
"Perpisahan terberat adalah ketika kau tak lagi dapat melihat raga seseorang yang kau cintai di dunia".
-Reihan Adam Khan-
Happy Reading
Jangan lupa vote, komen dan followw akuuu
Flashback..
Pernahkah terlintas dalam benak kalian? Ketika rasa yang melekat dalam dadamu tak lagi dapat kau lihat kembali raganya?
Dan seketika dunia menjadi lebur menghitam seperti ruang yang kosong. Tanpa ada seberkas cahaya kecil yang menyinari dan tanpa ada sebuah tawa yang bersanding dengan kita.
Itulah hal yang pernah dirasakan oleh Reihan. Semua berawal dari pertemuan cinta pertamanya dan berakhir menjadi sebuah perpisahan tuk selama-lamanya.
Kadang kala manusia tak dapat mengerti kapan waktu tuk dipertemukan dan kapan waktu melepas pertemuan itu?
Tapi satu hal yang pasti, segala makhluk yang hidup di dunia akan kembali kepada penciptanya dan itulah perpisahan terberat dalam lembaran hidup makhluk yang hidup di dunia.
Manusia akan terus beriringan pergi satu persatu dan bertambah dengan sosok yang baru hingga menjadi sosok yang asing , bukankah begitu?
Ya, itulah skenario hidup manusia yang terus berubah dan berubah. Namun, bagaimana dengan kata hati? Ketika hati harus rela melepaskan raga yang tak mampu diliatnya kembali?
Akankah hati mampu menahan kepergian seseorang yang dicintainya?
Satu jawaban yang pasti : mau tak mau kita harus ikhlas dan mulai berjalan seiring waktu berputar. Karena sejatinya manusia akan sendiri dan berganti di waktu yang tepat.
Apakah kini dirinya harus kehilangan lagi sosok yang membuka kebekuan hatinya?
Teringat akan masa lalunya yang begitu kelam. Tentang dirinya dan kekasihnya Yunandiya Sharly. Sebuah kisah yang harus berakhir dengan perpisahan.
Reihan Adam Khan adalah seorang putra kandung dari Rayn Adam Khan dan Cathrine Alea. Dan seorang Rayn Adam Khan adalah seorang pengusaha terkenal di manca negara. Banyak pekerjaan yang digeluti oleh Rayn termasuk dunia entertainment. Meskipun terbilang sukses Rayn Adam khan tak pernah bisa menjalani percintaan dengan berhasil. Rayn dulu menemukan seorang gadis sederhana yang bekerja di perusahaannya. Gadis itu bernama Amanda Indriyani. Seorang gadis asia yang tengah merantau di negeri orang. Pertemuannya dengan Rayn mengubah segala hal di kehidupan Amanda.
Paras Amanda yang cantik membuat Rayn menjadikan dirinya sebagai seorang model iklan. Selain paras Amanda yang cantik, Ia juga memiliki sikap yang lucu dan humoris. Dan itulah hal yang membuat Rayn mencintainya. Namun lagi-lagi semesta tak mengizinkan dirinya tuk menjalani kisah asmaranya dengan mulus. Kisah cintanya harus berakhir dengan perjodohan Rayn dengan Cahtrine Alea. Seorang putri pengusaha terkenal.
Kehidupan Rayn selama ini selalu diatur oleh ibu tirinya. Dan Rayn tak pernah mampu melakukan apapun kecuali menuruti kemauan ibu tirinya. Rayn melepaskan cintanya dan menikahi seorang gadis yang tak dicintainya. Pernikahan di awal tahunnya harus ia jalani dengan terpaksa. Setelah menikah Rayn selalu berusaha bertemu dengan Amanda. Amanda selalu memberi pesan kepada Rayn jika dirinya harus bisa menerima kenyataan dan mulai dekat dengan istrinya.
Rayn selalu menuruti dan mendengar ucapan Amanda. Ia mulai melakukan pendekatan pada istrinya. Di awal 5 bulan pernikahannya, Cathrine hamil namun Rayn tak berada di rumahnya. Cathrine yang mulai mencintai Rayn sangat senang melihat dirinya yang hamil. Ia berinisiatif untuk pergi ke kantor suaminya.
