Gairah Cinta Sang Model

Gairah Cinta Sang Model
Bab 12


__ADS_3

"Jika kau mencariku karena kebencianmu terhadapku maka aku sungguh kecewa denganmu! "


-Kirani Agista Hanindita -


"Bawalah aku pada pilihan yang terbaik untuknya. Karena aku juga ingin melindugi kedua wanitaku".


-Rafael Aditya Al Malik -


Sebelum baca Jangan Lupa Komen dan Followw Author~^^


"Katakan padaku Joshua. Pilihan apa yang harus ku pilih.. ". Ujar Rafael sembari meninju ke arah samsak di depannya


Rafael telah menceritakan semuanya pada Joshua. Joshua hanya bisa diam sembari berfikir.


Rafael mengusap keringatnya di depan cermin. Ia merasa sangat lelah memikirkan segala hal masalah yang terjadi pada hidupnya. Terlebih masalah itu menyangkut kedua wanita yang sangat penting untuknya. Dan semua terjadi hanya karena sosok sang kekasih dari adiknya yaitu Kevin.


Semua terasa begitu sesak ketika Kevin yang mulai mengancamnya hingga dirinya melukai hati dari gadis yang ia cintai. Luka yang rafael berikan pada Kirani menyebabkan hilangnya kirani. Entah apa yang harus ia lakukan ketika Kirani telah dinyatakan hilang. Dan semua karena dirinya. Dirinya yang terus membuat luka pada Kirani. Ia begitu bodoh menuruti semua kemauan Kevin hanya demi melindungi adek tersayangnya. Pilihan yang begitu berat ketika dirinya harus membuat Kirani benci padanya atau Adeknya Sintiya yang akan dibuat sakit hati oleh Kevin.


Hilangnya Kirani yang cukup lama membuat amarah Anna meluap padanya. Dan Kini Rafael tak tau lagi harus kemana dirinya mencari Kirani.


Joshua mengusap dagunya. Menatap mata Rafael sekejap "Bos, Apakah kevin tau tentang berita hilangnya Non Kirani?''


Rafael yang duduk di depan Joshua bingung mendengar pertanyaan Joshua.


Dengan cepat ia menjawab "Tentu dia tak tau jika ..''.


''Jika Non Sintiya tidak bilang pada pacarnya si Kevin itu bukan?'' Sahut Joshua


''Ah iya gua baru kepikiran. Terus gua harus gimana? Masa aku harus ceritakan semua pada Sintiya. Argh tidak mungkin! Pusing gua Jo!" Maki Rafael di hadapan Joshua


"Simple saja sih bos, jangan biarkan non sintiya memberitahu tentang hilangnya Non kirani ke Kevin sambil kita menemukan keberadaan Non Kirani.'' Usul Joshua


''Jika dia tanya alasannya kenapa gimana? Its impossible hiding it from her Joshua. Dia pasti akan marah padaku.'' Elak Rafael tentang usul yang diucapkan oleh Joshua


''Hindari pertanyaan itu bos mungkin dengan bos pura-pura ada kerjaan yang mendadak. Itu adalah cara yang terbaik buat bos. There isn't other way bos..''. Jawab Joshua


''Baiklah besok akan aku bicarakan pada Sintiya. Thanks for your advice Jo. Oh iya tolong tenangkan kak Anna. Aku akan secepatnya menceritakan semuanya pada Kak Anna tapi terlebih dahulu aku akan temukan Kirani. Jadi aku minta kerjasamamu Jo untuk menjaga sintiya saat aku sedang mencari Kirani.'' Tutur Rafael dengan berseri


''Baik bos saya akan berusaha menjaga Non Sintiya. Bos jaga diri tentunya.''


''Tentu..''


Di Malam itu Rafael bertekad akan berusaha untuk menemukan Kirani. Segala kegundahan dan kekhawatiran yang ia sembunyikan melebur menjadi sebuah tekad yang kuat dan keberanian. Apapun jalan yang Rafael lalui saat ini ia harus siap dengan segala hal resiko yang harus ia lewati.


