Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 95 : Penebusan dosa.


__ADS_3

Brian kini tengah duduk sambil menghisap rokok miliknya, sudah beberapa hari Brian tak bisa menemani Clarissa menjalani terapi. Hal itu di karenakan saat ini Brian tengah sibuk mengurus beberapa masalah yang tengah dia hadapi.


"Bos.. Apa wanita itu di bawa ke sini?" Tanya Roki.


"Iya, bawa dia." Jawab Brian sambil tetap duduk di kursi miliknya.


Kemudian anak buah Brian membawa Lesly dengan kedua tangan di ikat oleh tali. Lesly menatap kesal pria di hadapannya itu.


"Lepaskan aku, Brian.." Ucap Lesly.


"Aku tak akan melepaskan mu, sampai kau membayar atas dosa mu." Jawab Brian sambil tersenyum.


"Dosa? Dosa apa yang ku lakukan." Ucap Lesly.


"Kau berdosa telah melukai Clarissa." Jawab Brian.


"Melukai wanita itu adalah hal yang paling penting, karena dia telah merebut mu dari ku." Ucap Lesly.


"Clarissa tak merebut ku dari siapa-siapa, termasuk diri mu." Jawab Brian dengan wajah yang masih santai.

__ADS_1


"Aku mencintaimu, Brian. Bahkan cinta ku lebih besar dari pada wanita itu, dan lagi aku telah mengabdikan hidup ku untuk mu selama bertahun-tahun. Apakah pengorbanan ku ini masih kurang untuk mu, dan kau malah memilih wanita hina itu, yang bahkan kau baru bertemu dengan nya." Ucap Lesly kesal.


"Tapi sayang nya, aku tak pernah mencintai mu. Aku hanya menganggap mu sebagai anak buah ku dan tak lebih, awalnya aku tak ingin menghukum mu Lesly, karena bagaimanapun kau pernah berjasa untuk ku. Tapi setelah apa yang kau lakukan kepada Clarissa, aku terpaksa harus menghukum mu." Ucap Brian dengan tatapan dingin.


"Menghukum ku? karena wanita itu? Apa kau sudah buta Brian... Wanita itu hanya wanita yang baru singgah di hidup mu, tapi aku. Aku sudah lama bersama mu." Ucap Lesly.


"Mau berapa lama dia bersama ku, itu adalah urusan ku dan tak ada hubungannya dengan mu." Ucap Brian.


"Cih... Apa yang kau lihat dari wanita itu, dia tak lebih baik dari Ku. Bahkan aku lebih sempurna dari pada wanita itu." Ucap Lesly yang masih mempertanyakan pilihan Brian.


"Karena kau bukan selera ku." Jawab Brian singkat.


Plak...


Sebuah tamparan mendarat langsung di pipi Lesly, Brian dengan dingin menatap Lesly. Lesly hanya bisa diam sambil bergetar ketakutan.


"Jangan sebut wanita ku dengan sebutan hina yang cocok untuk dirimu." Ucap Brian.


Deg...

__ADS_1


Jantung Lesly berdetak dengan kencang, seketika sebuah tangan langsung kekar langsung mencekik leher Lesly. Lesly bisa berusaha melepas tangan Brian yang mencekik leher nya.


Tanpa asa-asa Brian langsung menghempaskan tubuh Lesly, tatapan pria itu menatap Lesly dengan dingin.


"Kau boleh menyakiti ku, tapi tidak dengan istri dan anak-anak ku." Ucap Brian sambil berjalan menghampiri sebuah rak dan mengambil pistol.


"Apa kau ingin melakukan nya sendiri, atau aku yang harus melakukan nya." Ucap Brian sambil menunjuk pistol kepada Lesly.


"Apa maksud nya ini?" Tanya Lesly.


"Kau masih bertanya apa maksud nya ini? Kau pasti tak bodoh kan." Ucap Brian.


"Kau gila Brian. Kau ingin membunuh ku, demi wanita hina itu.." Maki Lesly.


"Iya.. Aku ingin membunuh mu, bahkan dari dulu. Saat kau memberikan narkoba kepada Clarissa, dan sekarang kau membuat istri ku cacat. Apa kau pikir kesalahan seperti itu masih bisa di maafkan?" Tanya Brian.


Tanpa mendengar jawaban dari Lesly, Brian langsung menarik pelatuk pistol milik nya tepat ke kepala Lesly.


Dor...

__ADS_1


__ADS_2