Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 37 : Jatuh pingsan


__ADS_3

Clarissa mulai membuka matanya, seluruh tubuhnya terasa sakit dan saat Clarissa membuka mata dirinya sudah berada di sebuah kamar mewah.


"Dasar pria sialan.." Gerutu Clarissa.


Clarissa tak bisa membayangkan kenapa pria itu malah melakukan hal itu di dalam mobil, kemudian Clarissa pun mulai bangkit. Tubuhnya masih terbungkus rapih oleh selimut, Clarissa pun langsung membuka selimut tersebut dan berjalan dengan tubuh polos tanpa pakaian menuju kamar mandi.


Clarissa melihat leher dan dada nya terdapat banyak tanda merah bekas Brian, dan kini Clarissa pun tak tahu kemana perginya pria itu.


Clarissa merasakan pusing di kepalanya, tak ingin berlama-lama Clarissa langsung membersihkan tubuhnya.


Setelah itu dia mengambil sebuah pakaian yang sudah tersedia di meja rias, dengan cepat Clarissa langsung memakai pakaian itu.


Dan saat keluar dari kamar, Clarissa baru mengetahui jika dia sedang berada di sebuah hotel. Dengan tangan lincahnya Clarissa langsung menghubungi supir pribadinya untuk menjemputnya, tak lupa Clarissa pun memberikan posisi nya berapa sekarang.


Kemudian Clarissa langsung berjalan keluar dari hotel itu, dan kini dia tahu hotel nya berapa adalah salah satu hotel bintang lima terbaik di kota ini.


Setelah Clarissa berjalan keluar dari hotel dia melihat sekelebat pria yang sangat mirip dengan Brian, dan benar saja pria itu adalah Brian.


Brian tengah berdiam diri sambil menghirup rokok tak beberapa lama datang 4 orang gadis-gadis cantik menghampiri Brian dan berusaha menggoda nya, tapi Brian hanya diam sambil terus menikmati rokok miliknya.


Clarissa yang melihat hal itu hatinya terasa sakit dan suasana terasa panas, tak beberapa lama mobil jemputan Clarissa pun datang.


Brian yang melihat Clarissa hendak pergi pun segera berjalan ke arah Clarissa untuk mencegah Clarissa pergi tapi Brian terlambat, mobil Clarissa langsung melaju dengan cepat meninggalkan Brian.


"Tuan.. Brian, kenapa anda pergi mari bersenang-senang." Ucap seorang wanita sambil memegang lengan kekar Brian.


Brian yang kesal langsung menghempaskan tangan nya. "Jangan sentuh aku, j*lang..." Ucap Brian sambil berjalan meninggalkan wanita-wanita genit itu.


Clarissa yang ada di dalam mobil melihat Brian hendak mengejarnya, tapi mobil Clarissa sudah melaju dengan cepat meninggalkan Brian.


Entah kenapa hati Clarissa sakit saat melihat Brian bersama wanita lain, tapi Clarissa dengan cepat membuang perasaan tak jelas di hati nya itu.


"Nyonya.. Sekarang kita langsung pulang ke rumah?" Tanya supir.


"Iya.." Jawab Clarissa singkat.


Setelah lama berkendara, kini mobil Clarissa pun sampai di rumah megah miliknya dan rupanya ayahnya sudah pulang dari perjalanan bisnis.


"Ayah.." Ucap Clarissa sambil memeluk ayahnya.


"Kau rindu kepada ayah?" Tanya Salim sambil tersenyum.


"Tentu, aku dan ibu sangat merindukan mu." Jawab Clarissa.

__ADS_1


"Maafkan ayah karena terlalu lama di luar kota dan tak memiliki waktu luang untuk kalian." Ucapnya meminta maaf.


"Gak papa kok mas.. Aku dengan Clarissa mengerti akan kesibukan mu." Jawab Qiqi.


"Baiklah, terimakasih." Ucap Salim kepada istri dan juga putrinya.


"Bagaimana jika kita makan dulu, Mas pasti lapar." Ucap Qiqi kepada suami nya.


"Baiklah, sayang. Ayo Clarissa, kita makan bersama." Ajak ayahnya.


"Emm.. Clarissa masih kenyang, tadi Clarissa baru makan bersama dengan teman." Jawab Clarissa bohong.


"Baiklah, Kalau begitu kau istirahat dulu di kamar." Ucap ayahnya.


