Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 58 : Pergi tanpa pamit.


__ADS_3

Clarissa mulai membuka matanya secara perlahan, dia meraba-raba ranjangnya. Kemudian Clarissa melihat tak ada tanda-tanda keberadaan Brian.


"Kemana pria itu?" Tanya Clarissa.


Tok.. Tok.. Tok...


"Masuk.." Jawab Clarissa.


Rupanya seorang pelayan wanita datang membawakan sarapan untuk Clarissa.


"Apa kau tahu kemana perginya pria yang bersama ku?" Tanya Clarissa.


"Pagi-pagi buta beliau pergi bersama dengan anak buah nya." Jawab pelayan itu.


Clarissa pun menganggukkan kepalanya, kemudian dia langsung menyuruh pelayan itu segera pergi.


Kemudian Clarissa berjalan ke kamar mandi dengan sehelai handuk yang menutupi tubuh seksi nya.


Clarissa berendam di dalam bathtub. "Ah.. Nyamannya." Gumam Clarissa.


Dia merasakan seperti ada sesuatu yang kurang tapi apa?


Tak ingin memikirkan hal itu Clarissa pun segera memejamkan mata untuk menikmati air hangat miliknya, kini Clarissa harus kembali memulihkan tenaga nya.


Selama beberapa hari Brian tak segan-segan meminta ronde tambahan meski dirinya sudah tak sanggup lagi.


Tapi pria itu tak pernah mendengarkan apa yang di katakan oleh Clarissa.


"Dasar pria b*rengsek.." Ucap Clarissa jika mengingat semua hal yang Brian lakukan kepadanya.


Tapi Clarissa tak bisa menyalahkan semuanya kepada Brian, jika saja waktu itu dirinya tak menyelamatkan Brian dan tak menjadikan pria itu sebagai penghangat ranjang mungkin sekarang hidup nya akan biasa saja.


Di rasa cukup berendam, Clarissa pun langsung keluar dari kamar mandi. Dia pun segera mengambil pakaian santai nya, selama Clarissa di sini dia belum sempat mengajak ketiga anaknya untuk bersenang-senang.

__ADS_1


"Mungkin hari ini aku harus mengajak mereka ke tempat bermain.." Gumam Clarissa.


Setelah berpakaian Clarissa langsung keluar kamar, dia segera mencari keberadaan ketiga anaknya. Tapi dia tak menemukan mereka dimana pun.


"Apa kalian melihat ketiga anak ku?" Tanya Clarissa.


Para pelayan yang sedang bekerja saling menatap satu sama lain. "Nyonya tidak tahu nona muda pergi?" Tanya salah satu pelayan.


"Memangnya Jesselyn pergi kemana?" Tanya Clarissa.


"Nona muda ikut bersama dengan kekasih Nyonya.." Jawab Pelayan itu.


Clarissa yang mendengar itu langsung memasang ekspresi tak percaya, beraninya pria itu membawa anaknya pergi.


"Terus kenapa kalian tidak mencegahnya?" Tanya Clarissa.


"Maaf Nyonya, tapi kata Nona Jesselyn jika dirinya sudah meminta izin dari Nyonya. Dan Nyonya pun sudah mengizinkan." Jawab pelayan itu.


"Jerry dan Jeremy, apa mereka juga ikut?" Tanya Clarissa berharap jika kedua anak laki-laki berada di pihak nya.


"Anu.. Tuan muda Jerry dan Jeremy pun ikut bersama dengan Nona muda." Jawab pelayan itu.


Clarissa yang mendengar hal itu hanya bisa memutar bola matanya, rupanya kedua putranya pun ikut mengkhianati dirinya.


"Siapkan mobil, kita jemput ketiga bocah bandel itu.." Ucap Clarissa sambil berjalan kembali ke kamar.


"Nyonya..." Panggil seorang pelayan.


"Ada apa?" Tanya Clarissa.


"Tadi sebelum pergi, Nona muda menitipkan sebuah video untuk Nyonya.." Jawabnya.


Kemudian Clarissa pun mengambil handphone yang di berikan oleh pelayan itu, dia segera melihat video dari anak perempuan nya.

__ADS_1


"Mommy sayang.. Jika Mommy udah liat video yang di kirim Jesselyn ke Kak pelayan yang cantik. Itu berarti Jesselyn udah sampe di Bali.. Nanti Daddy bakal... Apa apa Daddy?"


"Daddy bakal ngirim anak buah Daddy buat jemput Mommy.." Jawab Brian.


"Dadah Mommy... Sampai jumpa di Bali.."


Clarissa yang melihat video anaknya hanya bisa menatap kesal, "Beraninya kalian..." Teriak Clarissa kesal.


"Eh.. Nyonya tolong jangan di banting itu handphone saya.." Ucap Pelayan itu takut jika handphone milik nya jadi pelampiasan amarah Clarissa.


"Ini.." Jawab Clarissa sambil memberikan kembali handphone miliknya.


"Beritahu asisten ku untuk menyiapkan tiket pesawat ke Bali, aku akan menyusul anak-anak nakal itu.." Ucap Clarissa.


"Baik Nyonya.." Jawab pelayan tersebut.


Clarissa masih tak habis pikir anak-anak itu yang biasanya tak ingin jauh darinya kini malah dengan sengaja meninggalkan nya sendiri di sini.


"Dasar anak-anak nakal, awas saja yah kalian. Jika sampai Mommy ketemu kalian.. Mommy akan.. Argh..."


Para pelayan yang melihat majikannya tengah marah-marah hanya bisa tersenyum canggung.


Sementara itu, di dalam pesawat pribadi milik Brian.


"Daddy.. Apa Mommy akan marah jika kita pergi tanpa memberitahukan nya?" Tanya Jesselyn yang duduk di samping Brian.


"Tentu saja tidak, jika Mommy marah kan ada Daddy.." Jawab Brian.


"Yehh... Daddy memang hebat." jawabnya Jesselyn senang.


****


"novel ini masih ongoing dan akan update 1 bab per hari, semoga pembaca bisa tambahkan novel ini ke rak buku, dan follow akun saya, dan terus dukung author ya."

__ADS_1


__ADS_2