Gairah Cinta Sang Model

Gairah Cinta Sang Model
Bab 13


__ADS_3

Kembalinya Kirani


"Bukankah namanya takdir jika kita bertemu kembali?"


- Rafael Aditya Al Malik -


Jangan lupa Komen dan followw aku!!


Happy Reading


Kevin telah berhasil menemukan celah kelemahan Rafael dan kini ia hanya melaksanakan misi. Misi diam-diam mengawasi Rafael dari adik tercintanya yaitu Sintiya El-Malik.


Ia mengantarkan Sintiya ke rumahnya. Sintiya tak berhenti senyum karena Kevin terus menerus bersikap manis padanya.


Bahkan di mobil saja Kevin tak berhenti mengelus tangannya dan memberi kecupan kecil di punggung tangannya "Sayang ingat ya nanti. Kamu jangan bilang sama kakakmu. Dan jangan bilang kalo kamu ceritain semua tentang kirani ke aku. Kamu paham kan?"


"Tapi kenapa aku tak boleh bilang ke kak Rafa kalo tadi aku ceritain kirani ke kamu sayang?" Tanya Sintiya bingung dengan larangan dari Kevin kekasihnya


"Ya karena nanti rencana kita bakal hancur kalo diketahui kak Rafa sayang.., Kamu mau kalo kita gak jadi cari kirani sahabatmu itu?" Kata Kevin mencoba membodohi Sintiya


"Oh iya iya bener juga kamu sayang. Baiklah nanti aku gak cerita ke kak Rafa kalo kamu tau kirani ilang."


"Nah itu memang lebih baik. Kau sungguh pintar dan cantik pula. Tak salah aku menjadikanmu kekasihku." Puji Kevin pada Sintiya


"Ah kau berlebihan sayang. Kita sudah sampai di rumahku jadi mau sampai kapan kau memegang tanganku?" Tanya Sintiya dengan malu-malu


"Ah rasanya aku tak ingin kau masuk ke rumahmu sayang." Goda Kevin pada Sintiya


"Ya karena aku ingin membawamu ke rumah tangga." Goda Kevin yang membuat wajah Sintiya bersemu merah


"Berhenti menggodaku!! Kau masih sibuk kerja mana mungkin kita bisa cepat membangun rumah tangga." Ucap Sintiya


"Secepatnya aku akan melamarmu sayang.. ". Balas Kevin


"Ahh aku tak sabar!! Makasih sayang!!"


"Kemarikan tanganmu..". Ujar Kevin


"Hah kenapa sayang?" Tanya Sintiya


"Sudah turuti saja.. ".


Sintiya menuruti perintah kevin dan mengarahkan tangan ke depan Kevin.


"Tutup matamu.. ". Perintah Kevin


"Ah kenapa lagi sayang?" Tanya Sintiya


"Turuti saja permintaanku sayang..".


"Okey okey.. ".


Sintiya menutup mata dan Kevin mulai mengambil sebuah kotak dari jasnya. Ya kotak itu adalah kotak yang berisi cincin. Cincin yang telah kevin persiapkan untuk rencananya. Kevin mengambil cincin itu dari dalam kotak.


"Buka matamu sayang..". Ujar Kevin


Sintiya membuka mata dan melihat Kevin yang ingin memasangkan sebuah cincin pada jari manisnya.


"Ini adalah bukti keseriusanku sayang. Jadi maukah kau membangun rumah tangga bersamaku dan menjadi permaisuri di istanaku?" Ucap Kevin melamar Sintiya di depannya


Sintiya terharu dan tak menyangka melihat kevin melakukan hal ini. Matanya berkaca-kaca sembari menjawab perkataan kevin "Yah aku mau sayang!! "


Kevin memasukkan cincin ke jari manis Sintiya. Sebuah cincin berlian berwarna silver telah terpasang di jari manis sintiya. Sintiya merasa bahagia karena kevin menunjukkan keseriusannya. Setelah cincin itu terpasang Sintiya langsung memeluk Kevin "Terima kasih sayang!! Aku sangat bahagia!!"


"Aku pun juga sangat bahagia." Ujar Kevin


Ya, Aku bahagia karena kau adalah jalan kemudahan untukku memiliki kirani dan menghancurkan kakakmu!


Sungguh wanita yang bodoh!


