Gairah Cinta Sang Model

Gairah Cinta Sang Model
Bab 21


__ADS_3

"Aku sudah menemukan jejak Kirani lagi kini tinggal mengacaukan kedua sahabat ini!"


- Kevin Armando -


"Kak Reihan.. "


Suara indah seseorang mengalihkan perhatian ketiga orang. Ya siapa lagi Reihan, Kevin dan Sintiya. Ketiga orang itu serempak menolehkan wajahnya ke belakang. Melihat seorang wanita berambut panjang tergerai dan bergaun pink berjalan ke arah mereka bertiga. Ya wanita itu adalah Kirani Agista Hanindita. Seorang model terkenal sekaligus sosok sahabat Sintiya yang selama ini Sintiya cari.


Kirani berjalan dengan anggun ke arah Reihan. Reihan merentangkan kedua tangannya. Bersiap memeluk Kirani namun dihentikan oleh Kirani.


"Kak ngapain sih?" tanya Kirani memayunkan bibirnya


"Mau peluk kamu lah sayang." balas Reihan dengan santai


"Kak inget ini dimana huh!" peringat Kirani kepada Reihan.


Reihan mengusap rambutnya. Merasa malu dengan peringatan dari kekasihnya itu. Akan tetapi ia tetap menarik tubuh Kirani untuk mendekat di pelukannya. Kirani yang merasakan tarikan tangan Reihan hanya bisa mengikutinya. Kirani bisa merasakan tangan Reihan yang melingkar di pinggangnya.


Sintiya masih ternganga melihat kehadiran Kirani di depannya. Ia tanpa sadar memanggil nama Kirani, "Ran? Apakah itu kamu sahabatku?"


Sintiya memberanikan diri untuk bertanya kepada Kirani. Kirani melihat ke depan. Melihat sosok Sintiya sahabatnya.


"Maaf anda siapa?" tanya Kirani dengan ekspresi bingung.


Sintiya berjalan ke depan. Mendekat ke arah Kirani, "Kamu tak ingat aku Ran?"


Kirani menggelengkan kepalanya lalu ia menyembunyikan wajahnya ke belakang. Berusaha bersembunyi dari Sintiya. Berusaha memalingkan wajahnya dari Sintiya.


Sintiya semakin mendekatinya hingga membuat Kirani bergerak tak nyaman di pelukan Reihan.


"Ran aku sahabatmu Sintiya Ran!!" seru Sintiya yang masih gigih untuk mendekati Kirani.


Kirani semakin bersembunyi di kungkungan dada bidang Reihan. Reihan yang bisa merasakan kegusaran dan ketidaknyamanan kekasihnya itu langsung mengarahkan tangannya ke bahu Sintiya. Menghentikan gerakan tubuh Sintiya yang terus mencari Kirani.


"Maaf Nona Sintiya bisa kau hentikan tindakanmu ini? Tindakanmu membuat tidak nyaman kekasihku." perintah Reihan masih dalam standar sopan nan pelan.


Sintiya melihat mata Reihan dengan malas, "Maaf tuan Reihan, Saya harus bertanya pada sahabat saya. Dan Kirani adalah sahabat saya. Saya perlu bicara dengannya tuan Reihan. Jadi bisakah kau tak menghalangiku tuan Reihan?"


Sintinya menolak perintah Reihan. Hal itu membuat Reihan menajamkan bola matanya. Memberi tatapan tegas pada Sintiya.


"Sikap anda pada kekasih saya sudah membuatnya ketakutan. Jadi berhenti mencecarnya dengan pertanyaan anehmu!" sentak Reihan dengan tegas dan suara yang lantang.


Tak segan untuk menyentak Sintiya, Reihan juga mendorong tubuh Sintiya hingga akan terjatuh ke lantai. Namun Kevin dengan cekatan menangkap tubuh Sintiya.


"Sayang kamu tak apa?" tanya Kevin seraya masih membantu Sintiya


Sintiya menjawab singkat, "Ya tak apa Sayang. Aku rasa aku harus mengurus laki-laki sialan di depanku ini!"


Setelah berkata seperti itu pada Kevin, Sintiya kembali maju ke arah Reihan. Mengepalkan kedua tangannya dan bersiap untuk memberi pukulan pada Reihan dari belakang namun tangannya dihentikan oleh Kirani.


"Maaf Nona jangan sakiti tunangan saya. Dan saya tak tau siapa anda. Perlu anda tau jika saya bukan Kirani tapi saya adalah Hanin." ucap Kirani seraya menghempaskan tangan Sintiya. Lalu Kirani berjalan menjauh dari Sintiya.


