Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 98 : Akhir Pak Candra.


__ADS_3

Keesokan harinya, Clarissa tengah bersiap untuk menjalankan terapi nya seperti biasa. Tapi sebelum itu, Brian memberikan semangat untuk istri nya agar tak pantang menyerah.


"Terimakasih, sudah memberikan semangat untuk ku." Ucap Clarissa sambil tersenyum.


"Kau tak perlu mengucapkan terimakasih kepada ku, karena ini adalah tugas ku sebagai suami mu." Ucap Brian sambil mencium kening Clarissa.


Clarissa pun tersenyum, kemudian Brian langsung mendorong kursi roda milik Clarissa dan segera membawanya masuk ke dalam mobil.


Sementara itu...


Pak Candra dan Rani nampak kebingungan dengan kondisi Sofia. Di tambah lagi kondisi keuangan mereka yang tengah berada dalam keadaan genting.


"Bagaimana ini, Mas?" Tanya Rani.


"Apanya yang bagaimana." Jawab Pak Candra emosi.


"Kok malah apa nya sih? Harusnya kamu berpikir dan mencari jalan keluar. Lihat putri kita, sekarang dia sudah menjadi seperti itu. Aku gak mau yah. Mas. Sampai kehilangan Sofia, dia Putri ku satu-satunya." Ucap Rani.


"Iya terus aku harus bagaimana? Apa kau tak melihat bahwa aku sudah melakukan segala cara. Tapi mau bagaimana lagi, tak ada satu pun perusahaan lain yang mau bekerja sama dengan kita." U AP Pak Candra.

__ADS_1


"Lalu anak kita bagaimana?" Tanya Rani.


"Biarkan saja anak itu mati, lagi pula dia sudah seperti itu. percuma kita sembuhin dia, cuman buang-buang uang aja." Ucap Pak Candra.


"Kamu jangan ngomong gitu, Mas.. Dia anak kita, dan aku gak mau sampe kehilangan Sofia." Ucap Bu Rani.


"Tapi anak gak guna seperti itu gak bisa kita pertahankan lagi, biarkan dia mati saja. Percuma hidup juga cuman jadi beban orang tua." Ucap Pak Candra.


"Aku gak akan biarin anak ku mati yah, yang harus mati itu KAMU.. Bukan Sofia..." Ucap Rani.


"Beraninya kau ngomong seperti itu pada suami mu sendiri." Ucap Pak Candra kesal.


Beberapa tamparan mendarat di pipi kanan dan kira Rani, Pak Candra dengan emosi langsung menampar istri nya tanpa ampun karena telah menyumpahi dirinya mati.


"Tampar.. Tampar aku lagi. Mas..." Teriak Rani.


"Dasar istri tak ada guna.." Ucap Pak Candra sambil menarik rambut istri nya dan membawa istri ke kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Pak Candra menenggelamkan wajah istri ke dalam ember berisi air.

__ADS_1


Terlihat tangan Rani berusaha melepas Cengkeraman suami nya pada rambut nya. Tapi semakin lama Rani tak bisa bernafas, hingga tubuh nya pun lemas.


Pak Candra yang melihat istri nya sudah tak bergerak lagi dan Pak Candra menarik wajah Rani dari dalam air dan mengecek nafas nya.


Sebuah raut wajah ketakutan terukir jelas di wajah pria tua itu.


Rupanya istri nya sudah tak bernyawa lagi. "Bagaimana ini, aku tak ingin masuk penjara.." Ucap Pak Candra panik.


Dengan langkah panik dan takut, Pak Candra langsung keluar dari kamar mandi. Dan segera masuk ke dalam kamar dan membereskan semua barang-barang milik nya dan beberapa barang berharga milik istri nya.


Pak Candra tak ingin di tangkap polisi dan di masukkan ke dalam penjara atas kasus pembunuhan, agar bisa terhindar dari tangkapan polisi. Pak Candra berniat untuk segera pergi ke luar kota.


Sofia yang mendengar keributan pun berusaha untuk bangun tapi tubuhnya tak bisa di gerakkan sama sekali.


Dan tiba-tiba ayah nya masuk sambil mengacak-acak lemari dan laci di kamar Sofia, barang-barang berharga milik Sofia pun langsung di masukkan ke dalam tas.


Sofia yang melihat hal itu berusaha untuk berbicara, tapi dia tak bisa mengatakan sepatah kata pun.


Candra yang melihat anak nya tengah berbaring di atas ranjang pun hanya menatap jijik dan setelah itu, pria tua itu langsung meninggalkan Sofia sendirian.

__ADS_1


__ADS_2