
"Mengenalmu adalah hal terbahagia untukku. Dan kini kamu adalah duniaku, Yunandiya Sharly"
-Reihan Adam Khan -
Jangan lupa Komen dan Followw aku
Happy Reading
Mengenal?
Apakah kau pernah mengenal seseorang?
Ya, Semua orang pernah saling mengenal setiap individu. Namun, apakah arti mengenal sebenarnya?
Mengenal adalah suatu proses dimana kita mulai membuka diri untuk pendekatan pada seorang manusia.
Hari ke hari setiap manusia pasti akan mengenal orang yang berbeda. Begitupun Reihan yang mengenal sosok Kirani. Sosok seorang wanita yang kuat namun dari dalamnya ia sangatlah rapuh.
Aku, Aku pernah jatuh cinta pada seorang gadis yang begitu menenangkan hatiku saat permasalahan orang tuaku sering muncul. Namun, semua berakhir ketika mereka mulai memahami arti diriku yang menjadi buah hati kecilnya. Dan sesaat semua sirna ketika alasan pertemuan masa lalu papaku Rayn.
Dorr!!
Semua teringat jelas ketika ku melihat gadis yang ku cintai tertembak oleh peluru yang ditembakkan oleh mamaku. Dan duniaku hancur ketika melihat dia tak berdaya dengan darah yang menetes di tubuhnya. Tepat di pangkuanku dia menatapku dengan mata dan bibirnya yang tersenyum.
"Reihan, aku ingin kamu bahagia. Berjanjilah padaku.. ". Tuturnya
"Tidak! Aku tak akan bahagia dengan hilangnya dirimu! "
"Aku yakin kamu akan menemukan sosok penggantiku. Aku mohon jangan benci pada keluargamu.. Demi aku berjanjilah.. ".
"Baiklah aku berjanji.. ".
"Terima kasih Reihan.. ".
Sejak saat itu dia memejamkan matanya selamanya. Meninggalkanku dengan sejuta bulir air mataku.
Bundanya hanya bisa menangis tak menentu melihat putri semata wayangnya meninggalkannya selamanya. Dan saat itu juga aku benci dengan papa dan mamaku. Begitu egoisnya mereka melibatkan kebahagiaanku hanya demi pertengkeran masa lalu mereka.
Dan pada detik itu juga setelah pemakaman sharly aku membawa semua bajuku dalam koper. Melangkahkan kakiku keluar dari tempat neraka.
Mamaku terus mengejarku bak seseorang yang ketakutan dan papaku hanya bisa diam.
"Aku mohon anakku jangan pergi.. ". Ucap Mama menahan langkah kakiku
"Lepaskan ma, Tidak ada kebahagiaan Reihan disini. Disini hanya ada keegoisan kalian. Terutama mama yang tak pernah membuka mata mama dengan lebar tentang kejujuran masa lalu papa! Seegois itukah mama untuk kebahagiaanku? " Tanyaku
"Semua bisa mama jelasin nak, mama mohon jangan pergi.. ".
"Lepasin ma atau aku akan jauh lebih membenci mama! "
"Pergilah jika itu yang kau inginkan Reihan adam khan! Jika kau tak merasa menyesalinya! Cathrine kita harus segera ke rumah sakit. Ayo! " Ucap Papa
Mama melepaskan tangannya dari kakiku. Ia terus menangis sedangkan aku hanya bisa pergi tanpa menatap sedikitpun orang tuaku. Aku tak menghiraukan kata papa. Aku hanya terus pergi dari rumah dengan mobil milikku.
Dan semua kehidupanku berubah menjadi hal yang berbeda. Diriku yang mulai merintis karir dengan paman Yohan berakhir dengan kesuksesan. Meskipun paman yohan selalu khawatir dengan keadaanku dan orang tuaku tapi ia selalu membantu diriku.
Aku tak pernah sekalipun menengok keadaan mamaku hingga aku bertemu dengan sosok model yang begitu kuat dan memberikan nilai positif pada kehidupanku.
Ya, dia adalah Kirani Agista Hanindita. Seorang gadis yang friendly dan memberikan sebuah arti hidup di setiap seminar. Bahkan dirinya selalu menunjukkan bahwa seorang wanita berhak memilih kebahagiaan hidupnya tanpa ada sebuah kekhawatiran. Inilah alasan Reihan yang berusaha struggle dalam menjalani hidupnya.
Kini dirinya tersadar setelah merenung berbagai hal yang terjadi di masa lalunya.
