Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 112. S2 : Memulai aksi


__ADS_3

1 Minggu berlalu...


Kini Nicolas sudah mengetahui bagaimana kondisi keamanan rumah Brian, nampak Nicolas dan Marco pun tengah menyiap-nyiapkan barang-barang yang akan mereka gunakan malam ini.


"Sekarang kita tinggal menunggu malam." Ucap Nicolas sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.


Lalu mata Marco menatap sebuah botol berisikan obat-obatan, "Obat apa ini?" Tanya Marco.


"Itu obat mati suri." Jawab Nicolas.


"Hah? Untuk apa Obat seperti ini?" Tanya Marco.


"Kau tak akan tahu, sebaiknya kau segera beristirahat karena mungkin malam ini kita harus mengeluarkan tenaga." Ucap Nicolas.


Mendengar ucapan Nicolas, Marco pun langsung pergi ke kamar tidurnya untuk beristirahat.


Melihat kepergian Marco, Nicolas pun hanya menghela nafas nya. Lalu dia langsung mengambil sebatang rokok miliknya dan segera menghisap rokok tersebut.


Malam harinya...

__ADS_1


Nicolas berjalan mengendap-endap melewati pintu belakang, sementara Marco berada di belakangnya sambil mematikan kamera CCTV di rumah Brian dengan keahliannya.


Brian yang sadar akan kedatangan Nicolas pun langsung berusaha untuk melindungi Clarissa, nampak istrinya itu tengah tertidur pulas dengan wajah yang sangat damai.


Lalu Brian langsung mengunci pintu kamar tidur Clarissa karena dia tak ingin jika Nicolas masuk ke kamarnya dan menyakiti Clarissa.


Lalu Brian pun langsung menyuruh anak buahnya untuk menghadang Nicolas yang akan masuk ke dalam rumah.


Di sampingnya Brian sudah ada Erwin dan juga Roki, nampak Brian tengah duduk sambil melihat salah kamera tersembunyi yang dia siapkan karena Brian sudah tahu jika nanti CCTV nya pasti akan di hack.


"Tak ku sangka mereka sudah memiliki persiapan yang matang." Ucap Brian sambil menghirup rokok miliknya.


"Iya pria itu yang hebat atau orang-orang ku yang payah." Ucap Brian saat melihat kemampuan anak buahnya yang sangat payah.


"Mungkin keduanya." Jawab Erwin.


"Baiklah, kalian hadang saja pria di samping Nicolas itu. Dan untuk Nicolas biar aku yang tangani." Jawab Brian seraya tersenyum.


Kemudian Roki dan Erwin langsung keluar dari ruangan tersebut untuk menghadang Nicolas dan juga Marco.

__ADS_1


Nampak Nicolas sedikit terkejut dengan kedatangan dua orang bawahan Brian.


"Bos kami sudah menunggu mu." Ucap Roki sambil menunjukkan sebuah pintu.


Nampak Nicolas terdiam dengan tatapan dingin, "Kenapa diam? Bukankah kau ingin membunuh nya? Lakukan lah, kamu tak akan menghalangi." Jawab Roki.


Nampak Nicolas tersenyum mengejek. Kemudian dia langsung mengambil sebuah belati dan segera menyerang Roki tapi pria itu sangatlah lihai dalam menangkis serangan Nicolas.


"Sebaiknya kau jangan buang-buang tenaga mu untuk menyerang ku.. Karena Bos ku lebih kuat dari ku, dan mungkin jika kau melawan ku dulu. Kau akan kehabisan tenaga dalam membunuhnya nya." Ucap Roki sambil mengelap tangannya dengan tisu.


Nicolas yang melihat hal itu pun langsung melirik ke arah Marco, nampak Marco menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Kemudian Nicolas langsung berjalan ke sebuah ruangan yang di tunjukkan oleh Roki, saat dia masuk Nicolas melihat pria tengah duduk santai di sebuah kursi dengan cahaya rembulan yang menyinarinya.


"Jadi kau orang nya?" Tanya Brian sambil menghirup rokok miliknya.


"Iya.. Jadi kau sudah tahu, kalau kau akan mati." Jawab Nicolas dengan tatapan dingin.


"Hahahaha... Ucapan mu sangat-sangat lucu, tapi mari kita lihat bagaimana seberapa hebat malaikat pencabut nyawa ku..."

__ADS_1


__ADS_2