Gairah Cinta Sang Model

Gairah Cinta Sang Model
Bab 41


__ADS_3

"Kirani bukanlah gadis seperti itu! Aku tak akan percaya pada orang selain dirinya mengatakannya!"


- Reihan Adam Khan -


Reihan Pov


Sebuah pesan misterius yang datang padaku membuatku termenung. Dadaku terus bergemtar hebat begitu juga tubuhku. Pikiranku melayang kemanapun. Adapun pesan yang ku dapat berbunyi.


From : 62856xxxxx


Hello Tuan Reihan. Aku hanya ingin mengirimi anda foto ini. Mungkin anda tertarik saat melihat foto ini.


Give A Picture Of Kirani


Jika anda penasaran pada penjelasan ini temui aku di kafe resort.


Sintiya El malik


Selain pesan itu, aku juga mendapati sebuah foto. Sebuah foto yang membuatku begitu syok. Foto itu adalah foto Kirani dengan tuan Rafael. Foto Kirani yang berpakaian seksi seraya memeluk dada bidang tuan Rafael yang terbuka tanpa sehelai kain.


Hatiku memanas dan mendidih. Pikiranku melayang kemana-mana. Aku pun sejenak berfikir.


Tapi apa benar ini nomer adik tuan Rafael?


Tak mungkin deh! Aku harus cek nomernya di get kontak!


Aku harus memastikannya terlebih dahulu agar tak gegabah!


Sebelum keluar dari aplikasi whatyoo, ku salin nomer yang tak dikenali tadi. Aku keluar dari aplikasi whatyooku dan menggeser ke samping untuk mencari aplikasi get kontak. Setelah ku temukan, segera saja aku masuk ke aplikasi get kontakku. Mengetikkan beberapa nomer yang telah ku salin. Lalu aplikasi get kontak itu mendeteksi dan beberapa saat kemudian hasilnya muncul.


Nama Sintiya El Malik yang muncul dari hasil pencarianku. Aku terdiam sejenak.


Jadi nomer itu benar nomer Sintiya El malik adiknya tuan Rafael!?


Namun sebenarnya apa hubungannya Sintiya dengan Kirani?


Adakah hubungan antara mereka berdua?


Lalu apa hubungan Kirani dengan Tuan Rafael?


Apa sebenarnya mereka memiliki hubungan spesial?


Tapi jika hal itu benar lalu kenapa Kirani tak mengenal tuan Rafael?


Sepertinya tuan Rafael mengenal baik Kirani namun Kirani selalu menampiknya.


Lalu kejadian di rumah sakit itu? Kirani tampak takut sekali dengan tuan Rafael. Kenapa dia takut saat bertemu tuan Rafael?


Hal apa yang menjadi alasannya?

__ADS_1


Apa jangan-jangan tuan Rafael memiliki kaitan dalam masa lalu Kirani?


Tapi apa?


Di foto ini tersirat jelas tuan Rafael yang menatap Kirani dengan tatapan penuh cinta. Dan Kirani yang tersenyum manis.


Lalu saat itu juga Kirani sempat ketakutan juga melihat Sintiya adiknya tuan Rafael. Sebenarnya sejauh apa keterkaitan mereka bertiga?


Apakah mereka berdua saling berkaitan dengan masa lalu Kirani?


Tapi apa?


Alasan apa Sintiya mengirimkan aku hal ini?


Argh! Berpikirlah Reihan!


Aku berfikir keras. Memikirkan segala dugaan yang ada di pikiranku. Pikiranku bercabang dan dipenuhi oleh penduga yang buruk. Pikiran negatif thinking selalu berkelibat dalam pikiranku. Aku mencoba mengusir dan menampiknya namun lagi-lagi saat aku melihat foto itu yang menjadi kenyataannya membuatku meluruhkan keyakinanku. Keyakinanku tenggelam dalam dan berubah menjadi keraguan.


Selama ini aku mencoba untuk memahami Kirani dengan baik namun tak ada sedikitpun hal ia mau terbuka denganku. Aku merasa ia masih menutup dirinya rapat-rapat denganku. Entah aku tak tau apa alasannya.


Mungkinkah dia tak percaya padaku?


Atau ia masih belum merasa aman pada diriku?


Entahlah...


Aku sangat pusing memikirkannya..