Terima kasih telah menjadi jalan kemudahan untukku Sintiya El-Malik


Kirani siap-siaplah untuk ku miliki dan ku hancurkan..


Kau akan hancur bersama dengan sahabat dan orang yang kau cintai!


Kevin memeluk sintiya dengan tatapan misteriusnya. Seakan ada hal yang ia sukai. Hal yang sangat ia nantikan untuk kehancuran seseorang.


\~\~\~\~\~\~\~


@Malik's Agency


Semua rapat telah berjalan dengan lancar. Rafael telah berhasil memimpin rapat meskipun situasinya sangat kacau dalam pikirannya. Ia tak bisa berhenti memikirkan adiknya yang tengah bertemu dengan Si psikopat gila itu. Ya, Siapa lagi kalau bukan Kevin!


Rafael dalam mejanya menunggu penyelesaian tanda tangan oleh rekan bisnisnya yaitu Reihan Adam khan. Sembari menunggu selesai ia berfikir keras untuk menyelesaikan semuanya tanpa ada satu wanitanya tersakiti.


Di sisi lain..


Tamu rapat hari adalah Reihan Adam Khan. Sejujurnya ia pun tak fokus dalam rapat karena memikirkan Kirani yang berada di rumah sakit sendirian. Sejujurnya ia juga tak ingin mengikuti rapat tapi kirani terus menerus memaksanya tuk datang ke rapat. Dan hal yang ingin ia lakukan hari ini setelah rapat adalah cepat balik ke rumah sakit.


"Pak semua data telah selesai. Anda tinggal menandatangi." Ujar asisten Reihan.


Reihan mengambil berkas itu. Ketika ia hendak menandatangani Rafael berkata kepadanya


"Sebelum anda tanda tangani silahkan baca kontraknya terlebih dahulu agar pilihan anda tak salah." Kata Rafael


"Ah iya Pak Rafael. Tapi bolehkah saya baca saat di rumah saya? Sekalian saya tanda tangani. Karena saya buru-buru." Ujar Reihan


"Ah sepertinya istri anda telah menunggu anda ya? Mangkanya anda terburu-buru sedari tadi." Ucap Rafael pada Reihan

__ADS_1


"Ah bukan istri tapi gadis yang saya cintai. Sejujurnya saya belum menikah tapi saya berniat menikahi gadis yang saya cintai." Ujar Reihan dengan mata berbinar-binar dan penuh dengan cinta serta harapan


Rafael melihat pancaran harapan dan cinta dalam mata Reihan. Pancaran itu seperti dirinya dahulu "Wah niat anda begitu bagus. Semoga anda diberi kemudahan dalam melamar gadis yang anda cintai. Dan anda sepertinya tak sabar hehe."


"Ah terima kasih tuan Rafael. Saya bukannya tak sabar tapi saya ingin sekali membahagiakan dia. Itulah alasan saya ingin menikahi gadis yang saya cintai." Balas Reihan tersenyum pada Rafael


"Pasti gadis yang anda cintai akan bersyukur mendapatkan laki-laki seperti anda." Puji Rafael Pada Reihan


"Bukan dia yang bersyukur tapi saya yang lebih bersyukur jika saya bisa mendapatkan dan menjadikan dia sebagai istri saya." Balas Reihan


"Ah baiklah.., Cinta anda begitu kuat pada gadis yang anda cintai." Puji Rafael sekali lagi


"Saya begitu mencintainya dan saya akan terus perjuangkan dia karena dia adalah kebahagian untuk saya. Ah maafkan saya yang terlalu berbicara banyak pada anda." Ucap Reihan


"Tak apa.., Saya senang mendengar cerita anda." Kata Rafael


"Ah iya, Saya dengar kabar jika anda kemari karena anda mengejar gadis yang anda cintai. Siapakah gadis yang berhasil memikat pesona anda? Seorang pengusaha besar nan dingin. Apakah itu benar?" Reihan membuka pembicaraan dengan Rafael tanpa sadar


"Ya semua memang benar. Saya pindah kesini karena saya ingin mencari gadis yang saya cintai. Tapi semua terlanjur hancur dan kini dia menghilang. Jadi apa daya saya yang tak bisa menemukan dia kembali." Tutur Rafael dengan mimik sedihnya


"Ah maafkan saya membuat anda sedih. Tapi apakah boleh saya bantu anda untuk mencarinya?" Tanya Reihan memberikan sedikit bantuan pada Rafael


"Tidak usah.., Saya bisa sendiri tuan Reihan.. ".