Sebanyak apapun resiko yang kau hadapi dalam hidup akan membuatmu semakin kuat tuk bertahan dalam hidup. Karena hidup adalah suatu bentuk tahap seseorang dalam membentuk ketahanan diri dalam menghadapi segala rintangan. Sekuat kau menghadapi rintangan maka sekuat pula tujuan hidupmu.


\~\~\~\~


Setelah malam yang panjang, Sekian lama Rafael berfikir kini waktu tak terasa berubah. Waktu tak lagi malam akan tetapi telah berubah menjadi pagi. Sinar matahari menerobos di sudut cendela.


Rafael yang tertidur dalam posisi duduknya terbangun karena sinar matahari yang terasa pada tubuhnya. Ia membuka mata pelan-pelan dan melihat sekeliling ruangan.


"Jam berapa sekarang hoam.. ". Ucap Rafael sembari mengambil ponselnya.


Melihat jam di layar depan ponselnya. Jam menunjukkan pukul delapan pagi. Rafael terperanjat kaget saat melihat jam. Ia buru-buru berdiri dan berjalan. Membuka pintu rumahnya. Celingak celinguk di setiap sudut rumah. Mencari sosok adiknya yang tak terlihat.


Sial!! Sintiya pergi kemana ya?


Ia merasa kesal dan khawatir tak melihat adiknya. Seseorang menyentuh bahunya "Pagi Den.., Udah bangun toh ternyata. " Ujar Sang wanita paruh baya di belakangnya


"Bik asih.., Bik asih darimana?" Tanya Rafael


"Saya dari belanja toh den. Gimana sih aden ini toh." Jawab Bik Asih


"Bik, Sintiya kemana ya? Pagi-pagi kok udah ga ada di rumah?" Tanya Rafael

__ADS_1


"Tadi non sintiya pergi keluar. Ingin izin ke aden cuma adennya masih tidur dan pintu kamar aden terkunci juga. Jadi dia nitip salam ke bibik buat sampein pesan ini ke aden." Tutur Bik Asih


"Bibik tau perginya sama siapa? Apa tadi dia jemput orang gitu bik? Atau berangkat sendiri?" Tanya Rafael menyerbu Bik asih dengan berbagai pertanyaan


"Setau bibik tadi dijemput sama orang yang make mobil bagus den. Mobilnya begitu bersinar kinclong terus modelnya itu cakep pisan den. pasti cakep yang make mobil kek gitu macem aden." Tutur Bik Asih dengan antusias


Rafael menepuk jidatnya mendengar perkataan Bik asih. Ia bertanya orang yang jemput eh malah ngejelasin mobilnya.


"Bibik maksud saya itu orangnya. Orang yang jemput Sintiya astagah bibik.. ". Geram Rafael pada Bik asih


"Oh orangnya toh aden. Setahu saya.. ".


"Apa bik? Gimana bik?" Tanya Rafael


"Saya dah lupa den hehe.., Maaf ya den." Ujar Bik Asih nyengir pada Rafael


"Astagah bik haish.., Ya udah bibik bisa pergi hmm.. ". Balas Rafael


"Baik Den, Saya Permisi."


Bik Asih berlalu meninggalkan Rafael yang tengah geram tak main.


Bagaimana mungkin ia bisa mencari adiknya.


Karena dirinya ada rapat.


Ya sudahlah mending cari nanti aja dan sekarang waktunya siap-siap pergi kerja.


\~\~\~\~\~


Terhampar luas di sudut parkiran. Seorang wanita memakai dress casual sedang bergandengan tangan dengan seorang lelaki yang tak lain adalah Kevin.


Kevin memeluk pinggang wanitanya dengan lembut. Mendekatkan tubuh gadisnya. Gadis itu tak lain adalah Sintiya El- Malik. Adik kandung dari Rafael Aditya Al Malik.


