
Brian berjalan dengan kesal menuju sebuah Villa mewah dan megah, di sekeliling tempat itu ada banyak penjaga.
Brak...
Dengan kencang Brian menendang pintu itu dengan sepatu mahal miliknya.
"Tuan muda? Anda datang?" Tanya seorang pelayan wanita paruh baya yang merupakan kepala pelayan di Villa itu.
"Dimana dia?" Tanya Brian.
Clarissa yang berada di samping Brian hanya bisa mematung, karena dia tak mengerti kenapa tiba-tiba pria itu datang ke sini.
"Nyonya ada di lantai atas sedang mengobrol dengan tamu nya." Jawab pelayan itu.
Tak ingin basa-basi Brian langsung menarik tangan Clarissa dan membawanya ke lantai atas.
Sesampainya di lantai atas Brian melihat ke sekeliling, kemudian dia membuka sebuah pintu besar berwarna coklat.
"Ah.. Kau sudah datang.." Ucap Nyonya Rindi.
"Daddy..." Panggil ketiga anak kembar nya sambil memeluk Brian.
Clarissa pun melihat wanita cantik di depannya itu, dan Clarissa ingat jika wanita itu bernama Rindi karena mereka pernah bertemu sebelumnya di sebuah rapat perusahaan.
"Mommy..." Panggil Jesselyn.
Kemudian Clarissa langsung mengalihkan pandangannya menuju Jesselyn, dengan perlahan Clarissa memangku tubuh putri nya itu.
"Duduklah, lagi pula banyak hal yang harus kita bicarakan. Bukan begitu?" Ucap Nyonya Rindi dengan tatapan lembut tapi menusuk.
"Menakutkan.." Pikir Clarissa.
"Clarissa bawa mereka bertiga pergi." Ucap Brian.
"Nona Clarissa tak perlu pergi. Rina bawa anak-anak ke ruangan bermain." Ucap Nyonya Rindi kepada kepala pelayan.
"Baik Nyonya.." Jawabnya.
__ADS_1
"Mari anak-anak.." Ajak kepala pelayan, ketiga anak kembar Clarissa enggan untuk meninggalkan Clarissa tapi Clarissa memberikan pengertian agar mereka paham.
Kini di ruangan itu hanya ada mereka bertiga, Nyonya Rindi, Clarissa dan juga Brian.
"Duduk lah.." Ucap Nyonya Rindi.
Clarissa hanya tersenyum sambil mengangguk kepalanya, entah kenapa aura wanita di hadapannya itu sangat lah menakutkan dan mampu membuatnya terintimidasi.
"Jadi, bagaimana kalian menjelaskan?" Tanya Nyonya Rindi.
"Tidak perlu ada yang di jelaskan.." Jawab Brian memasang ekspresi tak suka.
"Baiklah, jika kau tak mau menjelaskan biar Nona Clarissa saja yang menjelaskan." Ucap Nyonya Rindi.
"Mati aku..." Pikir Clarissa.
"Jadi bagaimana Nona Clarissa?" Tanya Nyonya Rindi.
"Maaf tapi sebelum itu, apa boleh saya tahu apa yang harus saya jelaskan kepada Anda, Nyonya Rindi?" Tanya Clarissa dengan nada yang di buat se anggun-anggun nya.
"Ah, iya saya lupa belum menjelaskan apa yang ingin saya tahu, saya ingin tentang ketiga anak itu." Jawab Nyonya Rindi sambil tersenyum.
"Hanya itu?" Tanya Nyonya Rindi.
"Iya hanya itu, tak ada lagi." Jawab Clarissa.
"Lalu siapa ayah mereka?" Tanya Nyonya Rindi.
Deg....
Jantung Clarissa seketika berdetak kencang bagaimana dia menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Nyonya Rindi.
"Sudahlah, jika Mama tahu sendiri kenapa harus memojokkan orang lain." Ucap Brian tak suka melihat ibundanya terus memojokkan Clarissa.
"Mama tidak memojokkan hanya ingin tahu dari mulut nya langsung." Jawab Nyonya Rindi.
"Baiklah, jawab Clarissa biar wanita ini puas.." Ucap Brian kesal.
__ADS_1
"Jawab? Jawab apa?" Tanya Clarissa yang seketika otak nya menjadi lemot.
"Tentu saja jawab siapa ayah ketiga anak mu." Jelas Brian.
"Baiklah, sebenarnya ayah ketiga anak saya adalah Putra Nyonya Rindi sendiri." Ucap Clarissa.
Nyonya Rindi pun terdiam sambil menunjukkan ekspresi mengerti.
"Jadi bagaimana itu bisa terjadi?" Tanya Nyonya Rindi.
Clarissa kembali di buat bingung, bagaimana harus menjelaskan kepada wanita di hadapannya itu.
"Itu terjadi jelas karena kami melakukan nya." Jawab Brian.
"Oh, kalian melakukan nya? Dimana?" Tanya Nyonya Rindi.
"Tentu saja di kamar, mana mungkin di hutan." Jawab Brian yang semakin kesal kepada ibunya.
Clarissa hanya diam, melihat Brian yang menjawab ucapan ibundanya seperti itu.
"Apa kau bisa bersikap biasa saja Brian?" Tanya Nyonya Rindi.
"Aku sudah bersikap biasa saja." Jawab Brian.
"Baiklah, tapi Brian apa kau tak memikirkan rencana untuk memberikan status hubungan dengan Nona Clarissa?" Tanya Nyonya Rindi kepada putranya.
Brian dan Clarissa langsung terkejut saat mendengar ucapan dari Nyonya Rindi.
"Status apa?" Tanya Brian.
"Tentu saja status pernikahan." Jawab Nyonya Rindi.
Brian terdiam, dia tak bisa menjawab pertanyaan dari Ibundanya itu.
"Karena kau tak bisa menjawab, jadi Nona Clarissa bagaimana dengan mu? Apa kau menginginkan status pernikahan." Tanya Nyonya Clarissa.
Clarissa pun ikut terdiam, dia dan Brian tak pernah memikirkan hubungan ini akan berlanjut sampai jenjang pernikahan.
__ADS_1
Pada awalnya pun Clarissa hanya menjadikan Brian seorang Gigolo dan tak pernah ada rencana atau pemikiran sampai menikah dengannya.