"Ah sayang sekali tapi... ". Ucap Reihan yang terpotong dengan dering telfon pada ponselnya


Drrrt!!


"Ah sebentar tuan Rafael.. ".


"Ah silahkan angkat terlebih dahulu..".


Reihan mengangguk kemudian mengambil ponselnya. Matanya bersinar bahagia saat melihat nama Kirani yang menelfonnya.


Akhirnya kirani mau juga memakai ponsel pemberiannya!! Ucap Reihan dalam hati. Ia begitu gembira


"Halo sayang.., Kamu sudah kangen padaku ya?" Goda Reihan pada Kirani


"Berhenti menggodaku kak Reihan!!" Teriak Kirani


"Ah iya baiklah Ran, Jadi katakan padaku hal apa yang kau inginkan sampai menelfonku?" Tanya Reihan sedikit menggoda Kirani


"Jadi kapan kau pulang? Katanya rapatnya cuma bentar tapi kenapa tak pulang-pulang kesini?" Ucap Kirani sedikit merajuk pada Reihan


"Ah maaf tadi aku bicara dengan klienku begitu asyik sampai melupakanmu haha." Balas Reihan tertawa begitu renyah pada kirani


"Huuu dasarr.., Tapi kakak jadi pulang kan aku?" Tanya Kirani


"Iya hari ini kau boleh pulang dan nanti aku akan menjemputmu. Kamu tunggu saja di sana ya sayang.. ". Goda Reihan sekali lagi


"Ah baiklah akan ku tunggu. Ati-ati di jalan saat pulang." Tutur Kirani


"Berhenti menggodaku dan cepatlah pulang bye!"


Tuttt..


Sambungan telfon terputus dan Reihan masih tertawa melihat tingkah Kirani. Rafael samar-samar mendengar suara yang tampak ia kenali. Suara itu yang tak lain adalah suara Kirani.


Apa gadis yang Reihan bicarakan tadi adalah Kirani?


Apa Kirani mengenal Reihan ya?


Apa ku tanyakan saja?


Tidak! Aku tak perlu tanyakan hal itu.


Satu hal yang harus ku lakukan adalah memastikannya!


Ia harus memastikan semua!!


Reihan tak enak ketika Rafael terus melihatinya.


"Ah maafkan saya yang berisik tadi." Ucap Reihan dengan segan


"Tak apa. Santai saja tuan Reihan. Saya ingin bertanya satu hal." Ujar Rafael


"Silahkan tuan Rafael. Anda bisa bertanya apapun ke saya." Reihan mempersilahkan Rafael tuk bertanya


"Tadi seseorang yang di telfon anda adalah gadis yang anda cintai?" Tanya Rafael to the point


"Ah sepertinya begitu terlihat ya tuan. Ya dia memang gadis yang saya cintai." Kata Reihan


"Dia dua bulan yang lalu saya temukan dalam keadaan kecelakaan. Dia sempat koma lama tapi sekarang dia baik-baik saja. Saya merawat dia karena dia tak ingin balik ke rumahnya. Oh karena itu nanti dia bisa keluar dari rumah sakit dan tinggal di rumah saya." Lanjut Reihan


Ah! Ternyata benar dugaannya! Sudah pasti 90% gadis itu adalah Kirani! Batin Rafael dalam hati


"Kenapa ya tuan Rafael?" Tanya Reihan


"Bolehkah saya melihat gadis itu? Ya untuk melihat gadis seperti apa yang membuat tuan Reihan terpesona." Pancing Rafael


"Ah baiklah anda bisa ikut dengan saya."


"Ah terima kasih." Jawab Rafael


"Mari kita berangkat.. ".


Mereka berdua pun keluar dari ruangan dan mulai pergi. Rafael mengikuti langkah Reihan. Akhirnya Reihan mengizinkan dirinya tuk melihat Gadisnya. Joshua jalan di belakang Rafael


"Bos.. bos Rafael.. ". Panggil seseorang yang tak lain adalah asistennya Joshua

__ADS_1


Mereka berdua berhenti dan menoleh ke arah Joshua.


"Bos mau kemana?" Tanya Joshua


"Saya kan pergi menjenguk teman dari tuan Reihan jadi kamu bisa tunggu di sini jo. Saya akan mengabarimu." Ucap Rafael


"Baiklah bos.. ".


