Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 80 : Racun.


__ADS_3

Kini terlihat ketiga anak kembar Clarissa tengah berdoa dan setelah itu mereka langsung meniup lilin. Terdengar suara tepuk tangan dari para tamu undangan yang hadir.


"Sekarang pemotongan kue." Ucap seorang MC.


Kemudian ketiga anak kembar Clarissa langsung memotong kue secara bersamaan, setelah itu mereka bertiga memberikan Potongan pertama itu kepada Clarissa.


"Kue pertama ini untuk Mommy, karena Mommy adalah orang yang paling berarti buat Jesselyn." Ucap Jesselyn sambil memberikan kue tersebut kepada Clarissa.


"Emmm.. Thanks you Sayang." Ucap Clarissa sambil mencium kening ketiga anak nya.


Dan kemudian kue kedua untuk Brian, nampak Brian senang karena dia bisa mendapatkan kebahagiaan dari ketiga anak kembar nya dan juga istri kecil nya.


"Selamat ulang tahun ponakan kecil." ucap Keyla dan Keysa.


Begitu juga dengan Nyonya Rindi, dan begitu juga Marco yang tak lupa mengucapkan selamat ulang tahun kepada Jesselyn, Jerry dan Jeremy.


Setelah acara pemotongan kue, nampak Ketiga anak kembar Clarissa tengah bermain bersama anak-anak dari rekan-rekan bisnis Brian dan juga Clarissa di sebuah ruangan khusus untuk bermain anak-anak.


"Selamat atas ulang tahun ketiga putra anda Pak Brian." Ucap Pak Daniel.


"Terimakasih juga atas kedatangan Kalian semua ke acara ulang tahun anak saya." Jawab Brian.

__ADS_1


Kemudian seorang pelayan menyediakan beberapa minuman untuk orang-orang yang tengah mengobrol.


"Ini nyonya." Ucap seorang pelayan sambil memberikan minuman kepada Clarissa.


"Terimakasih." jawab Clarissa.


Setelah itu pelayan tersebut pun langsung pergi, kemudian Clarissa langsung meminum minuman tersebut sampai habis.


Nampak Clarissa sedikit kesulitan bernapas, Clarissa memegangi dada nya yang sakit.


"Brian..." Panggil Clarissa sambil meraih tangan Brian.


Kemudian tiba-tiba darah segar keluar dari mulut Clarissa, Brian yang melihat hal itu langsung panik dan membopong tubuh Clarissa dan membawanya segera ke rumah sakit.


"Jangan sampai biarkan satu orang pun keluar dari gedung ini." Ucap Brian kepada para penjaga yang ada di gedung tersebut.


Kemudian sesampainya di rumah sakit, Clarissa segera di tangani oleh dokter dan juga perawat yang ada di sana.


Nampak Brian mundar-mandir tak karuan, rasa panik dan khawatir kini menyelimuti Brian.


"Bagaimana bisa ini terjadi, aku sudah memperketat penjagaan gedung itu. Tapi kenapa masih bisa sampai terjadi hal seperti ini.." maki Brian kesal.

__ADS_1


Kemudian Brian mengacak-acak rambut nya, dia takut jika terjadi suatu hal yang tidak di inginkan kepada Clarissa.


"Siapa? siapa yang telah melakukan ini kepada Clarissa." Gumam Brian.


Dret.. Dret.. Dret..


Telpon milik Brian bergetar, Brian dengan cepat langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Bagaimana?"


"Kami telah menemukan pelaku yang telah memberikan racun kepada Nyonya Clarissa, tapi.."


"Tapi apa? Cepat katakan."


"Pelayan itu telah meminum racun sebelum di interogasi."


Brian dengan kesal langsung membanting handphone miliknya. Orang yang telah menyakiti Clarissa telah mengibarkan bendera perang dengan Brian.


"Akan aku membuat mu membayar mahal, dan meski orang itu sembunyikan di ujung dunia pun aku akan mencari nya dan mencabik-cabik tubuh nya." Maki Brian kesal.


Tapi saat ini prioritas utama nya adalah kesehatan Clarissa, Brian tak akan beranjak sedikit pun dari tempat Clarissa di rawat sebelum kondisi Clarissa sudah di ketahui.

__ADS_1


__ADS_2