
Perlahan Brian berjalan mendekati Clarissa, Clarissa pun segera membalikkan tubuhnya membelakangi Brian dan menghapus semua sisa air matanya.
Suasana terasa hening, Brian menatap nanar wanita yang tengah membelakangi dirinya itu. Sementara Clarissa hanya duduk di tepi ranjang sambil melihat pemandangan di luar jendela.
Secara perlahan Brian pun duduk sambil memeluk Clarissa dari belakang, Clarissa hanya diam sambil terus menatap pemandangan.
Tak ada obrolan atau pun perbincangan dari kedua insan itu, mereka berdua hanya bungkam tanpa ingin membuka satu suara pun.
"Kenapa kau tak mengatakan jika dirimu mencintai ku, Clarissa. Ku mohon katakanlah.." Pikir Brian.
"Kenapa kau hanya diam Brian? Apa kau tak pernah mencintai ku? Kau hanya mencintai anak-anak ku, ku mohon katakanlah bahwa kau mencintaiku..." Pikir Clarissa.
Mereka berdua saling menanti ucapan pernyataan cinta baik itu Brian maupun Clarissa.
Cuaca hari ini semakin dingin dan sudah hampir 45 menit Clarissa dan Brian hanya diam dengan posisi yang sama yaitu posisi Brian yang memeluk Clarissa dari belakang.
Hujan terus turun semakin deras, suasana kamar pun mulai gelap dan hening. Mereka berdua pasangan yang saling mencintai tetapi ego mereka sangatlah besar.
Tanpa mereka sadari jika ketika anak kembar nya itu melihat semua nya, Jesselyn, Jerry dan Jeremy hanya diam di pintu sambil melihat kedua orang tuanya yang tengah di Landa kegalauan.
"Aku lelah, aku ingin tidur.." Ucap Clarissa sambil melepaskan pelukan Brian.
Kemudian Clarissa tanpa menoleh ke arah Brian langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
__ADS_1
Seketika ketiga anak kembar nya pun segera pergi karena takut jika kedua orang tuanya tahu bahwa mereka telah mengintip.
Brian yang melihat Clarissa seperti itu pun segera menyelimuti tubuh Clarissa dengan selimut tebal, tak lupa Brian pun menyalakan lampu kamar.
Setelah itu Brian langsung bergegas keluar dari kamar Clarissa.
Clarissa yang merasa jika Brian sudah pergi pun seketika langsung kembali menangis, apa sesulit itu untuk mengatakan jika dia mencintai Clarissa.
Karena Clarissa pun ingin memiliki sebuah kepastian tentang perasaan Brian, agar dia tahu bagaimana perasaan Brian yang sesungguhnya kepada dirinya. Dan jika Brian tak mencintai dirinya, Clarissa pun akan segera melupakan perasaan di hatinya.
Sementara itu...
Brian berjalan melewati ketiga anaknya, dan Brian hanya tersenyum dan berjalan melewati mereka menuju salah satu kamar tidur.
"Apa sesulit itu Clarissa.." Gumam Brian.
"Atau sebenarnya kau tak pernah mencintai ku?" Tanya Brian dengan tatapan sendu.
Baru kali ini dirinya di buat seperti ini oleh seorang wanita, Brian yang biasanya bergonta-ganti wanita dan dia tak tahu bagaimana caranya mengatakan jika dirinya mencintai Clarissa.
Ego Brian sangatlah tinggi, mengatakan perasaannya duluan seperti melukai harga dirinya sebagai seorang pria yang di puja banyak wanita.
Ketiga anak Clarissa dan Brian hanya diam di kamar mereka.
__ADS_1
"Kita harus memikirkan cara agar Mommy dan Daddy bersatu." Ucap Jesselyn.
"Iya kau benar, kita harus membantu Daddy untuk menyatakan perasaannya kepada Mommy." Ucap Jerry.
"Tapi bagaimana caranya?" Tanya Jesselyn bingung.
"Entahlah, karena kita hanya anak kecil yang tidak berpengalaman soal hubungan orang dewasa." Jawab Jeremy yang merupakan anak tertua.
"Tapi aku mau Mommy dan Daddy bersatu..." Rengek Jesselyn.
"Mommy dan Daddy memiliki ego yang sama-sama tinggi, tidak mudah untuk menurunkan ego mereka." Jelas Jeremy yang sudah menganalisis sikap kedua orang tuanya itu.
"Ego itu apa?" Tanya Jesselyn sambil memiringkan kepalanya.
"Sudahlah, anak kecil seperti mu tak perlu tahu. Walaupun di jelaskan 100 kali pun kau tak akan mengerti." Jawab Jerry.
"Kau juga anak kecil... Dasar anak kecil.." maki Jesselyn kepada Jerry.
"Aku kakak mu, dan aku bukan anak kecil. Kau yang anak kecil.. Dasar anak kecil.." Jawab Jerry.
"Kau yang anak kecil, lihat tubuh mu saja kecil.." Jawab Jesselyn.
"Tubuhmu juga kecil, dasar anak kecil yang cengeng..." Jawab Jerry yang tak mau kalah.
__ADS_1
Jeremy hanya bisa menggelengkan kepalanya, kedua adiknya memang anak kecil begitu juga dengan dirinya.