Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 96 : Peluang kecil untuk sembuh.


__ADS_3

Brian pun berdiri sambil menatap mayat Lesly yang sudah berlumuran darah, tanpa rasa bersalah Brian berjalan menjauh sambil mengelap tangan nya dengan tisu.


Kemudian pintu pun terbuka, terlihat Roki dan Erwin datang menghampiri bos nya itu.


"Sudah selesai?" Tanya Erwin.


"Iya." Jawab Brian.


"Mau bagaimana kita membereskan mayat ini." Ucap Roki.


"Buang saja ke penangkaran buaya." Ucap Brian.


"Baik." Kemudian Roki langsung membawa tubuh tak bernyawa Lesly pergi.


Brian hanya diam sambil mengelap tangan nya yang kotor, jika anak-anak nya tahu apa yang dia lakukan. Brian tak bisa membayangkan respon anak-anak nya jika mengetahui ayahnya membunuh seseorang.


Kemudian Brian menghisap rokok miliknya, sudah lama dia tak membunuh seseorang dengan tangannya sendiri. Terakhir kali mungkin saat dia bertarung dengan anak buah Vino, dan yang lainnya dia selalu menyuruh anak buahnya.


"Bagaimana keadaan Clarissa? Apa terapi nya berjalan dengan lancar?" Ucap Brian sambil mengambil handphone miliknya.


Kemudian dia langsung menelpon nomor Clarissa, tapi panggilan dari Brian tak di angkat


"Mungkin Clarissa sedang beristirahat." Ucap Brian.


Kemudian Brian berjalan pergi meninggalkan ruangan tersebut dan segera masuk ke dalam mobil yang berada di parkiran.


Hari ini Brian ingin bertemu dengan Clarissa dan juga ketiga anak nya, sekaligus melihat perkembangan Clarissa.

__ADS_1


Sesampainya di Villa, Brian melihat jika istri nya tengah tertidur lelap. Rasa senang pun muncul di hati Brian saat melihat wajah cantik istri nya yang sedang tertidur lelap.


Dengan perlahan Brian membelai wajah cantik Clarissa, dan tak di sangka belaian tangan Brian membuat Clarissa terbangun dari tidurnya.


"Kamu baru datang?" Tanya Clarissa dengan mata yang masih mengantuk.


"Iya, aku baru datang." Jawab Brian.


"Kemana saja beberapa hari ini? Apa urusan mu sangat penting?" Tanya Clarissa sambil bergeser agar Brian bisa berbaring di samping nya.


"Iya sangat penting, tapi untungnya urusan itu sudah selesai." Jawab Brian.


"Memangnya urusan apa?" Tanya Clarissa sambil memeluk Brian.


"Kau tak perlu tahu." Jawab Brian.


"Tentu saja tidak, mana mungkin aku selingkuh kalau istri ku seperti bidadari." Ucap Brian sambil memegang pipi Clarissa.


"Gombal.." Ucap Clarissa yang masih mengantuk.


"Apa kau masih mengantuk?" Tanya Brian.


"Lumayan." Jawab Clarissa.


"Kalau begitu tidur lah." Ucap Brian sambil menempatkan kepada Clarissa di lengan kekarnya.


Kemudian Clarissa pun memeluk tubuh Brian, dengan senyuman tipis. Clarissa pun mulai kembali terlelap dalam tidur nya.

__ADS_1


"Selamat malam.." Ucap Brian sambil mencium kening Clarissa.


Perlahan Brian pun ikut tertidur di samping Clarissa, bersama wanita yang dia cintai. Dan semua ini seperti sebuah mimpi yang indah untuk Brian, karena hidup nya yang terbelenggu dengan dunia kejahatan seperti menemukan sebuah cahaya yang menuntut nya menuju kebahagiaan.


Dan cahaya itu adalah Clarissa, wanita yang menganggap nya sebagai seorang gigolo. Tapi Brian bersyukur karena dari anggapan kekeliruan itu kini dia bisa bersama dengan Clarissa.


Dan memiliki tiga orang anak yang sangat lucu seperti dirinya.


Tring... Tring..


Sebuah pesan masuk ke handphone milik Brian, Brian yang sedang tertidur pun seketika langsung terbangun dan melihat pesan yang di kirimkan dari Miranda.


Di pesan itu, Miranda mengatakan jika terapi yang di lakukan oleh Clarissa berjalan dengan baik. Tapi ada satu masalah yang membuat kesembuhan Clarissa terhambat.


Membaca pesan dari Miranda, dengan cepat Brian langsung menghubungi teman nya itu.


"Apa maksud mu? Kesembuhan nya bisa terhambat."


"Tenang dulu Brian, setelah aku mengecek semua nya. Hanya kemungkinan 45% Clarissa bisa sembuh seperti dulu."


"Bagaimana bisa, bukan kah kau dulu bilang bahwa kesembuhan Clarissa memiliki peluang yang besar." Ucap Brian marah.


"Ya, pada awalnya. Tapi aku baru mendapat laporan medis Clarissa lagi. Dan racun yang dia dapatkan itu telah melumpuhkan saraf-saraf penting di organ milik Clarissa." Ucap Miranda.


"Lalu bagaimana sekarang? Aku tak ingin jika istri ku menjadi sedih. Kau tahu, dia sudah berharap bisa berjalan lagi, dan aku tak ingin mengecewakan harapannya." Ucap Brian.


"Kamu tenang dulu, Brian. Kita bisa membawa istri ku ke Jerman. Karena di sana semua perlengkapan medis dan lain sebagainya lebih lengkap." Ucap dokter Miranda.

__ADS_1


"Kalau begitu lakukan, lakukan sebisa mungkin sampai istri ku sembuh. Aku akan membayar mu dengan harga mahal sampai Clarissa sembuh total."


__ADS_2