
..."Semua terdiam tanpa kata ketika aku memandangmu, Hati bergetar hebat dan tangan yang ingin saling merengkuh. Apakah masih ada kesempatan untukku dapat bersandar sejenak di bahumu? "....
...#Rafael Aditya Al Malik #...
...Jangan lupa like, komen dan followw aku 🤗💙...
...Happy Reading ~^^...
Kini waktu berubah dalam sekejap. Mengubah perpisahan menjadi sebuah pertemuan. Menemukan rindu yang terhimpit di relung hati. Debaran jantung pun tak berhenti berdetak dengan kencang. Sejenak langkah kaki berhenti bergerak. Ya, kini Rafael terdiam memaku di depan sosok yang sangat dia cintai. Sosok seseorang yang telah pergi darinya dulu
Takdir macam apakah ini tuhan?
Kenapa harus ada pertemuan setelah perpisahan terjadi?
Tak puaskah kau menyiksa perasaanku?
Dan Kini kenapa ku harus melihatnya kembali? Untuk apa?
Untuk kembali menyiksa diriku lagi kah? Dengan semua rasa bersalahku?
Apakah ini menjadi jalan untuk lagi kah?
Hati Rafael terus mencoba menolak kembalinya perasaannya namun apa dayanya jika hatinya terus menginginkannya. Rafael menatap Kirani dengan mata sendunya. Mencoba menyiratkan perasaan yang ia rasakan. Bibirnya keluh ketika ingin memanggil namanya
"Kirani.. ". Panggil Rafael dengan berkaca-kaca
"Kak Rafael.. ".panggil Kirani bersamaan
"Joshua.. ". Panggil Anna menatap mata joshua
"My Anna.. ". Panggil Joshua menahan air matanya
Mereka sama-sama saling menatap tanpa kata. Dan air mata turun tiada henti tanpa sebuah alasan kecuali "Rindu"
Apakah inikah sebuah takdir tuk kesekian lamanya?
Joshua yang melihat sosok yang sangat dirindukan dengan penampilan yang berbeda, ia langsung pergi meninggalkan Rafael. Sedangkan Anna meminta persetujuan kirani tuk berusaha mengejar joshua . Kirani mengiyakan dan Anna pun mulai berlari mengejar joshua.
Sedangkan dirinya dan Rafael hanya diam membeku. Tanpa kata yang terucap. Rafael berusaha mengalihkan pandangannya pada kirani. Tak lama kemudian sosok Sintiya menghampirinya
"Kak, Ayo.. ".
Sintiya mengamit tangan Rafael namun tiba-tiba langkahnya terhenti ketika melihat sosok sahabatnya. Sosok sahabat yang sangat ia rindukan.
"Ran..". Sapa Sintiya berurai air mata
"Sintiya.. ".
Sintiya melepaskan tangannya dari Rafael dan berlari memeluk erat sahabatnya. Kirani yang mendapatkan pelukan dari sahabatnya pun langsung membalas pelukan itu.
"Lu apa kabar? ". Tanyaa Sintiya
"Iam fine sin.., kamu sendiri gimana? Tambah feminim aja nih tumben? Hehe". Ujar Kirani memberikan sebuah gurauan
"Haish.., gimana gua baik orang lu jahat sama gua. Udah diem, gua mencoba tuk feminim haha". Balas Sintiya
"Oh ada tambatan hati yang baru ya kali ini? Ehem.. ". Ejek Kirani memberi gurauan pada sahabatnya
Sintiya melirikkan bola matanya dan tersenyum "Ih kepo kamu.. ".
"Udah ngaku aja atau aku gelitiki nih.., ayo cepet ngaku aja". Ujar Kirani mencoba menggoda sahabatnya kembali
"Eh enak aja .., mana mau gua. Lu gak bakal bisa wlek". Ledek Sintiya
" Dek gua masuk dulu ya, permisi". Sahut Rafael dari belakang mereka. Kemudia ia berjalan meninggalkan mereka
__ADS_1
Kirani menatap Punggung Rafael yang meninggalkannya dengan aneh. Dari dalam hati kecilnya ini sangatlah menyakitkan. Pertemuan tanpa adanya tutur sapa sama sekali padahal dirinya sangat merindukan sosok pemudanya.
