
Brian tanpa henti mencari keberadaan Clarissa, dia juga tak segan-segan membunuh musuh-musuhnya tanpa ampun.
"Ini aneh, kita belum menemukan keberadaan Vino." Ucap Maria yang merasa jika mereka belum menemukan keberadaan Vino.
Brian pun terdiam, dari tadi dia hanya mendapatkan anak buah Vino yang kemampuannya sangat lemah.
Kemudian terdengar suara gaduh dari depan Brian, Brian pun berjalan dengan perlahan sambil mengintip sebuah ruangan dan rupanya itu adalah Deri, Tania, Arjuna dan Bima.
"Kalian sudah membereskan bagian belakang?" Tanya Brian yang tiba-tiba.
Keempat orang itu kaget, kemudian mereka langsung melihat ke arah Brian.
"Sudah, Bos." Jawab Bima.
"Baguslah, bagaimana dengan Bom nya?" Tanya Brian.
"Iya kamu sudah menempelkan nya sesuai perintah mu." Jawab Arjuna.
"Bagus, sekarang kita tinggal mencari Clarissa sekalian menghabisi Vino.." Ucap Brian.
Kemudian anak buahnya pun segera menganggukkan kepalanya, tanpa mereka sadari tak jauh dari posisi mereka Lesly tengah bersembunyi di balik lemari.
"Bagaimana mereka bisa datang ke sini.." Gumam Lesly.
Kini Lesly bingung untuk kabur dari tempat ini, karena saat dia hendak pergi anak buah Vino mengatakan jika ada penyusup di pintu belakang dan juga depan dan hal itu membuat Lesly tak bisa keluar dari tempat ini.
"Vino sialan, di saat seperti ini dia malah tak ada di tempat." gumam Lesly yang mengetahui jika Vino sedang berada di Villa milik nya dan mungkin tengah bercinta dengan banyak wanita.
Kemudian Brian pun segera mencari keberadaan Vino di bangunan itu, Lesly yang melihat Brian pergi pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini.
Sementara itu...
Clarissa tengah berjalan pelan-pelan, dia takut jika para penjaga akan datang dan menangkap nya, dari sejak tadi Clarissa mendengar suara dan suara itu seperti sebuah bom.
Clarissa pun segera turun ke lantai bawah, di sebuah lorong yang minim cahaya. Clarissa berjalan-jalan.
__ADS_1
"Hey.. Mau lari kemana kau." Ucap seorang pria di depannya itu.
Clarissa pun kaget dan saat di hendak berlari tiba-tiba kaki nya tersandung sesuatu, "Sial..." Ucap Clarissa.
Clarissa hanya bisa memejamkan matanya sambil menahan rasa sakit di lutut nya, kemudian Clarissa melihat ke arah laki-laki yang tengah berlari ke arahnya dan tiba-tiba.
Duar.....
Laki-laki itu seperti menginjak sesuatu dan membuat tubuhnya hancur, "Apa yang terjadi?" Tanya Clarissa pada dirinya.
Clarissa terdiam dengan mata yang membulat sempurna, dia tak tahu apa yang terjadi kepada pria itu.
Kemudian Clarissa berjalan pelan-pelan melewati tubuh pria yang sudah tak bernyawa itu.
Clarissa pun kembali berjalan dengan pelan-pelan, dan saat berada di persimpangan lorong Clarissa mengambang arah ke kiri, dan saat berjalan beberapa meter Clarissa seperti melihat sebuah benda bulat yang menempel di lantai.
"Apa itu?" Pikir Clarissa.
Tak ingin terjadi hal yang berbahaya, Clarissa pun melepaskan sepatu hak tinggi nya. Dan melemparkannya sepatu nya tepat ke benda bulat itu.
Duar...
Tak cukup kah para penjaga yang bersenjata kenapa mesti ada bom tempel segala.
"Baj*Ingan mana yang menempel benda berbahaya seperti itu...." Maki Clarissa kesal.
..
"Hachim..."
Maria melihat ke arah Arjuna, Deri, Tania dan Bima.
"Kenapa kalian bersin secara bersamaan seperti itu?" Tanya Maria sambil tersenyum.
"Entahlah, mungkin ada debu yang masuk." Jawab Deri.
__ADS_1
"Kalau kata orang itu tanda nya ada seseorang yang sedang memaki-maki kalian." Ucap Rendi menyela.
"Memaki? Siapa? Perasaan kita tak memiliki salah." Ucap Tania.
Dan Rendi hanya mengangkat pundak nya sebagai jawaban, "Kita sudah menyelusuri ruangan di bangunan ini, tapi tak ada tanda-tanda keberadaan Clarissa." Ucap Brian.
"Iya, tinggal 30 menit lagi." Ucap Maria yang melihat jam miliknya.
"Baiklah, kita naik ke lantai atas." Ucap Brian.
"Baik.." Jawab mereka.
Kemudian Brian langsung mencari tangga untuk menuju lantai atas, dan tak henti-hentinya Brian waspada karena bisa saja musuh menyerang secara mendadak.
Sementara itu...
Joni, Roni dan Chintia terus menembakki musuh yang berada jauh dari mereka. Tapi tatapan Joni langsung terhenti saat melihat wanita yang tak asing keluar dari gedung itu.
"Itu Nona Lesly.." Ucap Joni.
"Nona Lesly?" Tanya Chintia dan Roni.
Kemudian mereka pun melihat menggunakan teropong dan benar saja wanita yang keluar dari gedung itu adalah Lesly.
"Kenapa dia keluar dari gedung itu?" Tanya Chintia.
"Cepat hubungi Bos.." Ucap Roni.
Kemudian Chintia segera menghubungi Maria untuk memberitahukan informasi ini.
Dor... Dor...
Chintia seketika membulatkan matanya saat melihat kedua rekannya terjatuh dengan kepala yang sudah di lubangi oleh peluru.
Dan saat Chintia berbalik.
__ADS_1
Dor...