Gairah Cinta Sang Model

Gairah Cinta Sang Model
Bab 9


__ADS_3

"Bagiku melihatmu adalah luka yang terbesar untukku.. "


-Cathrine Alea-


Jangan lupa komen dan followw cerita akuu


Happy Reading


Sesaat kita pernah berada dalam posisi bingung ingin berbuat apa? Dan terkadang kita merasa semua adalah salah. Dimana kita memilih pergi tapi hati masih menginginkan dan dimana kita bertahan semakin sakit pula hal yang kita rasakan.


Lantas bagaimana dengan diriku? Terus merutuki segala hal tanpa fikir panjang..


Mas, Kenapa kita ditakdirkan bersama jika engkau masih menginginkan wanita itu?


Sesulit itukah engkau meninggalkannya?


Apa engkau masih terbekas perasaan padanya?


Sejauh mana aku menahan semua? Hiks!


Cathrine menggendong buah hatinya sembari meneteskan air matanya tiada henti. Di hidupnya ia hanya berharap bisa hidup bahagia dengan keluarga kecilnya namun kenapa semua harus terjadi?


"Minumlah dahulu dek.. ". Ucap Yohan menyodorkan segelas air putih untuk adiknya. Cathrine mengangguk dan Yohan membantu adiknya tuk minum. Setelah selesai Yohan menaruh kembali gelasnya.


Di mata yohan ia masih melihat tatapan sedih adiknya. Air mata yang terus menetes membuat hati Yohan sedih. Ia masih tak habis pikir kenapa Rayn berani melukai hati adiknya.


Yohan menghampiri Adiknya dan duduk jongkok di hadapan cathrine. Yohan bingung dengan keputusan yang diambil adiknya. Dalam hati kecilnya ia ingin bertanya namun ia takut melukai hati adiknya.


"Kak, Anakku ini ku beri nama Reihan Adam Khan yang berarti hadiah dari tuhan yang pertama. Dia adalah hadiah terindah untukku kak.. Di tengah semua yang ku hadapi aku ingin dia selalu mengenal dirinya sebagai hadiah terindah untukku." Ucap Cathrine memberikan nama yang indah pada buah hatinya


"Nama yang bagus dek.., semoga Reihan kelak menjadi anak yang selalu mengerti keluarga. " Balas Yohan


"Aminn, Kak aku ingin kau merawat anakku.. ". Pinta Cahtrine pada kakaknya


"Maksud kamu gimana dek? ". Tanya Reihan mengerutkan alisnya


"Aku dan Reihan tak akan tinggal di rumah Rayn. Untuk sementara aku akan menghindar dari Rayn. Aku akan sering menemui Reihan saat Rayn tak datang padamu kak. " Tutur Cathrine pada Yohan


"Apakah kamu jadi cerai dengan Rayn dek?". Tanya Yohan


"Tidak, aku ingin Reihan memiliki orang tua yang utuh kak. Aku akan tetap melakukan kewajibanku sebagai istri maupun ibu namun aku tak ingin melihat Rayn. Aku akan tetap datang ke rumah Rayn Sebagai istrinya yang menyiapkan semua kebutuhan Rayn tapi dia tak akan bisa melihatku. Itulah keputusanku kak.. " Jelas Cathrine pada Yohan


Dek, segitu bencikah dirimu pada suamimu?


Memang kau selalu terbaik mengambil keputusan tapi apa itu tak melukaimu lagi yang mencoba bertahan?  Gumam Yohan dalam hati kecilnya


"Baiklah kalo itu keputusanmu dek.., aku akan tetap mendukungmu." Ucap Yohan


"Kak aku akan pergi dari sini. Aku tak ingin melihat Rayn kak jadi aku titip Reihan padamu." Ucap Cathrine


"Baiklah dek.. ".


"Reihan, kamu jangan nangis ya sama uncle Yohan. Bunda sayang sama kamu." Pamit Cathtine mengecup buah hati yang digendongnya. Kemudian ia memberikan Reihan pada kakaknya. Cathrine berdiri dari kursi roda dan mulai pergi meninggalkan buah hatinya dan kakaknya.

__ADS_1


Sesaat hatinya ingin menangis namun ia harus kuat demi keluarganya yang utuh. Karena inilah keputusan terbaik untuknya, Rayn dan buah hatinya.


