
"Katakan padaku apa kau ingin kembali padaku? Sungguh diri ini menginginkanmu untuk kembali namun aku tak ingin memaksamu. Karena aku ingin kau bahagia meski hal itu tidak bersamaku. "
- Rafael Aditya Al Malik -
Jangan lupa vote dan Komen!!❤
Follow author juga biar tau kelanjutannya~^^
Happy Reading ❤
Aku, Aku pernah sadar dengan segala hal yang terjadi padaku dan dirinya. Aku pernah begitu egois untuk memilikimu. Hingga aku merasakan sebuah perasaan penyesalan saat kau memilih menghilang dariku. Namun aku tak ingin mengulangi lagi. Karena sungguh aku hanya ingin kau bahagia meski itu bukan denganku.
Tatapan mata Rafael yang sendu membuat hati Kirani merasakan perasaan yang berbeda. Ia ingin sekali memeluk pria itu namun hatinya menolaknya. Kini mereka bertiga hanya bisa diam membisu tanpa ada pembicaraan apapun.
"Ehem, Ran tadi kamu sudah makan bukan?" Tanya Reihan yang memecahkan keheningan suasana diantara mereka berdua
Kirani menoleh pada Reihan dan menganggukan kepalanya "Iya aku sudah makan kak. Kakak tak usah khawatirkan hal itu. Lagian aku juga udah besar hmm."
Reihan mencubit hidung Kirani sembari berkata "Bagaimanapun keadaanmu aku akan selalu mengkhawatirkanmu Ran.. ".
"Karena kamu.. ". Ucap Reihan yang setengah-tengah
"Karena aku apa?" Tanya Kirani yang semakin penasaran dengan perkataan Reihan yang setengah-setengah
"Karena kamu adalah bayi kecilku.. ". Reihan mencubit kedua pipi Kirani
Kirani merasa kesal tapi ia juga tertawa melihat senyum Reihan. Hangatnya sikap Reihan pada Kirani membuat hati kecil Rafael teriris dan iri. Ia merasa iri dengan kedekatan mereka namun ia pun tak bisa melakukan hal serupa yang Reihan lakukan pada Kirani. Sedangkan dirinya selalu menyakiti hati Kirani.
"Oh iya kamu udah minum obat Ran?" Tanya Reihan yang memberikan perhatian lagi pada Kirani
"Belum kak.. ". Jawab Kirani singkat
"Belum? Kenapa belum? Apa suster yang aku sewa tak becus untuk mengurusimu sebaik diriku? Kenapa bisa begitu!!" Maki Reihan
Kirani mencubit lengan Reihan "Hush gak boleh gitu. Suster bilang kalo.. ".
Tok.. Tok..
Suara seseorang mengetuk pintu kamar Kirani. Kirani menjawab ketukan pintu itu "Silahkan masuk.. ".
Seorang suster yang Reihan sewa masuk ke dalam. Ia berdiri di depan Reihan.
"Kamu ini gimana sih? Aku tugaskan menjaga Kirani tapi kenapa dia masih belum minum obat? Kenapa? Sungguh tak becus." Maki Reihan pada suster di depannya
"Kakak!! Kan aku udah bilangin jangan marah dulu sebelum aku menjelaskannya." Balas Kirani
__ADS_1
"Tapi kan Ran dia juga salah.. ".
"Ya udah aku jelasin sekarang. Tadi itu kakak disuruh untuk ke ruang dokter dan dokternya tak memberikanku obat. Oleh karena itu bukan salah suster tapi salah kakak yang lama gak balik huh!!" Ucap Kirani mengambek pada Reihan.
Kedua Pipinya ia gembungkan dan tak ingin menoleh pada Reihan. Ia berpura-pura merajuk pada Reihan. Reihan mendekatinya dan berusaha membujuk Kirani.
"Maafkan aku ya Ran.. ". Ucap Reihan
"......." Kirani tak menjawab dan memilih diam
"Plis Aku mohon.., Maafkan aku yaa. Janji deh aku akan melakukan apapun yang kau minta asal kamu mau maafin aku ya.. ". Ucap Reihan merayu Kirani
Alih-alih menjawab perkataan Reihan, Kirani justru memeluk Reihan "Aku mohon jangan pernah membentakku lagi. Aku tak menyukainya.. ".
Reihan mengelus rambut Kirani "Iya maafin aku ya. Aku tak akan melakukannya lagi. Janji deh.. ".
"Janji?" Jari kelingking Kirani ia letakkan di depan Reihan. Reihan mengaitkan jari kelingking kirani dengan jarinya.
"Iya aku janji.. ".
Setelah saling berjanji kemudian mereka saling berpelukan. Rafael melihat semua yang terjadi kemesraan yang Reihan lakukan pada Kirani. Sungguh hatinya merasa perih namun ia harus menahan semuanya.
"Ah maafkan aku tuan Rafael. Akibat dari memanjakan Kirani aku jadi melupakan anda hehe." Ujar Reihan yang merasa sungkan dengan Rafael
"Ah iya tak apa. Ah iya boleh aku berbicara dengan Kirani? Ah maksudku dia kan model dan aku ingin dia memilihkan model yang tepat untuk agensiku." Ujar Rafael
"Umm Iya kak, Aku tak apa."
"Baiklah aku tinggal kalian berdua dulu ya. Telfon aku jika kalian butuh bantuanku ya." Pesan Reihan pada Kirani
"Baik kak.. ".
Reihan keluar dari kamar Kirani. Kini hanya ada Kirani dan Rafael. Mereka saling diam dan menundukkan wajahnya. Tak berani menatap satu sama lain hingga Rafael memulai percakapan dengannya.