Kini mereka berdua sedang menikmati waktu berdua. Berjalan santai dan bermesraan. Kevin tiada henti mencium ubun-ubun kepala Sintiya. Sintiya merasa melayang karena hal kecil yang Kevin lakukan padanya.


"Kenapa? Apa kau mau aku mencium bibirmu saja? Atau memberikan ciuman yang lain?" Goda Kevin pada Sintiya saat berjalan


"Tidak!! Aku begitu malu sayang.. ".


"Wajah malumu yang merona itulah sayang yang ku cari dan membuatku jatuh cinta padamu." Gombal Kevin pada Sintiya


Blush!


Wajah Sintiya memerah seketika dan ia bersembunyi di dada bidang Kevin agar Kevin tak melihat dirinya.


"Berhenti menggombaliku kevin!!"


"Baiklah.., Aku akan menggendongmu sampai di meja makan spesial kita." Kevin mengangkat tubuh Sintiya dengan tiba-tiba. Sintiya terperanjat dan mengalungkan kedua tangannya di belakang leher Kevin.


Mata Sintiya menatap mata abu-abu Kevin. Saat dirinya tengah asyik menatap Kevin, Tiba-tiba Kevin mencium sudut bibir Sintiya.


Chu!


"Bibirmu sangat manis sayang. Dan aku suka kau yang berpenampilan girly sekarang. Hingga aku tak sabar menjadikanmu nyonya Kevin." Puji Kevin memberikan gombalan pada Sintiya


Sintiya malu dan bersembunyi di ceruk leher Kevin "Aku pun tak sabar menjadi Nyonya Kevin." Ujar Sintiya dengan malu-malu


"Baiklah Nyonya Kevin mari kita makan romantis."


Kevin pun mulai berjalan dengan menggendong Sintiya ala bridal style. Ia tak peduli dengan tatapan orang-orang. Satu hal yang ia pedulikan adalah menjalankan misinya untuk mengorek informasi tentang Kirani dari Sintiya. Karena target sesungguhnya adalah Kirani agista Hanindita.


Mau bagaimanapun juga aku akan mendapatkanmu Kirani!


Dan tak kan ku biarkan Rafael mendapatkanmu!

__ADS_1


\~\~\~\~


Makanan tertata dengan rapi di meja pesanan Kevin dan Sintiya. Alunan pemain biola memainkan musiknya dengan nada yang tenang.


Ya, Sintiya sangat menyukai cara Kevin menyiapkan keromantisan untuknya. Sederhana dan alunan musik itulah hal yang sintiya sukai. Terlebih tangan kevin yang terus menggenggamnya.


"Bagaimana sayang? Apa kau menyukainya?" Tanya Kevin


"Aku sangat menyukai apapun yang kau berikan dan lakukan padaku Kevin. Aku tak percaya jika kau begitu romantis." Puji Sintiya dengan mata yang menyiratkan kebahagiaan.


"Aku senang kau menyukainya Sayang.., Tapi bolehkah aku bertanya suatu hal padamu sayang?" Ujar Kevin mulai memancing pembicaraan pada Sintiya


"Ya katakan saja sayang.. ".


"Kamu dan Kirani telah berteman lama? Sejak kapan?" Tanya Kevin


"Ya aku berteman sama dia sangat lama. Dari aku kecil hingga besar. Kita selalu satu sekolah." Jawab Sintiya


"Terus apa Kirani pernah ada hubungan dengan seorang lelaki kah?" Tanya Kevin


"Ha? Kenapa kau bertanya seperti itu?" Ujar Sintiya dengan bingung melihat pertanyaan yang dilontarkan Kevin padanya


"Ya tak apa, Aku hanya kasihan pada Kirani yang selalu digoda seorang lelaki. Dan aku hanya ingin tau agar aku bisa melindungi dia." Kevin memberi alasan aneh pada Sintiya


"Dia pernah menjalin hubungan dengan kak Rafael saat menjadi salah satu model di agensi kakak namun tiba-tiba hubungan dia dan kakak hancur. Kirani tak pernah menceritakan apapun tentang hubungannya dengan kakakku."


