
..."Jika kita bertemu kembali apa salahnya waktu? Bukankah itu tanda bahwa kita berjodoh? "....
...- Rafael Aditya Al Malik -...
...Jangan lupa like , komen dan followw aku 💓...
...Happy Reading 💓...
Kirani Agista Hanindita, Seorang gadis cantik yang mempesona dengan segala hal yang melekat pada dirinya. Tutur katanya sangatlah lembut dan anggun. Banyak orang yang mengenalnya sebagai model yang patut dicontoh. Ia pun mendapat julukan "The Beautiful Angel" , Seorang gadis belia yang cantik dan seperti angel.
Ia selalu menanamkan karirnya dengan hal yang positif. Ia terus melakukan berbagai hal untuk melupakan dia yang menjadi masa lalunya. Meski hati terus mencoba mengikis fikirannya akan perasaan rindu. Rindu pada sosok yang pernah menghangatkan kalbunya.
Hari ini dan detik ini, Menjadi Hari tuk dirinya menampik kenyataan hidupnya. Hari dimana dia tak bisa lagi membohongi perasaannnya akan rindunya.
Ketika pertanyaan seorang audience yang mengingatkan perihal sosok yang dirindukannya
Ayo agista kamu pasti bisa ..
Kamu selalu cantik di mataku Ran..
Kamu selalu cantik ketika senyum ini bersemanyam dalam raut bibirmu..
Ketika pemotretan cobalah untuk menikmatinya serta bersikap natural..
Anggap dirimu sebagai sosokmu yang sebenarnya..
Maka Aura kecantikanmu akan keluar sendiri ..
Di mataku, Hanya kamu Ran seseorang yang aku cintai ..
Aku mencintaimu Ran..
Dan aku tak pernah membohongi dirimu akan cintaku ran..
Aku mencintaimu Kirani agista Hanindita..
Semua kata-katanya Terngiang-ngiang dalam fikiran Kirani. Mencoba mengusir fikirannya dengan dirinya yang terus berlari. Hingga dirinya tak sadar jika dirinya telah berlari dengan sangat jauh. Kirani berhenti Tepat di Taman favoritnya. Ia duduk di bangku taman dan menundukkan wajahnya di atas lututnya.
Kenapa perasaan itu hadir kembali! Untuk apa!? Apakah inj sebuah takdir untuk dirinya?
Apakah ku harus menuruti kata hatiku lagi tuk kembali pada dirinya?
Apa yang harus ku lakukan!!!
Gumam Kirani dengan terisak menahan segala air mata yang terus menetes di pelupuk matanya. Dalam tangisnya pun dirinya masih berhalusinasi suara Rafael. Suara yang sangat ia rindukan
"Ran.., apa kamu sudah mulai merindukanku? ".
"Ran, apa kamu masih mencintaiku lagi? ".
"Arghh!! Aku tak pernah mencintaimu lagi! Aku benci kamu hiks! ".Teriak Kirani dengan lantang
"Ran.., are you okay? ". Tanya Anna dengan ngos-ngosan mencoba menghampiri saudari kembarnya. Ia begitu capek mengejar Kirani yang berlari dengan cepat dan jauh. Namun untungnya dia bisa menemukan Kirani.
Anna duduk di samping Kirani, membawa wajah kirani tuk menatapnya.
"Hei listen to me Ran, I will be beside you wherever and forever. Tell me about what do you feel ". Tutur Anna dengan lembut
"Aku Benci Merindukannya kak Hiks! Benci kak hiks! ". Teriak kirani yang langsung memeluk Anna dengan erat. Anna membalas pelukan kembarannya dengan hangat.
Anna sangat mengerti apa yang dirasakan oleh kembarannya
Kamu gak membencinya Ran, Tapi kamu sudah benar-benar mencintainya hingga rindu itu memuncak sekarang..
Kenapa dirimu harus membohongi perasaanmu ran?
Apa kau akan terus menyiksa perasaanmu?
Sampai kapan kau menampik perasaanmu ran? Sampai kapan?
Apa ragamu masih sanggup bertahan dengan siksa kerinduanmu?
Aku pun sama! Aku pun juga merindukan sosoknya. Jo, apa kau merindukanku hingga saat ini?
Anna dan Kirani menangis bersamaan. Meluapkan perasaan yang mereka rasakan. Dan sampai kapan ia dapat menahan kegundahan hatinya? Sampai kapan?
...🍂🍂🍂🍂...
"Kak.., are you okay? ". Tanya sintiya di depan pintu kamar Rafael
Saat menonton televisi bersama joshua dia kaget mendegar suara teriakan Rafael yang begitu keras hingga keduanya memutuskan tuk menghampiri Rafael.