Aku kurang apa sebenarnya?


Aku sudah cukup sempurna dalam memahaminya tapi kenapa dia masih belum ingin membuka diri denganku?


Ku luapkan rasa kecewaku yang bersemayam dalam hatiku. Namun saat aku masih merenung, ku dapati suara ponselku yang berdering keras. Ku berdecak kesal.


Siapa sih yang menelfon di waktu yang gak tepat!


Tapi apa telfon itu dari Kirani?


Jika Iya maka aku akan senang sekali!


Aku masih berfikiran positif thinking. Menghalau pikiran untukku. Ku balik badan dan melangkah ke ranjangku. Ku ambil ponselku yang berada di kasur. Ku liat sebentar layar notifikasiku yang menampilkan nomer yang tak dikenal tadi. Ku kira telfon itu dari Kirani namun kenyataannya berbeda. Nomer tak dikenal tadi yang menelfonku ternyata.


Aku merasa malas sekali untuk mengangkat telfon itu. Ku biarkan saja dengan meletakkan ke dalam saku celanaku dan ku berjalan ke arah balkon. Menyulut rokok dan menghembuskannya.


Huft merokok adalah cara yang tepat untuk mengusir masalahku yang ada di pikiranku..


Aku mencoba untuk menikmati rokok yang ku hisap seraya melihat pemandangan dari balkon. Namun lagi-lagi ponselku terus berdering. Suara notifikasi pesan pun bersahut-sahutan. Aku merasa jengkel dan tak bisa menikmati rokokku dengan tenang nan nyaman. Alhasil ku keluarkan kembali ponselku dari dalam saku celanaku. Ku letakkan rokokku di asbak. Ku usap layar ponselku dan melihat pesan dari nomer whatyoo Sintiya.


From : Sintiya El Malik

__ADS_1


Kau beneran tak mau datang menemuiku?


Kau akan menyesal jika kau tak mau datang kepadaku. Tapi tenang saja aku masih baik dan sabar maka dari itu ku kirimkan foto lagi.


Aku yakin kau akan mau menemuiku. Kalo kau mau menemuiku temui aku di kafe resort malam ini.


Aku tunggu kedatanganmu tuan Reihan tampan muah!


Sintiya El Malik send a picture to you..


Aku merasa penasaran dengan foto yang dikirim oleh Sintiya. Namun jariku terhenti dan tak ingin membukanya. Hati dan pikiranku tak sinkron. Hatiku tak menginginkan untuk membukanya namun logikaku membuat ingin membuka foto itu.


Argh apa yang harus ku lakukan?


Haruskah aku membuka foto itu?


Tapi apa tak apa?


Aku tak ingin terjebak pada pancingannya!


Aku yakin jika Sintiya memiliki niatan buruk padaku dan Kirani!


Tapi jika aku tak mengetahui kenyataan foto itu maka aku tak akan tau kebenarannya!


Sudahlah Reihan buka saja foto itu!


Kau juga butuh tau kenyataannya bodoh!


Jangan munafik!


Jika kau tak membukanya kau akan terus penasaran!


Jika hal itu baik untuk menyelesaikan semuanya maka kau bisa tau sedikit demi sedikit masa lalu dari calonmu Kirani..


Bukannya kau sangat penasaran pada masa lalu Kirani?


Untuk apa terus menampiknya?


Pikirkanlah dengan baik!


Bukalah foto itu!


Pikiranku bercabang dan memiliki dua sudut pandang yang berbeda. Satu sisi aku tak ingin mengetahuinya dan satu sisi lagi aku sangat penasaran dengan isi foto itu.


Ku kepalkan tanganku seraya berucap, "Sudahlah biar ku buka saja foto itu! Daripada aku penasaran!"


"Aku juga perlu mengetahui kebenaran agar asumsiku tak menjalar kemana-mana!"


"Aku tak ingin berfikiran buruk terus!"

__ADS_1


Sudah ku putuskan untuk membuka foto yang Sintiya kirimkan padaku. Ku lafalkan doa saat membukanya. Sebuah foto yang menampilkan sebuah pemandangan indah dan dua orang yang sangat ku kenali. Ada lilin yang menyala. Menampilkan sebuah tulisan 'Will You marry Me Kirani Agista Hanindita'


__ADS_2