Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 114. S2 : Kesepakatan


__ADS_3

Melihat tubuh rekannya sudah tak bernyawa, Marco hanya bisa terdiam tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.


Pria yang memiliki kekejaman yang sangat di takuti oleh banyak orang bisa kalah hanya oleh seorang pria.


"Jadi karena Nicolas sudah mati... Apa yang harus ku lakukan kepada mu?" Tanya Brian sambil menatap dingin pria di hadapannya itu.


Tapi Marco hanya diam membisu, kemudian mata Marco langsung melihat ke arah Brian dengan tatapan dingin.


"Kenapa kau membunuhnya?" Tanya Marco kesal.


"Tentu saja jika aku tak membunuhnya maka aku yang akan di bunuh." Jawab Brian singkat.


Kemudian Marco langsung berjalan ke tubuh Nicolas, dia berusaha untuk memeriksa denyut nadi Nicolas.


Tapi tak ada denyut nadi sama sekali, bahkan nafas Nicolas pun tak ada.


"Karena Nicolas yang di tugaskan untuk membunuh ku, maka kau bisa segera pergi dari sini." Ucap Brian.


Mendengar hal itu Marco pun langsung menodongkan senjata nya ke arah Brian, meski dengan tubuh gemetar.


Brian pun dengan santai langsung menyingkirkan pistol di tangan Marco, "Sebaiknya kau belajar terlebih dahulu sebelum memegang pistol tersebut." Jawab Brian sambil tersenyum mengejek.

__ADS_1


Mendengar hal itu Marco hanya diam, dia merasa jika dirinya bukanlah kawan yang baik untuk Nicolas. Bahkan di saat Nicolas seperti ini dirinya tak bisa membantu sedikit pun.


Kemudian Brian langsung menyuruh anak buahnya untuk membawa keluar Marco dari rumahnya.


Nampak Marco tak terima dirinya di usir karena dia tak ingin meninggalkan Nicolas.


Setelah kepergian Marco, Brian pun langsung menatap ke arah Nicolas.


Lalu nampak senyuman tipis di wajah Brian.


"Mau kita apakan dia?" Tanya Roki.


"Hidup?" Tanya Roki yang masih tak mengerti ucapan Brian.


"Iya.. Hidup lagi, pria itu hanya mati suri. Bukan mati sungguhan." Jawab Brian.


"Tapi kenapa?" Tanya Roki yang masih tak mengerti.


"Iya aku dan dia membuat kesepakatan, jika aku membiarkan Marco hidup maka dia akan mengatakan siapa orang yang menyewa jasa nya. Tapi karena perjanjian organisasi adalah tidak memberitahukan identitas klien mereka, Nicolas pun terpaksa berpura-pura mati agar dia tak di beri hukuman karena telah melanggar aturan." Jawab Brian singkat.


"Jadi siapa orang yang menyewa jasa mereka untuk membunuh mu?" Tanya Roki.

__ADS_1


Kemudian Brian pun menghirup Rokoknya, "Candra.." Jawab Brian singkat.


"Candra? Bukankah pria itu adalah paman Nyonya Clarissa?" Tanya Roki memastikan jika orang yang ingin membunuh bos nya adalah paman Clarissa.


"Iya.. Pria tua itu yang ingin membunuhku." Jawab Brain dingin.


"Lalu apa yang harus kita lakukan? Atau aku dan Erwin akan mencari keberadaan nya dan langsung menghabisi nya." Ucap Roki.


"Mungkin menghabisinya terlalu gampang, sebaiknya kau membawanya ke hadapan ku karena aku ingin sekali bertemu dengan orang yang dulu pernah menjadi mertua ku." Jawab Brian sambil tersenyum tipis.


"Baiklah.. Tapi apa yang akan Bos lakukan?" Tanya Roki penasaran.


"Tentu saja menyapa nya dengan ramah..." Jawab Brian sambil menghirup rokok miliknya.


"Baiklah.. Sekarang aku dan Erwin akan pergi mencari Candra, tapi dimana sekarang dia tinggal?" Tanya Roki.


"Dia sekarang tinggal di Kanada bersama dengan wanita barunya." Jawab Brian.


"Kanada? Wow.. Rupanya dia sangat bertekad ingin menghabisi mu Bos, sampai menyewa organisasi dari Eropa hanya untuk membunuh mu." Jawab Roki.


"Iya, jadi karena dia sudah bertekad kita harus memberikan nya hadiah." Jawab Brian.

__ADS_1


__ADS_2