Ketika urusannnya selesai dengan Amanda Rayn segera kembali ke kamar inap istrinya. Ia senang akhirnya dirinya bisa berdamai dengan masa lalunya dan kini dirinya bisa fokus dengan keluarga kecilnya.


Rayn berjalan ke arah kamar inap istrinya namun dirinya terhenti ketika melihat kak Yohan di depan kamar istrinya.


"Kak Yohan.. ". Panggil Rayn sembari menghampirinya


Kak Yohan menoleh ketika ia mendengar suara adik iparnya. Ia menghapus air matanya dan tersenyum ke arah Rayn "Eh Rayn, kamu dari mana aja? " Tanya Yohan berpura-pura terliat baik


"Jalan-jalan di lobby sambil nunggu. Ini Anakku kak? " Tanya Rayn melihat bayi yang digendong Yohan. Ya, dia adalah buah hatinya yang sangat mirip dengannya


"Iya Rayn.. ".


"Bolehkah aku menggendongnya kak?" Tanya Rayn


"Gendong lah Rayn.. ".


Rayn menggendong buah hatinya yang sangat mirip dengan wajahnya. Namun matanya dan hidungnya mirip istrinya. Rayn meneteskan air matanya. Ia bahkan tak percaya telah menjadi seorang ayah bagi keluarga kecilnya. Ya, ini semua karena istrinya yang selalu sabar dengannya.


"Kak, apakah cathrine sudah memberi nama anakku? " Tanya Rayn


"Sudah, dia memberi nama yang bagus. Namanya adalah Reihan Adam Khan. Dia adalah hadiah terindah untuk cathrine dan dirimu di tengah keluarga kecil kalian." Jawab Yohan


"Nama yang sangat indah untukmu jagoanku.. ".


Rayn ingin sekali mengambil gambar anaknya dengan istrinya bersama. Ia berjalan masuk ke kamar inap istrinya Namun kenapa ia tak melihat istrinya cathrine?


"Rayn, Cathrine pulang sama mama duluan.. ". Jawab Yohan dengan lirih


"Apa? kenapa dia tak bilang padaku kak? " Tanya Rayn dengan cemas


"Dia tak ingin kau kesusahan dan satu hal Cathrine ingin Reihan dirawat olehku di rumahku. Kamu bisa datang menjenguk Reihan kapanpun Rayn." Tutur Yohan dengan lirih


"Kenapa harus kakak yang merawat Reihan? Aku pun bisa merawatnya dan tentunya bersama istriku.. ". Tanya Rayn bingung mendengar pesan istrinya yanh disampaikan oleh kakaknya


"Hanya itulah permintaan istrimu dan satu lagi ku harap kau segera peka dengan semua yang terjadi." Ucap Yohan dengan sinis


"Kak, maksud kak Yohan apa? Apa aku membuat kesalahan lagi pada cathrine? "


"Tanyakan hal itu pada dirimu sendiri.., Oh iya satu hal lagi Rayn  mulai besok aku akan membawa Reihan ke rumahku."


Yohan meninggalkan Rayn dan ponakannya sendiri. Yohan tak ingin memberitahu luka yang dirasakan adiknya pada Rayn. Karena adiknya masih ingin keluarga kecilnya terliat baik-baik saja.


Rayn menatap bayi kecil mungilnya. Perpaduan wajahnya dan cathrine sangat terliat jelas. Dan dalam hati kecil Rayn bertanya


Kesalahan apalagi yang ku lakukan padamu istriku?


Hari-hari berjalan seperti sedia kala. Sesuai permintaan cathrine Reihan dirawat kakaknya hingga kini berusia 6 tahun. Sedangkan Cathrine tetap menyiapkan segala kebutuhan keluarganya. Meski dirinya harus bolak-balik ke rumah Rayn dan kakaknya.


Ya, Selama 6 taun ini Rayn tak pernah melihat istrinya namun semua kebutuhan yang ia butuhkan selalu disiapkan istrinya. Bahkan kata pembantunya cathrine selalu datang ke rumah Rayn sebelum dirinya bangun dan Cathrine akan pergi ketika Rayn telah bangun. Mulai dari sarapan, bersih-bersih semua cathrine lakukan tanpa Rayn melihatnya. Bahkan baju kerjanya selalu ia dapatkan dengan rapi di kamarnya.


Rayn tak habis pikir kenapa cathrine melakukan itu selama 6 taun. Rayn selalu berfikir kesalahan apa yang dia perbuat hingga cathrine tak ingin melihatnya?