"Ya, I'm okay. Jo anter sintiya kembali ke apartemen". Jawab Rafael
"Tapi Kak.. ". Protes sintiya
__ADS_1
"Aku ingin sendiri, please understand me! ". Sahut Rafael
"Oke fine.. ".
Semenjak kepergian sahabatnya Rafael selalu bersikap tertutup pada siapapun termasuk pada adiknya sendiri. Bagaimana pun juga Sintiya mengerti keadaan lemah kakaknya. Dan ia sangat paham jika kakaknya membutuhkan kirani.
Saat perjalanan sintiya memikirkan hal tentang kepergiannya ke sidney tuk bertemu Kevin kekasihnya. Apakah ia bisa mengajak kakaknya Hmm... ?
"Bang jo, jadwal kak Rafael padat gak bulan ini? ". Tanya Sintiya
"Tidak non, Bulan ini Tour permodelan tapi lokasinya masih belum ditentukan oleh klien nya. Memang kenapa? ". Tanya Joshua
"Aku mau mengajak kak Rafa ke sidney hihi ".
"Eh? Bertemu non kirani kah non? ".
"Rencananya aku mau bertemu pacarku hihi, Nah selanjutnya kita bikin rencana pertemuan kak Rafa dan kirani".
"Oh begitu..".
"Oh iya kak Anna masih menghubungimu? ".
"Tidak non, saya sudah lost kontak semenjak kepergiaan non kirani".
"Oke nanti kita sekalian nyari kak Anna juga, tolong pesankan tiket 3 orang ya jo buat kita terbang ke sidney 2 hari lagi".
"Tapi den Rafa sendiri gimana? ".
"Itu akan jadi urusan untukku.. ".
"Baik Non".
Semoga rencanaku bisa berjalan dengan sukses. Tuhan, ku mohon satukan mereka kembali..
Karena hanya inilah satu-satunya caraku...
🍂🍂🍂🍂
3 hari ini sintiya terus merengek kepada Rafael. Mengikuti Rafael tanpa henti hingga membuat dirinya pusing. Ia terus meronta tuk ditemani pergi ke sidney. Rafael duduk di meja kerjanya sembari memijat pelipis kepalanya karena melihat adeknya yang terus merengek
"Kakkk, ayolah kita ke sidneyy!! Ayolah kakkkk ". Rengek Sintiya kepada Rafael
"Emang mau ngapain ke sidney sih? Kakak sedang sibuk tuan putri.. ". Jawab Rafael
"Pacar? Sejak kapan kamu punya pacar? Kan sudah kakak bilang gak usah punya pacar segala.. ". Tanya Rafael
"Apa alasanku gak boleh pacaran sama kakak? Toh aku udah 20 ke atas lagian aku gak mau jadi perawan tua. Kakak aja yang jadi bujang lapuk karena gak mau berjuang cih". Jawab Sintiya dengan sedikit menekan kakaknya
"Tetep aja kamu gak boleh nemuin pacar kamu! ". Cegah Rafael dengan sedikit penekanan
"Kalo kakak gak mau ikut aku ya udah aku bisa pergi sendiri. Lagian tiketnya udah dipesan 2 hari yang lalu jadi kakak gak bisa cegah aku! ". Balas Sintiya tak mau kalah
"Oke oke aku akan ikut denganmu! Udah sana keluar! Aku pusing".
"Unchh makasih yaaa kakk.. Sayang deh sama kakak.. ".
Akhirnya Rafael mengiyakan permintaan Sintiya. Kini waktunya plan B, mencari lokasi sahabatnya berada. Serta mengatur Pertemuan kakaknya dengan agensi milik sahabatnya
Joshua calling..
"Gimana Jo? ".
"Agensi dari non kirani sudah acc tinggal minta persetujuan bos Rafa".
"Baik jo, sekarang kamu bisa masuk minta persetujuan kakak".
"Baik Non.. ".
Sintiya tersenyum bahagia karena ia dapat menjalankan misinya. Sintiya kembali memasang kacamata hitamnya dan berjalan keluar dari agensi.
Tok.. tok..
"Masuk.. ".
Joshua memasuki ruangan Rafael sembari membawa proposal kerjasama agensi
"Bos ini ada kontrak kerjasama dari agensi di sidney.. ".
"Sejak kapan saya mengajukan kerjasama dengan agensi di sidney jo? Bukannya saya hanya kerjasama dengan agensi perancis saja? ". Tanya Rafael
"3 tahun yang lalu, saat itu bos ditolak dan terus 1 tahun yang lalu saya apply lagi sekarang baru ada balasan untuk penerimaan kerjasamanya bos.. ". Ungkap Joshua memberikan alibi kepada Rafael agar tak curiga
"Oh okey okey,, sini saya tanda tangani".
