Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 56 : Percakapan singkat.


__ADS_3

Nampak Clarissa tengah tertidur pulas tapi dia merasa ada tangan kekar tengah melingkar di pinggang nya.


Dengan terpaksa Clarissa harus membuka matanya secara perlahan. "Emmm..."


"Tidur lah.." Ucap Brian sambil melihat Clarissa.


Bukannya tidur mata Clarissa malah membuka dengan sempurna, "Maaf.." Ucap Clarissa.


"Untuk apa?" Tanya Brian sambil melihat Clarissa.


"Maaf karena menyelamatkan ku, bawahan mu yang harus menjadi korban." Ucap Clarissa.


Brian hanya diam, "Begitu lah jika kita menggeluti dunia kejahatan, benarkan?" Ucap Brian.


"Lagi pula aku juga sudah tahu, bahwa kau sudah mengetahui identitas asli ku.. Jadi untuk apa aku harus menyembunyikan lagi." Ucap Brian.


"Dari mana kau tahu?" Tanya Clarissa.


"Itu hal mudah untuk ku.." Jawab nya.


"Emmm... Kalau begitu, apa kau bisa mengantarkan ku pulang lagi?" Tanya Clarissa.


"Tentu.. Lagi pula aku ingin melihat wajah anak ku." Ucap Brian.


"Anak? Siapa anakmu?" Ucap Clarissa.


"Nanti aku juga akan tahu sendiri.." Jawab Brian sambil memeluk Clarissa.


Clarissa hanya terdiam, dia kembali teringat kenangan buruknya saat dirinya di sekap di gedung itu. Inilah alasan Clarissa tak ingin memiliki hubungan dengan Brian, karena dirinya takut jika ke-tiga anak nya akan menjadi korban balas dendam musuh Brian.


"Apa kau percaya dengan ucapan ku?" Tanya Clarissa.


"Ucapan yang mana?" Tanya Brian.


"Tentang Lesly.." Jawab Clarissa.


"Iya.." Jawab nya singkat.


"Benar kah?" Tanya Clarissa lagi.


"Iya, lagi pula sejak awal aku sudah tahu identitas asli nya.." Jawab Brian santai.


"What? Terus kau hanya diam saja. Dan memang Identitas asli nya apa?" Tanya Clarissa penasaran.


"Kau penasaran?"

__ADS_1


"Iya..."


"Kalau begitu, cium aku. Maka aku akan memberitahukan mu." Ucap Brian.


"Apaan sih..." Jawab Clarissa kesal.


"Ayo, cium.." Ucap Brian sambil tersenyum.


Muachh...


Clarissa mencium Brian tepat di pipi nya. "Udah.." Jawab Clarissa.


"Di pipi? aku ingin nya di bibir." Ucap Brian.


"Sama aja kok, cepetan kasih tahu." Jawab Clarissa.


"Baiklah, sebenarnya Lesly adalah adik dari musuh ku Vino." Jawab Brian santai.


"Lalu? Kenapa kau tak mengusir nya." Ucap Clarissa heran.


"Aku akan mengusir orang yang berkhianat kepada ku, lagi pula wanita itu tak membocorkan informasi apa pun kepada Vino, jadi aku biarkan dia." Jawab Brian santai.


"Oh.. Apa kau menyukai nya?" Entah kenapa tiba-tiba pertanyaan itu langsung keluar dari mulut Clarissa.


"Oh..." Jawab Clarissa singkat.


"Oh?" Tanya Brian.


"Iya, Oh..." Jawab Clarissa lagi.


"Kau hanya menjawab 'Oh'? Ada apa dengan mu?" Tanya Brian heran.


"Tidak ada." Jawab Clarissa.


"Benar kah? Apa kau cemburu." Tanya Brian sambil tersenyum dan mendekatkan wajahnya.


"Tidak, siapa yang cemburu. Aku hanya kesal kepada anak buah mu itu, dia telah menculik ku dan menyekap ku." Ucap Clarissa.


"Lalu bagian mana yang terluka?" Tanya Brian


"Tidak ada, karena aku wanita yang kuat." Jawab Clarissa.


"Tentu, wanita ku memang harus kuat. Terutama dalam urusan ranjang.." Bisik Brian.


Seketika Clarissa langsung mendorong tubuh Brian, tapi dengan cepat Brian langsung memeluk tubuh Clarissa.

__ADS_1


"Tidur lah, karena besok aku akan mengantar mu pulang.." Ucap Brian sambil memeluk Clarissa.


Clarissa yang berada di pelukan Brian hanya bisa diam, entah kenapa hati nya terasa menghangat. Meski pria di depannya itu adalah seorang mafia tapi dia tak pernah menyakiti dirinya sedikit pun.


Keesokan harinya..


Clarissa tengah bersiap untuk pulang, dia kini tengah menyiapkan berbagai alasan kepada ketiga anak nya.


Karena pasti mereka bertiga akan menanyakan banyak pertanyaan untuk nya.


"Nyonya... Tuan Brian sudah menunggu." Ucap seorang pelayan.


Clarissa pun hanya menganggukkan kepalanya, kemudian dia langsung berjalan keluar kamar dan di sana sudah ada Brian dengan setelan formal.


"Ayo.." ajak Brian.


Tapi Clarissa heran kenapa pria itu malah membawa nya ke atap rumah bukannya ke depan rumah.


Dan rupanya di atas rumah Brian sudah ada helikopter yang tengah menunggu mereka, Clarissa yang menggunakan dress pun hanya bisa menahan rok dress nya dengan agar tidak terbuka karena tertiup angin dari helikopter.


Kemudian Brian langsung mengajak Clarissa untuk naik helikopter, Clarissa tak menyangka jika pria itu sangatlah kaya raya.


"Kenapa kita naik helikopter?" Tanya Clarissa.


"Aku tak ingin kejadian kemarin terulang lagi." Jawab Brian.


Clarissa pun hanya menganggukkan kepalanya, tak berselang lama helikopter itu pun segera berangkat menuju kediaman Clarissa.


Brian yang tahu rumah Clarissa memiliki halaman yang luas pun langsung memutuskan untuk membawa helikopter.


Sementara itu...


Jesselyn, Jeremy dan Jerry tengah berada di kamar mereka. Suasana kamar terasa membosankan sudah beberapa hari Mommy mereka tidak pulang ke rumah.


"Kak suara apa itu?" Tanya Jesselyn yang mendengar suara sesuatu.


Jeremy dan Jerry pun yang mendengar suara tersebut pun langsung saling menatap. "Itu suara helikopter, dan suara nya seperti semakin dekat.." Ucap Jerry.


"Helikopter? Apa jangan-jangan Mommy.." Ucap Jesselyn.


Kemudian dengan cepat Jesselyn turun dari ranjang dan segera berlari keluar, begitu juga dengan Jerry dan Jeremy.


Dan saat mereka di luar nampak sebuah helikopter mendarat di halaman depan rumah mereka.


Jesselyn, Jerry dan Jeremy tercengang saat melihat Mommy mereka tengah turun bersama dengan seorang pria tampan.

__ADS_1


__ADS_2