Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 93 : Pertengkaran Jesselyn dan Jerry.


__ADS_3

Clarissa terlihat tengah duduk sambil menikmati makanan miliknya, terapi yang di jalani cukup berjalan dengan lancar. Dan karena jarak tempat terapi Clarissa dengan rumah nya cukup jauh, hal itu membuat Brian membeli sebuah Villa yang berada tak jauh dari tempat pengobatan Clarissa.


"Bagaimana, apa sekarang kondisi mu sudah mulai membaik?" Tanya Brian sambil menghampiri istri nya itu.


"Iya, lumayan.." Jawab Clarissa.


"Baguslah, aku yakin kau pasti akan sembuh." Ucap Brian.


"Semoga saja." Jawab Clarissa sambil tersenyum.


Saat Clarissa dan Brian tengah mengobrol, tiba-tiba ketiga anak mereka datang dengan suara berisik.


"Mommy.. Lihat Kak Jerry, dia jahat. Kak Jerry menghabiskan susu milik Jesselyn." Ucap Jesselyn mengadu kepada ibundanya itu.


"Jesselyn bohong.. Aku tak melakukan itu." Jawab Jerry.


"Kak Jerry yang bohong, dia menghabiskan susu punya Jesselyn." Ucap Jesselyn.


Clarissa hanya bisa tersenyum saat melihat pertengkaran kedua anak nya, berbeda dengan Jerry dan Jesselyn yang seperti Tom & Jerry. Jeremy lebih memilih diam dan ingin bersuara.


"Sudah jangan bertengkar, lihat kakak mu Jeremy. Kalian harus mencontoh nya." Ucap Brian.


"Huh.. Kak Jeremy juga sama dia sangat nakal." Ucap Jesselyn.


"Iya kak Jeremy, sering memarahi aku dan Jesselyn." Ucap Jerry.


Jeremy yang mendengar hal itu hanya bisa menatap datar kedua adik nya itu, Jeremy termasuk orang yang bodo amat terhadap segala sesuatu jika hal itu tidak mengancam dirinya.


"Sekarang Jesselyn dan Jerry harus baikan yah. Gak boleh berantem lagi." Ucap Clarissa.


"Kak Jerry harus minta maaf pada Jesselyn." Ucap Jesselyn.


"Gak mau, kamu yang harus minta maaf kepada ku." Ucap Jerry.

__ADS_1


"Gak mau.. Mommy, Kak Jerry nya gak mau minta maaf.." Ucap Jesselyn mengadu lagi kepada Clarissa.


"Dasar tukang aduan..." Ucap Jerry meledek Jesselyn.


"Sudah-sudah, kalian itu sama-sama salah. Jadi sekarang kalian minta maaf satu sama lain." Ucap Clarissa dengan nada tegas.


"Baik Mommy.." Jawab Jesselyn dan juga Jerry.


Kemudian kedua Kaka beradik itu pun langsung meminta maaf satu sama lain, Clarissa yang melihat hal itu pun tersenyum bahagia.


Sementara itu...


Sofia yang sudah seminggu di beri ramuan spesial oleh Brian pun merasakan tubuhnya sudah mulai tak enak.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Rani kepada anak nya karena melihat wajah anak nya sudah pucat seperti itu.


"Entahlah, mungkin aku mau sakit deh Ma.." Ucap Sofia.


Kemudian Rani langsung memanggil Alvin dengan suara lantang milik nya.


"ALVIN.... ALVIN..." Tak beberapa Alvin pun datang menghampiri ibu mertua nya.


"Kamu kemana aja sih, lihat istri mu sedang sakit. Kamu malah ninggalin dia." Ucap Rani marah kepada menantunya itu.


"Tadi saya dari dapur dulu." Ucap Alvin.


"Jangan banyak alesan, sekarang kamu telpon dokter dan suruh dokter itu untuk datang ke sini dan memeriksa keadaan Sofia." Ucap Rani.


"Baiklah." Jawab Alvin.


Kemudian Alvin langsung menelepon tapi bukan dokter yang dia telpon melainkan Brian, kemudian Brian langsung menyuruh salah satu anak buah wanita nya untuk menyamar menjadi dokter.


Tak beberapa lama dokter pun datang, terlihat wanita itu tersenyum melihat Sofia.

__ADS_1


"Dokter Raya mana?" Tanya Sofia karena biasanya dia di periksa oleh dokter Raya.


"Dokter Raya sedang berlibur ke luar negeri, jadi saya yang akan menggantikan dia untuk memeriksa kondisi anda." Ucap Dokter tersebut.


Kemudian dokter suruhan Brian pun langsung memeriksa kondisi Sofia. "Mungkin ini karena efek kelelahan, apa anda sering begadang?" Tanya nya.


"Iya." Jawab Sofia.


"Di usahakan anda jangan sering begadang, dan mungkin selama 1 Minggu anda harus lebih beristirahat." Ucap nya lagi.


"Baik dok." Jawab Alvin.


Kemudian dokter tersebut langsung memberikan obat untuk Sofia tapi sebenarnya kondisi Sofia tak baik-baik saja dan obat itu pun bukan obat melainkan ramuan spesial Brian.


"Baik, Kalau begitu saya pamit dulu." Ucap Dokter tersebut.


Kemudian Alvin langsung mengantar dokter itu ke pintu keluar.


"Kerja mu bagus, dan bos sangat puas." Ucap Stella kepada Alvin.


"Terimakasih." Jawab Alvin.


"Baiklah, aku pergi sekarang. Dan kau harus memastikan jika wanita itu meminum obat nya." Ucap Stella.


Kemudian setelah mengatakan hal itu, Stella langsung bergegas untuk pergi meninggalkan kediaman keluarga Pak Candra.


Setelah mengantar Dokter Stella keluar dari rumah, Alvin langsung di hujan ni sejuta pertanyaan oleh Ibu mertua nya.


"Bagaimana kondisi, Sofia?" Tanya nya.


"Sofia hanya kurang istirahat saja." Jawab Alvin.


"Harusnya kamu menjaga Sofia dengan baik, dan ini semua salah kamu. Jika kamu bisa menjadi suami yang baik untuk anak saya, anak saya tak akan menjadi seperti ini." Ucap Rani memaki menantunya.

__ADS_1


__ADS_2