Gairah Cinta Sang Model

Gairah Cinta Sang Model
Bab 8


__ADS_3

"Mudah memang untuk mengatakan lupakan tapi bagaimana dengan menghapus segala kenangan yang pernah ada?"


-Reihan Adam Khan -


Jangan lupa komen dan followw cerita aku terus


Happy Reading


Semua berubah ketika perlahan kita mulai menyadari sesuatu. Banyak hal yang tak pernah kita sadari dan begitu kita menyadari semua menjadi berubah. Seperti sikap Cathrine pada suaminya Rayn. Ia menghargai setiap perhatian Rayn dalam merawat dirinya saat hamil. Namun cathrine tak pernah menganggap itu sebuah cinta dan hanya sekedar kepeduliannya terhadap buah hatinya.


Cathrine dan Rayn sama-sama membatasi diri mereka agar tak bersentuhan. Mereka memang tidur seranjang namun tak ada pelukan ataupun kontak fisik yang terjadi. Semua terjadi hingga lahirnya buah hati mereka. Rayn yang baru pertama kali melihat seorang wanita berjuang dalam persalinan merasa sangat bersalah. Apalagi sikap Rayn terhadap istrinya selama ini yang salah. Cintanya yang buta pada Amanda membuat sebuah hantaman pada hati Cathrine.


Rayn yang berusaha memegang tangan istrinya saat menghadapi persalinan dilepaskan begitu saja pada cathrine.


"Jangan sentuh aku!"


Cathrine membentak Rayn dihadapan suster dan dokter. Tak peduli apa tanggapan mereka. Seorang pengusaha sukses dibentak istrinya sendiri?


Kakak cathrine Yohan Alfaro yang mendengar teriakan adiknya langsung menghampirinya. Rayn dan cathrine sama-sama diam membeku. Cathrine yang melihat kakaknya di sampingnya langsung memegang tangan kakaknya, Yohan.


"Kak, aku mau kamu disini temani aku bukan dia." Pinta Cahtrine


"why? Dia suamimu dek dan gak mungkin aku.. ". Tanya Yohan


"Aku mohon kak." Pinta Cathrine dengan menangis


"Baiklah dek, Rayn bisakah kamu menunggu di luar?" Tanya Yohan dengan lirih memegang bahu Rayn


"Baiklah kak.., aku akan menunggu cathrine di luar." Ucap Rayn pergi dengan pasrah. Dalam hati kecilnya ia sangat ingin menemani istrinya saat proses persalinan. Tapi kenapa dirinya ditolak?


Sekarang yang bisa ia lakukan hanyalah berdiam diri di depan ruang persalinan istrinya. Rayn melihat perjuangan melahirkan istrinya yang berpegang erat pada kakaknya Yohan. Daripada ia merasakan sakit hari Rayn memutuskan tuk berjalan di lobi rumah sakit. Namun seseorang memamggilnya dari belakang


"Rayn.. ". Panggil seseorang yang tak asing bagi Rayn.


Rayn menoleh dan melihat amanda cinta pertamanya. Ya, kini amanda berdiri di hadapannya dengan keadaan hamil besar.

__ADS_1


"Amanda.., kamu sama siapa disini?" Tanya Rayn pada Amanda


"Aku sendiri Rayn.. ". Ujar Amanda dengan tersenyum terisak


"Hei tenanglah, mari kita bicara disana. Kamu bisa cerita apa saja padaku jika kamu mau." Tutur Rayn pada Amanda


Rayn menuntun Amanda dengan pelan tuk duduk di kursi


"Ceritakan padaku apa yang terjadi padamu amanda? " Pinta Rayn pada Amanda dengan lembut


"Iya aku hamil sama pria yang dijodohkan mamaku tapi dia tak mau mengakuinya Rayn sehingga aku diusir dari rumahku. Mangkanya pada saat aku minta padamu melakukan itu karena aku ingin menjebakmu. Maafkan aku Rayn hiks.. Aku sungguh bodoh." Ucap Amanda menangis terisak-isak di bahu Rayn.


Rayn tak pernah menyangka jika wanita yang pernah dicintainya mengalami hal yang menyakitkan tapi ia tak bisa berbuat apapun karena dirinya telah memutuskan fokus pada cathrine dan buah hatinya. Rayn hanya bisa menenangkan Amanda.


Maafkan aku amanda yang tak bisa mencintaimu dahulu..


Oek.. Oek..


Suara bayi terdengar nyaring di ruang persalinan cathrine. Akhirnya setelah 1 jam lebih ia berjuang melahirkan buah hatinya kini ia bisa mendengar dan melihat langsung buah hatinya.