Ia berdiri di depan kamar inap Kirani. Berharap Kirani dapat ditangani oleh dokter. Reihan berjanji dalam hatinya untuk menjadikan Kirani bahagia dengannya. Dokter keluar dari ruang operasi dan Reihan menghampirinya.
"Dok, Bagaimana kondisi kirani? " Tanya Reihan
"Syukurlah operasi berjalan lancar dan biarkan dia istirahat sampai pulih. Kita akan pindahkan pasien ke kamar inap." Ucap Dokter
"Baiklah dok, Terimakasih.. ".
__ADS_1
Dokter berlalu meninggalkan dan Reihan mengikuti suster tuk membayar tagihan rumah sakit. Setelah membayar tagihan rumah sakit Reihan menuju ke kamar inap Kirani.
Reihan masuk ke kamar inap Kirani dan duduk di samping ranjang Kirani. Ia menggenggam tangan Kirani.
"Ran, bangunlah.. Aku mohon."
"Aku akan setia ada di sampingmu.. ".
Di sisi lain Ana, Joshua dan Rafael tengah bingung mencari keberadaan Kirani. Sudah 3 hari ini mereka terus mencari tiada henti hingga mereka berhenti di tengah jalan.
"Kau tau gak sih seberapa besar cintanya kirani padamu!? Kenapa kau menyalahkan kirani tanpa mengerti kenyataannya Rafael Aditya Al Malik! " Teriak Anna
"Sayang tenanglah.., Kita selesaikan ini baik-baik. " Bujuk Joshua pada Anna
"Aku tak peduli lagi dengan kalian. Dan aku benci sekali dengan adikmu Sintiya yang menyeret Ran ke dalam kehidupan lu! " Maki Anna
"Jangan pernah menyalahkan adikku Sintiya Kirana! Dan jaga batasanmu! " Ucap Rafael dengan penuh penekanan
"Terus siapakah yang salah! Jika bukan kau dan adikmu Rafael Aditya Al Malik! " Teriak Anna lagi
"Kak Anna, Apakah semua ini karenaku? " Tanya Sintiya yang tiba-tiba muncul dari belakang
"Sintiya kamu cepat masuk ke apartemen! Bawa dia Joshua! " Perintah Rafael
"Tidak mau kak! Aku mau dengar semua dari kak Anna tentang hilangnya Ran. Apakah semua salahku kak? " Tanya Sintiya
"Ya, semua salahmu dan kakakmu yang bajingan! " Ucap Anna penuh penekanan
"Kirana Agatha! Berhenti menyalahkan adekku! Dia gak salah justru Kirani yang salah karena dia berani bercumbu dengan kekasih sahabatnya sendiri! " Balas Rafael
"Ha? Kak apa maksudnya kakak? Gak mungkin kirani mengenal kevin kakk.. ". Ujar Sintiya
"Kirani mengenal Kevin karena mereka kerja bareng sintiya, Dan aku melihat semua dengan mata kepalaku jika Kirani bercumbu dengan kevin yang dimana itu kekasihmu sintiya! Bukankah pantas dia disebut *****. " Ujar Rafael dengan penuh kebencian
"Aku tak peduli hal itu karena aku benci dengan ***** yang berani bercumbu dengan kekasih Sahabatnya sendiri! Cukup disini aku membantu kalian mencari kirani! Aku tak peduli lagi padanya! Sintiya ayo masuk! Dan kau joshua tenangkan kekasihmu itu sebelum dia mengamuk! Bye! " Tutur Rafael dengan menusuk hati Anna
Rafael menarik tangan Sintiya tuk masuk ke apartemen. Sintiya hanya bisa diam dan berusaha mencerna semua yang dikatakan kakaknya pada kak Anna.
"Rafael Aditya Al Malik! Ku hancurkan kau!"
"Anna tenanglah.. Kita tenangkan fikiranmu setelah itu kita berfikir tuk mencari Ran lagi yaa.. ". Ucap Joshua yang berusaha menenangkan Anna
Anna bersandar di bahu Joshua dan memeluknya "Bagaimana aku menemukan Kirani sayang.. Hikss.. ".
Anna sungguh tak menyangka jika Rafael berburuk sangka terhadap kembarannya. Padahal selama ini kirani sungguh mencintai Rafael. Anna terus menumpahkan air matanya dan joshua memeluknya erat kekasihnya.
Joshua mengerti perasaan Anna yang kehilangan kembarannya. Dan ia tak menyangka jika Rafael begitu dibutakan kenyataannya.
