
"Ingat aku memiliki kelemahan dari masa lalumu jadi jangan harap kau bisa bahagia dengan lelaki lain Kirani Agista Hanindita!"
- Sintiya El Malik -
Bukan namanya Sintiya jika tak berani maju untuk melabrak seseorang!
Kali ini aku tak akan tinggal diam! Dan aku akan mulai bergerak!
Walau Kevin melarangku!
Aku Sintiya El Malik akan ku tunjukkan kekuatanku!
Seorang gadis telah bertekad. Bertekad untuk melaju. Ia berjalan menghampiri meja seorang pasangan. Menghempaskan pantatnya secara tiba-tiba di dekat seorang pria. Ya, siapa lagi yang tak berani kalo bukan Sintiya El Malik.
Sintiya telah menghampiri meja seorang pasangan yang tak lain adalah Kirani dan Reihan. Ia duduk di dekat Reihan dengan wajah tak bersalah. Ia tersenyum pada Reihan dan menyapanya, "Selamat sore tuan Reihan.. "
Reihan yang melihat kedatangan gadis aneh di dekatnya melirik tajam. Mengamati seluruh penampilan gadis yang datang tiba-tiba itu.
"Kalo melihat aku biasa aja tuan Reihan. Aku tau kok aku cantik dan seksi." ujar Sintiya dengan percaya diri sekali. Ia melakukan ini untuk menggoda Kirani. Ya, berperan menjadi seorang ******.
"Apa-apaan kau berada disini!?" tanya Reihan dengan tatapan tak suka itu.
"Berlibur lah mau ngapain lagi emang? Eh terus aku ketemu tuan Reihan dan mantan calon kakak ipar saya eh salah maksudnya pacar tercinta anda." Sintiya dengan lihai memancing Kirani untuk bicara. Menyengaja ucapannya yang menyebutnya mantan calon kakak ipar.
Sintiya tak hanya mengatakan pancingannya itu. Ia juga semakin mendekatkan diri ke Reihan. Menyentuh dada bidang Reihan yang kelihatan. Lalu berkata, "Tuan Reihan kalo diliat-liat tampan sekali ya. Sayang ya tuan Reihan udah punya pacar. Kalo belum mungkin sudah ku ajak nikah." goda Sintiya menggatal pada Reihan.
Reihan menepis tangan Sintiya dan menjauhkannya dari dada bidangnya. Lalu ia berganti tempat duduk di samping Kirani. Tatapannya semakin menusuk ke arah Sintiya.
Sintiya tak takut ia semakin gencar untuk menggoda. Ia mendekat ke Kirani. Menyapanya dengan senyum palsu, "Hai mantan calon kakak iparku. Apa kabar? Huwa pasti bahagia banget ya sudah memiliki pacar yang kaya banget melebihi si dia." ujar Sintiya memanas-manasi Kirani.
Sintiya melanjutkan ucapannya, "Hebat sekali dapat pacar kaya banget macam tuan Reihan. Udah ganteng dan kaya pula. Duh duh hebat sekali kau mantan calon kakak ipar." Ucap Sintiya yang semakin pedas memancing Kirani untuk bersuara.
__ADS_1
Kirani hanya fokus ke minumannya. Lalu Sintiya merebut minuman yang hendak diminum oleh Kirani. Meminumnya tanpa merasa berdosa. Kirani membiarkannya saja. Lalu ia mengambil garpunya dan mengambil daging. Kirani hendak melahap daging yang telah digarpunya namun lagi-lagi Sintiya mengambil garpunya. Melahap daging yang ada di garpunya.
Lalu menjilat garpu itu di depan Kirani, "Hmm enak sekali dagingnya. Pasti mahal sekali tuan Reihan memesankannya untukmu. Iya lah tuan Reihan kan kaya mana mungkin pesan makanan murahan untukmu." ujar Sintiya tanpa merasa bersalah. Ia masih saja meneruskan aksinya untuk terus memancing Kirani bersuara.
Reihan yang sudah tak tahan lagi akhirnya membuka suara, "PERGILAH KAU DARI SINI GADIS ANEH!" usir Reihan dengan menaikkan tinggi nada suaranya. Hingga suaranya menggema.
"Sebentar lah tuan Reihan. Aku lapar dan biar ku cicipi makanan pacar anda. Jangan usir aku dulu ya." Balas Sintiya merayu Reihan. Mengedipkan matanya genit pada Reihan. Lalu ia melanjutkan ucapannya, "Karena masih ada hal yang harus ku katakan terkait pacar anda yang cantik ini." ujar Sintiya menekan kata 'pacar'
Ya penekanan yang diucapkan oleh Sintiya ditujukan untuk Kirani. Sintiya masih melahap daging yang ada di piring Kirani sampai habis. Setelah habis ia pun beralih ke minuman Kirani dan menegaknya sampai habis pula.
Sintiya bersendawa di depan wajah Kirani. Lalu ia berucap, "Ah kenyang sekali. Ups maaf ya sampai ku habiskan mantan calon kakak ipar. Habisnya dagingnya enak sekali. Tenderloin beef itu enak sekali. Apalagi cocok sekali dinikmati di sore hari begini." Pancing Sintiya yang tak ada henti-hentinya.
Kirani melihat mata Sintiya dengan tatapan membunuh. Lalu ia mulai membuka mulutnya, "Sekarang sudah selesai kan lu makannya? Jadi silahkan pergi dari sini!" usir Kirani ketus pada Sintiya.