"Dia menghilang dari hadapanku dan kakak dengan waktu yang lama. Ia pun juga menghilangkan jejaknya dan aku sangat kecewa namun aku dan Kak Rafa tak bisa apa-apa selain terus berdoa. Dan syukurlah sekarang aku dan kak Rafa bisa  bertemu lagi dengan Kirani." Lanjut Sintiya menceritakan semuanya pada Kevin


"Oh begitu toh.., Terus semalam yang kamu katakan kenapa sayang? Kau begitu sedih.. ". Pancing Kevin pada Sintiya


"Ya aku sedih karena aku mendengar ucapan kak Anna yang mengatakan bahwa Kirani hilang saat ini dan itu karena aku penyebabnya. Aku bertanya pada kakak tapi kakak tak menceritakannya. Aku tak tau jika Kirani telah hilang lama sayang dan itulah hal yang membuatku sedih." Ucap Sintiya meneteskan air matanya


Kevin mendekatinya dan merangkul tubuh Sintiya. Memeluknya dengan dekat dan erat "Percayalah itu bukan salahmu. Jadi kau tak usah sedih lagi sayang."


Kevin memberikan ketenangan pada Sintiya. Dan ia merasa begitu hangat dari ketenangan yang Kevin berikan padanya. Sungguh ia bersyukur karena Kevin ada untuknya.


"Tapi sayang.., Apakah Kak Rafa akan berusaha mencari Kirani?" Tanya Kevin mencari tau lagi


"Iya pastinya, Dia akan mencari Kirani sayang." Jawab Sintiya


"Kapan hal itu dilakukan sayang?" Tanya Kevin


"Sepertinya minggu-minggu ini. Kenapa emang sayang?" Tanya Sintiya mulai curiga pada Kevin


Aku haru membuat Sintiya ikut dalam memberi petunjuk padanya. Mau bagaimanapun itu! Ucap Kevin dalam hati


"Kau tak ingin ikutkah dalam mencarinya?" Tanya Kevin


"Ikut? Aku tak mungkin diperbolehkan oleh Kak Rafa. Tapi sebenarnya aku ingin ikut mencari Kirani bagaimanapun itu juga." Balas Sintiya


"Kau bisa ikut diam-diam sayang. Dan tentunya dengan aku. Kau sebagai sahabat Kirani pasti ingin menemukan sahabatmu kembali kan? Jadi kita akan diam-diam mengikuti Kakakmu itu. Karena aku mengerti keinginan hatimu sayang."  Ucap Kevin dengan Lembut


"Baiklah kita bisa lakukan itu sayang. Terima kasih telah mengerti banyak hal tentangku. Aku sangat mencintaimu." Ujar Sintiya


"Aku ingin kita rahasiakan ini pada kakakmu itu okey? Termasuk pertemuan kita ini." Kevin mencoba menghasut Sintiya tuk merahasiakan misinya


"Baiklah, Akan ku rahasiakan semua pada Kak Rafa.. ".


Chu!


Kevin mengecup kening Sintiya. Memeluknya dengan erat "Aku senang menemukan gadis sepertimu sayang. Aku sangat mencintaimu Sintiya El Malik. "


"Aku juga mencintaimu Kevin."


Kevin tersenyum pada Sintiya. Di balik senyumnya yang tipis tersirat makna. Yaitu makna dari keberhasilan dirinya mengorek informasi dari Gadisnya yang bodoh.

__ADS_1


Adik Rafael yang bodoh dan aku sangat menyukainya..


Jackpot Rafael Aditya Al Malik Hoho!


__ADS_2