Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 117. S2 : Hukuman


__ADS_3

Roki dan Erwin nampak tengah menarik paksa seorang pria yang di tutupi kedua matanya.


Lalu Roki langsung membawa pria itu ke sebuah ruangan.


Kemudian Erwin langsung membuka penutup mata pria tersebut.


"Selamat datang," Sambut Brian.


Candra yang melihat Brian di depannya pun hanya bisa diam dengan wajah ketakutan.


"Bagaimana perjalanan ke sini, apakah menyenangkan?" Tanya Brian sambil tersenyum ramah.


"Apa maksudnya ini?" Tanya Candra kesal karena dia tiba-tiba di bawa ke sini oleh Brian.


Brian pun hanya tersenyum, "Tidak, aku hanya merindukan mu saja. Apa tidak boleh?" Tanya Brian sambil menatap penuh ejekan kepada Candra.


Nampak Candra hanya diam, lalu matanya melihat ke sekeliling ruangan tempat nya berada.


Bug...


Sebuah tendangan mendarat langsung di perut Candra, Candra yang tiba-tiba di tendang pun hanya bisa merengek kesakitan.


Sementara Brian yang menendang Candra hanya menatap datar pria di hadapannya itu dengan tatapan dingin.


"Kenapa kau susah-susah menyewa jasa pembunuh bayaran hanya untuk membunuh ku, bukan kan lebih gampang jika membunuh ku secara langsung oleh tangan mu sendiri dan yang terpenting kau bisa menghemat uang," Ucap Brian sambil memegang dagu Candra lalu menghempaskan nya.


"Apa yang kau bicarakan aku tak paham," Jawab Candra.


Mendengar hal itu Brian pun langsung memberikan instruksi kepada Roki, lalu Roki langsung melemparkan beberapa dokumen sebagai bukti transaksi Candra dengan organisasi pembunuh.


Melihat semua itu Candra pun tak bisa berkutik, lalu dia memohon ampun kepada Brian agar mau memaafkannya dan juga melepaskan nya.

__ADS_1


"Baiklah aku akan melepaskan mu.." Jawab Brian.


"Syukur lah.."


"Tapi... Kau harus bisa kabur dari sini, dan satu lagi apa kau lihat layar monitor di sebelah sana?" Tanya Brian sambil menunjuk kan layar monitor yang menampilkan 10 anjing liar yang tengah di kurung.


"Aku beri waktu selama 2 menit untuk kau kabur dari tempat ini, dan setelah 2 menit aku akan melepaskan anjing-anjing itu. Dan setelah anjing-anjing itu di lepas kau harus kabur dari sini sekaligus lepas dari kejaran mereka. Ah.. Dan aku tak perlu menjelaskannya apa yang akan terjadi jika kau si tangkap oleh anjing-anjing karena aku yakin kau sudah tahu," Jelas Brian.


Mendengar hal itu Candra hanya bisa menelan air liur nya sendiri, kemudian Brian pun langsung menyuruh Roki dan Erwin untuk membawa Candra ke lantai dasar.


Setelah itu berada di lantai dasar Candra langsung berlari ke sana ke sini untuk mencari jalan keluar dan tempat nya berada seperti sebuah labirin yang membuatnya berputar-putar di satu tempat.


Brian yang melihat hal itu hanya terdiam, dia terus memantau pergerakan Candra dari layar monitor.


Hingga waktu yang di tentukan pun sudah habis, dengan perlahan Brian menekan tombol pembuka kandang anjing-anjing liar yang sudah tak di beri makan selama 4 hari.


Candra yang tengah mencari jalan keluar pun langsung di buat panik saat mendengar suara gonggongan anjing yang semakin mendekat ke arahnya, dengan wajah panik Candra langsung berlari kencang mencari jalan keluar.


Dan pada akhirnya Candra pun terpojok dan menjadi santapan anjing-anjing liar, Brian yang melihat Candra di makan oleh anjing-anjing tersebut hanya menatap dingin tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


"Kalian bereskan sisa nya," Ucap Brian sambil beranjak pergi dari tempat duduknya.


"Baik."


Setelah itu Brian langsung pergi ke atas bangunan dan segera naik ke helikopter miliknya, rupanya gedung yang di gunakan Brian berada di tengah hutan belantara jadi walaupun Candra bisa berhasil kabur dari gedung tersebut dia akan tetap mati oleh hewan-hewan buas di dalam hutan.


Kini Brian berada di rumah nya, hari ini semua keluarga Brian dan Clarissa berada di rumah nya untuk menemui Selena Putri kecil Clarissa dan juga Brian.


"Daddy dari mana aja?" Tanya Jesselyn.


"Daddy tadi lagi mengurus urusan sebentar, apa Oma Rindi sudah datang?" Tanya Brian.

__ADS_1


"Sudah, sekarang Oma Rindi, Tante dan juga Om lagi lihat Selena." Jawab Jesselyn.


"Baguslah, bagaimana dengan Mommy?" Tanya Brian.


"Mommy lagi istirahat di kamar." Jawab Jesselyn.


Mendengar hal itu Brian langsung berjalan ke kamar tidurnya bersama dengan Clarissa, nampak wanita cantik itu tengah membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Bagaimana keadaan mu, sayang?" Tanya Brian sambil mengelus rambut Clarissa dengan lembut.


"Keadaan ku sudah membaik, dari mana saja kau? Tadi ibu mu mencari mu, apa kau sudah menemuinya?" Tanya Clarissa.


"Belum," Jawab Brian.


"Kenapa?" Tanya Clarissa.


"Aku ingin menemui mu terlebih dahulu karena sekarang kau adalah prioritas ku," Jawab Brian.


Mendengar jawaban dari Brian, Clarissa pun tersenyum senang. Dia sangat bahagia bisa di pertemuan kan dengan pria yang telah membawa kebahagiaan untuk nya.


"Terimakasih sudah menjadi suami yang baik untuk ku," Ucap Clarissa dengan mata yang berkaca-kaca.


"Aku yang harus berterimakasih karena kau telah menjadi pelangi dalam hidup ku yang awalnya di selimuti kegelapan." Ucap Brian.


Clarissa yang mendengar ucapan manis Brian pun tertawa ringan, dengan lembut Clarissa memeluk suaminya dan mencium bibir Brian


Dan Brian pun membalas ciuman Clarissa.


"I Love U Clarissa..."


"I Love U to Brian....."

__ADS_1


__ADS_2