Apa? Kenapa dia tak sedikitpun bicara denganku ? Bahkan senyum saja tidak. Apakah kali ini kau melupakanku kak?. Gumam Kirani dalam hati kecilnya. Ingin sekali ia meneteskan air matanya namun dirinya tak boleh sedih karena ada sahabatnya di sampingnya.
Sintiya menghampiri sahabatnya yang tengah menatap kepergian kakaknya. Memegang bahu sahabatbya dengan pelan"Ran, Apa lu sedih saat Kak Rafael tak bicara denganmu? ".
Semua sepi tanpa kata itulah yang kirani rasakan sekarang~
...🍂🍂🍂🍂...
Di sisi kebekuan Rafael dan Kirani, Kini ada sesosok pasangan yang tengah saling mengejar. Seorang wanita berambut panjang berwarna hitam kecoklatan berusaha mengimbangi langkah pemuda yang dikejarnya. Walaupun ia harus merasakan capek. Berulang kali Anna memanggilnya namun pemuda itu tak menghiraukannya
"Joshua tunggu.. ". Panggil Anna dengan terengah-engah
Anna terus berusaha mengimbangi langkah joshua dengan cepat tanpa memperhatikan langkah jalannya. Dan saat ada sebuah lubang kecil langkah anna tiba-tiba tak seimbang hingga kakinya terbentur dengan keras
Duagh!
"Aw.. ". Rintih Anna
Joshua langsung menoleh ketika mendengar suara seseorang yang terjatuh dengan keras. Ya, dia melihat Anna yang terjatuh sembari memegangi kakinya. Ia langsung berbalik ke arah anna dan menghampirinya. Joshua duduk di depan Anna. Berusaha membantu Anna tuk terbangun. Namun Lagi-lagi Anna tak bisa bangun
"Bisa bangun gak? ". Tanya Joshua dengan sedikit marah
"Aduh sakit jo! Hiks". Rintih Anna
"Coba lagi.. ". Jawab Joshua dengan sedikit kasar
"Gak bisa ya gak bisa jo! Kenapa dipaksa sih! Sakit tau Hiks! ". Teriak Anna menangis dengan deras
Hati joshua tersentuh dan ia merasa sangat salah karena memperlakukan anna dengan kasar. Ia langsung memeluk Anna dengan Erat.
"Maafkan aku My Anna.. ". Tutur Joshua dengan lirih. Memberikan pelukannya dengan erat dan menumpahkan segala kerinduan yang terhimpit. Memberikan sedikit elusan tuk menenangkan tangisan Anna
Joshua mengusap bibir Anna dengan sensual, berusaha menahan hasratnya yang ingin menciumnya "Sekarang kita ke hotel ya agar aku bisa mengobatimu.. ".
Anna menatap joshua dengan sendu dan mencoba merasakan sentuhan jari joshua yang mengusap bibirnya dengan sensual serta berusaha menjawab ucapan joshua "Iya.. ".
Setelah ia mendapatkan persetujuan Anna, Joshua langsung menggendong anna tuk menuju hotel terdekat. Anna kembali merasakan kehangatan yang sangat ia rindukan selama ini! Ia menyembunyikan wajahnya yang memerah agar joshua tak melihatnya.
Setelah menemukan hotel terdekat, mereka masuk dan memesan kamar hotel tuk semalam. Para penjaga menatap mereka dengan iri karena keromantisan mereka. Terlebih tubuh gagah Joshua yang mengangkat Anna dan tak ingin melepaskannya. Ketampanan joshua pun tak kalah dilirik pada pegawai di hotel. Anna kesal melihat para pegawai hotel menatap lelakinya dengan menggoda.
Ia harus melakukan sesuatu agar mereka tau bahwa joshua adalah miliknya! Pikir Anna
"Sayang.., ayo aku udah gak sabar hmm ". Manja Anna dengan memberikan elusan tangannya ke wajah joshua
Joshua melirik Anna dengan bingung, mencoba memahami apa yang dimaksud dengan perkataan Anna. Anna mengarahkan matanya dengan malas dan berusaha menunjukkan kode ke joshua yang tak peka!
Joshua melihat ke kanan dan kiri. Joshua pun sadar ketika ternyata dirinya sedang diamati dengan banyak pegawai gadis disini. Proses pemesanan pun begitu lama juga, Pantesan huh!
