa membalas perbuatan Rose. Jika dirinya membalas perbuatan Rose yang ada reputasinya akan hancur. Reihan hanya menatap wajah Rose dengan kesal. Rose menarik kerah baju Reihan di tengah para tamu undangan. Semua para wartawan yang datang langsung menyorot mereka berdua
"Dengarkan aku semua, Kalian tau siapa dia? Ya dia adalah tuan muda Reihan Adam Khan. Seorang direktur muda di Adam Khan Produksi."
"Dan taukah kalian jika dia telah meniduriku! Kalian kenal aku bukan? Aku sang model terkenal Rose Marry. Dan dia tak mau mengakuinya, Lelaki brengsek!"
Rose menarik kerah baju Reihan dan mendekatkan wajahnya ke arahnya. Rose layangkan tangannya menampar Reihan tapi semua dihentikan oleh tangan seorang wanita. Ya! Dia adalah Kirani Agista Hanindita.
Kirani menghentikan tangan Rose yang akan menampar Reihan dan mendorong tubuh Rose hingga terjatuh. Kirani menoleh ke arah Reihan.
__ADS_1
"Anda tidak apa-apa tuan?" Tanya Kirani dengan anggun
"Yah, Iam fine."
Rose berdiri dan menghampiri Kirani. Ia menunjukkan tangannya ke arah Kirani dengan marah.
"Siapa Kamu!? Berani-beraninya ikut campur urusanku! " Maki Rose pada Kirani
"Kamu tak perlu tau siapa aku. Anda model bukan? Seorang model terkenal bukan? Seharusnya anda waras bukan melakukan hal sampah seperti ini. Apakah itu kehormatan anda seorang model melakukan hal sampah demi harta? " Ucap Kirani dengan tajam
"Kau tak pernah tau apa yang telah laki-laki sialan itu lakukan padaku! Aku hanya ingin keadilan saja!" Jawab Rose
"Buktikan padaku selama 5 menit jika itu benar." Tantang Kirani pada Rose
Rose kesal jika dirinya disudutkan oleh orang yang tak dikenalnya. Ia tak mungkin bisa melakukan pemalsuan bukti. Sial!
5 menit berlalu Rose hanya diam tanpa melakukan apapun. Dan kirani hanya tertawa melihat sikap Rose.
"Bagaimana? Belum ada bukti palsu ya? Berarti terbukti bukan jika anda hanyalah pembual." Ucap Kirani dengan senyum sinisnya
"Atas dasar apa kau mengatakan aku pembual? Apa kau punya buktinya?" Tanya Rose dengan marah
"Of course, aku ada buktinya. Mau aku tunjukkan? " Jawab kirani dengan enteng
Kirani mengambil ponselnya dan memutar video yang direkamnya tadi. Sebuah video percakapan antara Rose dan Reihan. Video dimana Rose yang mengemis pengakuan pada Reihan. Dirinya memang tak sengaja mendengar ucapan Rose yang sangat kasar.
Setelah memutar video yang direkamnya dengan keras. Semua tamu menganggukkan kepalanya. Mereka mengerti jika yang salah adalah Rose bukan Reihan. Dan benar perkataan Kirani jika Rose adalah seorang model pembual. Rose menundukkan kepalanya sembari menahan rasa marah dan malunya.
Kirani mendekati Rose yang menundukkan kepalanya.
"Seorang wanita yang terhormat tak akan mau melakukan hal sampah hanya demi harta. Jika anda seorang wanita serta model terpandang usahalah dengan cara anda. Karena anda juga memiliki bakat bukan? Jangan lakukan hal yang merendahkan harga diri anda sebagai wanita dan seorang model. Sebuah usaha tak akan sia-sia jika anda ingin berjuang. Anda mengerti bukan? Ku harap anda mengerti."
Semua tamu kagum mendengarkan ucapan Kirani yang bijak. Semua sorot mata masih menatap wajah cantik Kirani. Ia tak hanya cantik tapi ia juga cerdas. Ya, selama ini Kirani telah berubah menjadi pribadi yang sangat luar biasa.
Setelah mengucapkan sepatah kata pada Rose, Ia menghampiri Reihan sebentar. Ia menyentuh bahu Reihan sembari mengatakan kalimat perpisahan dengan tersenyum hangat.
"See you Mr Reihan.. ".
Setelah itu kirani pergi meninggalkan Reihan yang sedang terpaku.Ucapan dan Senyuman Kiranilah yang membuat Reihan terjatuh pada pesonanya. Baginya, Dia adalah malaikat penolong yang mencairkan hatinya . Dan pertemuan itulah menjadi pertemuan istimewa untuk Reihan dan alam semesta.
"Aku tak tau bagaimana caraku jatuh cinta padamu. Tapi satu hal yang membuatku jatuh cinta padamu yaitu Satu Senyumanmu kala itu.. ".
__ADS_1
-Reihan Adam Khan-