Sintiya tercengang dengan tindakan yang dilakukan Kirani. Ia juga tercengang mendengar perkataan Kirani. Setelah itu Kirani melihat ke mata Sintiya dengan penuh kebencian.


"Kak jika urusan kak Reihan sudah selesai temui aku di lobby. Aku akan menunggu disana saja ya?" ucap Kirani berbisik di telinga Reihan.


"Tunggu aku disini bentar. Urusanku udah hampir selesai kok sayang. Bentar ya." balas Reihan dengan suara yang hangat


Kirani membalas dengan anggukan dan seulas senyum. Reihan membuka tasnya dan mengambil map yang berisi file. Lalu ia berjalan ke depan Sintiya. Di hadapan Sintiya, Reihan mengambil tangan Sintiya sebelah kanan. Memberikan map di tangan Sintiya.

__ADS_1


"Ini file milik kakakmu Rafael. Berikan itu padanya. Jadi urusan kita selesai sekarang nona Sintiya El-Malik!" tegas Reihan seraya menyodorkan map kepada Sintiya


Setelah itu Reihan melingkarkan tangannya di pinggang Kirani. Mengajak Kirani pergi dari hadapan Sintiya dan Kevin. Kepergiaan Reihan dan Kirani menyisakan sebuah kekesalan di mata Sintiya. Sintiya merasa kesal sekaliĀ  terhadap sikap arogan Reihan.


Sintiya menghentakkan kedua kakinya dan mengepalkan kedua tangannya. Menahan rasa marahnya yang hampir meledak. Lalu ia menoleh ke arah Kevin kekasihnya. Memberikan lirikan sengit pada Kevin.


"Sayang kenapa kamu diam saja sih!" maki Sintiya kepada kevin yang berdiri di belakangnya dan hanya diam saja.


Kevin gelagapan mendengar makian Sintiya, "Sayang bukan begitu. Aku diam hanya karena aku tak tau harus berbuat apa."


Sintiya terus menuding Kevin dan memarahinya, "Udah ah tau ah kamu! Bete aku sama kamu!"


Setelah itu Sintiya berjalan pergi meninggalkan Kevin. Kevin merasa perlu waktu untuk mencerna kejadian sebelumnya. Akan tetapi hal yang harus ia lakukan adalah mengikuti langkah kaki kekasihnya yang tengah mengambek pada dirinya.


"Sintiya tunggu akuu!!" teriak Kevin berlari kecil berusaha mengejar Sintiya.


Aku harus mengejar Sintiya terlebih dahulu baru memikirkan Kirani nanti! Batin Kevin penuh kelicikan di dalam hatinya


****


Kevin Pov


Sungguh takdir kehidupan tak mudah ditebak. Dan sungguh kesempatan selalu berdatangan padaku tanpa ku cari. Dan sungguh takdir kini berpihak pada diriku. Bagaimana tidak?


Sosok Kirani yang ku cari selama ini telah muncul dengan sendirinya. Tanpa aku perlu mengorek informasi dari lelaki brengsek itu. Tanpa aku perlu mengeluarkan keringatku. Aku tak lagi pusing karena keberadaan Kirani telah ku temukan.


Aku tak menyangka jika targetku Kirani berhasil aku liat kembali setelah sekian lama. Dan dia semakin cantik nan menggoda. Membuatku ingin segera mencicipinya. Jika bukan karena dia mungkin aku bisa mendapatkannya dan tak kehilangan karirku. Namun semua ini karena Rafael Aditya Al Malik yang menghalangiku!


Jadi mau tak mau aku harus memanfaatkan adek yang dicintainya untuk menjadi bahan pancinganku. Hari ini adalah hari terbaikku sepanjang masa. Bagaiman tidak?


Aku dapat melihat kembali gadis incaranku. Awalnya aku merasa tak percaya melihatnya namun kenyataannya dia memang ada di depan mataku. Mungkin jika aku tidak mengajak Sintiya mungkin aku tak akan bertemu dengannya. Sungguh nasib yang beruntung sekali untukku!


Bahkan Kirani mengaku sebagai tunangan Reihan?


Sebenarnya hal apa yang sedang terjadi selama hilangnya dia?


Aku harus mencari tau hal itu..


Siapa tau hal itu sebagian besar dari rencana Rafael!


Saat aku tengah melamun sebuah cubitan di pipi ku rasakan. Aku menjerit lalu sontak menginjak rem mobil. Membuat mobil berhenti mendadak.


Cittt!


"Aduh sayang kamu apa-apaan sih!" protes Sintiya marah kepadaku


"Kamu yang kenapa tiba-tiba cubit pipi aku? Sakit tau sayang." balasku memprotes balik padanya


"Ya lagian kamu sih melamun terus! Aku ngambek kamu cuekin huh!" rajuk Sintiya sembari memayunkan bibirnya.


