Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 90 : Berbuka puasa


__ADS_3

"Hahahaha..." terlihat Brian tengah tertawa sambil merangkul Clarissa, Clarissa yang kesal pun hanya bisa memukul-mukul pelan dada Clarissa.


"Hentikan, jangan tertawa lagi." Ucap Clarissa kesal.


"Kau sangat lucu, Clarissa. Bagaimana bisa kau cemburu pada Miranda." Ucap Brian yang tak bisa menahan rasa tawa nya.


"Sudah hentikan, jangan tertawa lagi. Dan mana ku tahu jika Dokter Miranda adalah transgender." Ucap Clarissa.


"Ku kira kau tahu, dan lagi mana mungkin berteman dengan seorang wanita, kecuali diri mu." Ucap Brian sedikit menggoda Clarissa.


"Harus nya kau bilang dari awal, jika kau bilang dari awal mungkin tak akan cemburu." Jawab Clarissa membela diri.


"Baiklah-baiklah, aku yang salah karena tak mengatakan yang sebenarnya. Memang nya kau tak bisa membedakan mana wanita tulen dan bukan?" Tanya Brian.


"Jelas gak bisalah, Dokter Miranda itu sudah terlihat sangat-sangat sempurna sebagai seorang wanita. Dan wajar jika aku tidak tahu." Jawab Clarissa.


"Oh yah? Tapi meski seperti itu, aku tidak bernafsu melihat body nya." Jawab Brian.


"Ya untuk apa tergoda, kau harus sadar diri. Kau sudah memiliki anak dan juga istri." Maki Clarissa kesal.


"Iya-iya, tapi meski begitu. Aku tetap menawan di kalangan para wanita." Ucap Brian.

__ADS_1


Clarissa yang kesal langsung mengambil bantal di samping nya dan memukulnya ke kepala Clarissa.


"Dasar Playboy gadungan.." Maki Clarissa kesal.


"Hentikan Clarissa.." Ucap Brian sambil tertawa-tawa.


Kemudian Clarissa mencengkeram pergelangan tangan Clarissa dan dengan senyuman licik.


Sebuah kecupan hangat mendarat di bibir mungil Clarissa, Clarissa sedikit tersipu malu saat Brian melepaskan ciuman nya.


"Ada apa ini? Tak biasanya istri ku tersipu malu seperti ini." Ucap Brian yang gemas melihat wajah Clarissa.


"Baiklah - baiklah, bagaimana jika kita menghiasi hari yang dingin ini dengan yang panas-panas." Ucap Brian.


"Maksudnya? Kau ingin makan makanan berkuah?" Tanya Clarissa yang tak mengerti maksud Brian.


"Iya aku ingin makan makanan yang lebih tepatnya nya bukan berkuah, tapi..." Ucap Brian menggantung kan kata-kata nya.


"Tapi apa?" Tanya Clarissa yang penasaran akan makanan yang ingin Brian makan.


"Makanan yang hangat dan berlendir, dan ketika di sentuh oleh tangan itu makanan tersebut sangatlah becek seperti kubangan air." Ucap Brian sambil tersenyum.

__ADS_1


Clarissa seketika langsung terdiam, otak kecil nya cukup lama mencerna maksud dari ucapan Brian.


"Dasar pria mesum..." Maki Clarissa malu.


Mendengar makin dari istri nya, Brian bukannya marah. Dia malah menciumi Clarissa dengan ciuman hangat dan panas nya, Clarissa pun hanya bisa mengikuti setiap permainan yang di mainkan oleh Clarissa.


"Sudah hampir 2 Minggu aku puasa, dan sekarang saat nya berbuka." Bisik Brian.


Clarissa yang mendengar kata-kata mesum dari suami nya hanya bisa menutupi seluruh wajah nya dengan kedua telapak tangannya, Brian hanya tersenyum dan mulai melakukan pekerjaan.


"Sekarang saat nya mencicipi makanan berlendir milik ku." Ucap Brian.


Clarissa hanya bisa menggigit bibir bagian bawahnya saat Brian mulai melakukan aksi nya.


Cukup malam mereka bercinta, dan kegiatan panas itu pun langsung membuat Clarissa tertidur nyenyak di dalam pelukan Brian.


Brian yang melihat keadaan Clarissa yang tak bisa berjalan pun hanya bisa tersenyum sendu.


"Tenang saja sayang, aku akan membuat mereka yang telah melakukan ini kepada mu, membayar mahal atas perbuatan mereka." Ucap Brian.


Karena Brian sendiri pun sudah mengetahui siapa-siapa saja yang telah melakukan semua ini pada Clarissa, hanya saja Brian ingin menunggu momen yang pas untuk membalas semua penderitaan Clarissa kepada orang-orang tersebut.

__ADS_1


__ADS_2