Joshua melihat ke arah Anna dengan tatapan cintanya. Menyunggingkan senyumnya dan kemudian memberikan ciuman di kening Anna
"Iya sayang sabar yaa, Aku juga gak sabar tuh menikmatimu hihi". Ujar joshua dengan nakal
"Aih, disini banyak orang sayang malu tau". Cicit Anna dengan malu-malu
"Oh iya ya, can you give me the keys fastly madam? ". Ujar Joshua menanyakan kepada resepsionis
"Yes sure mister.., this is the keys".
"Okey, thank you.., C'mon honey". Ujar joshua kepada Anna
Setelah melakukan pembayaran dan mendapatkan kunci mereka langsung pergi dari hadapan orang yang menatap mereka. Anna bersembunyi di pelukan joshua sedangkan joshua semakin mengeratkan gendongannya. Di tengah lift, joshua melirik ke arah Anna
"Baby.., aktingmu begitu bagus tadi haha". Puji Joshua kepada Anna
__ADS_1
Anna menatap joshua dengan sedikit manja dan kesal "Ih, jangan mengejekku kamu".
Joshua menatap Anna dengan tatapan penuh cinta "Sungguh my anna.., hingga aku tak tahan ingin menciummu! ".
"Kau begitu tak tahankah jo? Hahaha". Ejek Anna ke joshua, tertawa melihat ekspresi joshua yang menahan keinginannya
"Diam Kamu.., di kamar nanti habis kamu".
Ting!
Lift terbuka joshua berjalan mencari kamarnya. Setelah menemukan angka 2978 yang berarti kamar pesanannya, joshua membuka pintu dan masuk ke dalam kamar. Meletakkan Anna di pinggir ranjang. Ia mengambil baskom yang berisi air. Kemudian ia mulai membersihkan luka di kaki anna . Ia membuka kotak P3k dan mengambil obat merah. Menuangkan sedikit ke kapas dan mengusapkan pelan ke luka anna
"Aw.., sakit jo". Rintih Anna
"Tahan sebentar ya sayang.. , pegang bahuku jika sakit ".
Setelah selesai memberi obat merah joshua menutup luka anna dengan kapas dan hansaplas.
"Kamu disini dulu ya, aku ingin keluar bentar".
"Kemana?".
"Ambil pesanan makanan di depan pintu ".
"Baiklah.. ".
Joshua melangkah ke depan pintu, Anna termenung tiba-tiba dengan kejadian hari ini. Ia kepikiran kondisi saudari kembarnya. Apakah Kirani akan baik-baik saja?
Anna mengambil ponselnya di tas dan mencari kontak Kirani. Ia menelfon saudari kembarnya. Namun ia tak mendapatkan balasan
From : Kak Anna
For : Kirani My Twin
Ran, lu gak apa-apa kan? Angkat telfonku sekarang!
Send..
Ting!
From : Kirani My Twin
To : Kak Anna
Aku tak apa kak, enjoy it with kak Joshua^^
From : Kak Anna
To : Kirani My Twin
Okey, Take care yourself ^^
Setelah mengetahui keadaan saudari kembarnya baik-baik saja, Anna menaruh kembali ponselnya di atas. Ia kaget melihat joshua yang berada di depannya. Joshua meraih telapak tangan Anna. Mencium punggung telapak tangan anna dengan penuh cinta. Anna terpaku melihat sikap romantis joshua. Joshua menatap anna kembali
"Kamu lagi chat sama siapa? ". Tanya Joshua penuh penasaran dan curiga
"Hmn siapa ya, pacar aku di sidney dong". Goda Anna berpura-pura kembali
"Kamu milikku Anna! Hanya aku yang bisa memilikimu! ". Ujar Joshua dengan nada tinggi
"Dengarkan aku, Dimanapun kamu berada hati ini tak akan berpaling darimu karena kamu adalah alasan kebahagiaanku baik sekarang dan di masa depan. Aku mencintaimu Joshua Kallandra ".
..."Perempuan bisa bertahan dengan lama pada keadaan seorang laki-laki, namun ia akan berpaling jika sikap pasangannya tak lagi bisa dipertahankan "....
..."Sejauh apapun jarakku denganmu cintaku kan tetap untukmu di setiap dekapanku "....
__ADS_1