Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 59 : menjemput.


__ADS_3

Clarissa sudah membereskan semua keperluan nya untuk berada di Bali, dia sudah tak sabar ingin memarahi ketiga anak kecilnya itu


"Nyonya..." Panggil seorang pelayan.


"Ada apa?" Tanya Clarissa.


"Utusan dari kekasih Nyonya datang, mereka bilang mereka ke sini untuk menjemput Nyonya." Jawab pelayan itu.


Clarissa yang mendengar hal itu pun segera berjalan ke luar, dan di luar rumahnya sudah banyak anak buah Brian termasuk Maria dan juga Roki.


"Nona Clarissa, senang bertemu anda.." Ucap Maria sambil menundukkan badannya memberi hormat.


"Senang juga bertemu dengan mu.." Jawab Clarissa.


"Apa nona sudah siap?" Tanya Maria.


"Tidak perlu, aku sudah memesan tiket pesawat ku sendiri." Jawab Clarissa.


"Maaf Nona, tapi ini perintah langsung dari Tuan Brian. Dan saya harap Nona bisa menuruti nya." Ucap Maria.


"Perintah, memang nya dia siapa ku? Bos ku? Atasan ku atau majikan ku? Bukan, jadi dia tak memiliki hak untuk memerintah ku dan begitu juga dengan ku yang tak memiliki kewajiban untuk menuruti ucapan nya." Jawab Clarissa tegas.


"Tapi jika anda tak mau, kami semua yang akan di hukum, dan Tuan Brian sangat lah kejam dalam menghukum anak buahnya." Jawab Maria dengan mata yang berbinar-binar.


Clarissa yang mendengar hal itu merasa tak tega, dia tak mungkin membiarkan orang lain di hukum karena ulah nya.


"Baiklah, aku ikut dengan kalian.." Jawab Clarissa.


"Baiklah, silahkan Nona masuk ke dalam mobil." Ucap Maria.

__ADS_1


Kemudian Clarissa langsung masuk ke dalam mobil, tak lupa maria juga memerintahkan anak buah yang lain untuk membawa barang-barang Clarissa.


Sementara itu...


Sudah lama tak terdengar kabar dari keluarga Pak Candra, kini nampak keluarga itu sudah bisa hidup dengan bergelimang harta hal itu berkat usahanya dengan cara menyuruh putri nya untuk merayu setiap klien mereka dan juga para investor.


"Aku tak suka jika kau terus melakukan hal itu, aku anggap kehadiran ku apa? Sofia, aku ini suami mu." Maki Alvin.


"Harusnya kau diam saja, kau yang sekarang seorang pengangguran harusnya kau bersyukur. Aku masih mau menampung pengangguran seperti diri mu." Ucap Sofia kepada suaminya itu.


"Tapi aku suami mu, aku tak ingin jika istri ku tubuh nya di jelajahi oleh pria lain.." Jawab Alvin yang masih tak terima.


"Sudahlah, lagi pula ini hanya sebentar setelah perusahaan ayah kembali menjadi lebih normal aku tak akan melakukan hal itu lagi. Dan jika kau tak terima, aku bisa protes pada ayah.." Jawab Sofia.


Setelah mengatakan hal itu Sofia langsung berjalan pergi meninggalkan suaminya, Alvin yang kesal hanya menahan amarahnya. Jika bukan karena ayah mertuanya itu dia tak mungkin menjadi pengangguran seperti ini.


Sofia berjalan keluar kamar menghampiri kedua orang tuanya.


Tapi wajah mereka nampak menunjukkan ekspresi serius saat melihat layar ponsel.


"Ada apa?" Tanya Sofia sambil duduk di sebelah ibunya.


"Clarissa, dia sudah pulang." Jawab sang ayah.


Mendengar nama Clarissa, seketika Sofia langsung marah. Jika bukan gara-gara wanita ular itu hidup nya tak akan menjadi seperti ini.


"Anak itu, dasar anak yang tidak tahu di untung. Kamu selama bertahun-tahun memberinya makan dan membiayai sekolah nya. Tapi dia malah menjadi seperti ini.." Ucap Rani kesal.


"Lantas kenapa dulu kalian malah mengadopsi wanita itu dan membesarkan nya sebagai putri kalian.." Tanya Sofia kesal.

__ADS_1


"Jika bukan karena warisan, mana mungkin aku mau mengurus anak dari adik ku." Jawab Pak Candra.


"Warisan? Warisan apa?" Tanya Sofia.


"Warisan dari mendiang kakek mu, dia mengatakan jika salah satu dari kami memberitahukan nya cucu terlebih dahulu maka harta warisan nya akan jatuh kepada orang yang pertama memberinya cucu. Dan waktu ibu bibi mu sedang hamil, sementara ibu mu belum ada tanda-tanda kehamilan." Jelas Pak Candra.


Dan kini Sofia mengerti kenapa kedua orang tua nya mengadopsi wanita itu dan membesarkan nya menjadi putri mereka.


"Sudah lah, jangan bahas gadis itu lagi." Jawab Rani kepada suaminya.


"Oh, iya kau harus segera bersiap-siap Sofia." Ucap sang ayah.


"Untuk apa lagi?" Tanya Sofia.


"Ayah memiliki satu klien spesial. Dia berasal dari keluarga kaya, dan dia seorang duda.." Jawab Candra.


"Apa dia seorang pria itu?" Tanya Sofia.


"Bukan, dia baru berusia 31 tahun." Jawab sang ayah.


Mendengar hal itu Sofia sangat senang, setidaknya sekarang dia tak perlu merayu pria tua yang bau tanah.


Alvin yang tak jauh dari sana mendengar semua ucapan mereka.


"Dasar orang-orang gila, awas saja kalian..." Ucap Alvin sambil berjalan pergi.


...


Update setiap hari 1 Bab.

__ADS_1


__ADS_2