Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 103 : Kabar bahagia.


__ADS_3

2 Bulan berlalu...


Terapi yang di lakukan oleh Clarissa berjalan dengan lancar, kini wanita itu bisa berjalan meski hanya baru beberapa langkah.


Dan selebihnya masih harus di dampingi oleh orang lain.


Brian yang melihat kemajuan pengobatan Clarissa pun merasa bahagia, setidaknya kini istri nya sudah bisa berjalan lagi.


"Berjalan lah pelan-pelan." Ucap Brian sambil memapah Clarissa.


"Iya.." Jawab Clarissa sambil tersenyum.


Baru beberapa langkah Clarissa langsung terjatuh ke lantai, tapi dengan sigap Brian langsung menahan tubuh istri nya.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Brian.


"Iya aku baik." Jawab Clarissa.


"Sekarang kita kembali lagi ke kursi roda, oke." Ucap Brian.


"Baiklah." Jawabnya.


Kemudian Brian kembali memapah Clarissa ke kursi roda, setelah itu Brian langsung membawa Clarissa menuju ruang makan karena dari tadi Clarissa belum makan sedikit pun.


"Tapi aku gak lapar." Ucap Clarissa.


"Kau harus makan, Clarissa. Agar kau punya tenaga." Jawab Brian


Clarissa hanya memonyongkan bibirnya, entah kenapa akhir-akhir ini dia tak enak makan.


"Ini makanlah." Ucap Brian sambil memberikan nasi dengan daging ayam.


Clarissa yang mencium bau daging pun langsung mual dan ingin muntah, Brian yang melihat istri nya seperti itu langsung menjauhkan makanan tersebut.

__ADS_1


"Kita ke dokter yah." Aja Brian.


"Enggak usah, aku baik kok. Mungkin ini cuman masuk angin biasa." Jawab Clarissa.


"Baiklah, kalau itu yang kau inginkan." Ucap Brian.


"Apa kau bisa membawa ku ke kamar?" Tanya Clarissa.


"Baiklah." Jawab nya.


Kemudian Brian membopong tubuh Clarissa ke dalam kamar, di dalam kamar. Clarissa nampak terdiam, seperti ada sesuatu yang salah tapi apa.


"Ini tanggal berapa?" Tanya Clarissa.


"Tanggal 23." Jawab Brian.


Clarissa yang mendengar jawaban dari Brian pun terdiam, rupanya Clarissa sudah telat datang bulan.


"Ada apa?" Tanya Brian heran saat melihat istri nya hanya diam tanpa berkata sedikit pun.


"Telat apa?" Tanya Brian.


"Aku telat datang bulan." Ucap Clarissa.


"Lantas, kalau telat memang nya kenapa?" Tanya Brian heran.


"Kau ini, kalau aku telat berarti aku hamil." Ucap Clarissa.


"Oh.. Hamil.." Ucap Brian tapi sedetik kemudian Brian langsung membulatkan matanya. "Apa hamil?" Tanya Brian dengan nada serius bercampur senang.


"Iya, tapi ini hanya baru nebak doang." Jawab Clarissa.


"Baiklah, kalau begitu. Aku akan memanggil dokter untuk memeriksa keadaan mu." Ucap Brian.

__ADS_1


"Ah.. Aku bisa kok melakukan tes kehamilan sendiri." Ucap Clarissa.


"Oleh mu sendiri? Lalu untuk apa ada dokter jika kau melakukan nya sendiri." Ucap Brian kesal.


Clarissa yang melihat tingkah suami nya, hanya bisa tersenyum senang. Melihat Brian yang sangat mengkhawatirkannya membuat Clarissa merasakan perasaan senang karena setidaknya sekarang Clarissa bisa merasakan bagaimana di perhatikan oleh seorang suami di saat sedang hamil.


"Apa kita harus memberitahukan berita ini kepada ayah dan ibu mu, lalu kepada anak-anak?" Tanya Brian.


"Jangan dulu, lagi pula aku belum tentu hamil. Mungkin ini hanya telat biasa." Ucap Clarissa.


"Baiklah." Jawab Brian.


Clarissa hanya tersenyum, kemudian pikirannya teringat kepada ketiga anak nya. Sudah beberapa Minggu Clarissa tak bertemu buah hatinya karena Brian menyuruh mereka untuk tinggal bersama ayah dan ibunya.


Karena sebentar lagi anak-anak nya akan masuk ke taman kanak-kanak, dan membiarkan mereka untuk pokus terlebih dahulu ke pendidikan.


Tak beberapa lama dokter yang di panggil oleh Brian pun tiba, kemudian Brian langsung di Suruh keluar oleh dokter wanita itu.


Cukup lama Brian menunggu di luar, akhirnya dokter wanita itu pun keluar dari dalam kamar dan langsung menghampiri Brian.


"Bagaimana?" Tanya Brian.


"Selamat yah Pak, anda akan menjadi seorang ayah." Ucap nya.


"Benar kah? Istri ku benar-benar hamil?" Tanya Brian memastikan sekali lagi.


"Benar, istri anda sedang hamil. Dan usia kandungannya sudah 6 Minggu." Jawab nya.


Brian yang mendengar hal itu pun langsung mengeluarkan segepok uang untuk dokter tersebut.


"Ini imbalan untuk mu." Ucap Brian.


Dokter tersebut pun langsung menerima uang itu dengan senang, setelah memberikan uang tersebut. Brian langsung masuk ke dalam kamar dan memeluk istrinya dengan lembut.

__ADS_1


"Aku akan jadi seorang ayah lagi.." Ucap Brian senang.


"Iya..." Jawab Clarissa sambil tersenyum.


__ADS_2