
"Melepaskanmu dan meminta Reihan menjadi pasanganmu adalah pilihan yang tepat untukmu bahagia Ran.. "
- Rafael Aditya Al Malik -
Jangan lupa Komen dan followw aku~^^
Happy Reading~^^❤
Kedua mata saling memandang dengan raut wajah yang serius. Reihan telah memperhatikan Rafael dengan lekat namun dia tak kunjung mengatakan hal apapun padanya.
Dalam benak Reihan sangat ingin tahu tentang hal yang terjadi antara Rafael dan Kirani. Selama ini ia telah mengetahui hal kecil antara Rafael dan Kirani. Namun ia hanya bisa bungkam tanpa bertanya sedikitpun pada Kirani. Ia tak ingin membuka luka kelam Kirani terbuka. Oleh karena itu ia berusaha membuat kirani tertawa tanpa harus mengetahui masa lalu yang terjadi padanya.
"Tuan Rafael sebenarnya hal apa yang ingin anda katakan pada saya?" Reihan memberanikan diri untuk bertanya terlebih dahulu pada Rafael
"Tolong jaga Kirani dan bahagiakan dia." Ujar Rafael singkat
Reihan yang sedang minum tersedak mendengar perkataan Rafael "Uhuk.. uhuk.. ".
"Tuan Reihan tak apa?"
"Ya saya baik-baik saja tuan Rafael, Sebenarnya apa maksud perkataan tuan?" Tanya Reihan
"Ya saya meminta anda untuk menjaga dan membahagiakan kirani." Balas Rafael menjelaskan lagi tentang permintaannya
"Kenapa? Saya tak paham dengan perkataan anda." Ujar Reihan
Rafael melihat jam tangan dan ia beranjak dari duduknya "Hanya itu permintaan saya. Anda akan paham nantinya. Saya ada kerjaan saya duluan."
Rafael pergi meninggalkan Reihan yang masih diam. Sudah pasti kediaman Reihan adalah ia masih memikirkan permintaannya.
Sudahlah biar itu menjadi rahasia besar untuk dirinya atau nyawa Kirani akan melayang begitu saja di tangan Kevin! Batin Rafael dalam hati
Rafael memberi tanda tanya besar pada benak Reihan. Sebenarnya hal apakah yang terjadi pada Rafael dan Kirani?
Kenapa ia tak menjelaskan alasan dari permintaannya?
Aku harus mencari tau jawaban dari tuan Rafael!
Reihan beranjak dari duduknya dan mengejar Rafael. Reihan berlari kencang agar bisa mengejar Rafael. Ia sangat membutuhkan alasan dari permintaan Rafael. Ia tak peduli menabrak lalu lalang pengunjung rumah sakit. Hal yang ia pentingkan saat ini adalah mencari keberadaan Rafael.
Tuan Rafael pasti gak jauh dari sini! Aku harus menemukannya!Batin Reihan
__ADS_1
Reihan melihat ke kanan dan kiri di area parkir. Ia melihat Rafael yang ingin masuk ke dalam mobilnya. Ia berteriak kencang memanggil nama Rafael "Tuan Rafael!! Tunggu saya!!"
Rafael menoleh dan melihat Reihan yang berlari ke arahnya. Reihan berhenti di depan Rafael tepat "Tuan katakan alasan dari permintaan anda. Saya ingin anda jujur pada saya sebenarnya hal apa yang terjadi antara anda dan Kirani?"
Rafael menyentuh bahu Reihan "Anda tak perlu mengetahui masa lalu saya dan Kirani. Masa lalu kami adalah rahasia kami dan anda hanya tinggal menjaga dia sebaik mungkin. Bahagiakan dia selagi anda memiliki kesempatan itu."
"Tapi tuan.."
"Seorang yang bijak tak harus tau semuanya tapi dia akan memilih untuk berfikir tentang kedepannya. Anda faham bukan?" Tutur Rafael membuat Reihan merasa takjub dengan pemikiran Rafael
"Baiklah tuan.. " Reihan mengangguk paham pada cara pikir Rafael
Rafael mendekat di depan telinga Reihan "Anda harus waspada dengan seseorang di sekitar anda dan jangan biarkan Kirani disakiti oleh seseorang. Anda akan berhadapan dengan seseorang dan saya akan melindungi kalian berdua. Jadi ingat pesan saya.. ".