"Iya bos.. ".
__ADS_1
"Pertemuannya kapan jo? ".
"Besok bos, gimana kalo besok sekalian pergi dengan non sintiya bos? ".
"Gimana kamu bisa tau kalo sintiya mengajakku ke sidney? ".
"Maaf bos tadi saya sempat mendengar pembicaraan kalian".
"Okey aku mengerti, siapin pakaian yang akan saya bawa buat besok ". Pinta Rafael
"Baik bos.. , saya permisi".
Hmm sidney? Apakah kepergianku ke sidney bisa membawa pada pertemuan denganmu?
...🍂🍂🍂🍂...
Sidney, Sebuah kota yang sangat luas. Pemandangannya pun tak kalah jauh dari negeri lainnya. Keindahan selalu terpancar di setiap alam semesta. Ya! Keindahan ini adalah karena Tuhan sang pencipta.
Apakah di setiap ciptaannya memiliki alasan?
Tentu! Setiap keindahan selalu memiliki alasannya begitu juga makhluk hidup.
Apakah cinta juga begitu?
Setiap makhluk memiliki masing-masing pasangan tulang rusuknya Begitupun cinta akan hadir ke arah tulang rusuknya.
Lantas bagaimana dengan Rafael dan Kirani?
Akankah ada pertemuan untuk takdir mereka?
Berhari-hari Kirani termenung di kamarnya. Menyaksikan pemandangan dari jendela. Membiarkan angin menerpa wajahnya.
"Ehem Ran.. ". Panggil Anna mencoba mendekati kembarannya
"Kak Anna.. ".
"Ran, Katanya Kau mau cuti kerja dulu kan? ". Tanya Kak Anna
"Apakah itu keputusan yang tepat kak? ". Tanya Kirani
"Jika Kau lelah kau bisa istirahat Ran, tenangkan dirimu dan kita bisa jalan-jalan juga. Aku tak akan memaksamu juga. Jika kau ingin kita bisa bertemu direktur di kantor sekarang".
"Lho Pak Leo ada di kantor kak? Bukannya dia belum balik? ". Tanya Kirani
"Ya beliau sudah balik kemaren, jadi gimana? ".
"Hmm okey kita ke kantor pusat kak..".
"Terus kita jalan-jalan kemana nih? ".
"Kemanapun keinginan kakak akan ku turuti.. ".
"Okey come on kita berangkat!!! ".
Kirani dan Anna bersiap-siap pergi ke kantor pusat untuk perizinan cuti pemotretan kirani. Setelah bersiap Kirani dan Anna mulai menyalakan mobil dan berangkat.
Di satu sisi Rafael, Sintiya dan Joshua berjalan memasuki gedung agensi yang bernama Leo's Agensi. Namun, semua terhenti ketika sintiya meminta Rafael tuk menemaninya ke toilet
"Kak Rafa Tunggu sini yaa, awas kalo ditinggal". Pinta Sintiya
"Iya sana cepet masuk". Balas Rafael
"okeyyy.. ".
Sintiya masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Rafael mulai berjalan-jalan melihat pemandangan dari kaca gedung. Hingga tiba-tiba saat Lift berbunyi di depannya, ia melihat sosok yang sangat dikenalinya. Ia berjalan mendekatinya begitu juga joshua yang mengikuti Rafael dari belakang
Ya! Ia menatap Sosok Kirani yang berdress selutut berwarna peach dengan memakai high heels putih. Sosok kirani yang begitu anggun dari sebelumnya. Sedangkan Joshua melihat Anna yang berdress Coklat susu dengan syal di lehernya dan tak lupa high heels yang senada dengan dressnya. Mereka berdiri tepat di hadapan kirani dan Anna. Saat Kirani dan Anna menyadari sosok yang ada di depannya sontak air mata mulai menetes di pelupuk mata mereka.
Sosok yang sangat mereka rindukan selama 5 tahun ini. Bibir mereka keluh dan mereka sama-sama mengucap memanggil nama mereka masing-masing.
"Kirani.. ". Panggil Rafael dengan berkaca-kaca
"Kak Rafael.. ".panggil Kirani bersamaan
"Joshua.. ". Panggil Anna menatap mata joshua
"My Anna.. ". Panggil Joshua menahan air matanya
Mereka sama-sama menatap tanpa kata. Hingga air mata turun tiada henti.
Apakah inikah sebuah takdir tuk kesekian lamanya?
..."Jika Waktu menghadirkan perpisahan , Takdir pun bisa menghadirkan pertemuan tanpa jejak alam semesta "....
...-May_sheren-...
__ADS_1