Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 51 : Mengatur strategi.


__ADS_3

Brian tengah berada di markas miliknya, Maria yang melihat bos nya tengah terluka pun hanya bisa diam.


"Bagaimana sekarang?" Tanya Maria.


"Kita akan melakukan penyerangan." Jawab Brian.


"Malam ini?" Tanya Maria.


"Iya, saat jam 3 pagi." Jawab Brian.


"Jam 3 pagi, lalu bagaimana dengan Nona Clarissa, bagaimana jika dia di apa-apakan." Ucap Maria.


"Tenang saja, aku yakin jika wanita itu tak selemah wanita yang lain." Jawab Brian.


Brian yang melihat kondisi Erwin dan Roki pun hanya bisa terdiam, kini dia hanya bisa menjalankan misi nya bersama dengan Maria dan juga regu Elite yang cukup terlatih.


"Apa kita hanya akan membawa satu regu?" Tanya Maria.


"Iya.." Jawab Brian.


"Dan lagi bahkan kita belum tahu dimana letak nona Clarissa di sekap." Ucap Maria.


"Aku sudah mengetahui nya." Jawab Brian.


Brian bisa mengetahui nya karena handphone yang dia berikan kepada Clarissa, dan di handphone itu sudah di pasangi GPS agar Brian bisa tahu dimana posisi Clarissa sekarang.


"Tapi..." Sebelum Maria menyelesaikan ucapannya Brian langsung memotongnya.


"Sudahlah, sekarang kau istirahat.." Ucap Brian sambil melenggang pergi.

__ADS_1


Jam 3 dini hari...


Terlihat Brian sudah menggunakan pakaian formal miliknya, anak buahnya hanya bisa tersenyum melihat Bos nya yang akan menyerang markas musuh dengan pakaian dan tampilan seperti seorang yang akan berkencan.


"Jadi kita atur strategi nya, Joni, Roni dan Chintia, kalian akan menjadi sniper tugas kalian sangat mudah yaitu melindungi kami dari jarak yang sangat jauh dan menembakki kepala musuh setiap mereka terlihat, dan tenang saja senjata kalian sudah di pasangi peredam suara sehingga musuh tak akan mendengarkan suara tembakan." Jelas Brian.


"Baik bos.." Jawab mereka serempak.


"Deri, Tania, Bima dan Arjuna, kalian akan masuk dari pintu belakang." Ucap Brian.


"Baik.. Bos." Jawab mereka serempak.


"Jiyad, Arul Dan Viktor kalian tugas kalian adalah memasang bom dia setiap sisi gedung dan atur waktu nya selama 1 jam.." Ucap Brian.


"Baik Bos.." Jawab mereka.


"Iya 1 jam.. Kita hanya memiliki waktu satu jam, dan sebelum satu jam kita harus segera selesai kan misi ini." Ucap Brian.


Kemudian Brian memberikan jam tangan yang akan menyala saat Bom di gedung itu di aktifkan.


"Aku, Maria dan Rendi akan masuk lewat pintu depan." Ucap Brian.


Mendengar hal itu Maria hanya bisa mengangguk kan kepalanya, dia yakin strategi yang di berikan Brian adalah strategi terbaik untuk mereka.


"Dan jika misi ini berhasil, aku akan memberikan imbalan yang sangat besar untuk kalian." Ucap Bima.


Anak buahnya pun hanya menganggukkan kepalanya, kemudian Brian langsung mengambil senjata milik nya dia mengambil senjata UMP, tak lupa juga pistol Desert Eagle untuk jaga-jaga.


Sedangkan Maria dan Rendi mengambil senjata M1014 ( shotgun), begitu juga dengan Joni, Roni dan Chintia yang merupakan sniper pun mengambil senjata AWM, sedangkan Deri, Tania, Bima dan Arjuna mengambil masing-masing senjata MP40, Ak-47, UMP dan MP5 tak lupa mereka juga membawa landmine yang merupakan sejenis bom tempel yang jika di injak oleh orang lain akan meledak.

__ADS_1


Kemudian Bima pun mengambil sebuah kacamata yang akan mempermudah kan nya mengetahui letak landmine yang di pasang oleh anak buahnya agar dirinya bisa menghindar. Dan begitu juga dengan yang lainnya.


Di balik pakaian formal Brian terpasang vest yang kuat untuk menahan peluru dari musuh, begitu juga dengan anak buahnya.


"Baiklah, sekarang semua nya sudah siap.." Ucap Brian.


Anak buahnya hanya menganggukkan kepalanya, kemudian Brian langsung berjalan ke mobil. Erwin hanya bisa melihat bos dan rekan-rekannya pergi tanpa dirinya.


Erwin sangat kesal karena sekarang dia tak bisa membantu perjuangan Bos nya dalam melawan musuh bebuyutan nya itu.


Sementara itu.


Clarissa tengah terikat di sebuah kursi, tatapan tak henti-hentinya menatap seorang wanita dengan tatapan kesal dan juga benci.


"Aku tak menyangka jika kau mengkhianati, Brian. Bagaimana jika dia tahu yang sebenarnya." Ucap Clarissa.


"Aku tak mengkhianati Bos ku.." Jawab Lesly.


"Lalu? Kau bekerja sama dengan musuh, apa itu masih tak cukup untuk menyebut mu sebagai pengkhianat." Ucap Clarissa.


"Cih.. Aku hanya ingin segera menyingkirkan hama di hidup Bos ku.." Jawab Lesly.


Kemudian jam tangan Lesly pun berbunyi, ini saatnya dia untuk pulang ke rumah Brian.


Kemudian Lesly pun tersenyum mengejek sambil meninggalkan Clarissa.


Untung nya Clarissa pintar, dari tadi dia berusaha untuk memotong tali dengan pisau kecil yang terdapat di gelang miliknya.


"Beraninya kalian meremehkan ku yang merupakan seorang CEO wanita dari Caterpillar.."

__ADS_1


__ADS_2