"Haduh kalian berdua kenapa sih kok usir aku begini. Aku kan hanya ingin silahturahmi aja sama kalian berdua. Apalagi sama kamu mantan calon kakak ipar." Balas Sintiya yang tak mudah menyerah begitu saja. Ia peduli dengan usiran yang dilakukan Kirani.
"Kau mau apa lagi!? Kalo ada hal yang mau kau bicarakan katakan saja! Jangan bicara yang gak perlu! Itu semua jijik tau gak! Jijik gua dengarnya!" bentak Kirani menghina Sintiya.
Sintiya tersenyum menyeringai, "Oh anda jijik ya. Ya maaf, tapi lebih jijik melihat anda daripada diriku sendiri. Pernah kah anda berkaca?" serang balik Sintiya pada hinaan yang diucapkan Kirani kepada dirinya.
Sintiya tak memedulikan ucapan Kirani. Pandangannya beralih ke Reihan. Lalu ia gunakan tangannya untuk menyentuh tangan Reihan, "Tuan Reihan yang tampan saya mau tanya. Sudah berapa kali pacar anda menjual tubuhnya pada anda? Pasti anda sudah diberikan servis yang handal darinya bukan? Nikmat gak bercinta dengan tubuh pacar anda!?" Ujar Sintiya yang terang-terangan menyerang Kirani. Serangan kali ini lebih tajam dan memanas.
Kirani merasa muak mendengar pertanyaan itu. Ia melepaskan tangan Sintiya dari tangan Reihan. Lalu mengajaknya berdiri. Sintiya pun ikut berdiri. Baru saja Sintiya berdiri, Kirani melayangkan tamparan di pipi Sintiya.
PLAK!
Tamparan yang sangat keras sekali hingga suara tamparannya menggema di seluruh kafe. Sintiya dapat merasakan panas di pipinya karena tamparan yang Kirani layangkan. Sintiya mendongakkan wajahnya dan menatap Kirani sengit. Sekali lagi tanpa merasa bersalah ataupun sakit.
Sintiya memandang Reihan, "Tuan Reihan kalo bosan sama tubuhnya anda bisa bermain dengan saya. Saya jamin tubuh saya lebih memberikan kenikmatan untuk tubuh anda." ujarnya menggoda Reihan.
Sintiya mengambil kartu namanya lalu mendekati Reihan. Ia berdiri di depan Reihan lalu memberikan kartu namanya ke tangan Reihan. Melihat hal itu Kirani langsung mendorong tubuh Sintiya hingga terjatuh di lantai dengan keras.
__ADS_1
Dorongan keras yang dilakukan Kirani membuat pipi Sintiya terbentur di lantai. Kirani mengacungkan jari tengahnya ke Sintiya, "Berani kau dekati calon suami saya habis kau di tanganku! Sebaiknya anda ngaca! Kau ****** yang tak pantas berada di samping calon suami saya!"
"Sekali lagi kau berulah lagi aku tak akan tinggal diam!" tegas Kirani
Kevin yang duduk kejauhan melihat Sintiya jatuh langsung menolongnya. Membantu tubuh Sintiya untuk berdiri, "Sayang kamu tak apa!?" ujar Kevin berpura-pura peduli pada Sintiya.
Lalu Kevin menatap mata Kirani, "Kau! Apa yang kau lakukan pada pacar saya!"
Kirani berjalan mendekati Kevin dengan langkah tegak. Kirani berani mendekati Kevin. Kirani melayangkan tatapan tajam yang menusuk. Kirani mengacungkan jari telunjuknya di depan wajah Kevin.
"Dengar! Aku tak tau siapa gadismu itu! Aku hanya mengusir lalat yang mengganggu diriku dan kekasihku! Jadi bawa pacarmu itu pergi dariku jauh-jauh!" Kirani menyerang Kevin dengan kata-kata yang ketus.
Kevin merasa kesal mendengar kata-kata ketus. Apalagi melihat Kirani yang mengacungkan tangannya di depan matanya. Rahang Kevin mengeras. Ia gertakkan giginya, "Bisa tidak kau sopan denganku! Dan singkirkan jarimu itu!"
Kevin dan Kirani terus berdebat, di sisi lain Sintiya telah berdiri di samping Kevin. Sintiya mengedarkan pandangannya ke arah Reihan.
Tuan Reihan sendirian dan diam saja..
Baiklah aku akan melakukan hal yang lebih gila lagi..
Agar Kirani semakin marah padaku haha
Dan kepanasan melihatku..
Sintiya berjalan ke arah Reihan tanpa disadari oleh Kevin dan Kirani. Kini ia sudah berada di dekat Reihan. Sintiya menarik kerah baju Reihan tuk mendekat. Tak hanya sampai disitu, Sintiya juga melingkarkan tangannya di pinggang Reihan.
Reihan memekik melihat Sintiya yang tiba-tiba mendekat ke tubuhnya. Sintiya semakin mendekat ke dada bidang Reihan.
"Apa yang kau lakukan!" pekik Reihan yang tiba-tiba mendapatkan ciuman bibir Sintiya. Bibir Reihan terbuka hingga membuat Sintiya bisa menyapu apa yang ada di dalam bibir Reihan.
Sintiya ******* di setiap sela bibir Reihan. Tak memedulikan orang di sekitar yang melihatnya termasuk Kevin kekasihnya dan Kirani.
__ADS_1
Hal yang sangat berani dilakukan oleh Sintiya El Malik.
Lalu apa tujuan dari Sintiya melakukan semua ini sebenarnya?