"Ran.., Apa kau bahagia?" Tanya Rafael dengan ragu
Kirani mengenali pertanyaan yang pernah dia ucapkan. Baginya pertanyaan itu tak seharusnya ia ucapkan. Pertanyaan itu telah terlambat untuk diucapkan oleh Rafael.
"Sejak kapan kau mulai peduli tentang kebahagiaanku?" Tanya Kirani tersenyum sinis pada Rafael
"Bukan seperti itu Ran. Listen to me sebenarnya ada alasan di balik semua yang ku lakukan padamu." Balas Rafael
"Coba katakan apa alasanmu? Coba ku tebak apa karena kau ingin menyakitiku lagi? Apa masih kurang puas untuk menyakitiku?" Tebak Kirani mengiris hati Rafael yang pilu
"No Ran, Aku tak berniat menyakitimu it is not Kirani. Believe to me kirani.. ". Rafael memohon pada Kirani
__ADS_1
"Persetan dengan percaya padamu kak! Kau bukanlah orang yang bisa dipercaya! Kau hanyalah manusia yang penuh nafsu! Sejak awal aku gabung ke agensi kakak, Kakak hanya mengincar tubuhku! Not My talent! Dan kakak hancurkan diriku! Kakak ingin menjualku dulu apa kakak ingat? Tidak kan!" Maki Kirani meluapkan semua amarah yang telah ia pendam
"Dan sekarang ketika aku sudah bebas dan melupakanmu kau kembali di hadapanku. Untuk apa kak? Untuk menyakitiku lagi? Yah iam a ***** like you say it to me!" Lanjut Kirani mengucapkan semua amarahnya pada Rafael meskipun bibirnya bergetar dan hatinya menahan rasa pilu
Rafael melihat air mata yang menetes di pelupuk mata gadisnya. Hatinya teriris cukup perih mendengar dan melihat gadisnya sedih kembali. Ia ingin mengatakan jika dirinya berada di posisi yang sulit karena ancaman dari Kevin. Nyawa kedua gadis antara adiknya dan gadis yang dicintainya sedang dipertaruhkan.
"Ran jangan menangis. Maafkan aku, Maafkan semua kesalahanku. Sungguh aku tak pernah berniat mengataimu seperti itu. Tapi aku tak bisa mengatakan alasannya padamu." Tutur Rafael yang masih menyembunyikan ancaman Kevin
"Pembicaraan kita selesai sampai disini dan silahkan keluar tuan Rafael Aditya Al Malik!" Usir Kirani pada Rafael
"Tapi Ran aku ingin mengatakan hal lain.. ". Tolak Rafael pada pengusiran yang dilakukan oleh Kirani
"Keluar ya keluar! Apa anda tidak dengar!" Tegas Kirani menaikan nada bicaranya
"Baiklah kalo itu maumu Ran.., Ku harap kau bisa mengerti alasan di balik semuanya. Aku pamit.. ". Pamit Rafael
Sejujurnya ada banyak hal yang ingin ia katakan namun semua melebur ketika Kirani telah mengungkit semua hal yang ia perbuat. Memang dirinya telah salah di masa lalunya namun tidak adakah kesempatan lagi untuknya.
Rafael hanya bisa menerima keputusan kirani yang tak membiarkan dirinya untuk mengatakan perasaannya. Ia keluar dari kamar kirani. Ia melihat raut wajah Reihan yang tampak cemas.
"Tuan Rafael apakah pembicaraan anda telah selesai? Apa yang kalian bicarakan? Apa kirani baik-baik saja?" Tanya Reihan
"Ya kami sudah selesai berbicara tuan Reihan. Sebaiknya anda tidak masuk ke dalam terlebih dahulu karena kirani meminta pada saya untuk Istirahat." Tutur Rafael mengatakan kebohongan pada Reihan. Dia tak ingin Reihan melihat Kirani menangis. Jika Reihan melihat Kirani menangis dia bisa jadi akan ikut campur ke dalam permasalahannya dengan kirani
"Ah begitu baiklah tuan Rafael." Jawab Reihan
Rafael melihat jelas raut wajah Reihan yang sangat khawatir dengan Kirani. Dalam hati Rafael selalu bertanya-tanya tentang kedekatan Reihan dengan Kirani.
Apakah Reihan sudah jatuh cinta pada Kirani?
Apakah mereka sama-sama telah memiliki hubungan?
Sudahlah Rafa kau tak berhak untuk mengetahuinya..
"Emm tuan Rafael apakah anda mau ngopi bersama denganku? Setidaknya aku bisa menjamu anda disini." Ajak Reihan pada Rafael. Ia sangat ingin membicarakan tentang kirani. Entah ia merasakan jika ada satu hubungan yang ada pada diri Rafael dan Kirani. Ia sangat ingin mengorek sedikit informasi
Hmm Reihan ternyata kau sadar juga hmm. Batin Rafael telah menebak gerak-gerik perasaan Reihan
"Baiklah aku terima ajakan anda. Karena ada hal yang harus ku bicarakan denganmu tuan Reihan." Ucap Rafael menerima ajakan Reihan
"Ah baiklah mari tuan.. ".
Ya, inilah kesempatanku untuk mengetahui masa lalu Kirani..
Apa yang akan Rafael lakukan selanjutnya?
__ADS_1
Apakah Rafael akan mengutarakan semua masalah diantara dirinya dan Kirani?
Nantikan di chapterr selanjutnya~^^