Gairah Cinta Sang Model

Gairah Cinta Sang Model
Bab 18


__ADS_3

"Membuatmu berada di pelukan seseorang yang tepat adalah caraku mencintaimu"


- Rafael Aditya Al Malik -


Katakanlah hal pada sebuah angan, waktu dan cinta. Angan, kita pasti selalu memiliki angan pada kehidupan kita. Waktu, sebuah waktu kita akan terombang-ambing pada langkah yang berbeda. Dan cinta, kita pasti selalu mengharapkan cinta yang tepat datang menghampiri kita. Tepat dalam artian 'Dia' lah yang terbaik untuk kita. Dia lah yang dikirimkan oleh sang maha kuasa. Dia lah jawaban dari doa dan anganmu yang selama ini kau untai.


Setiap manusia memiliki ketiga hal tersebut. Namun bagaimanakah manusia menempatkan ketiga hal itu dalam hal yang tepat? Dan sesuai keinginan?


Semua sangat mustahil. Karena pengatur skenario hidup manusia hanyalah Tuhan yang maha kuasa. Dan manusia hanya berusaha, berdoa sebisa mungkin. Tentang takdir ketiga hal itu biarlah Tuhan yang mengaturnya.


Lalu bagaimanakah dengan skenario kehidupan Kirani?


Dan bagaimanakah perasaan yang ia rasakan saat ia mulai memutuskan untuk menempatkan hatinya pada sosok Reihan?


Apakah hal itu adalah perasaan yang sesungguhnya?


Kirani Pov


Katakanlah kepada waktu. Aku ingin semua tak berjalan seperti sekarang ini. Aku, aku ingin kembali pada titik yang tak seperti ini. Aku ingin kembali pada titik dimana aku tak mencintai siapapun. Aku, aku hanya ingin sendiri tanpa melibatkan perasaan dan tanpa menuangkan perasaan kepada orang lain. Ketenangan, itulah yang ku inginkan sesungguhnya.


Namun lagi-lagi waktu mengarahkanku pada takdir yang berbeda. Ke sebuah takdir yang mengharuskanku untuk memilih pelabuhan cintaku. Meski aku tak tau apakah ku telah menempatkan perasaan ini padanya adalah hal yang tepat?


Apakah semua adalah keinginan hatiku?


Tentu saja tidak sepenuhnya. Aku mencoba melakukan hal ini karena ada alasannya. Alasan itu tak lain permintaan Kak Rafael.


Aku tak tau mengapa kak Rafael melakukan hal ini padaku. Semua terasa sakit. Semua sakit ketika ia memaksakan kehendakku. Ia bahkan mengancamku untuk melakukan pelecahan yang lebih pada diriku. Dari sinilah aku melakukan keinginannya. Jika aku tidak melakukan keinginannya maka ia akan melakukan hal lebih padaku. Oleh karena itulah aku melakukan perintahnya. Walau hatiku tak sepenuhnya menginginkannya.


Kejadian sebelum kak Reihan mendatangiku...


Setelah kak Rafael mencumbuku dengan kasar, ia pergi dari kamarku. Ia juga mengingatkanku untuk melakukan permintaannya. Setelah itu ia meninggalkanku sendirian.


Aku menangis sesegukan, merasakan rasa sakit yang menjalar di tubuhku karena hal yang ia lakukan padaku. Aku menerka semua alasan tentang dirinya yang melakukan hal ini kepadaku. Semua masih kosong. Tak ada hal yang bisa ku pikirkan. Hanya ada luka dan bayangan ia melakukannya.

__ADS_1


Sungguh semua terasa perih dan sakit.


Tak hanya sampai disitu saja. Ia juga mengirimiku pesan yang hanya sekedar mengingatkanku tentang permintaannya. Dan semua terasa sakit.


Haruskah aku melakukan permintaannya?


Lalu alasan apakah yang ada di pikirannya sebenarnya?


Beberapa jam kemudian, aku masih sesegukan menangis. Namun semua terhenti ketika ku liat satu pesan dari kak Reihan yang mengatakan bahwa ia akan mengunjungiku 1 jam lagi.


Aku segera menghapus air mataku dan mencuci mukaku. Aku tak ingin kak Reihan melihat kesedihan di wajahku. Saat aku tengah bercermin, aku masih melihat pantulan bayang-bayang kak Rafael melakukan hal tadi. Aku mencoba sekuat tenaga untuk bisa mengusirnya. Hingga ku putuskan untuk melakukan permintaannya. Ya, aku akan menerima cinta kak Reihan. Itulah permintaan kak Rafael kepadaku.


Aku segera mengganti pakaianku dengan dress putih milikku. Ku sisir rambutku dan ku oleskan make up tipis di wajahku. Menutupi wajah pucatku. Saat ku tengah menata penampilanku, ku dapati satu pesan dari kak Reihan. Satu pesan itu berisi tentang ia akan sampai di rumah sakit 10 menit lagi.