"Baik ayah.." Jawab Clarissa.


Kemudian Clarissa langsung berjalan ke kamar nya, kepalanya sangat pusing dan perutnya mual. Mungkin ini adalah efek dari kehamilannya.


Clarissa kemudian berjalan menuju cermin besar di kamarnya, di lihat nya perutnya yang masih rata sama seperti beberapa hari yang lalu. Tapi tak akan lama lagi perutnya ini akan membesar, Clarissa pun tak sabar ingin melihat buah hatinya dan dia juga ingin tahu apakah anaknya laki-laki atau perempuan.


Tapi Clarissa masih bingung bagaimana dia memberitahukan kehamilan nya kepada ayah dan ibunya, Clarissa takut jika mereka berdua akan kecewa kepada nya.


Karena dia telah menjadi anak yang nakal karena memiliki anak tanpa suami.


Sekilas mata Clarissa melihat ke arah ranjang, ranjang yang menjadi saksi bisu hilang nya keperawanan miliknya di tangan Brian.


Dan mungkin ranjang ini pula saksi bisu dimana Brian menanamkan benih nya di rahim milik Clarissa.


"Aku harus membeli ranjang baru.." Ucap Clarissa yang sudah tak ingin mengingat Brian lagi.


Clarissa sadar jika Brian bukanlah pria baik, dia seorang Mafia dan juga pemilik perusahaan terkenal, dan Clarissa sering membaca Novel dan juga menonton film tentang Mafia dan betapa kejam nya mereka.


Dan Clarissa pun tak ingin terlibat dengan pria kejam seperti itu.


Rasa kantuk pun tiba-tiba datang menyerang Clarissa, kemudian Clarissa langsung merebahkan tubuhnya sambil memeluk guling yang masih memiliki bau tubuh Brian.


Keesokan harinya...


Clarissa tengah bersiap untuk pergi ke perusahaan milik nya, tapi kepala masih terasa pusing dan begitu juga dengan perutnya yang masih terasa mual.


"Nak.. Ayo kita makan." Panggil Qiqi kepada putrinya.


"Iya Bu.." Jawab Clarissa.

__ADS_1


Kemudian Clarissa segera keluar dari kamar untuk sarapan bersama dengan keluarganya.


"Ayo cepat duduk, kita sarapan. Ayah mu sudah sangat lapar." Ucap Qiqi kepada putrinya.


"Siapa yang lapar, ayah tidak lapar." Jawab Salim.


Clarissa hanya tersenyum saat melihat ayah dan ibunya tengah bercanda, kemudian Clarissa langsung memakan sarapan yang ada di atas meja.


Setelah selesai sarapan Clarissa langsung bangkit dari tempat duduknya.


Bruggg...


Semua orang yang ada di ruang makan langsung terdiam dan sesaat kemudian mereka langsung panik. Begitu juga dengan ayah dan ibu Clarissa yang panik melihat anak mereka pingsan.


"Cepat bawa putri ku ke rumah sakit." Ucap Qiqi sambil menangis.


Kemudian beberapa pelayan langsung membawa Clarissa masuk ke dalam mobi, Qiqi dan Salim dengan senantiasa berada di samping Clarissa.


Terlihat jelas raut wajah khawatir mereka berdua.


Sesampainya di rumah sakit, Clarissa langsung di bawa ke ruang pemeriksaan.


Setelah menunggu beberapa saat Ibu dan ayah Clarissa langsung di panggil dokter ke ruangan untuk berbicara.


"Dok, bagaimana keadaan putri saya?" Tanya nya.


"Anda siapa nya pasien?" Tanya nya.


"Saya ayah nya, dan ini istri saya." Jawab Pak Salim.


"Lalu dimana suami anak bapak?" Tanya dokter itu.


"Suami? Anak saya belum menikah." Jawab Qiqi.


Dan dokter pun hanya menganggukkan kepalanya, "Ada apa dok?" Tanya Qiqi.


"Keadaan anak ibu baik-baik saja, dan say ucapkan selamat kepada kalian berdua." Jawab dokter tersebut.


"Selamat?" Tanya Qiqi dan Salim secara bersamaan.


"Iya, anak ibu dan bapak sedang hamil. Dan mungkin usia kandungannya sudah menginjak 3 Minggu." Jawab dokter tersebut.


"Hah? Hamil??????"

__ADS_1


__ADS_2