Joshua paham atas kode yang Rafael sampaikan padanya. Ia menunduk dan memberi salam pada bosnya sebelum pergi.


Rafael dan Reihan masuk ke dalam mobil. Setelah selesai memasang sabuk pengaman Reihan menoleh ke Rafael.


"Mari kita berangkat.. ".


"Mari... ".


Mobil yang mereka pun akhirnya melaju dengan disetir oleh Reihan sendiri. Reihan tak sabar bertemu kirani begitupun dengan Rafael yang tak sabar tuk memastikan semuanya.


Aku akan menemukanmu Kirani Agista!!


\~\~\~\~\~


@Medika Hospital


Tak perlu waktu banyak akhirnya mereka telah sampai di rumah sakit. Rumah sakit tempat Kirani dirawat. Rafael dan Reihan berjalan bersamaan. Reihan membawa kue kesukaan Kirani yang dibelinya tadi di jalan. Ia tak sabar melihat raut wajah gembira Kirani. Sedangkan Rafael tadi membeli bunga.


Pasti dia akan menyukainya!! Ujar Reihan dalam hati


Mereka berdua naik lift bersama.


"Mari kita liat barang siapa yang akan gadis anda sukai." Kata Rafael memberikan tantangan pada Reihan


"Baiklah saya terima tantangan anda!!" Balas Reihan dengan semangat


"Dia pasti akan menyukai kue yang saya bawa!! " Lanjut Reihan


"Ya kita liat saja nanti..".


Tulip nomer 243


Mereka telah sampai di depan kamar Kirani. Reihan mengetuk pintu kamar kirani.


Tok.. Tok..


Suara ketukan pintu terdengar dengan keras.


Pasti dia kak Reihan!! Baiklah akan aku buka dan ku beri pelajaran padamu Kak!!


Kirani bangun dan membuka pintu dengan semangat. Ia tanpa sadar memeluk Reihan di depan Rafael.


"Kak Reihan kemana saja huh!!" Ujar Kirani


"Aw Ran kau begitu semangat hingga memelukku begini yaa!!" Ujar Reihan


"Kau begitu rindukah denganku?" Goda Reihan


"Berhenti menggodaku atau ku cubit kakak!!" Teriak Kirani


"Aww sakit Ran haha.. ". Reihan yang menerima cubitan Kirani hanya bisa berpura-pura kesakitan


Rafael masih menutup wajahnya dengan bunga yang ia bawa. Ia tau jika gadis yang sedang bercanda ria dengan Reihan adalah gadisnya.


"Cukup sayang.. Atau nanti kamu ku jadikan permaisuriku!! Haha." Teriak Reihan yang tak tahan dengan gelitikan Kirani


"Haish Terusin menggodaku!! Dan rasain.. ". Balas Kirani


"Berhenti dulu haha.., Aku mau kenalin kamu sama klien aku." Ujar Reihan


"Klien? Klien kak Reihan sampai ikut kesini?" Tanya Kirani


Reihan merengkuh pinggang Kirani tuk mendekat ke arahnya. Reihan memeluknuya karena ia begitu tak tahan dengan ekspresi Kirani.


"Ya dia klienku. Tuan anda bisa buka bunga anda. Dan kenalin dia adalah gadis yang saya cintai dan Ran dia adalah klienku.. ".


Rafael mengalihkan bunganya dari wajahnya dan melihat Kirani.


Kirani tampak terkejut melihat wajah Rafael.


"Dia klienku sayang tuan Rafael Aditya Al Malik.. ". Ucap Reihan memperkenalkan Rafael pada Kirani


"Dan tuan Rafael gadis yang saya peluk ini adalah Kirani.. ". Lanjut Reihan


Mata mereka saling bertemu. Dan Kirani merasakan dejavu yang sebenarnya.


Rafael menjulurkan tangan di depan Kirani "Rafael.. ".


"Rafel Aditya Al Malik.. ".


Kirani dengan bergetar nan takut menjabat tangan seorang laki-laki yang ia lupakan.


"Kirani Agista Hanindita.. ".


Apakah hal yang terjadi selanjutnya?


Akankah Rafael berterus terang pada Reihan? Dan membawa Kirani pergi ke sisinya kembali?


Nantikan di chapter selanjutnya ~®~


See you in next week~~^^

__ADS_1


__ADS_2