Ku selesaikan riasanku dan berjalan ke arah jendela kamarku. Menunggunya di jendela.


10 menit kemudian...


Ia pun menanyaiku tentang alasan diriku di dekat jendela. Ia juga bertanya padaku apakah aku tak kedinginan berada di dekat jendela. Sungguh ia sangat perhatian padaku. Rasa cemasnya sangat terlihat dari ekspresi wajahnya.


Tuhan inikah cinta yang tulus sesungguhnya?


Hatiku bertanya-tanya tak karuan. Pikiranku terus menerka. Tapi semua sama saja. Tak ada kehangatan yang ku rasakan. Bukan karena alasan apapun tapi alasannya aku tak pernah menganggap lebih kak Reihan. Aku hanya menganggap kak Reihan sebagai penyelamatku dan kakak untukku.


Ku gelengkan kepalaku dan ku tarik dia mendekat padaku. Ku berikan kata-kata yang menggoda. Hingga membuat wajahnya. Aku terus melakukan aksiku untuk menggaet kak Reihan semakin dekat padaku. Tak hanya sampai disitu ku tarik kerah bajunya hingga tak ada jarak diantara kami berdua. Lalu aku sedikit berjinjit dan memberikan satu kecupan tepat di bibirnya.


Ku utarakan perasaan palsuku padanya. Ku katakan padanya jika aku mencintainya. Matanya membulat karena merasa terkejut. Ia pun bertanya kepadaku apakah hal itu benar yang ku katakan.


Ku yakinkan ia dengan mengatakan iya. Lalu ia mendorong tubuhku di sudut dinding. Ia memiringkan kepalanya dan mendekatkannya kepadaku. Lalu ia bertanya apakah ia boleh memberikan ciuman kepadaku?


Mataku mengerjap sebentar. Ku liat siluet seseorang yang sedang mengintip di kaca pintu kamarku. Aku tau sosok siapa yang sedang memperhatikanku. Ya, siapa lagi kalo bukan kak Rafael. Ia pasti mendatangiku untuk memastikan bahwa diriku melakukan perintahnya.


Baiklah kak aku akan lakukan yang kau perintahkan dan liatlah apakah kau tersakiti juga?

__ADS_1


Akan ku buat kau merasakan sakit yang seperti ku rasakan!


Dan liatlah apakah kau merasa sakit jika melihatku berciuman dengan laki-laki pilihanmu!


Inilah balasan api yang kau buat kak Rafael!


Ku anggukan kepalaku sebagai jawaban bahwa ku izinkan kak Reihan untuk menciumku. Setelah ku berikan izin pada Kak Reihan, tanpa menunggu waktu ia langsung menyerang bibirku dengan ciuman yang ganas. Tapi ciumannya tetap lembut meskipun sedikit menggebu-gebu. Sampai-sampai aku terlena pada ciuman yang ia berikan padaku.


Tak hanya sampai disitu ia juga membawaku di kursi. Memangku diriku dan menjelajahi leher jenjangku. Ia membuka sedikit leher jenjangku. Memberikan tanda di setiap leher jenjangku. Aku menikmatinya dengan nikmat. Hal yang dilakukan kak Reihan dan kak Rafael sangatlah berbeda. Jika kak Rafael lebih dominan kasar dalam mencumbuku sedangkan Kak Reihan sangat lembut dan pelan.


Tapi kenapa detak jantung ini merasa biasa saja?


Seolah aku merasa biasa saja tanpa ku rasakan detak jantungku yang berdetak.


Tuhan ada apakah ini?


Apakah diri ini hanya bisa merasakan getaran jika bersama kak Rafael saja?


Sudahlah Ran! Ini karena pertama kalinya kau bersama laki-laki lain. Jadi wajar jika kau masih belum merasakan getaran.


Setelah kak Reihan mencumbu leher jenjangku. Ia melihat ke arah mataku. Memberikan kecupan pada keningku dan mengatakan rasa cintanya kepadaku. Dan ia memelukku seerat-eratnya sembari mengatakan bahwa ia bahagia hari ini. Dan ku balas dia jika aku juga mencintainya.


Saat kak Reihan memelukku, Ku liat siluet seseorang yang berada di depan pintuku menghilang. Aku merasa cukup puas bisa melakukan hal ini. Tapi kenapa hati kecil merasa sedih?


Tuhan sebenarnya apa yang ku rasakan ini?


Apakah yang ku lakukan benar Tuhan?


Ya Ran! Ini sudah benar!


Ku yakinkan diriku bahwa semua yang ku lakukan adalah hal yang benar.


Tuhan semoga hal yang ku lakukan ini adalah hal yang tepat dan semoga tak terjadi apa-apa padaku dan dirinya..

__ADS_1


__ADS_2