Cekret!


Kak Yohan memotret Cathrine dan buah hatinya dengan candid. Ia terharu melihat adiknya yang begitu senang sambil meneteskan air matanya. Yohan menghampiri adiknya dan mengelus rambut adiknya. Dalam hati Yohan ia cepat atau lambat harus menyadarkan adiknya tentang sifat egoisnya pada suaminya.


"Cathrine.., kakak mau bicara sama kamu. " Ucap Yohan dengan lirih


"Bicaralah kak.. ".


"Apa Tidak sebaiknya kau memberi kesempatan pada suamimu dek?" Tanya Yohan berhati-hati


"Tidak kak, aku udah putuskan setelah aku melahirkan anakku. Aku sama dia akan berpisah." Jawab Cathrine


"Kamu tak bisa seperti itu Cath, Dia juga ayah dari buah hatimu. Dan seorang anak memerlukan peran kedua orang tuanya. Aku mohon kamu jangan egois cath.. Ini semua demi anak kamu. Kamu ingin dia tak memiliki ayah yang selalu di sampingnya? Please aku mohon jauhkan egomu untuk kali ini dek.. Ini semua demi keluarga kecilmu dek." Tutur Yohan dengan meminta cathrine secara pelan


"Baiklah kak, aku akan memberinya kesempatan." Balas Cathrine dengan lirih

__ADS_1


"Baiklah ayo kita ke depan. Kita ke suami kamu dek.. ".


"Iya kak.. ".


Apakah ini waktu yang tepat untukku memanfaakanmu mas?


Rayn melepaskan pelukan amanda dan menjauhkan amanda darinya. Ia merogoh sakunya dan memberi amanda kartu atm miliknya.


"Ini pakailah amanda.., hiduplah dengan tenang bersama anakmu. Pergilah yang jauh dari penyengsaraan ini dan biarkan kamu dan anakmu bisa hidup tenang. Untuk tiket maupun passpor asistenku akan mengurusnya untukmu." Ucap Rayn pada amanda. Dalam hati kecilnya ia hanya ingin memberi sedikit bantuan untuknya


''Terimakasih Rayn, kau dari dulu sangat baik padaku.'' Tutur Amanda berterimaksih atas segala hal yang diberikan oleh Rayn kepadanya


''Baiklah aku harus kembali ke istriku.'' Pamit Rayn pada Amanda


"Rayn, Bolehkah aku meminta satu pelukan terakhirmu? " Tanya Amanda kepada Rayn


Rayn ragu apakah ia mau menerima permintaan Amanda padanya. Ia memandang wajah amanda sebentar


''Aku hanya ingin pelukan terakhir kita sebagai tanda perdamaian dan pertemuan terakhir kita. Tidak lebih dari alasan lainnya Rayn.'' Ucap Amanda dengan tersenyum kepada Rayn. Amanda melebarkan tangannya di hadapan Rayn


''Baiklah..".


Rayn datang pada Amanda dan memeluknya. Pelukan terakhir yang menandakan kini dirinya harus melepas gadis yang pernah dicintainya pada detik ini. Rayn percaya bahwa ini semua jalan yang terbaik untuk mereka berdua. Meski tak bisa memiliki satu sama lain setidaknya kini mereka bahagia dengan perpisahan yang mereka putuskan. Karena dalam sebuah hubungan kita tidak selalu bisa memiliki dan hanya alam semestalah yang mengerti setiap langkah manusia berakhir .


Namun bagaimana dengan jalan perdamaian Rayn lakukan yang berakhir pada kesalahpahaman istrinya. Ya, Cathrine yang berniat memberi kesempatan pada Rayn kini berakhir menjadi hal yang sia-sia ia lakukan. Cathrine yang duduk di kursi tengah melihat suaminya memeluk wanita lain hanya bisa meneteskan air mata tanpa henti. Yohan hanya bisa berhenti mendorong kursi roda adeknya. Ia menatap adik iparnya yang melukai hati adiknya kedua kalinya lagi. Yohan menyentuh bahu adiknya sembari berkata pelan namun adeknya mendahuluinya.


''Kak Yohan, Mulai detik ini aku tak ingin melihat Rayn lagi.. ''


''Biarkan dia melihat anakku tapi tidak dengan diriku..''.


Ya, Sejak detik itu keluarga Rayn Adam khan berubah ...


''Jangan pernah membuat luka jika kau tak ingin melihat kehancuran terjadi ''.


-Cathrine Alea-

__ADS_1


__ADS_2