__ADS_1


Rayn selalu mendatangi rumah kak Yohan tuk menjenguk anaknya Reihan. Dan semua ia lakukan atas keinginan Cathrine meskipun mamanya selalu bertanya tentang alasan Reihan dirawat kak Yohan dan bukan keluarganya?


Rayn hanya bisa menjawab dirinya terlalu sibuk dan percaya kak Yohan dapat merawat Reihan. Rayn selalu menutupi rumah tangganya yang retak selama 6 taun ini dari orang tuanya. Ia tak ingin orang tuanya kecewa atau ikut campur dalam rumah tangganya. Dan ia yakin bahwa dirinya bisa menghadapi cobaan dalam rumah tangganya.


Selama 6 taun ini Rayn selalu berdoa agar dirinya bisa bertemu dan melihat istrinya. Rayn hanya ingin melihat wajah istrinya yang sendu dan tawanya yang indah. Tepat Hari ini Rayn akan menjenguk Reihan tuk diajak jalan-jalan. Sebelum berangkat ke rumah kak yohan ia menatap foto pernikahannya. Wajah cathrine yang tersenyum hangat memeluk dirinya sungguh membuat Rayn rindu.


Aku harap hari ini bisa melihatmu istriku..


Aku sangat rindu padamu..


Hari ini tepat 6 taun ia tak melihat wajah suaminya. Cathrine telah berhasil melakukan keputusannya. Dan hari ini juga hari terbahagia untuk cathrine. Ya, hari ini hari dimana jabatannya naik di perusahaan. Segala hal kerja kerasnya kini menghasilkan buah yang manis. Selain naik jabatan Cathrine pun mendapatkan bonus dari bosnya. Rasanya ia ingin membawa putra kesayangannya untuk jalan-jalan dengannya.


Ia bersiap-siap dengan mengenakan gaun peach yang tampak kalem untuknya. Tak lupa ia mengenakan auter panjang yang senada dengan gaunnya. Setelah memoles wajahnya ia mengambil ponselnya dan menekan nomer kak yohan tuk menelfonnya.


"Halo kak yohan, Hari ini aku akan mengajak Reihan jalan-jalan. Tolong bilang ke dia untuk bersiap yaa.. Aku pergi sekarang.. ".


"Tapi dek... ". Jawab Yohan dengan terbata-bata namun sambungan telfonnya cathrine matikan karena ia tak mau menunggu lama


Tut..


Cathrine segera turun dari apartemennya dan menuju ke mobilnya. Ia menyalakannya dan mulai mengemudikan mobilnya ke arah rumah kak yohan. Dirinya benar-benar bahagia dan tak sabar melihat Reihan yang senang diajaknya jalan-jalan.


Setelah 15 menit sampailah cathrine pada rumah kak Yohan. Ia menutup pintu mobilnya tergesa-gesa dan berlari masuk ke dalam rumah kak yohan. Ia membuka pintu dan melihat Reihan yang berdiri menatapnya.


Cathrine berlari memeluk putra semata wayangnya "Reihan sayang.. Mama sangat merindukanmu".


Reihan membalas pelukan mamanya dan berkata "Aku juga merindukanmu mama.. ".


"Hari ini mama akan mengajakmu jalan-jalan sayang.., kamu mau kan? " Tanya Cathrine kepada Reihan


"Apakah mama dan papa akan mengajakku jalan-jalan bersama? ". Balas Reihan dengan bertanya lugu ke arah Cathrine


"Apa? Papa? ".


"Iya papa mama.., itu papa ada disini". Jawab Reihan sembari menunjuk ke arah Rayn


Cathrine melepaskan anaknya dan melihat sosok yang selama ini ia hindari.


Rayn? Kapan Rayn datang kesini?


Cathrine dan Rayn saling memandang satu sama lain. Rayn tersenyum hangat ke arah istrinya yang selama ini ia rindukan.


"Istriku.. ".


"Rayn.. ".


Mereka sama-sama membeku dan saling memanggil satu sama lain. Sorot mata Rayn tak berhenti menatap istrinya yang sangat ia rindukan. Ia menghampiri istrinya dan memegang kedua tangan istrinya. Ia tersenyum hangat di hadapan Cathrine.


"Kamu apa kabar istriku? "


"Bagaimanapun kau kabur dariku jika semesta berestui kita, Aku kan bertemu denganmu lagi.. ".


-Rayn Adam Khan-

__ADS_1


__ADS_2