
"Tiga anak?" Gumam Brian sambil melihat data tentang Clarissa.
Kemudian memori Brian pun berputar saat mengingat ucapan anak kecil itu bahwa dirinya sangat mirip dengan kedua kakaknya nya.
"Putar balik, aku akan kita kembali ke Mall." Ucap Brian.
Kemudian supir pun langsung putar balik menuju Mall, Brian ingin memastikan bahwa anak itu adalah anak Clarissa dengan membawanya pada Clarissa.
Sesampainya di Mall.
Brian langsung di kecewakan dengan kenyataan jika anak itu sudah tidak ada lagi di kantor keamanan.
"Maaf, Tuan.. Tadi seorang wanita berpakaian pelayan sudah membawanya pulang." Ucap petugas keamanan itu.
Brian hanya menganggukkan kepalanya, kemudian dia langsung meninggalkan kantor keamanan tersebut.
"Apa kita harus mencari nya?" Tanya Roki.
"Tidak perlu, lagi pula belum tentu jika dia adalah anak Clarissa." Jawab Brian.
"Kita pulang?" Tanya Erwin.
"Iya.." Jawab Brian singkat.
Kemudian Brian langsung naik ke dalam mobil untuk segera pulang ke rumah milik nya.
Sesampainya di rumah.
Brian langsung berjalan ke kamar tempat Clarissa berada, di dala kamar Brian melihat jika wanita itu masih terlelap.
"Ah.. Rupanya aku membuat mu sangat kelelahan.." Ucap Brian sambil mengelus pipi Clarissa.
Clarissa yang merasakan benda hangat menyentuh pipinya pun perlahan membuka matanya. Di lihat nya Brian sudah berada di samping nya.
"Emmm..." Terdengar suara erangan Clarissa yang tengah meregangkan otot-otot tubuhnya.
Bukannya bangun Clarissa kembali lagi memejamkan matanya, tubuh nya sangat lelah dia ingin beristirahat lebih lama.
Ini semua karena ulah Brian yang telah membuat nya seperti ini.
Brian yang melihat Clarissa kembali memejamkan mata nya pun langsung duduk di sampingnya. Kemudian Brian membisikkan sesuatu kepada Clarissa.
"Berani nya kau melahirkan anak ku tanpa izin dari ku.." Bisik Brian.
__ADS_1
Seketika Clarissa pun langsung membuka matanya dan langsung melihat ke arah Brian.
Brian nampak tersenyum sambil melihat Clarissa.
"Jadi?" Tanya Brian meminta penjelasan.
"Apa? Jadi apa?" Bukannya menjawab Clarissa malah balik bertanya.
"Dimana mereka?" Tanya Brian.
"Mereka siapa?"
"Anak ku.." Jawab Brian.
"Anak mu? Mereka anak ku." Ucap Clarissa.
"Tanpa benih ku kau tak akan memiliki anak " Jawab Brian.
"Hah... Hanya karena menyumbangkan 3 tetes air hina mu itu, kau dengan bangga nya mengklaim mereka anak mu.." Ucap Clarissa yang tengah emosi.
"Air hina?" Tanya Brian kesal.
"Iya, air hina.. Udah hina, bau lagi.." Teriak Clarissa.
"Ada apa dengan mu?" Tanya Brian.
"Aku baik-baik saja..." Jawab Clarissa.
Tapi Brian yakin ada yang salah dengan Clarissa, kemudian Brian langsung mengangkat tubuh Clarissa dan membawanya ke kamar mandi.
Brian langsung menyiramkan air dingin ke kepala Clarissa, Clarissa terlihat memeluk tubuh nya karena kedinginan.
Setelah itu Brian langsung menutup tubuh Clarissa dengan handuk, dan memangku tubuh Clarissa kembali ke kamar.
Brian pun langsung menurunkan tubuh Clarissa untuk melihat cara nya berjalan.
Nampak Clarissa berjalan dengan sempoyongan, dan kini Brian yakin Clarissa telah meminum obat-obatan terlarang.
Nampak Clarissa mengigau-ngigau tak jelas, Brian sangat kesal siapa orang yang berani memberikan obat-obatan terlarang untuk Clarissa.
Kemudian Brian langsung memanggil Roki dan juga Erwin untuk mencari tahu siapa pelaku yang berani memberikan obat-obatan terlarang kepada Clarissa.
Nampak semua pelayan di rumah Brian di periksalah satu persatu, tapi mereka tak menemukan pelaku yang melakukan hal itu.
__ADS_1
"Emmm.. Kau jahat, dasar manusia hina.. Laki-laki jelek..." Ucap Clarissa yang dalam keadaan di bawah pengaruh obatnya.
"Bagaimana apa kalian telah menemukan pelaku nya?" Tanya Brian.
"Tidak Bos... Kami tidak menemukan pelaku nya." Jawab Roki.
Brian hanya memijat pelipisnya, dan kini dia hanya bisa membiarkan Clarissa tidur untuk sementara waktu.
Brian hanya heran apa motif orang itu memberikan obat-obatan terlarang kepada Clarissa.
Memangnya Clarissa memiliki salah apa?
"Bos, apa sekarang kita akan mencari anak mu?" Tanya Roki.
"Nanti saja, aku akan mendatangi nya bersama dengan Clarissa." Jawab Brian.
Brian tak berani meninggalkan Clarissa, karena hanya beberapa jam dia keluar rumah sudah ada orang yang mencelakai Clarissa. Jadi, Brian memutuskan untuk menjaga wanita itu sampai dia sadar.
Sementara itu...
Jesselyn yang baru pulang belanja pun langsung mencari keberadaan kedua kakaknya.
"Kakek kepala pelayan, kakak-kakak ku dimana?" Tanya Jesselyn.
"Tuan muda sedang berada di lantai atas, Nona muda ingin bertemu tuan muda?" Tanya Kepala pelayan.
"Iya kakek.." Jawab Jesselyn.
"Mari saya antar.." Ajak kepala pelayan.
Kemudian Kepala pelayan langsung membawa Jesselyn ke sebuah ruangan di lantai atas.
"Kak Jeremy, Kak Jerry..." Panggil Jesselyn.
Tapi kedua kakaknya hanya fokus kepada laptop di hadapan mereka berdua.
"Ih.. Kok aku di kacangin sih.." Ucap Jesselyn kesal.
"Ada apa?" Tanya Jerry.
"Kak Jerry dan Kak Jeremy lagi apa sih?" Tanya Jesselyn.
Kemudian Jesselyn ikut melihat apa yang sedang di lihat oleh kedua kakaknya, Jesselyn pun kaget saat melihat foto pria yang dia temui di Mall.
__ADS_1
"Kok Kakak melihat foto Om itu? Siapa dia?"