Bola Mata Reihan melotot mendengar perkataan Rafael. Apa maksud perkataan Rafael?
Adakah seseorang yang mengincar Kirani?
Reihan berkata lirih "Tuan sebenarnya apa yang terjadi?"
"Hal itu akan ku sampaikan di pertemuan kedua kita. Saya ada kerjaan jadi saya duluan. Mari tuan Reihan.." Rafael memberi salam pada Reihan
Reihan membungkukkan tubuhnya. Memberi salam pada Rafael. Rafael masuk ke dalam mobilnya kemudian mobilnya melaju keluar dari area rumah sakit.
Drtt..
Kirani's calling..
Reihan tersenyum melihat nama Kirani yang berada di layar ponselnya. Ia segera mengangkat telfon dari Kirani.
"Halo sayang, Kamu merindukanku ya?" Goda Reihan bernada merayu
"Aish apaan sih Kak, Kenapa lama sekali sih? Kakak dimana sih? Udah selesai bicara dengan kak Rafael? Kalo udah kenapa gak balik?" Tanya Kirani dengan suara cerewet khasnya
Reihan tertawa mendengar kecerewatan Kirani "Hahaha aduh kamu semakin cerewet saja ya? Baru saja telfon dah kena cerewetmu hahaha."
"Bodo amat! Cepat balik!" Tegas Kirani
"Kamu gak ingin aku belikan sesuatu? Mau es krim? Atau martabak manis?" Reihan berusaha membujuk Kirani agar amarahnya meredam
"Udah deh gak usah sok sogok aku. Cepat balik aja kak!!" Omel Kirani
__ADS_1
"Ah gak asik ah sogokanku gak berjalan lancar. Kamu yakin gak mau? Aku beliin 100 es krim deh atau kamu mau aku beliin lainnya?" Tanya Reihan yang masih kekeh merayu kirani
"Balik ya balik!" Nada tajam dan suara Kirani yang keras membuat Reihan terlonjak kaget
"Ah iya iya aku balik!! Bentarr yaaa ini otw naik jet haha." Canda Reihan
"Bego! Haha Udah ah cepet balik!!" Kirani sedikit tertawa karena candaan yang Reihan lontarkan kepadanya
"Siap ibu negara!!"
Ya, inilah hubungan antara Kirani dan Reihan. Manis tapi tak terikat dan ada hal yang berbeda dari sebelumnya. Dapatkah Reihan menjalin hubungan dengan Kirani?
\~\~\~\~\~
@Kamar inap Kirani
Reihan terus menatap Kirani yang sedang asyik menikmati es krim. Bibirnya belepotan karena es krim dan Reihan tertawa kecil melihatnya.
Lirik Kirani sambil bertanya pada Reihan yang terus tertawa saja "Kamu kenapa sih kak? Dari tadi ketawa mulu."
"Kamu tau gak apa yang lebih manis dari coklat?" Tanya Reihan memberikan tebakan pada Kirani. Reihan berusaha untuk menghibur hati Kirani.
"Hmm apa ya? Gula sagu kan." Tebak Kirani dengan antusias
"Bukan. Kamu salah.. ". Balas Reihan
"Terus apa?" Tanya Kirani menatap bola mata Reihan
Reihan tidak menjawab dan ia mendekat ke wajah Kirani. Memegang kepala Kirani dan ia menempelkan bibirnya ke bibir Kirani. Tubuh Kirani membeku seketika merasakan bibir Reihan yang menciumnya. Kemudian Reihan melepaskannya dan menatap mata Kirani yang terdiam "Hal yang lebih manis dari coklat adalah melakukan hal yang barusan ku lakukan."
"Tak perlu hal manis seperti coklat karena bagiku kamu lebih manis untukku Ran.. ". Lanjut Reihan tersirat jelas kesungguhannya
Kerlingan mata biru Reihan membuat wajah Kirani bersemburat merah. Jantungnya bergetar kencang tanpa sebuah alasan. Perkataan Reihan menumpah ruahkan kebekuan hatinya. Hatinya merasa hangat seketika. Bagaimana mungkin Reihan melakukan hal tadi semudah itu?
Sebenarnya perasaan apakah yang Reihan rasakan pada Kirani?
Ada yang tau?
Akankah ada hal manis lagi yang akan Reihan lakukan pada Kirani?
Penasaran?
__ADS_1
Nantikan di chapter selanjutnya~^^