Tak perlu waktu lama, cathrine sampai di kantor suaminya. Ia membuka pintu ruangan suaminya dengan bersemangat namun semua berakhir dengan hal yang tak diinginkannya. Ya, Rayn sedang mencium Amanda dengan menggebu-gebu. Cathrine yang melihat hal itu kaget hingga kotak makanan yang dibawanya terjatuh. Rayn dan amanda kaget melihat kehadiran Cathrine. Cathrine menatap Suaminya dengan penuh kebencian
"Tega kamu ya pa! Hiks! Ku pikir kau mulai mencintaiku ternyata ini yang ku dapatkan darimu! " Ucap Cathrine dengan penuh penekanan
__ADS_1
"Sayang semua tak benar, aku sama amanda hanya ingin mengakhiri hubunganku dan aku ingin fokus dengan pernikahan kita." Jawab Rayn dengan bingung melihat istrinya yang menangis. Ya memang benar jika dirinya mencium amanda untuk mengakhiri kisah cintanya dan mulai berdamai dengan kenyataan hidupnya yang sekarang. Dirinya hanya ingin menjalani kehidupannya dengan cathrine istrinya
"Mulai saat ini kita cerai!" Ucap Cathrine dengan tegas dan tersenyum. Air matanya terus menetes tanpa berhenti. Ia berlari meninggalkan ruangan suaminya. Ia tanpa sadar menjatuhkan tespack dan surat periksa kehamilannya. Rayn ingin mengejar Istirnya namun ia dicegah amanda
"Biarkan dia sendiri dulu Rayn. Bukankah kau masih menginginkanku tuk terakhir kalinya?" Ucap Amanda
Rayn tak menghiraukan ucapan Amanda dan mengambil benda yang dijatuhkan istrinya.
Tespack? Apa dua garis ? Apakah Cathrine hamil anaknya?
Rayn kaget melihat tespack milik istrinya yang terjatuh. Kenudian ia mengambil sebuah kertas yang berisi pernyataan cathrine yang hamil. Ia pun kaget melihat hasil usg milik cathrine. Ia langsung berdiri dan mengambil tasnya tuk mengejar istrinya. Lagi-lagi amanda menahannya.
"Mau kemana kamu Rayn!? Mau mengejar istrimu?" Tanya Amanda
"Itu bukan urusanmu!" Ucap Rayn dengan tegas
"itu urusanku Rayn! Bukankah kau menginginkanku? Kenapa tidak kita lakukan sekarang?" Balas Amanda
"Tidak, Aku tidak membutuhkanmu sekarang. Aku membutuhkan istriku sekarang."
"Rayn! Kamu gak bisa begitu! Kau mencintaiku bukan! Aku juga mencintaimu Rayn! Setidaknya beri aku satu anak darimu! Dan kita lakukan itu sekarang! Cathrine tak pantas bahagia denganmu!" Maki Amanda sembari menarik kerah baju Rayn
Plak!
Rayn menamparnya dengan keras dan mendorong tubuh amanda hingga terjatuh.
Kenapa semua tidak adil bagiku? Kenapa harus cathrine lagi-lagi yang mendapatkan semuanya? Kenapa?
Amanda menangis dengan deras. Ia merutuki segala hal yang terjadi pada hidupnya.
Rayn masuk ke dalam rumahnya dengan tergesa-gesa. Ia langsung berlari ke kamarnya. Ya, ia masih melihat istrinya yang duduk di ranjangnya sembari menatap foto pernikahannya. Meskipun cathrine telah siap pergi namun hatinya masih menunggu kedatangan suaminya agar dirinya bisa berpamitan.
Rayn ikut duduk di samping cathrine dan memeluk istrinya dari samping. Air mata cathrine terus berjatuhan dan Rayn tak tega melihat istrinya menangis karena dirinya. Ya, ia salah selama ini dengan cathrine. Cathrine selalu sabar pada sikapnya dan tak sedikitpun marah. Istrinya terus menunggunya kapanpun ia pulang. Rayn mengeratkan pelukannya pada istrinya.
