Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 78 : Keterkejutan Lesly.


__ADS_3

Nampak Lesly tengah duduk di dalam mobil, hari ini Lesly baru saja pulang dari luar kota karena ada beberapa urusan yang harus dia urus.


"Kenapa sih Kakak di telpon tidak di angkat.." Ucap Lesly yang kesal karena telpon nya tidak di angkat oleh Vino.


Tak beberapa lama mobil yang di tumpangi oleh Lesly pun sampai di kediamannya.


"Kenapa sepi seperti ini?" Ucap Lesly heran karena tak biasanya rumah nya sepi dan bahkan penjaga yang biasanya berada di luar rumah pun kini tak ada.


Saat Lesly memasuki rumah dia melihat rumah nya sudah gelap gulita dan juga tercium bau menyengat.


"Emmm... Bau apaan nih?" Gumam Lesly.


Kemudian Lesly langsung berjalan mencari saklar lampu dan saat dia menyalakan lampu, betapa kaget nya Lesly saat melihat seluruh ruangan di penuhi oleh darah kering dan beberapa mayat yang sudah hampir membusuk.


"Apa yang terjadi...." Ucap Lesly kaget.


Kemudian Lesly langsung mencari keberadaan sang kakak, Lesly melihat setiap mayat yang ada di ruangan itu tapi dia tak menemukan keberadaan kakak nya.


Kemudian Lesly kembali berjalan ke ruangan lain, dan dia menemukan mayat dari Fransiska.


"Fransiska..." Gumam Lesly yang melihat mayat dari kekasih kakak nya sudah mulai membusuk.

__ADS_1


"Dimana kakak? Dan apa yang sebenarnya terjadi.." Gumam nya.


Kemudian Lesly kembali berjalan dan mata nya pun melihat sebuah mayat yang sudah tak di kenali lagi wajah nya tapi Lesly mengenali pakaian dan jam tangan dari mayat itu.


"Kakak...." Ucap Lesly sambil terduduk di lantai. Tubuhnya terasa lemas dan tak berdaya.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Dan siapa-siapa yang telah melakukan ini...." Teriak Lesly sambil menangis kini keluarga satu-satunya pun telah tewas.


....


Sementara itu.


Nampak Brian tengah duduk sambil melihat dekorasi yang di perlihatkan Clarissa untuk ulang tahun ketiga anak nya.


"Emmm... Tapi bagaimana jika kita menggabung dekorasi yang ini sama yang ini, karena kamu tahu kan kita punya Jesselyn." Ucap Clarissa.


"Ah, iya kau benar sekali. Nanti Jesselyn pasti akan marah-marah jika dekorasi nya lebih menonjol kepada anak laki-laki." Ucap Brian.


"Apa kau sudah menyiapkan kado untuk ketiga anak kita?" Tanya Clarissa.


"Hadiah yah.... Belum, Menurut mu hadiah apa yang cocok untuk mereka?" Tanya Brian.

__ADS_1


"Mungkin mobil-mobilan? Boneka?" Ucap Clarissa.


"Itu hadiah yang biasa saja, bagaimana jika mobil sport? Villa? Atau seperangkat komputer untuk bermain game? Atau pulau? Menurut mu mana yang cocok." Tanya Brian.


"Menurut mana yang cocok?" Tanya Brian lagi.


Clarissa hanya menatap heran suaminya itu, ketiga anak nya itu masih sangat kecil dan hadiah seperti itu tak cocok untuk mereka.


"Mereka masih kecil dan lagi hadiah seperti itu tidak cocok untuk mereka." Ucap Clarissa memberi masukan.


"Jadi hadiah seperti apa yang cocok?" Tanya Brian.


"Emmm.. Apa kau punya kenalan yang menjual mainan anak? jika punya kita bisa pergi ke sana dan memilih kan langsung mainan untuk anak-anak." Ucap Clarissa.


"Ah.. Iya seperti nya ada, tapi orang itu aga aneh." Ucap Brian sambil mengingat teman sekolah nya dulu yang kini sukses berbisnis di bidang mainan anak-anak kelas atas.


"Aneh? Memang nya dia aneh seperti apa? Dan apa dia seorang wanita?" Tanya Clarissa karena biasanya orang yang menggeluti bisnis di bidang mainan anak itu seorang wanita.


"Bukan dia seorang pria, tapi..." Ucap Brian menggantung kan kata-kata nya.


"Tapi? Tapi apa?" Tanya Brian.

__ADS_1


"Iya dia seorang pria bertulang lunak..." Jawab Brian.


__ADS_2