Bos, Kenapa lu bisa menutup mata tuk melihat kenyataannya?
Aku tak mengerti lagi perasaanmu saat kau kehilangan kirani lagi bos..
#######
"Kenapa kakak gak menceritakan semuanya !? Kenapa kak? " Tanya Sintiya berulang kali
Rafael pening mendengar segala hal pertanyaan yang sama yang dilontarkan oleh adiknya. Sintiya menghentikan langkah kakaknya dan menghadapkan pada dirinya.
"Kenapa kakak tak menceritakan semuanya padaku? Kenapa kak hiks.. ". Tanya Sintiya berderai air mata
Rafael sedih melihat tangis adiknya yang tumpah di hadapannya. Ia mengusap air matanya "Jangan menangis. Kau tak pantas menangis sahabat ***** sepertinya!"
"Kirani tak seperti itu kak.. Gak mungkin kirani melalukan itu pada kekasih sahabatnya sendiri.. ". Tutur Sintiya
"Aku melihatnya sendiri sintiya.., come on open your eyes. Kirani dulu dan sekarang beda! Dia bukan kirani tapi *****! Dan mulai detik ini berhenti membahas kirani! Aku tak mau mendengarnya lagi dan kamu cepatlah tidur.. ". Ucap Rafael
"........"
__ADS_1
Sintiya tak membalas ucapan kakaknya. Ia hanya diam membisu.
Rafael menghampiri adeknya dan menyentuh bahu adiknya dengan pelan "Tidur lah sekarang kau pasti lelah kan? "
"Iya kak.. ".
"Good night tuan putri kakak.. ".
Rafael berlalu meninggalkan Adiknya dan masuk ke kamar samping. Sintiya hanya bisa diam tanpa kata. Dia berusaha mencerna semua yang terjadi.
Aku harus bertanya pada kevin! Ucap Sintiya dalam hati.
Ya, dirinya harus membuktikan perkataan kakaknya apakah itu benar atau salah.
To : My Kevin Heart ❤
Sayang, besok kita ketemuan ya di kafe Hill! ❤
Send..
Drrtt..
1 Reply from My kevin Heart ❤
Iya sayang! ❤
Setelah mendapat balasan Sintiya menaruh ponselnya dan mulai ke ranjangnya tuk tidur. Di sisi lain Kevin tersenyum bahagia melihat rencananya yang berhasil.
Akhirnya Sintiya mengajaknya bertemu ..
Satu langkah lagi Kirani aku akan buat kau dijauhi orang-orang tersayangmu! And Baby come to me! Haha
Rafael dalam kamarnya yang luas memukul samsak dengan keras. Ia melampiaskan semua yang dia rasakan. Dia merasa stress dan bingung dengan pikirannya.
Dimana si Kevin mulai ingin menjadikan korban pada kedua gadis yang ia cintai. Itulah hal yang menjadi alasan emosi Rafael menggebu-gebu saat ini. Mungkin inilah cara jitu yang saat ini dipergunakan oleh Kevin. Teringat perkataan Kevin saat ia berada di kafe.
"Ingat Rafael Aditya Al Malik, Pilihanmu hanya ada dua : bikin sintiya membenci Kirani atau adikmu Sintiya akan ku hancurkan dengan tanganku.. ".
"So, Pilihlah yang tepat untukmu adikmu dan dia yang kau cintai.. ".
"Have fun with my games kakak iparku tersayang.... ".
Kevin telah jauh hari memiliki rencana busuk padanya, adiknya dan Kirani. Namun ia tak mengerti niat kevin padanya.
Apakah dirinya ingin memiliki Kirani? Atau ada hal lain?
Setidaknya Rafael lega karena kevin masih belum mengerti keadaan Kirani yang sedang menghilang saat ini. Setidaknya Rafael dapat menenangkan fikirannya untuk mencari cara keluar dari rencana yang disusun Kevin.
Ia mengambil ponselnya dan mengetikkan pesan singkat untuk joshua.
For : Joshua
Cepat datang ke apart sekarang! Ada hal yang harus ku bicarakan denganmu!
Send..
Drrtt...
From : Joshua
Baiklah Bos..
Satu-satunya jalan adalah memberitahu joshua tentang kebenarannya. Baru dirinya akan mencari cara..
Lantaskah apakah Rafael dapat memilih yang terbaik untuknya?
Baca di chapter berikutnya ~^^
__ADS_1