
Sofia yang keadaan tubuhnya semakin parah pun kini hanya bisa terbaring di atas ranjang. Rani dan Candra yang melihat keadaan putri nya menjadi seperti itu pun hanya bisa menahan rasa sedih mereka.
"Pah.. Bagaimana Sofia sekarang. Keadaan Sofia semakin parah, kita harus cepat-cepat membawanya ke rumah sakit." Ucap Rani memohon kepada suaminya.
"Rumah sakit, bagaimana kita membayar biaya rumah sakit itu. Kau tahu sekarang kondisi keuangan kita sedang tidak baik, dan aku tak sanggup membayar biaya rumah sakit." Jawab Candra.
"Tapi bagaimana dengan Sofia, aku tak mau kehilangan anak ku." Ucap Rani.
"Kita urus saja dia di rumah, pasti sebentar lagi dia sembuh." Ucap Candra sambil berjalan meninggalkan kamar Sofia.
Kemudian terdengar isak tangis dari Rani, Alvin yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum puas.
Kemudian Alvin langsung memvideokan kondisi Sofia secara diam-diam dan langsung mengirim nya ke Brian.
Brian yang mendapat video kiriman dari Alvin pun hanya tersenyum, kini sebentar lagi Sofia akan lumpuh tapi bukan hanya kaki nya saja tapi seluruh tubuh nya tak bisa di gerakkan bahkan mulutnya akan susah untuk berbicara.
"Kirimkan uang ke rekening pria itu, kita harus memberi nya hadiah atas kerja keras nya." Ucap Brian.
Tring...
Sebuah notif bank masuk ke ponsel milik Alvin, seketika mata nya langsung membulat sempurna, rasa senang dan bahagia bercampur menjadi satu.
"Aku kaya.. Aku kaya.." Ucap Alvin kegirangan.
"Sekarang aku tinggal meninggalkan rumah ini." Ucap Alvin.
Kemudian Alvin langsung membereskan semua barang-barang miliknya, tapi sebelum pergi dari rumah itu. Alvin menyempatkan dirinya untuk bertemu dengan Sofia sekaligus memberikan ucapan perpisahan.
__ADS_1
"Sofia sayang, bagaimana keadaan mu?" Tanya Alvin sambil duduk di tepi ranjang.
Tapi tak ada jawaban dari Sofia, wanita itu hanya menatap kesal ke arah Alvin.
"Apa kau bisa bicara? Bukan kah, suara mu itu paling lantang saat memaki diri ku." Ucap Alvin.
Sofia yang mendengar ejekan dari Alvin seketika marah, tapi dia tak bisa mengatakan apa-apa karena mulutnya sulit untuk berbicara.
Yang keluar dari mulut Sofia hanya suara yang tak jelas seperti orang bisu.
"Hah? Apa yang kau katakan? Aku tak mengerti." Ucap Alvin sambil memberikan senyuman mengejek.
"Oh, iya. Aku ke sini. Hanya ingin memberikan salam perpisahan, karena hari ini aku akan pergi dari rumah ini." Ucap Alvin.
Sofia yang mendengar hal itu langsung menatap kesal ke arah Alvin, sambil mengeluarkan kata-kata tak jelas.
"Ah.. Aku tahu maksud mu. Pasti kau mengatakan jika aku adalah orang miskin kalau aku pergi dari sini. Aku akan tinggal dimana? Sofia, Sofia.. Sebentar aku akan menunjukkan sesuatu kepada mu." Ucap Alvin sambil mengeluarkan handphone miliknya dan memperlihatkan notif dari bank.
Sofia yang melihat notif tersebut langsung marah kepada Alvin.
"Sekarang aku bukan orang miskin lagi, aku sudah kaya raya. Dan lagi, ada satu rahasia yang ingin aku katakan kepada mu." Ucap Alvin.
Kemudian Alvin langsung membisikkan kata-kata kepada Sofia. "Sebenarnya kau menjadi seperti ini karena racun yang ku berikan, dan itu semua adalah perintah dari suami Clarissa."
Mendengar yang di katakan oleh Alvin, Sofia pun langsung menangis dan berusaha menggerakkan seluruh tubuhnya tapi tak bisa.
Alvin yang melihat hal itu hanya tersenyum.
__ADS_1
"Selamat tinggal Sofia..."
Kemudian Alvin pun langsung pergi meninggalkan Sofia, Rani yang melihat Alvin keluar dari kamar Sofia dengan membawa koper pun langsung menghalangi Alvin.
"Mau kemana kamu?" Tanya Rani.
"Seperti yang kau lihat." Jawab Alvin.
"Memang nya siapa yang mengizinkan mu untuk pergi, hah? Kau tak boleh pergi dari sini. Dasar pria tak tahu malu, kau udah numpang hidup di sini, lalu di saat Sofia terkena musibah kau malah pergi meninggalkan nya." Maki Rani.
"Cih.. Itu hak ku untuk pergi, dan lebih baik. Sekarang kau urus saja anak mu. Aku sudah muak menjadi pembantu kalian." Ucap Alvin sambil berjalan pergi meninggalkan Rani.
Rani pun langsung marah dan terus mengomeli Alvin. Tapi Alvin hanya tersenyum dan memberikan jari tengah kepada mertuanya itu.
"Dasar menantu sialan, harusnya dulu aku tak menikah kan dia dengan Sofia." Omel Rani.
Kemudian Rani pun langsung masuk ke kamar Sofia, dan betapa terkejutnya saat dia melihat Sofia sudah terjatuh ke lantai.
"Sofia..." Teriak Rani sambil membantu Sofia untuk naik lagi ke atas ranjang.
"Kenapa kamu bisa jatuh sih.." Ucap Rani.
Nampak Sofia ingin memberitahukan ibunya atas apa yang telah terjadi kepada nya, tapi Sofia tak bisa mengatakan nya karena kini mulutnya sulit untuk berbicara.
"Apa yang kau katakan Sofia? Mama tak mengerti." Ucap Rani.
Tapi Sofia terus saja berusaha mengatakan kebenaran tentang pelaku di balik kecacatan nya itu.
__ADS_1
"Maksud mu Alvin? Pria tak tahu diri itu sudah pergi. Kau sudah tak perlu memikirkan pria tak tahu diri itu." Ucap Rani.
Sofia yang mendengar hal itu ingin sekali menjerit, tapi tak bisa.