Ku mendengus melihat sikap Sintiya yang masih kekanak-kanakan.


Ya ampun Kevin bagaimana kau lupa jika kau pura-pura pacaran dengan gadis bodoh ini! Rutukku dalam hati


Sekarang kau harus membujuk dia sebelum semakin parah! Batinku


Sekalian saja pancing gadis bodoh di sampingku ini! Pikirku dalam hati


Ku rasa memancing Sintiya untuk benci dan memusuhi Kirani adalah cara yang tepat saat ini!

__ADS_1


Hoho baiklah akan ku lakukan!


Kau sungguh cerdas Kevin Armando!


Ku sampingkan posisiku ke sebelah kiri. Ku raih tangan Sintiya dan sebelah tangan kananku mengelus pipinya.


"Maafkan aku sayang yang mencuekimu. Aku tak bermaksud melakukannya. Aku hanya memikirkan hal yang terjadi tadi." Ujarku berusaha memancing tentang kejadian tadi


"Dan bagaimana mungkin Kirani lupa padamu begitu saja?" tanyaku disisipi memancing Sintiya


"Apa Kakakmu itu sudah tau Kirani sudah bertunangan dengan klientnya sendiri sayang?" lanjutku memancing Sintiya untuk bersuara


"Terus sebenarnya hal yang semalam terjadi pada kakakmu itu apa gara-gara Kirani ya sayang?" Pancingku sekali lagi


"Maksud perkataanmu apa sayang?" tanya Sintiya yang masih terlihat bodoh


Ku menghela nafas pelan. Mencoba sabar atas kebodohan dan loading lama otak gadis di sampingku ini.


"Begini sayang, semalam kamu cerita padaku kan jika kakakmu itu menyakiti dirinya lagi?" tanyaku berbicara pelan-pelan agar Sintiya mampu mencernanya


Sintiya mengangguk. Lalu ku lanjutkan perkataanku, "Aku berfikir jika hal itu ada hubungannya dengan Kirani dan statusnya yang baru itu."


"Aku tau jika Kakakmu dari dulu sangat mencintai Kirani begitu dalam bukan?" tanyaku sekali lagi memancingnya ke dalam hasutanku.


Sintiya kembali mengangguk. Sepertinya hasutanku mulai masuk dalam pikirannya.


Ku teruskan kembali hasutanku pada Sintiya.


"Aku rasa penyebab kakakmu menyakiti dirinya sendiri itu karena Kirani deh sayang. Liat saja Kirani bahkan bertunangan orang yang lebih kaya dari kakakmu. Dan mungkin saja kakakmu sudah tau hal itu dan melihatnya. Terus kakakmu sakit hati dan mulai deh menyakiti dirinya sendiri lagi." hasutku begitu pelan. Membawa Sintiya masuk ke dalam hasutanku.


"Apa yang kamu fikirkan ada benarnya sayang. Tapi bagaimana mungkin Kirani tega melakukan hal itu! Padahal dia dulu begitu mencintai kakakku!" maki Sintiya yang mulai masuk ke dalam perangkap hasutanku.


"Hati manusia itu busuk dan serakah sayang jadi mungkin saja tabiat Kirani baru muncul sekarang sayang." hasutku sekali lagi.


Brak!


Sintiya menghantamkan tangannya ke kaca mobil. Lalu Sintiya berteriak dengan keras di dalam mobil.


"Sial Kau Kirani! Bisa-bisanya kau berbuat seperti ini pada kakakku!"


"Aku tak akan biarkan kau menyakiti kakakku! Dan akan ku balaskan sakit hati kakakku padamu!"


"Berkali-kali lipat aku akan menyakitimu Kirani!"


"Liat saja nanti!"


Aku tertawa puas dalam hati mendengar teriakan Sintiya yang telah terhasut omonganku. Aku berhasil membuat Sintiya masuk dalam keperangkapku. Dan kali ini aku akan membuat Kirani dan Sintiya bermusuhan!


Hingga Rafael akan kuwalahan untuk menghentikannya!


Ketika Rafael dan laki-laki itu lengah baru aku akan menculik Kirani secepat mungkin!


Dan aku akan segera mendapatkan gadis itu dengan mudah!


Reihan kau sungguh beruntung, cerdas dan licik sekali!


Satu langkah lagi Rafael!


Kau sudah kalah start dariku!

__ADS_1


Jadi bersiaplah untuk menerima kekalahanmu Rafael Aditya Al Malik!


__ADS_2