"Maafkan aku sayang.. ". Ucap Rayn dengan lirih
Cathrine tak menghiraukan ucapan Suaminya. Ia malah melepaskan pelukan suaminya dan mulai berdiri. Ia mengambil kopernya dan tasnya. Rayn langsung berdiri menghentikannya.
"Mas, mulai saat ini kamu bebas. Besok surat perceraian kita akan kamu dapatkan. Semoga kamu bahagia dengan Amanda." Tutur Cathrine dengan bergetar
"Enggak! Aku gak mau cerai sama kamu! Kamu masih istriku sayang. Please jangan pergi. Kita mulai dari awal ya? Demi buah hati kita." Jawab Rayn
Cathrine tak menjawab ucapan Rayn dan ia mulai mencoba pergi dari Rayn. Namun ia tak bisa karena Lagi-lagi Rayn menghalanginya
__ADS_1
"Maafkan aku sayang. Aku mohon, kamu boleh memukulku jika itu bisa menebus kesaahanku." Ucap Rayn
"Sebuah pukulan tak pantas untukmu mas. Kamu tau ini apa mas! ". Jawab Cathrine melemparkan semua foto di hadapan wajah suaminya. Ya, foto itu adalah foto mesra Rayn dan Amanda setelah pernikahannya.
"Masih kurang puaskah kau melukaiku mas? Apakah kamu sama dia masih ingin menyakitiku! Masih inginkah? Hiks".
Rayn tak menyangka jika selama ini istrinya tau tapi selama dia pulang istrinya selalu tersenyum menyambutnya.
"Tapi sekarang udah berakhir sayang."
"Sudah jangan halangi a.. ". Ucap Cathrine yang kemudian dia pingsan
Rayn langsung menangkap tubuh istrinya dan membawanya ke ranjangnya. Rayn pun memanggil dokter cathrine. Setelah memeriksa cathrine, dokternya memberi surat tebus obat untuk Rayn
"Aku mohon Rayn jangan biarkan cathrine terus tertekan. Jika tidak itu akan membahayakan kondisi janinnya. Kamu mengerti kan?"
"Baiklah Mel.. Aku mengerti itu".
"Jangan lupa tebus obatnya dan jaga pola makan istrimu. Jika ada apa-apa telfon aku. Aku pergi dulu".
"Thanks Mel.. ".
Dokter pergi meninggalkan Rayn dan cathrine. Setelah kepergian dokter Rayn membuat bubur hangat dan susu hangat untuk istrinya. Ia meletakkan masakannya di meja dekat ranjangnya. Ia duduk di samping ranjangnya sembari mencium tangan istrinya.
Cathrine bangun dan merasakan tangannya yang digenggam seseorang dengan erat. Ya, ternyata suaminya masih setia di sampingnya meskipun ia tertidur. Cathrine melepaskan tangannya dari genggaman suaminya. Rayn terbangun ketika cathrine melepaskan tangannya dari genggamannya.
"Kamu sudah bangun? " Tanya Rayn
Cathrine hanya diam dan membelakangi Rayn. Ia tak peduli apapun yang dikatakan Rayn.
"Kamu mau makan dulu gak? Tadi aku buatkan susu dan bubur. Dari tadi kamu belum makan bukan? " Tanya Rayn pada istrinya
Lagi-lagi Rayn tak mendapatkan jawaban dari istrinya. Ia mendekati istri dengan tidur di belakangnya. Ia memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Maafkan aku sayang.. ".
"Berikan aku satu kesempatan demi buah hati kita".
Cathrine terenyuh mendengar ucapan suaminya namun ia tak mungkin bukan memberi kesempatan untuk suaminya yang menyakitinya. Namun bagaimana dengan nasib anaknya? Pasti anaknya membutuhkan Rayn sebagai figur seorang ayah?
Cathrine menghalu semua rasa egonya dan mulai membuka hatinya agar dirinya tau apa yang ia butuhkan demi buah hatinya.
"Aku tak akan pisah denganmu semua demi anak kita tapi semua itu dengan satu syarat. " Jawab Cathrine
__ADS_1
"Apa itu sayang? Apapun akan aku lakukan." Tanya Rayn
"Jangan pernah sentuh aku mulai detik ini dan kapan pun itu." Jawab Cathrine