
Clarissa yang sudah selesai memakan makanannya pun langsung beranjak pergi tapi tiba-tiba dia di kaget kan oleh Brian yang sudah berada di depannya.
"Kau... Apa kau ingin membuat ku mati jantungan." Ucap Clarissa.
"Apa kau bahagia melihat ku?" Tanya Brian sambil memeluk pinggang ramping Clarissa.
"Biasa saja, karena tak ada yang istimewa saat melihat mu." Ucap Clarissa bohong.
"Oh... Jadi seperti itu? Baiklah karena tak ada yang istimewa maka aku akan pulang." Ucap Brian.
"Tunggu.. Mau pergi kemana kau." Tahan Clarissa
"Kenapa? bilang saja jika kau juga menantikan kedatangan ku sayang.." ucap Brian sambil merapatkan tubuhnya pada tubuh Clarissa.
"Menjauh lah Brian." ucap Clarissa sambil mendorong tubuh Brian pelan.
"Apa kau tak bisa memanggil ku dengan panggilan yang lebih romantis?" tanya Brian.
"Panggilan nama itu sudah panggilan yang sangat romantis." Jawab Clarissa.
"Baiklah terserah kau saja, sekarang lebih baik kita ke kamar." ajak Brian.
"Untuk apa?" Tanya Clarissa.
"Tentu saja melaksanakan kewajiban kita sebagai sepasang suami dan isteri." Jawab Brian sambil meniup telinga Clarissa hilang telinga memerah.
Tanpa mendengar jawaban Clarissa, Brian langsung memangku tubuh kecil Clarissa dan segera membawanya ke dalam kamar.
Dan di dalam kamar pun seketika hawa menjadi panas meski sudah memasang AC tapi kedua insan itu tetapi mengeluarkan keringat di sekujur tubuh mereka.
__ADS_1
"Emmm... Brian, sudah hentikan..." Ucap Clarissa sambil menahan sesuatu.
"Keluarkan saja Sayang..." Jawab Brian sambil terus melanjutkan aksi nya.
"Emmm.... Brian... Emm... Brian..." Ucap Clarissa yang tengah menahan sesuatu.
Di tengah Clarissa dan Brian sedang bercinta, nampak Jesselyn berjalan sambil mengucek-ngucek mata nya.
"Mommy.." Panggil Jesselyn yang terbangun karena habis bermimpi buruk.
Kemudian Jesselyn berjalan ke arah kamar Clarissa sambil memegangi sebuah boneka kelinci berwarna pink miliknya.
Dan dengan kebetulan pintu kamar Clarissa tidak di kunci.
"Mommy..." Panggil Jesselyn.
Dengan sigap Clarissa langsung menjauhkan dirinya dari Brian dan segera menutup tubuhnya dengan jubah mandi miliknya.
"Mommy Jesselyn mimpi buruk." Ucap Jesselyn dengan wajah polos.
"Mimpi apa sayang?" tanya Clarissa sambil memangku tubuh mungil putri nya.
"Ada Daddy?" Tanya Jesselyn yang baru sadar dengan keberadaan Brian.
"Hey.. Jesselyn.." Sapa Brian sambil tersenyum paksa.
"Sayang sekarang kita kembali lagi ke kamar yu.." Ajak Clarissa karena dia tak ingin sampai Jesselyn melihat jika Brian tengah t*lanjang.
"Tapi Jesselyn kangen sama Daddy dan Mommy." Ucap Jesselyn.
__ADS_1
"Oke, tapi sekarang sudah malam. Jesselyn tidur dulu yah, nanti pagi Jesselyn bisa ketemu lagi sama Daddy." Ucap Clarissa.
"Oke, Mommy.." Ucap Jesselyn.
Kemudian Clarissa langsung membawa Jesselyn ke kamar tidur anak nya dan segera kembali menidurkan Jesselyn.
"Mommy..." ucap Jesselyn.
"Kenapa sayang?" Tanya Clarissa.
"Kenapa Mommy dan Daddy berkeringat banyak? Bukannya cuaca hari ini sedang dingin?" Tanya Jesselyn.
"Emmm... AC di kamar Mommy lagi mati sayang. Jadi hawa nya jadi panas sayang.." Jawab Clarissa mencari alasan.
"Tapi tadi Jesselyn ke kamar Mommy kamar Mommy dingin.." Ucap Jesselyn masih dengan pertanyaan polos nya.
"Emmm.. sekarang Jesselyn tidur yah." Ucap Clarissa sambil menutupi tubuh Jesselyn dengan selimut.
Setelah Jesselyn tertidur, Clarissa langsung berjalan kembali ke kamar nya. Dan di sana Brian sudah duduk sambil memasang wajah kesal.
"Kenapa kau sampai lupa menutup pintu." Ucap Brian.
"Apa sih?" Ucap Clarissa.
Kemudian Brian bangkit dari ranjang dan segera mengunci pintu kamar nya.
"Kita akan mulai lagi dari awal, dan ku harap bocah-bocah kecil itu tidak menggangu." Ucap Brian sambil membawa tubuh Clarissa ke atas ranjang.
Dan setelah itu Clarissa dan Brian langsung mengulang aksi mereka dari awal.
__ADS_1