
Kini di ruang makan, Clarissa dan Brian terdiam saat melihat anak-anaknya tengah makan makanan yang tadi mereka bawa pulang.
"Mommy.. Daddy, kenapa diam? ayo makan, makanannya enak loh." Ucap Jesselyn.
"Iya Mommy, emm.. Enak banget. Jerry belum pernah merasakan masakan seperti ini." Ucap Jerry sambil makan.
"Kalian makan saja sendiri." jawab Clarissa dan Brian.
Setelah selesai makan...
Brian langsung pergi ke teras rumah karena tiba-tiba ada telpon mendadak dari seseorang.
"Mommy.. Tadi Jesselyn pergi ke tempat Rara. Dan mommy tahu gak rumah nya itu sangat jauh terus rumah nya itu terbuat dari bambu, dan rumah nya kaya gak layak di tempati." ucap Jesselyn kepada Clarissa.
"Tapi ingat yah, Jesselyn jangan sampai mengatakan hal itu kepada teman mu, karena Jesselyn harus menghargai apa yang di punya oleh Teman Jesselyn." Ucap Clarissa.
"Iya Mommy, dan lagi Jesselyn ingin mengajak teman Jesselyn untuk datang ke rumah. Apa boleh?" tanya Jesselyn.
"Tentu aja boleh, mereka datang nya mau kapan? Biar Mommy siapkan makanan dan mainan untuk kalian mainkan." Ucap Clarissa.
"Mereka mau datang besok." Jawab Jesselyn.
"Ya sudah, nanti biar Mommy suruh pelayan-pelayan yang lain untuk menyiapkan keperluan kalian nanti." Jawab Clarissa.
"Makasih Mommy." Jawab Jesselyn.
"Sama-sama sayang, ya udah kamu pergi tidur dulu yah." Ucap Clarissa.
Lalu Jesselyn pun pergi ke kamar tidur, sementara Clarissa langsung berjalan pergi ke arah Brian.
__ADS_1
Nampak suaminya itu tengah melamun.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Clarissa kepada suaminya
"Tidak ada." Jawab Brian sambil tersenyum.
"Kau bohong, aku tahu pasti ada yang kau sembunyikan. Katakanlah Brian." Ucap Clarissa.
"Bagaimana jika suatu saat aku pergi meninggalkan kalian." Ucap Brian sambil melihat ke arah Clarissa.
"Pergi? Pergi kemana?" Tanya Clarissa.
Brian pun langsung menghela nafas, kemudian dia menuntut Clarissa untuk duduk di kursi.
"Kau tahu kan Clarissa, walau aku sudah berhenti menjadi pemimpin mafia. Tapi itu tak menjamin kalian akan aman." Ucap Brian.
"Kenapa kau mengatakan hal ini secara tiba-tiba, ada apa dengan mu? apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Clarissa.
"Tidak ada." Jawab Brian sambil tersenyum.
Mendengar ucapan Clarissa yang seakan sangat peduli padanya, Brian pun tersenyum senang lalu mengelus lembut rambut Clarissa.
"Tak ada.. Aku hanya ingin mengatakan hal itu tapi bukan maksud ku ada sesuatu yang ku sembunyikan." Ucap Brian sambil tersenyum.
"Serius gak ada yang di sembunyikan?" Tanya Clarissa.
"Seriusan, asli. Gak ada yang di sembunyikan." Ucap Brian.
Mendengar ucapan Brian, Clarissa pun hanya bisa diam sambil tersenyum tipis tapi di hatinya dia masih yakin jika ada sesuatu yang Brian sembunyikan darinya.
__ADS_1
"Bagaimana jika sekarang kau tidur." Ucap Brian
"Tidur? Lagi? Aku baru saja bangun dan kau menyuruh untuk tidur lagi. Tak mau, yang harusnya beristirahat itu adalah kau karena aku selalu melihat mu sibuk dengan handphone dan laptop mu. Memang nya apa sih yang sedang kau kerjakan?" Tanya Clarissa.
"Biasa urusan kantor." Jawab Brian singkat.
"Seriusan hanya urusan kantor? Gak ada yang lain." Ucap Clarissa.
"Seriusan, sekarang kau istirahat yah. Lagi pula hari sudah mulai petang." Ucap Brian.
"Gak mau." Jawab Clarissa.
"Kenapa lagi?" Tanya Brian sambil tersenyum lembut.
"Aku yakin kau pasti sedang menyembunyikan sesuatu, cepat katakan kepada ku." Ucap Clarissa kesal.
Brian pun hanya bisa menghela nafas, lalu dia memberikan handphone nya kepada Clarissa. Kemudian Clarissa melihat layar ponsel Brian, dan di sana ada foto suaminya dengan tulisan 30 miliar.
"Apa maksud nya ini?" Tanya Clarissa tak mengerti.
"Kau masih tak mengerti?" Tanya Brian.
"Tentu, memang nya apa ini?" Tanya Clarissa.
"Kau tahu kan, aku memang sudah berhenti di dunia kejahatan. Tapi kau juga harus tahu Clarissa, aku sudah pernah membunuh ratusan orang di masa lalu." Ucap Brian.
"Lalu?" Tanya Clarissa.
"Ada seseorang yang membuat sayembara dan hal itu di posting di organisasi khusus pembunuh profesional. Dan aku lah targetnya, siapa pun yang bisa membawa kepala ku mereka akan mendapatkan uang senilai 30 miliar." Ucap Brian.
__ADS_1
Mendengar hal itu Clarissa pun langsung terdiam dengan wajah kaget.